Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Menolak!


__ADS_3

Semua mahasiswa dan mahasiswi dengan wajah berbinar melangkah menaiki kapal pesiar mewah itu. Di setiap langkah mata mereka tak hentinya berdetak kagum melihat setiap sudut benda mengapung itu. Interior kelas atas menyambut kedatangan mereka.


"wow."


Semua mulut para murid membulat dengan mata berkeling mengagumi setiap inci kapal pesiar milik Tuan Diki.


"Kita akan berpesta!" Seru mahasiswa yang gila menghabiskan waktu di malam hari.


Sedangkan yang lain asik memanjakan mata mereka tanpa bisa bersuara.


Melodi dan Gengnya. berjalan bersama mengekor di mana Suri dan Sky berjalan di temani kedua sahabatnya.


"Aneh ga sih? Acara tahunan kampus di adakan di atas kapal pesiar! Dan ini adalah yang pertama."


Seperti biasa Tamara yang selalu ingin tahu bersuara. Sedikit aneh dengan acara tahunan kali ini.


Mengelilingi benua Eropa sekarang menjadi tour kampus Barata.


"Tidak mengherankan kalau Keluarga Barata adalah keluarga kaya." Sambung Tamara.


Melodi dan ketiga wanita lainnya menghela napas jengah. Secara bersamaan menoleh ke arah Tamara.


"Bisakah kamu diam!" Ancam keempatnya kesal.


Tamara mengendus kesal.


"Lihat si Suri itu! Dia pasti merasa bahagia. Karena ada Sky di sana!" Seru Melodi bernada jengkel. Menghentakkan kaki beberapa kali. Meluapkan kekesalannya karena berharap yang di dekap Sky itu dirinya bukan Suri.


Tamara dan yang lain tertawa kecil ketika Melodi kembali membicarakan sesuatu yang mustahil terjadi.


"Tenangkan dirimu." Tamara mengelus punggung Melodi.


Tapi melodi segera menghempas tangan Tamara.


"don't touch me!" Kata Melodi ketus.


Don't touch me [Jangan sentuh aku]


Di saat Melodi mengoceh tentang rencana yang masih belum terungkap.


Kapal pesiar mulai meninggalkan Dermaga. Para mahasiswa dan mahasiswi terlebih dahulu di tuntun para pelayan kabin untuk beristirahat di kamar yang sudah di sediakan.


Jason dan Daren memilih beristirahat dalam satu kamar. Kedua pria tampan itu beristirahat setelah berpamitan kepada Sky dan Suri.


Sky dan Suri sendiri baru saja menaiki lift untuk mencapai kamar mereka.

__ADS_1


Sky masih betah mendekap erat sang istri yang mana kalang-kabut sedari menginjakkan kaki di atas lantai kapal pesiar.


Suri berusaha tenang. Mengontrol perasaan takut yang terus menggelayut manja.


Mantel yang dirinya pakai malah membuat tubuhnya berkeringat hebat.


Tenang Suri, Tenang. Tarik napas.


Suri menarik napas dalam-dalam. Malu-malu mengusap keringat yang melingkar bebas.


Sky tak melihat itu. Dirinya terus mendekap tanpa menunduk di mana Suri tengah di landa kepanikan.


Hari ini adalah waktu yang tepat untuk ku mengatakan kalau aku mencintaimu!


Batin Sky penuh semangat. Kamar tidur yang di pesan Sky jauh dari kamar para mahasiswa dan mahasiswi yang lain termasuk kedua sahabatnya. Sky sengaja memesan kamar di lantai 5. Karena akan langsung ke depan taman yang di khususkan untuk acara kejutan yang sudah di siapkan para pelayan Kabin. Tentunya setelah mendapatkan perintah dari Sky sendiri.


Sampailah mereka di lantas lima.


Sky menuntut Suri untuk mendekati taman di depan mereka.


Pelayan kabin segera berhenti di ambang pintu berukuran besar. Kini giliran temannya yang bertugas.


Suri yang ketakutan seketika mematung tak percaya melihat pemandangan di depannya. Taman cukup luar yang langsung berhadapan dengan laut biru menyambutnya.


"Indah!" Gumam Suri. Berjalan tak sadar meninggalkan Sky yang masih berdiri di belakangnya.


"Sudah aku tebak! Dia tidak akan menolak semua ini. Aku sudah bekerja keras untuk ini!" Gumam Sky sembari berjalan perlahan menghampiri Suri.


Bekerja keras! Adalah kata yang cukup membingungkan! Mungkin yang di maksud Sky bekerja keras karena sudah memerintah para pelayan kabin untuk menyimpan segalanya.


Sky dengan berani memeluk Suri dari belakang. Membuat Suri terpaku karenanya.


"Sky." Suri gugup. Beberapa kali menelan ludahnya. Sky begitu fosesif melingkarkan tangannya di depan perutnya.


"Kamu suka?" Tanya Sky. Tanpa ragu mengecup leher belakang Suri.


Tubuh Suri menggeliat.


Astaga. Dia benar-benar tidak bisa melihat situasi!


Suri mengoceh dalam hati. Sedikit melirik kedua pelayan kabin yang ada di sana.


Kedua pelayan kabin memilih acuh walaupun tubuh mereka mendadak gemetaran.


Suri segera menghentikan kegiatan menggoda itu. Berbalik secepat kilat. Tersenyum di buat manis guna menyamarkan kecanggungan yang di rasakan.

__ADS_1


"Aku suka! Tempat ini indah!" Suri bersuara penuh semangat. Walaupun dalam benaknya rasa takut enggan pergi.


Sky tersenyum di buatnya. Terus menarik wajah Suri! Sky mengecup kening Suri yang sedikit basa dan mungkin terasa asin.


Suri memejamkan mata. Merasakan sentuhan bibir Sky yang selalu hangat.


Ya Tuhan! Dia sudah berubah! Lupakan Sky yang sudah menjadikan kamu bahan taruhan! Lupakan Sky yang juga sudah memberi luka di tubuh mu. Lupakan Sky yang selalu membawa mu ke kamar menyeramkan itu. Yang saat ini di depanku Sky yang baru. Dia tidak lagi kasar pada mu.


Batin Suri bergumam. Menikmati setiap usapan dan kecukupan manja Sky.


Sampai di titik dimana Sky melepas kecupan itu. Lalu ia berlutut!


"Suri! Aku cinta kamu!" Kata Sky dengan tatapan penuh harap.


"Hah!"


Tubuh Suri menjadi kaku! Menatap Sky yang tengah berlutut di depan tubuhnya.


Dia mengatakan apa tadi? Aku, aku cinta kamu.


Sky memberanikan diri menarik lembut tangan Suri yang dingin. Mengecupnya tanpa permisi.


Belajar dari mana Dia.


Batin Suri berpikir.


"Aku tau ini terdengar cepat. Kita menikah juga baru satu bulan."


Sky berpidato sebentar tentang masa pernikahan mereka.


Suri mengangguk kaku.


"Tapi aku suka sama kamu! Cinta ku tulus. Aku ingin kamu menjadi istriku yang sesungguhnya. Mari kita buka lembaran baru menjadi pasangan yang sesungguhnya. Suri?" Papar Sky percaya diri. Memohon dengan sangat Suri mau menerima undangan cintanya.


Suri segera menarik tangannya. Setelahnya menarik tubuh yang tadi berlutut.


"Bagaimana? Kamu-


"Sky?" Suri menatap wajah berbunga Sky. Tersenyum datar dengan bibir bergetar.


Sky menanti.


Bagaimana aku mengatakannya!


Suri batuk beberapa kali. Sampai ia bersuara.

__ADS_1


"Maaf, aku belum bisa menerima cinta kamu! Aku tau kita sudah menikah! Tapi aku belum bisa membuka hati aku secepat ini! Maaf," Terang Suri penuh perjuangan. Matanya bergetar hebat mengelilingi area taman tanpa biasa melihat wajah Sky.


__ADS_2