Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Sky Kalah! Itu Karena Suri!


__ADS_3

Suri keluar mobil setelah Sky memintanya turun. Ragu-ragu berjalan kearah kerumunan yang menggila.


Melihat Suri mendekat, para mahasiswa dan mahasiswi Barata seketika terdiam, melirik sang gadis itu seakan tak suka. Suri sadar akan hal itu. Dirinya acuh dan fokus melihat Sky yang tengah bersiap-siap.


"Gadis seperti kamu tuh ga cocok datang ke tempat seperti ini! Ya, ga guys?" Kata salah seorang gadis teman sekelas Suri.


"Ya betul, pulang aja pulang!" Teriak kawan-kawannya yang lain. Ternyata status sebagai istri seorang Sky tidak membuat Suri di terima. Dirinya malah semakin di benci.


Jangan hiraukan Suri biarkan saja.


Suri malah bersorak. "Suamiku, semangat!"


Jelas hal itu mengundang mereka yang tak suka semakin membenci Suri, menatapnya sinis.


"Gadis tidak tau diri!"


"Bagaimana kalau kita kerjain dia!"


Wanita berjumlah lima orang yang cukup populer di kampus Barata itu ingin sekali menyingkirkan Suri dari sana. Bisa di bilang sekumpulan wanita cantik dan modis. Menamakan kelompok mereka Geng Girls Barata. Bukan sembarang geng. Mereka menjadi ikon di kampus Barata. Bukan itu saja. Geng girls Barata di pilih sendiri oleh universitas sebagai panutan murid yang lain. Mengajak mereka untuk semakin bersemangat dan antusias di setiap pelajaran. Bisa di ibaratkan Geng Girls Barata adalah duta besar yang di tuntut selalu sempurna dan menjadi perwakilan di setiap kesempatan, untuk pergi ke berbagai kegiatan yang di adakan di dalam kampus atau kampus yang lain. Pantas mereka tidak takut atau merasa tersaingi. Karena Suri di mata mereka tidak ada apa-apanya.


"Lihat cara berpakaiannya!" Kata mereka yang masih belum puas mencibir Suri.


Suri nampak cantik dengan pakaian Kasualnya tak ada yang salah. Tapi memang di mata mereka yang tidak suka. Tetap ada saja yang kurang. Padahal Kemeja yang di pakai Suri senada dengan kemeja Sky. Mereka tidak melihatnya, karena Sky membalutnya dengan jaket kulit. Di tambah Sky tidak keluar dari dalam mobil.


"Tunggu sampai Sky pergi kita kerjain dia!" Bisik geng girls itu sembari tersenyum ketus kearah Suri


Suri terus bersorak manakala Sky dan kedua sahabatnya mulai menjalankan mobil mereka. Melaju dengan keren melewati para kerumunan dan Suri.


Sky melirik sang istri sesaat yang mana Suri mengangguk sembari tersenyum. Daren diam-diam ikut melirik Suri dari balik helmnya. Sedangkan Jason acuh.


Kerumunan semakin menggila. Menyuarakan nama Sky, Daren dan Jason. Ketiga pria tampan lagi populer yang siap meramaikan suasana malam itu.


Mobil ketiganya berbaris rapi. Menunggu aba-aba dari panitia yang siap di posisi.


Sky melirik kedua mobil temannya. Menatap dengan seringai menyeramkan.


"Kalian akan kalah, seperti sebelumnya kalian kalah!"


Sky bergumam bahagia mengingat kedua temannya selalu kalah balap mobil. Yang sebenarnya hobi Sky sedari SMA. Jason dan Daren menyukai balapan mobil setelah Sky menyeret mereka ke jalanan hitam itu.


"Ayo semangat, Sky." Teriak para wanita.


Suri menatap mereka sinis. Tak ingin kalah Suri ikut berterik. "Ayo suamiku yang tampan! Semangattt!!" Suri melirik kearah wanita sembari memasang senyum merekah.


Lihat siapa aku, dan siapa kalian.


"Ih! Gemes pengen liat dia di marahin Sky."


"Sabar! Tidak akan lama lagi."


"Ayo, Sky."


"Jason, kalahkan mereka!"


"My Daren, please jangan kalah."


Sorak-sorai untuk ketiga pria tampan itu menggema. Memanaskan malam. Ini adalah untuk yang pertama mereka bisa melihat adu balap mobil yang di gelar Sky tentunya.


"Are you ready?" Pria muda berdiri di samping mobil ketiganya yang sudah mengerang siap meluncur.


Senjata di angkat si pria muda, melirik ke arah semua orang dan para pembalap.


Dor..

__ADS_1


Brum....


Satu persatu mobil melaju kencang menerobos para kerumunan yang mana bersorak lagi dahsyat. Tak ketinggalan juga Suri. Dirinya ikut bersorak dan berjingkrak menyemangati Sky sang suami.


"Ayo, Sky!" Teriak Suri.


Kamu pasti menang.


Sky begitu lihai seperti biasa. meninggalkan Jason dan Daren yang tertinggl jauh.


"Suri lihat ini!" Kata Sky. Kembali menambah laju. Menginjak pedal gas sebegitu nikmat.


Daren dan Jason mengerang marah.


"Tidak, tidak. Kali ini aku harus menang!" Seru Jason yakin. Malu bila harus kalah di saat para mata Menatap mereka.


Mobil melaju kencang. Berbelok begitu mudah dan keren.


Para mahasiswa dan mahasiswi yang datang berpindah untuk menyingkir. Memilih menyaksikan balapan di depan layar besar yang di sediakan.


Suri ikut bergabung, akan tetapi Geng Girls yang sok cantik itu menghadang.


"Mau ke mana?" Tanya ketiga dari lima wanita cantik itu. Melirik Suri eneg.


"Kenapa tanya lagi? Aku mau liat suami aku balapan! Awas-awas!" Suri yang memang tidak takut membelah barisan para wanita. Berjalan untuk segera mendekati layar.


Tapi lagi-lagi di antara mereka menggangu Suri dengan cara menarik rambutnya yang memang sengaja di gerai. Kata pelayan rambutnya harus di gerai, itu akan menambah penampilan Suri yang semakin cantik walaupun kacamata masih bertengger manja di sana.


"Aw." Suri mengerang. "Lepasin ga? Kenapa sih kalian gangguin aku terus? Aku punya salah apa sama kalian? Kenal juga engga!" Kata Suri sekuat tenaga menyingkirkan tangan si wanita yang menarik rambutnya.


"Wow, punya nyali juga ternyata?"


"Aku ga takut sama kalian! Aku sudah terbiasa menghadapi orang-orang yang sok berkuasa seperti kalian! " Suri melirik kelimanya ketus. Setelahnya berjalan dengan percaya diri.


"Dia harus benar-benar di beri pelajaran."


Kelimanya mengangguk sembari menatap Suri yang mana tengah tersenyum bahagia. Karena Sky menang di putaran pertama.


"Aku ada ide! Malam ini dia akan menyesal karena sudah bermain-main dengan kita."


.


.


"Ayo Sky! Kamu pasti bisa." Ucap Suri penuh harap sebentar lagi Sky akan kembali menjadi juara. Daren di posisi ke dua, sedangkan Jason seperti mengaku kalah. Buktinya mobil yang di bawa Jason malah terdiam di tengah jalan.


"Sial! Kenapa nie mobil segala mati!" Erang Jason. Melirik ke arah mobil kedua sahabatnya yang saling mengejar.


"Sky benar-benar sulit di kalahkan!"


Daren yang ada di belakang mobil Sky sekuat tenaga mengejar, ingin membuat Sky ketar ketir karena aksinya. Tapi sepertinya Sky nampak tak terganggu. Sorak-sorai untuknya bak angin segar dan vitamin di tambah ada sang istri di sana. Diam-diam Sky melirik ke arah kerumunan.


Tapi tunggu! Suri tidak terlihat. Seharusnya Sky berkonsentrasi pada perlombaan. Bukannya celingukan di saat mobil melaju kencang.


Kemana dia? Tidak mungkin dia tidak melihat aku bertanding.


Melihat mobil Sky yang melambat di manfaatkan Daren. Mobil biru miliknya menerobos mobil Sky.


Bendera di angkat menandakan Daren adalah pemenangnya.


"Yes, Ye-


Daren yang kala itu siap merayakan kemenangan tiba-tiba malah terpaku.

__ADS_1


Bukan hanya Daren. Semua mahasiswa dan mahasiswi melakukan hal yang sama. Mereka tidak bersorak atau bahagia melihat Daren menang.


Di waktu bersamaan hujan turun begitu lebat. Jalanan yang awalnya kering dan panas kini nampak berasap mengeluarkan uap panas.


Daren menepikan mobilnya. Segera keluar dan mematung di tempatnya tanpa bisa bergerak.


Para penonton segera bubar. Bukan karena hujan tapi melihat Sky yang mana masih terdiam di dalam mobil tepatnya di tengah jalan perlombaan.


"Sky kalah! Ini pasti ada yang tidak beres!" Kata mereka yang tengah berlari.


Di antara mereka ada yang tertawa puas karenanya.


"Rencana kita berhasil. Kita liat, apa sekarang dia masih bisa tersenyum! Sky kalah dan ini karena Suri yang malang!"


Melodi, ketua geng girls Barata yang berbicara. Membuat keempat temannya mengangguk bahagia.


Sky melirik kearah luar jendela mobil. Menatap datar tempat layar besar berada. Tidak ada Suri di sana. Dan karenanya Sky kalah. Ini untuk yang pertama Sky kalah.


"Seharusnya aku menang dan kamu melihat aku balapan! Tapi sekarang aku kalah karena aku tidak melihat kamu di mana-mana." Gumam Sky marah. Ternyata penyebab Sky kalah adalah Suri. Di detik-detik terakhir kemenangan Sky melihat ke arah kerumunan mencari keberadaan Suri. Tapi ternyata Suri tak terlihat bahkan ketika perlombaan selesai Suri tidak muncul.


Sky ingin Suri ada di sana di saat Sky memenangkan pertandingan. Sky ingin Suri melihat dirinya beraksi. Sky hanya ingin melihat Suri saja. Tidak ada yang lain tapi nyatanya sang istri menghilang.


"Kalau dia bosan seharusnya katakan dari awal." Gumam Sky sembari menjalankan mobilnya Mendekati mobil Daren.


Daren berdiri tegap di sana. Merasa gugup ketika mobil Sky datang. Daren siap jika harus menerima pukulan atas kemenangannya.


Daren tahu Sky pasti marah.


Tapi Mobil Sky terus berjalan melenggang pergi meninggalkan Daren di tengah kepungan hujan. Sky hanya membunyikan klakson mobil.


Daren mengangguk saja. Kembali masuk ke dalam mobil. Dirinya rela basah kuyup hanya demi menunggu Sky lewat.


"Ada apa dengannya? Kenapa dia bisa kalah!" Daren menggelengkan kepala menandakan kebingungan yang dalam.


Semua penonton berhamburan keluar Sirkuit Barata company. Masuk kedalam mobil mereka dan tancap gas untuk pulang ke rumah mereka tak terkecuali Sky dan Daren.


Sky yang marah sama sekali tidak memperdulikan Suri yang saat ini entah ke mana. Sky tidak ingin memikirkan Suri si biang keladi atas kekalahannya. Kemarahan yang tidak mendasar. Tapi itulah Sky.


Daren juga memilih pulang tanpa menunggu Jason. Jason mengatakan dirinya akan menunggu orang bengkel. Jason masih terjebak di tengah jalan yang di kepung hujan. Jason terlalu sayang kepada mobilnya.


"Tenang, aku tidak akan meninggalkan kamu sendiri." Pria tampan yang di kenal dingin itu ternyata mempunyai sifat penyayang juga rupanya.


Lantas di mana Suri?


Suri terus mengerang marah. Berteriak ketika tubuhnya terjebak di dalam sebuah ruangan yang cukup sempit. Ada Kloset di belakang tubuh Suri.


"Tolong! Siapapun tolong?" Suri berteriak terus menerus. Merasa takut sekaligus marah.


"Hey kalian gadis-gadis Plastik! Buka ga pintunya? Kalian pengecut tau ga? Buka pintunya."


Aduh, gimana kalau ga ada yang denger? Mana Sky lagi tanding? Aduh gimana ini? Suri pakai otakmu!


"Ah! Telepon? Astaga!" Suri segera mencari ponselnya. Dan ternyata tidak ada.


"Sempurna!" Suri menghela napas panjang. Berusaha untuk tidak panik.


.


.


Beberapa saat yang lalu tepatnya ketika Suri bersorak memberi semangat untuk Sky. Diam-diam Melodi meminta ketiga temannya untuk menutup mata dan mulut Suri. Sebenarnya apa yang mereka lakukan tidak luput dari perhatian para mahasiswa dan mahasiswi yang lain, tapi mereka seolah tidak perduli. Mereka malah senang karena Melodi berhasil mengerjai istri Sky si pemarah.


Hingga akhirnya Suri terdampar di dalam toilet itu. Dirinya belum sadar kalau semua orang termasuk sang suami sudah tidak ada. Sekarang tinggal berdoa saja semoga ada orang yang mau menolong Suri.

__ADS_1


__ADS_2