
Mohon beri dukungan dengan memberi like 🥰
Sky mengecup semua tubuh Suri. Mengabaikan rasa asin dan bau tak sedap dari permukaan kulit sang istri dan juga aroma tak sedap lainnya. Sky asik dengan dunianya. Menggauli Suri adalah cara yang ampuh untuk mengembalikan suhu normal tubuh Suri.
Menghangatkan bukan berarti saling menempelkan badan masing-masing tapi juga ada hal lain yang harus di lakukan Sky. Menggauli Suri salah satu pengobatan yang utama.
Suri mendesah nikmat ketika Sky terus menguasai dirinya. Dalam kondisi setengah sadar Suri menikmati setiap usapan dan kehangatan yang di berikan Sky.
Sungguh pengobatan ini mampu membuat siapapun ingin kembali di obati. Sky begitu lihai seperti biasa. Menggauli Suri adalah kesenangannya. Apalagi sudah lama mereka tidak bercumbu.
Diam-diam Sky tersenyum penuh kemenangan. Melirik sekilas manakala Suri terus menggeliat nikmat di bawah kekuasaannya.
Aku merindukan kamar kita.
"Aku tau kamu tidak akan pernah menolak ini!" Kata Sky sembari terus menaikan ritme permainan. Membuat Suri tak kuasa menahannya.
.
Permainan berakhir Di tandai dengan erangan dari Sky, Sky mengakhirinya, terkulai di atas tubuh Suri yang polos. Keduanya terengah Merasakan napas yang memburu. Pergulatan yang berkedok pengobatan itu selesai sudah.
Suri nampak damai. Suara rintihan dingin tak lagi terdengar. Sky tersenyum ketika melihat Suri yang tertidur pulas setelah kelelahan di hajar-nya.
Menggeser posisi tidur, berbaring di samping Suri. Sky segera menyelimuti tubuh polosnya dan Suri. Mendekap erat sang istri yang kini nampak damai. Suhu tubuh Suri kembali normal setelah hampir satu jam di obati dengan caranya sendiri.
Tanpa kata lagi atau melihat di mana keduanya berbaring. Sky memejamkan mata. Tertidur pulas setelah melakukan olahraga berat. Keduanya tidur nyenyak melupakan Jason dan Melodi yang mana masih terjaga.
.
.
__ADS_1
Melodi terus menarik tangan Jason. Mengabaikan penolakan dari sang pemilik tangan. Ketakutan yang besar membuat Melodi kembali merengek.
Jason menghela napas jengah melirik Melodi datar. Tak ada gunanya untuk terus mencaci sang dara karena percuma.
Jason memilih membiarkan tangannya di genggam Melodi.
Cukup lama keduanya bersitegang akan hal yang tak jelas. Sampai Jason bersandar menutup mata setelahnya.
Melihat Jason siap tidur, Melodi semakin ketakutan. Apalagi sekeliling pantai nampak gelap. Imajinasinya membayangkan pohon yang berkesinambungan seolah membuat bayangan wajah seram disertai senyum yang menakutkan.
Untuk itu Melodi mengguncang tubuh Jason.
Guncang ... Guncang....
"Takut! Aku takut!" Seru Melodi sembari menutup mata. Tangannya masih terus mengguncang tubuh Jason.
Jason merasakan tubuhnya seperti di seret air laut. Terombang-ambing di tengah lautan.
Pandangan mereka beradu.
Jason menatap Melodi marah karena ulahnya tidur tak nyenyak-nya harus terganggu.
Melodi menampakan wajah di tekuk. Secara alami Menampakan bibir bawahnya yang merah merona. Sedikit takut ketika Jason memberinya tatapan tajam dan suara keras.
Melihat itu. Jason luluh!
Deg ..Deg ...
Segera Jason menahan detak jantungnya agar tak di dengar Melodi.
__ADS_1
Astaga.
"Aku takut tau! Seharusnya kamu jangan tidur sebelum aku tidur! Aku yang harus tidur sebelum kamu!"
Seperti biasa, Melodi merangki kalimat dengan buruk membuat Jason menghela napas jengah lagi.
"Kamu pikir aku ini pelayanmu?" Seru Jason dengan melirik Melodi datar.
Melodi acuh. Dirinya segera bersandar di pundak Jason tanpa malu-malu membuat Jason semakin di buat salah tingkah.
"Aku akan tidur sekarang! Aku pinjam bahu mu!" Kata Melodi lembut. Mulai memposisikan diri untuk bisa tidur nyenyak.
Jason mematung tanpa bisa bergerak. Sedari tadi satu tangannya menahan detak jantung yang berdentum kencang.
Astaga, Jason! Apa ini? Kenapa jantung ini.
Batin Jason tak kuasa menahan tingginya aliran darah yang seakan cepat membanjiri setiap inci sendi-sendinya. Yang mana Jason menggeser tubuhnya hingga kepala Melodi hampir terjatuh.
"Astaga!" Seru Melodi saking terkejutnya. Melirik kesal ke arah Jason yang kini nampak jauh.
Melodi mengendus kesal. Pada akhirnya ia memutuskan untuk bersandar pada kursi saja. Mulutnya terus bergerak. Komat-kamit tak jelas yang pasti dirinya mengutuk Jason yang sudah kasar padanya.
"Menyebalkan!" Seru Melodi bernada jengkel setelahnya memejamkan mata dan membelakangi Jason.
Jason salah tingkah seorang diri. Tiba-tiba suasana terasa panas. Keringat menerjang hebat. Beberapa kali menyeka keringatnya bercucuran. Melirik Melodi amat hati-hati.
.
Perlahan-lahan mentari datang. Menghangatkan pulau.
__ADS_1
.
Insyaallah sahur up.