Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Masih Belum Di Temukan!


__ADS_3

Air laut menyeret perahu karet ke bagian lain laut Ardo. Sebuah laut indah yang termasuk kedalam benua Eropa.


Laut Ardo menghampar keaneka ragaman hayati yang luar biasa. Banyak Pelancong yang datang setiap tahunnya untuk bisa menikmati pemandangan dan pasirnya yang putih jernih.


Laut Ardo di kelilingi pulau-pulau kecil yang tersebar indah. Tapi Pulau-pulau itu berjarak cukup jauh dengan pulau lainnya, salah satunya adalah pulau kecil yang saat ini tengah di tatap Suri dan Melodi.


Laut Ardo yang di maksud adalah fiksi.


Suri dan Melodi memilih meringkuk di atas perahu karet tanpa ingin menjelajahi pulau kecil itu. Keduanya menangis dengan pikiran kosong. Menyesali kejadian semalam di mana mereka di buai oleh minuman.


"Ini semua gara-gara, kamu!" Suri menghempaskan tangan Melodi yang sedari tadi melingkar di tangannya erat.


Melodi menatap Suri dengan mata sembab.


"Kenapa sekarang aku yang di salahkan? Kamu juga tidak menolak gelas yang aku berikan!" Melodi membela diri. Tapi dirinya tidak bisa menyembunyikan perasaan bersalah.


Kenapa aku bisa memesan minuman itu.


Melodi menangis lagi.


Suri menyeringai lebar ketika Melodi tak ingin di salahkan.


"Kalau kamu tidak mengajak aku masuk ke kamarmu, aku juga tidak akan ada di tempat ini." Suri bersuara lantang saking marahnya.


"Seharusnya kamu berterima kasih padaku! Karena hanya aku yang peduli-


"Omong kosong! Kamu melakukan itu semua karena kamu ingin membujuk aku masuk ke kamarmu! Dan kamu juga berniat membuat aku mabuk! Setelah itu Kamu akan melemparkan aku ke tengah lautan!" Sangka Suri. Menunjuk-nunjuk wajah Melodi yang sembab.


Setelahnya Suri tertawa. .


"Ah! Sekarang aku mengerti! Ini kan yang kamu mau! Selama ini kamu pura-pura baik! hanya untuk mencelakai ku!" Sambungnya. Menuntut Melodi dengan tatapan tajam.


Melodi terdiam. Karena memang apa yang di ucapkan Suri adalah benar.


Meminta maaf, setelah itu berpura-pura baik. Kebetulan sekali Tamara membawa kabar gembira yang mana akan memperhalus rencananya. Puncak dari rencananya ketika Sky mempermalukan Suri. Sampai membuatnya mabuk dan terhampar di tengah lautan. Rencana dadakan sebenarnya. Melodi melakukannya dengan spontan saja.


Melodi melupakan bahwa dirinya kini ikut terseret kedalam rencananya sendiri. Terdampar di pulau asing bersama Suri.


"Kau diam Melodi! Berarti-


"Iya! Itu benar! Aku memang ingin melenyapkan kamu dari sisi Sky! Aku rela melakukan apapun untuk bisa menjauhkan kamu dan Sky." Melodi mendorong Suri sampai Suri tersungkur.


Perahu karet terombang-ambing lagi karena Suri dan Melodi tak bisa diam.


Melodi berjalan menghampiri Suri. Sedikit membungkukkan badannya. Tanpa aba-aba segera menarik tangan Suri!


Suri mengibaskan tangan Melodi.


"Jangan sentuh aku!" Kata Suri ketus.


Keduanya berdiri di atas perahu karet yang terombang-ambing. Tak sadar kalau baju dan mantel mereka basah.


"Sekarang kamu sudah tau kalau aku memang pura-pura baik! Dan juga ingin menyingkirkan kamu dari hidup Sky!" Melodi menatap Suri lekat. Tatapannya tak menyiratkan rasa benci.


Dia ketakutan! Dia membandingkan dirinya dengan bintang yang sendirian.


Sekarang Suri mengingat ucapan Melodi di saat mereka terapung di perahu karet.


Memandang bintang bersama dan saling menangis.


Aku tau sebenarnya kamu adalah orang baik. Tapi kenapa kamu begitu jahat ingin menghancurkan hidup seseorang hanya demi Sky? yang dia sendiri tidak melihat mu.


Suri bergumam dalam hati. Membuat Melodi menunggu.

__ADS_1


"Aku bisa saja membalas mu saat ini! Tapi aku akan menahannya! Sekarang aku ingin hidup dan pergi dari tempat ini."


Ucapan dan mimik wajah Suri membuat nyali Melodi menciut. Menelan ludahnya kasar saking takutnya.


Dari awal aku tau kamu bukan wanita lemah,


Tanpa sadar Melodi memuji Suri.


Suri menghindari keadaan yang lebih parah. Dirinya melangkah ke sisi lain perahu karet. Melodi mengikuti pergerakan Suri. Malu-malu bertanya.


"Apa yang kamu pikirkan?"


Suri menatap sekitar pulau yang di kelilingi pohon kelapa itu dengan seksama. Mencari apa ada bangunan di sekitarnya, tapi nihil. Tak ada apa-apa di sana selain pasir dan pohon kelapa tak lupa ilalang yang tinggi.


Suri menoleh kearah Melodi.


"Kita harus menunggu mereka menyelamatkan kita! Tapi kita juga tidak bisa terus di sini!" Kata Suri yang masih memperlihatkan wajah kebingungan.


Melodi ragu-ragu mengangguk. Karena sekarang bukan waktu untuk bertengkar. Kini mereka harus mengesampingkan perasaan benci satu sama lain demi bisa kembali ke kapal pesiar dan di temukan.


Suri kembali menatap daratan. Menghela napas berat ketika melihat air laut yang mungkin setinggi pinggangnya.


Tanpa kata Suri turun membuat Melodi terkesima.


"Kamu mau apa?" Tanya Melodi ketakutan.


"Apa kamu ingin tetap di sini!" Suri balik bertanya.


Kepala Melodi menggeleng cepat.


"Turun, dan bantu aku membawa perahu ini ke sana!" Suri menunjuk pantai.


"Jadi maksudnya-


Tak ada pilihan selain mendarat di pula kecil itu.


Melodi mengangguk patuh. Keduanya menyeret perahu karet bersama menuju daratan. Diam-diam Suri menatap lautan yang mulai pasang.


Apa kamu sadar kalau aku tidak ada di sana. Tapi sepertinya tidak. Terakhir kamu sudah membuat tubuh ku di lumuri saus.


Suri menggelengkan kepalanya cepat, tapi luput dari perhatian Melodi.


Wanita cantik itu hanya sibuk dengan perasaan takut ketika semakin dekat dengan daratan.


Tuhan, Aku bersumpah, aku tidak akan jahat lagi. Tapi aku mohon selamat aku dari tempat ini.


.


.


Sky dan beberapa awak kapal mulai meninggalkan kapal pesiar ketika mentari malu-malu datang.


Lima buah Speedboat di turunkan.


Masing-masing terisi 6 orang laki-laki.


Daren dan Jason terpisah. Keduanya di minta Sky ikut awak kapal yang lain.


Sekitaran lautan mereka telusuri. Pulau-pulau kecil tak mereka lupakan. Mencari penuh semangat.


Sky masih belum memberi tahu kabar Hilangnya Suri dan Melodi kepada keluarganya dan keluarga Melodi. Sky yakin kalau kedua wanita itu akan segera di temukan.


"Tuan Sky, Pulau ini kosong! Tidak ada tanda-tanda keberadaan Nona Suri dan Nona Melodi."

__ADS_1


Kelima awak kapal yang baru saja datang setelah keluar dari pulau kecil itu mengabarkan.


Sky menunggu di Speedboat setelah dirinya terlebih dahulu kembali dari sana.


Sky mengangguk samar.


"Di mana kamu, Suri? Tidak mungkin perahu karet itu pergi jauh!" Gumam Sky lirih, menganalisis jarak dari kapal pesiar dan beberapa titik pulau yang saat ini mereka datangi.


Buka hanya Sky yang mendapatkan kekecewaan karena masih belum menemukan Suri. Di sisi lain perahu. Jason dan Daren juga pulang dengan tangan kosong. Pulau yang mereka datangi sama kosongnya. Tanda-tanda keberadaan Suri dan Melodi terasa sulit di untuk jelaskan.


"Kemana mereka, Kemana kiranya air laut membawa mereka." Jason menghela napas berat.


Kelima speedboat. Berputar balik setelah mendapatkan kabar kalau air laut mulai pasang.


Speedboat memecah air laut menuju kapal pesiar yang sudah terlihat.


Sky sendirian. Termenung menatap hamparan laut dengan tatapan kosong.


Tuhan, dimana pun dia berada. Jaga dia! Jaga dia sampai aku bisa melihat lagi wajahnya.


Doa Sky. Tanpa sadar mata yang selalu tajam itu kini terlihat sayu dan lemah. Sky terisak dengan tubuh bergetar.


Para awak kapal yang melihat itu segera memalingkan wajah mereka. Tak kuasa untuk melihat bagaimana seorang Sky Antony Barata kini seakan lemah.


Pencarian kembali di hentikan demi keselamatan bersama.


.


Di kapal pesiar.


Sky yang di temani Jason dan Daren duduk bersama di dalam kamar Sky.


Sky tengah menunggu seseorang di sebrang telpon.


Jason dan Daren menepuk pundak Sky untuk memberi kekuatan. Wajah yang selalu ceria dan bahagia kini terampas. Hilangnya Suri membuat Sky lemah! Terlebih dirinya sudah mempermalukan sang istri.


📞 "Halo, Sky." Suara nyaring tuan Diki menggema.


Sky, Jason dan Daren sedikit terkejut. Ketiganya menarik napas dalam.


Jason mengangguk meminta Sky untuk segera bersuara.


📞 "Pa," Ucap Sky dengan suara bergetar.


📞 "Apa lagi Sky? Papa sudah memenuhi keinginan kamu. Apa lagi sekarang?"


📞 "Suri, Pa?" Sky kembali diam.


Jelas tuan Diki kebingungan di sebrang telpon.


📞 "Kenapa Suri? Apa dia tidak patuh padamu?"


📞 " Suri menghilang! Pa."


📞 " Apa? Hilang? Hilang bagaimana? Sky kamu sedang berada di tengah lautan."


Dan Sky menjelaskan kejadian menghilangnya Suri.


Kabar Hilangnya Suri tersiar sampai di telinga Tuan Chris.


Sky meminta sang ayah untuk memberi tahu keluarga Suri. Sky tak sanggup kalau harus mengabarkan kabar buruk itu langsung kepada ayah mertuanya.


Keluarga Melodi juga tak luput dari kabar buruk itu.

__ADS_1


__ADS_2