Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Sky Yang Marah


__ADS_3

Sky menarik Suri juga jaket Jason dari tubuh Suri. Melemparkan ke wajah Jason.


"Sky!" Teriak Suri.


"Diam!" Sky memperingati Suri untuk tidak ikut campur.


Suri tersungkur di tanah basah. Sky menarik sampai Suri tak kuat menahan keseimbangan tubuhnya sampai bisa mendarat di sana.


Melihat itu Jason berteriak. "Suri!"


"Jason!" Teriak Sky. Tak senang sang sahabat memanggil nama istrinya. Padahal Suri tengah tersungkur di tanah.


Setelahnya Sky menarik Jason mencengkeram kuat bajunya. "Apa yang kamu lakukan?" Tanya Sky yang sebenarnya adalah sebuah tuduhan.


"Kau mengatakan agar aku harus menjemputnya! Tapi apa yang aku lihat?" Mata Sky melotot tajam. Menuntut segara Jason untuk bersuara. Mengabaikan hujan yang semakin deras dan angin kencang.


Kota besar itu benar-benar tengah di landa badai yang sebenarnya sudah di beritakan sebelumnya.


Sang sahabat sudah tertangkap basah. Bayangan Suri dan Jason jalan berdua dalam satu payung jaket menyentak kemarahan Sky.


"Apa yang kamu lihat itu tidak-


"Kau menyukainya?" Sangka Sky. Sembari memberi pukulan keras tepatnya di perut Jason.


Buk...Satu pukulan keras yang menyakitkan menjalari perut Jason. Jason mengerang hebat.


"Sky!" Suri yang tersungkur di bawah jalan segera bangkit. Menarik Sky yang sudah di selimuti kemarahan.


"Hentikan Sky! Jangan sakiti Jason. Dia yang sudah menolong ku." Suri mengingkatkan.


Tapi Sky kembali mendorong tubuh Suri yang lemah. Di waktu seperti ini Sky tidak bisa di ajak bicara. Semua orang tau. Kemarahan Sky seperti gunung api yang meletus dan mengeluarkan lava panas yang tidak terkendali.


"Aku bilang jangan ikut campur. Kamu kasian melihat pacarmu aku pukul begitu?"


"Hiks...hiks...Tidak, kamu salah." Suri menangis sembari menggelengkan kepala. Tertatih kembali untuk berdiri dan mencegah Sky.


Si montir yang ada di dalam mobil menyaksikan adegan dramatis itu tapi dirinya tidak bisa keluar. Sky ada di sana. Dirinya malah menjadi penonton di saat Jason di pukul Sky tanpa ampun.


"Kenapa Tuan Jason tidak melawan? Ayo Tuan Jason, melawanlah!"


Kedua penjaga yang melihat kejadian itu segera berlari. Suara jeritan Suri begitu mengundang mereka untuk mendekat. Dan benar saja ada perkelahian di sana.


Keduanya berlari menghampiri. Segera menarik Sky yang bengis. Yang satunya mengamankan Jason yang masih sadar padahal Sky membombardir tubuh gagahnya.


Si montir ikut andil setelah melihat ada petugas yang berani mererai.


"Lepaskan!" Teriak Sky kepada si penjaga.


"Maaf, Tuan Sky." Kata si penjaga yang memilih menahan Sky.


Suri segera mendekat. Memeluk Sky dari samping. "Lepaskan Tuan! Tidak apa-apa." Pinta Suri kepada Si penjaga.


Si penjaga mengangguk patuh. Segera melepaskan Sky tapi masih siap menghadang.


"Kau menyukainya?" Kata Sky. Melirik Suri yang memeluknya. Sedikit melirik Jason di seberang mata.


Suri kekeh menggelengkan kepala sebagai jawaban. Bagaimana bisa mencintai Jason. Pria yang sama asingnya di mata Suri.


Sky Tertawa kecil. Setelahnya menarik Suri untuk dibawa kedalam mobil.


Suri tak melawan ketika di tarik Sky, dirinya menoleh kearah Jason dengan wajah pucat.


Jason, maafkan aku, maaf. Karena aku kamu jadi terluka.


Batin Suri yang hanya mampu menahan kata-kata itu. Tidak mungkin juga mengatakannya apalagi sampai berteriak. Sky tengah marah dan itu benar-benar berbahaya.


Jason yang memang tenang meminta Penjaga untuk menyingkir. Dirinya ingin melihat kepergian Suri dan Sky.


"Tuan Jason, anda baik-baik saja?" Tanya Si montir. Mengusap wajahnya yang basah akibat semburan air hujan.


Jason mengangguk. Mengerang dalam diam, merasakan sekarang rasa sakit di perut dan pipinya semakin terasa. Dirinya harus ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.


Aku berharap Sky hanya menyakitiku. Tidak dengan dia.


Kenapa Jason? Kenapa kamu perduli padanya. Padahal karena menolong Suri dirinya babak belur. Dan entah apa yang akan Sky lakukan padanya esok hari di kampus. Mengingat keduanya mempunyai kelas khusus. Belajar dalam satu ruangan yang sama. Bertiga bersama Daren yang saat ini masih belum mengetahui kejadian menegangkan itu.


Sky melirik tajam Jason dari kejauhan. Lalu masuk kedalam mobil setelah memasukan Suri dan tak lupa memasangkan sabuk pengaman.


Bruk...


Suri tersentak ketika pintu mobil di banting Sky.


Sky yang marah melirik Suri sejenak. Menatapnya tanpa kata atau kalimat menyakitkan.

__ADS_1


Suri sendiri menunduk takut. Tak bisa mengangkat kepala atau sekedar bersuara. Lidahnya kelu dan mulutnya rapat.


Suri akan membuka mulut kalau Sky meminta.


Suri memang gadis berani yang tidak bisa ditindas, walaupun tadi dirinya terkurung di toilet karena Melodi dan Gengnya. Mungkin juga akan menuntut balas niatnya esok hari. Suri juga berniat memarahi Sky karena sudah meninggalkannya, tapi sekarang kasusnya lain! Sky tengah marah karena salah paham. Tak ada yang bisa Suri lakukan selain diam.


Mobil berjalan melewati Jason yang masih berdiri di sana. Ada Kilauan aneh di mata Jason ketika mobil Sky lewat. Entahlah.


"Aku hanya tidak ingin Sky menyakiti dia." Gumam Jason tak sadar.


"Tuan? Anda mengatakan apa?" Tanya Si montir.


Jason menggeleng.


"Bisa antar saya ke rumah sakit?" Tanya Jason. Mengerang lagi.


"Bisa tuan. Mari." Si montir memapah Jason yang lemas. Menahan perutnya yang mungkin memar di permukaan kulit.


Jason tau pukulan Sky amat kuat. Sky mempunyai sabuk hitam yang artinya dia seorang master. Bukan hanya Sky, Daren dan dirinya juga sama. Tapi Jason tidak ingin melawan Sky, kalau masalah adu kekuatan Jason tau siapa yang akan menang.


.


.


Sepanjang perjalanan Sky dan Suri diam membisu. Tak ada kata. Sky hanya mengeluh tubuhnya yang basah dan dinginnya udara.


Suri masih menunduk berat. Bibirnya kini menjadi putih karena terlalu kedinginan. Keringat seakan enggan pergi. Suri menggigil hebat. Kedua tangannya saling meremas. Menahan dingin.


Sky diam-diam melirik Suri. " Aku muak! Kamu bahkan tidak meminta maaf!" Bentak Sky sembari menginjak pedal gas. Sampai mobilnya melaju kencang.


Sontak Suri mengangkat kepala. Celingukan menatap luar kaca mobil.


"Sky pelan-pelan, aku takut. Hiks...hiks... pelan-pelan aku mohon." Pinta Suri. Menarik tangan Sky supaya melambatkan laju mobil.


"Argh..." Sky tak perduli. Dirinya semakin menambah laju mobil.


Suri menangis dan berteriak. Tubuhnya yang tengah demam tinggi itu menjadi segar karena takut lebih mendominasi.


Sampai Akhirnya Mobil tiba di depan gerbang mansion.


Tid....tid...


Suara klakson mobil menyentak para petugas yang berjaga di sana.


"Turun!" Kata Sky datar.


Suri melepaskan sabuk pengaman dan keluar mobil. Sesegukan karena takut. Lupakan rasa dingin dan baju yang basah kemarahan Sky amat menyeramkan.


Suri, mungkin sekarang terakhir kamu hidup. Suami mu akan membunuhmu.


Sky segera menarik Suri. Menyeretnya ke dalam rumah.


Keduanya di sambut satu pelayan. Kepala pelayan tepatnya.


"Syukurlah Nona Suri sudah kembali." Kata si kepala pelayan. Mengekor di belakang Suri dan Sky.


"Di mana, Mama?" Tanya Sky. Menunggu lift terbuka.


"Nyonya sudah ke kamar Tuan Sky. Tadi Nyonya berpesan agar Nona Suri segara istirahat." Jelas si pelayan.


Sky acuh. Menarik Suri untuk masuk kedalam lift. Meninggalkan kepala pelayan di sana yang tengah membungkuk.


Di dalam lift. Sky membenturkan tubuh Suri sampai Suri mengerang. Sky yang marah menindih tubuh lemah Suri. Ia tatap penuh kemarahan. Bayangan kebersamaan Suri dan Jason seakan menghantui.


Tak ada jarak di antara keduanya. Suri berusaha kuat. Tidak ingin menangis lagi. Membalas tatapan Sky yang marah dengan mata berkaca-kaca. Mengimbangi apa yang di inginkan suami barunya itu.


"Kau menyukainya!" Tanya Sky pada Akhirnya. Pertanyaan yang sama.


Suri menggeleng cepat. Masih kekeh dengan pendiriannya yang memang tidak ada perasaan apa-apa.


"Dia menolongku." Kata Suri penuh penekanan. Berharap Sky akan mengerti.


"Bohong!" Bentak Sky tak percaya. Masih betah menatap Suri lekat.


Suri memejamkan mata. Sampai buliran air mata keluar.


"Aku bersumpah. Dia menolongku."


"Buktikan kalau kamu benar-benar jujur!"


Tring....Lift terbuka.


Sky kembali menarik Suri yang pasrah.

__ADS_1


Membiarkan Sky melakukan keinginannya. Tidak ada yang bisa menolong Suri selain dirinya sendiri. Kedua mertuanya sudah terlelap di dalam kamar. dan Tristan sang Kakak ipar pun demikian.


Pintu kamar di buka. Sky masuk bersama Suri pastinya. Menutup pintu kamar sebegitu kencang sampai meninggalkan suara keras.


"Sky!" Suri memberanikan diri bersuara. Merasa curiga ketika dirinya di seret ke arah lemari.


Akses masuk kedalam kamar bercahaya merah itu.


"Aku tidak akan memberimu ampun." Kata Sky. Mengotak-atik tombol di sana.


Suri mulai panik. Segera melonggarkan Cengkraman tangan Sky.


"Tidak, tidak. Aku tidak mau! Lepaskan aku! Lepaskan aku." Suri memberontak. Berusaha melawan.


Lemari beserta pintu rahasia terbuka. Sky menyeret Suri untuk masuk kedalam. Suri menjatuhkan diri. Terus memberi perlawanan. Tapi Sky amat kuat. Apalagi kemarahan tengah menguasai dirinya.


"Buktikan kalau kamu tidak menyukainya!" Teriak Sky.


"Aku tidak perlu membuktikan apapun kepadamu. Aku tidak menyukai Jason."


"Bohong!" Lantang Sky menjawab.


Suri menangis yang sebenarnya tidak akan berarti apa-apa. Sky tetaplah Sky.


Pada Akhirnya Suri kalah. Terbukti keduanya sudah masuk ke dalam kamar bercahaya merah itu.


Sky segera menarik Suri. Memintanya untuk berdiri tegap. Mengabaikan tangisan Suri yang seharusnya mampu meluluhkan Sky.


"Sky. Kamu mau apa?" Tanya Suri.


Sky meraup wajah Suri. Mencengkeram lembut.


"Buktikan kalau kamu tidak menyukainya dia!"


"Apa!"


Sky tak menjawab, dirinya malah membuka satu persatu kancing baju Suri.


Sontak Suri semakin menangis.


"Aku mohon jangan. Hiks...hiks..."


"Kamu harus membuktikan." Kata Sky yang kini di kuasai napsu.


Menanggalkan pakaian Suri. Sampai terlepas dan di buang ke sembarang arah.


Bulu kuduk Suri berdiri. Kedua tangan mengepal erat. Memejamkan mata manakala Sky mulai membuka pelindung buah kenyalnya.


"Aku mohon Sky. Hiks... hiks jangan." Rintih Suri memohon.


Sky sekuat tenaga mendorong tubuh setengah telanjang Suri.


Suri memekik sakit. Segera menutup area atas yang kini nampak terlihat.


"Sky!" Teriak Suri.


Sky malah tertawa. Mulai melepaskan sabuk pinggang!


Suri berbalik Menatap Sky penuh kemarahan. Tak terima karena sudah di perlakukan tak manusiawi.


"Sky Antony Barata. Aku membencimu!"


Sky naik pitam. Segera mencambuk Suri dengan sabuknya.


"Katakan kamu tidak menyukainya!" Satu pecutan Sky daratkan. "Katakan!" Kembali mencambuk Suri.


"Argh...Sakit. Sky hentikan!"


"Katakannnn!!!"


Cambukan demi cambukan terus menerjang tubuh Suri. Erangan dan teriakan sama sekali tidak membuat Sky berhenti.


Tega. Bengis, dan tidak manusiawi. Itu memang benar. Suri sendiri sudah melihat bagaimana buah dari kesalahpahaman yang sudah terjadi.


Jason yang tengah di beri penanganan di rumah sakit. Tak hentinya memikirkan Suri yang saat ini terkulai bersama Sky..


Tuhan jaga Dia.


Sky sudah berhenti menyiksa Suri. Dirinya segera menarik Suri keatas ranjang. Dan Suri kembali merasakan sakit yang kini terasa memabukkan.


.


.

__ADS_1


Detai ranjang mereka besok. Heheh..


__ADS_2