Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Melihat Dia Dan Dia!


__ADS_3

"Ada orang di sana?"


Jason kembali memastikan.


"Ada orang!" Suri berpikir. Segera memukul-mukul pintu toilet setelah Suara Jason terdengar.


"Tolong! Aku terjebak di sini! Cepat tolong aku?"


Perlahan Jason berjalan mendekati area toilet wanita. Ini bukan salah satu adegan horor. Walaupun malam semakin larut dan hujan tak kunjung berhenti.


Jason semakin mendekat. Ragu-ragu berjalan kearah pintu masuk toilet wanita. Begitu fokus mendengar suara gedoran pintu dan teriaknya.


Dor...Dor.. "Tolong, buka pintunya."


Suara wanita. Pikir Jason.


Apa dia benar-benar terjebak? Atau dia.


Jason sedikit ketakutan pasalnya tidak ada siapapun di area toilet selain suara menyentak itu.


Jason terpaku menatap pintu itu di kunci dari luar! yang artinya ada seorang di dalam.


Tanpa kata Jason membuka kunci otomatis itu. Segera setelahnya Suri keluar.


"Kau!" Seru Jason tak percaya. Melihat ternyata itu adalah Suri, istri Sky.


Berbagai pertanyaan menggelayut? Kenapa bisa Suri ada didalam toilet dan kenapa bisa terjebak didalamnya?


Suri sendiri begitu asik menarik dan membuang napas. Mengusap keringat yang membasahi area tubuhnya.


"Terimakasih! Kamu adalah penyelamat ku!" Kata Suri sembari mengusap area wajahnya. Bayangkan saja, satu jam dirinya terjebak didalam. Untung saja masih bisa keluar dengan masih bernapas.


"Kenapa Kamu ada di sini?" Tanya Jason yang masih merasa kebingungan.


Suri menjawab. " Aku di kurung para wanita plastik itu! Mereka benar-benar menyebalkan."


Jason sedikit tersenyum. Lalu setelahnya berbalik meninggalkan Suri tanpa bertanya siapa wanita plastik yang di maksud Suri.


"Gadis Aneh!" Gumam Jason sambil berjalan.


"Terimakasih, Jason." Seru Suri. Berlari mendahului Jason yang menatap kepergiannya.


Suri berlari keluar toilet. Bergegas menuju tempat para mahasiswa dan mahasiswi termasuk Melodi dan Gengnya berada.


"Astaga. Sky pasti marah besar-


Tiba-tiba langkah Suri terhenti. Mengingat Jason yang tadi sudah membebaskannya. Dalam ingatnya Jason salah satu pembalap. Tapi kenapa ada di toilet!


Kebetulan Jason muncul, mengerutkan dahi ketika melihat Suri yang terdiam di tengah jalan keluar.


"Minggir!" Pinta Jason ketus.


Suri berbalik. Menarik tangan Jason begitu cepat. Menatapnya lekat dengan wajah pucat.


"Apa perlombaannya sudah selesai?" Tanya Suri. Berharap Jason mengatakan " Belum."


Jason mengangguk pelan. Melirik tangan Suri yang menarik tangannya.


"Lepaskan?" Pinta Jason.


"Astaga!"


Suri segera melepaskan tarikan di tangan Jason, berlari lagi keluar toilet dengan mulut komat-kamit.


Sedangkan Jason malah terdiam menatap kepergian Suri yang aneh.


Suri melongo manakala sudah tak ada siapapun di area layar besar. Bahkan perlombaan juga sudah selesai tidak ada tanda-tanda kehidupan di sekitarnya.


"Sky, kemana?" Suri celingukan mencari keberadaan Sky yang saat ini tengah berbaring di kasur empuknya tanpa memikirkan Suri.


Satu kata, Tega.


"Masa sih, Sky tinggalin aku?" Gumam Suri tak percaya. Melirik kesemua arah yang mana kosong. Hanya hujan dan angin kencang yang menemaninya.


Dari kejauhan Jason menatap Suri tepatnya di ambang pintu mobil.


"Apa ini semua kerajaan, Sky?" Pikir Jason. Karena dirinya tau Sky kalah perlombaan. Tak ingin berpikir lebih jauh. Jason memilih masuk kedalam mobil.


"Tuan Jason? Nona Suri?" Pria sedikit tua itu bergantian melirik Jason dan Suri yang masih berada di luar. Terlihat Kalau gadis itu kebingungan.


Jason melirik Suri sesaat. Merasa kasihan melihat wajah pucat nya. Tapi tidak ada alasan baginya untuk mengajak Suri berbagi kendaraan.


Lagi pula dia sudah menolong Suri keluar dari toilet. Selebihnya Jason tidak ingin tau. Jason menganggap kalau keberadaan Suri di dalam toilet tadi ada hubungannya dengan Sky, Jason tidak ingin gegabah dan mengancam persahabatan mereka dengan mengajak Suri masuk kedalam mobil. Terbukti Jason mengatakan. "Jalan!"


Si pria montir itu mengangguk pasrah. Mulai menghidupkan mesin mobil dan menjalankan mobilnya.


Suri melihat itu. Dirinya segera berlari mengejar. "Jason! Tunggu!"


"Jason-


Suri terus berlari mengejar Jason sampai gerbang.


"Tunggu aku!" Suri berhenti berlari, pasalnya hujan amat lebat. Menatap kepergian mobil yang membawa Jason dengan wajah sendu.


Jason melirik kebelakang. Menatap Suri lekat. Sebenarnya dirinya ingin mengajak Suri masuk dan mengantarnya pulang. Tapi bagaimana kalau Sky ada di balik ini semua!


Untuk memastikan Jason menghubungi Sky. Sembari menepuk pundak Si montir. "Tolong menepi, akan saya bayar waktunya!"

__ADS_1


Si montir mengangguk sembari menjawab. "Tidak apa-apa, Tuan Jason."


.


.


Sementara itu. Sky masih berbaring tenang. Menutup mata yang enggan mengantuk. Melirik ke sebelah kasur. Dimana biasanya Suri ada di sana. Seperti ada yang kosong rasanya.


Lupakan Sky! Dia pantas untuk itu. Salah siapa juga dia tadi ngilang! Lihat akibat ulahnya aku kalah.


Sky dilema! Sedikit merasa khawatir ketika Suri tidak di ajaknya pulang. Wajahnya terlihat gugup lagi gelisah.


Pikiran buruk bermunculan. Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada gadis itu.


"Tidak-tidak. Lebih baik aku tidur! Sejak kapan aku mengkhawatirkan orang lain."


Sky kembali berbaring menutup diri dengan selimut. Di dalam tumpukan selimut Sky melongo. Tidak bisa untuk tidak memikirkan Suri.


Sky menyibak selimut. Berbarengan dengan itu. Ponselnya berdering. Secepat kilat menyambar benda pipih itu.


"Jason!" Ada nama sang Sahabat di depan layar ponsel.


📞 "Apa?" Tanya Sky ketus.


📞 "Apa Kamu di balik semua ini?" Jason balik bertanya. Dirinya masih melirik Suri dari kejauhan.


Sky segera bangkit. Duduk dengan wajah kebingungan atas pertanyaan Jason.


📞 "Katakan saja?" Sky menuntut jawaban.


📞"Suri! Dia di kurung di toilet di arena balap. Apa kamu di balik itu semua?"


📞 "Apa? Aku? Untuk apa aku melakukan hal seperti itu?" Kata Sky tidak terima.


Oh, jadi dia masih di sana?


Sky bergumam. Melirik luar jendela kamar. Hujan masih lebat terlihat.


📞 "Sky, Jemput dia. Aku-


Tut...tut...


Sky memutuskan panggilan.


Jason menarik napas. Masih melirik Suri.


Sekarang apa? Apa aku antarkan dia pulang saja? Ini juga sudah larut malam.


Hatinya meminta itu. Tapi lain dengan egonya.


.


.


Suri yang kedinginan dan kebingungan. Memberanikan diri untuk mendekati petugas keamanan.


"Permisi! Tuan!" Malu-malu Suri bersuara.


Kedua penjaga itu tau siapa gadis yang ada di depan mata mereka. Itu adalah istri si putra kedua Batara. Bos besar mereka.


"Nona Suri! Ini anda? Saya pikir orang lain? Kenapa anda masih di sini?"


Suri tersenyum datar. Merasa tidak enak ketika wajah panik para petugas itu jelas terlihat.


"Tuan! Boleh saya pinjam ponselnya. Hp saya tertinggal." Kata Suri malu-malu.


"Boleh Nona, Silakan." Salah satu petugas memberikan ponsel miliknya.


"Terimakasih." Suri senang bukan kepalang. Segera menyambar ponsel si petugas.


"Sky! Aku-


Suri terdiam. Menghentakkan kaki setelah sadar dirinya tidak hapal nomor telepon Sky atau bahkan orang rumah. Dalam keputusasaan Suri mendekati kedua penjaga itu.


"Maaf. Apa anda mempunyai nomor telepon Sky atau rumahnya?" Mata Suri bergantian menatap keduanya penuh harap.


Tapi yang di dapat Suri, hanya gelengan kepala dari kedua penjaga.


Dalam benak kedua penjaga.


' Bagaimana bisa aku mempunyai nomor telepon tuan sky atau rumah keluarga Barata, memang siapa aku. '


' Mimpi apa bisa menyimpan nomor telepon tuan sky dan keluarga Barata. '


Suri mengangguk paham. Ia segera berbalik dan mengutuk diri.


"Suri bodoh? Memang mereka siapa?"


Siapa yang bisa aku hubungi?


"Papa? Haruskah aku telepon Papa?" Gumam Suri. Bertanya pada diri sendiri apa keputusan itu layak di ambil, disaat rasa marah dan benci masih besar menghantui.


Tapi kepala Suri menggeleng kuat. Setelahnya kembali menghampiri kedua penjaga.


"Terimakasih, Tuan." Suri menyodorkan ponsel kearah si penjaga.


"Cepat sekali, Nona?" Tanya si penjaga. Mengambil ponselnya dengan ragu.

__ADS_1


"Iya Tuan. Saya akan mencari taksi saja." Suri pamit dan berlari menerobos hujan.


Kedua penjaga saling tatap.


"Nona, mari kami antar." Teriak salah satu penjaga.


Suri berbalik. " Tidak usah Tuan. Terimakasih Saya bisa sendiri."


Jason melihat itu. Tubuhnya bergetar hebat ketika Suri berlari. Dirinya benar-benar bersalah. Apalagi Suri melewati mobil yang ditumpanginya. Lebatnya hutan membuat Suri tak fokus.


"Tuan, Nona Suri!" Si montir menoleh kearah Jason, memintanya untuk keluar dan membawa Suri masuk.


"Biarkan saja? Aku tidak ingin membuat masalah dengan menolong dia! Anda taukan bagaimana, Sky." Ucapan Jason seperti peringatan. Yang mana kepala si montir mengangguk lagi.


Suri sendiri terus berlari. Tubuhnya basah kuyup. malam semakin larut dan tidak ada taksi di jalanan. Mobil begitu kencang berjalan. Mengabaikan Suri yang berdiri di sana dengan satu tangan melambai-lambai. Meminta tumpangan kepada siapa saja yang mau berhenti dan memberinya tumpangan.


"Hiks...Hiks... Siapapun tolong berhenti. Hiks...hiks..."


Aku benci kamu, Sky.


.


.


Sky segera mengeluarkan mobil dari garasi. Membawanya ke luar gerbang. Mobilnya menerobos hujan.


Sebelum pergi Sky meminta para penjaga yang di perintahkan sang ibu untuk menghentikan pencarian. Suri sudah di temukan dan dirinya sendiri yang akan menjemput Suri.


"Aku tidak perduli padanya! Aku hanya tidak enak saja melihat Mama khawatir." Dalih Sky yang pada kenyataannya, dirinya juga merasa khawatir.


Pedal gas di injak semakin kuat. Sky ketar-ketir manakala hujan enggan berhenti. Otaknya terus memikirkan Suri yang saat itu malah berjongkok di dalam derasnya hujan.


"Hiks...hiks... berhenti, siapapun berhenti!" Pinta Suri tanpa suara. Pita suaranya sudah habis dan tidak kuat lagi kalau harus berteriak.


Dalam tangis Suri terus mengutuk Sky yang sudah begitu tega meninggalkan dirinya dan tidak kunjung datang.


Jason sudah tak tahan. Pun si montir, kalau saja tidak ada Jason dirinya mungkin sudah mengajak Suri masuk dan mengantar pulang.


Jason semakin gelisah. Tubuhnya yang kaku semakin tak terkendali. Melirik Suri yang terkulai di tepi jalan seperti orang gila bagi siapa saja yang melihatnya.


"Whatever!" Jason bergegas membuka pintu mobil, Berlari untuk menghampiri Suri.


Whatever [Terserah]


Si montir menatap lekat kepergian Jason. Seharusnya Jason meminta si montir menjalankan mobil dan mengajak Suri masuk, tapi entah kenapa Jason malah keluar dan berlari dengan tubuh yang sekarang sama basahnya seperti Suri.


"Suri!" Teriak Jason.


Suri menoleh. Melihat Jason datang.


"Jason!" Pikir Suri. Masih terisak di sana.


Jason terus berlari dan dengan jantan membuka jaketnya, setelah itu ia angkat keatas tubuh Suri.


"Apa kau gila?" Kata Jason sembari memayungi Suri menggunakan jaketnya.


Suri mendangah menatap Jason dengan wajah pucat lagi menyedihkan.


"Kamu masih di sini? Tadi bukannya kamu sudah pergi?"


Suri terlihat lemah. Itu yang Jason lihat.


"Bangunlah? Aku antar kamu pulang." Seru Jason tanpa ingin memberi Jawaban atas pertanyaan Suri.


Suri mulai bangkit. Merintih karena tubuhnya basah.


Jason menutup tubuh Suri sedikit mendekapnya.


"Jason, aku bisa sendiri." Suri menolak dekapan Jason. Memintanya untuk menjauh.


Jason mengangkat kedua bahunya. Segera menyingkir dari tubuh Suri.


Tapi Suri yang lemah sedikit oleng, jelas hal itu mengundang Jason untuk kembali mendekap.


"Sudahlah jangan malu! Aku juga tau siapa kamu. Tidak mungkin juga aku suka sama kamu."


Suri tersenyum ketir dan membiarkan Jason menuntunnya berjalan.


"Sepertinya aku akan sakit!" Ucap Suri. Di susul suara batuk.


Jason berkata. "Sky mempunyai dokter terbaik. Kamu jangan khawatir."


Di waktu bersamaan Mobil Sky datang. Menepi dan menatap kearah Suri dan Jason.


Sky menyeringai melihat kedekatan Suri dan sahabatnya.


"Mereka malah asik bermesraan."


Seketika Sky membuka pintu mobil. Berjalan menghampiri Suri dan Jason. Mengabaikan tubuhnya yang kini basah. Wajahnya nampak sangar dan dingin.


"Berhenti!!" Suara Sky memekik tajam.


Menyentak Suri dan Jason.


"Sky!" Suri menatap kedatangan Sky yang terlihat seperti biasa. Bengis dan menyeramkan.


"Sky!" Jason sedikit ketakutan. Dari cara Sky bersuara dan tingkah lakunya, menandakan bahwa dirinya sudah salah paham.

__ADS_1


__ADS_2