Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Sky Yang Aneh!


__ADS_3

Satu Minggu kemudian..


Tok...tok....tok...


"Suri, cepatlah! Aku tidak ingin terlambat!"


Sky berdiri di ambang pintu kamar mandi. Bersandar malas sembari mengetuk lapisan kayu dengan wajah kecut. Beberapa kali mengendus kesal karena Suri tak kunjung keluar.


Sky sudah lebih baik dan sudah siap beraktivitas seperti biasa. Pergi ke kampus adalah agenda pertama.


Sky juga sudah mulai lunak terhadap Suri. Karena Sky tau Suri yang sudah mengurusnya ketika sakit.


Satu Minggu lamanya Suri merawat Sky. Memberi perhatian ekstra. Yang pada awalnya memang hanya Suri yang mampu mengobati Sky.


Semenjak kejadian memalukan itu, Nyonya Rose lebih perhatian kepada Suri. Perasaan sayang semakin tumbuh. Suri di sayangi kedua mertuanya dan juga Kakak iparnya.


Tristan begitu terbuka. Selalu tersenyum dan penuh semangat ketika bertemu Suri.


Tristan yang dulu kini berubah menjadi lebih hangat. Pun Tuan Diki. Pria paruh baya itu sangat mengandalkan Suri. Mempercayakan sang putra kepadanya.


Suri awalnya kebingungan karena harus menjadi pelindung untuk Sky. Seharusnya dirinya yang di jaga Sky! Ini malah sebaliknya. Tapi setelah kedua mertuanya bercerita tentang ramalan hidup Sky, Suri mulai menerima.


Sky anak laki-laki yang terlahir normal lagi tampan.


Tapi di berkati kelainan dalam mengolah diri. Dirinya menjadi semena-mena. Menjadi tak terkendali ketika marah. Para pelayan harus bisa menerima semua perlakuan buruk Sky.


Gosip di luar memang benar. Sky tidak pernah meninggalkan Mansion karena takut akan melukai orang lain. Sky di bebaskan berkuliah di universitas Batara ketika dirinya siap dan berjanji akan berlaku baik kepada mahasiswa dan mahasiswi di sana. Tuan Diki tak percaya. Maka dari itu Sky di berikan ruang lain tanpa di gabungkan dengan mahasiswa dan mahasiswi.


Daren dan Jason adalah teman Sky. Yang pada awalnya adalah permintaan Konyol tuan Diki.


Kedua orang tua Jason dan Daren adalah kolega dan kenalannya. Tuan Diki meminta putra mereka untuk menjadi teman Sky.


Singkat cerita.


Jason dan Daren pindah ke universitas Batara setelah di beritahu ayah mereka masing-masing.


Bertemu dengan Sky dan di luar prediksi. Sky cocok dengan kedua pria tampan itu.


Sampai sekarang mereka masih bersahabat walaupun perselisihan tak pernah pergi dari persahabatan ketiganya.


Lagi, Tuan Diki meminta para pelayan untuk menjadi samsak hidup dengan bayaran yang tidak sedikit.


Suri sudah menyaksikan bagaimana Sky menghajar para pelayan. Kebengisan Sky tak dapat di elaknya. Mungkin dulu dirinya bisa mendengar dari luar, tanpa tau apa semua rumor itu benar adanya. Dan itu benar-benar ada.


Tapi sekarang Sky mulai lunak. Dirinya sudah tidak lagi beringas seperti dulu. Suri mengajarkan kesabaran kepada Sky.


'Sakitnya kamu sekarang, adalah ujian sekaligus penggugur dosa mu! Anggap saja rasa sakit yang kamu rasakan saat ini adalah penebusan dosa mu, Sky. Tuhan-


"Tuhan, tidak pernah jauh darimu, Tuhan mendengar semua keluh kesah mu dan semua yang kamu lakukan! Menyiksa orang bukan perilaku yang baik! Itu adalah perintah Setan."


Sky mengulang setiap kata yang Suri katakan. Mengingatnya amat baik. Semakin memikirkan Suri jantungnya berdegup kencang. Senyuman manis yang Suri perlihatkan membuat Sky luluh.


Di ambang pintu kamar mandi, Sky tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.


Apakah sekarang perasaan yang aneh terhadap Suri mulai tumbuh?


Sky tak tau kenapa batinnya mempertanyakan hal itu.


"Tidak ada yang salah kalau aku jatuh cinta padanya! Dia istriku. Walaupun aku dan dia baru menikah satu bulan."


Sky bergumam mencari pembelaan. Sekali lagi mengangguk penuh semangat.


Tapi aku sudah menyakitinya! Aku juga sudah melibatkan dirinya dalam urusan lain.


"Balap mobil itu! Sial!"


Sky menjadi marah. Wajahnya merah padam seperti menahan rasa yang terpendam.


Apa dia mau menerima aku sebagai suaminya setelah apa yang aku lakukan.


Tiba-tiba Sky tersadar. Suara pegangan pintu menyentak dirinya.


Ceklek...


Suri tertegun ketika Sky berdiri di ambang pintu kamar mandi. Saling beradu pandang dengan tubuh tanpa jarak.


"Sky!" Suri menelan ludahnya kasar. Sky menatapnya lekat seolah ingin mengatakan sesuatu.


Sky tersenyum manis. Matanya berbinar ketika Suri berada di hadapan dengan wajah polosnya.


Dia cantik! Dia selalu cantik.


"Sky! Apa ada yang ingin kamu-


"Iya! Iya!" Sky menjawab asal. Masih menatap Suri kosong.


Suri mengerutkan dahi.


Dia kenapa sih?


Suri bergumam bingung.

__ADS_1


Apa aku salah kasih obat! Astaga mandi sendiri rasanya luar biasa. Terimakasih Tuhan, akhirnya aku bisa mandi sendiri. Tapi Dia kenapa jadi berubah.


Suri tersenyum dalam diam. Bahagia karena sekarang dirinya dapat mandi tanpa harus di bantu para pelayan wanita.


Sudah berjalan empat hari Suri mandi sendiri. Itu adalah keinginannya yang dirinya katakan kepada Nyonya Rose sang ibu mertua. Sedangkan Sky masih bergantung kepada tiga pelayan. belum bisa mandi sendiri tepatnya.


Tak sudi kalau harus membantu Sky mandi.


Suri menggerutu kala dirinya di minta Sky menggantikan peran ketiga pelayan.


Sky tidak marah ketika Suri menolak permintaannya. Sky malah tertawa terpingkal-pingkal ketika wajah memerah Suri terlihat.


Mungkinkah ucapan Tristan kala itu menjadi kenyataan?


Suri adalah gadis yang tepat untuk Sky.


Ucapan Tristan di depan sang ayah. Tuan Diki yang terhormat.


Hanya waktu yang tepat menjawab itu semua.


Suri mengangkat satu tangan. Mengibarkannya di depan wajah Sky.


"Sky? Kamu kenapa!"


Sky segera mundur! Berpaling dari Suri dengan mata bergerak asal.


"Emmm...A-Aku tunggu kamu di luar! Jangan lama! Aku ga mau terlambat." Sky berjalan cepat keluar kamar dengan menggaruk kepalanya.


Jelas Suri terdiam. Mematung melihat tingkah aneh sang suami.


"Mungkin dia terlalu banyak minum obat! Lebih baik aku berhenti memberinya obat itu." Suri segera berlari ke arah laci dan membuang semua obat-obatan yang di berikan Dokter.


"Karena obat ini Dia jadi aneh!"


.


.


Di kampus.


Suri dan Sky turun dari dalam mobil bersama-sama. Membuat para mahasiswa dan mahasiswi yang melihat saling berbisik tentang kedatangan kedua pasangan muda itu.


Terhitung satu Minggu mereka tidak melihat sang Nona Batara.


Suri yang memang berani dan tak pernah takut kecuali kepada Sky, hanya memandang ketus para mahasiswa yang dilaluinya. Sedangkan Sky acuh dan tak perduli.


"Nanti makan siang, aku akan menjemputmu." Kata Sky.


Sky berhenti seketika. Membuat Suri ikut berhenti.


"Aku tidak pernah makan di tempat itu!" Kata Sky. Sekaligus memberi tahu Suri.


Suri mengangguk patuh.


'Aku tidak tau itu! Padahal di sana makanannya enak-enak. Dasar tuan sempurna yang pemarah.'


Suri Menggunjing sikap Sky.


"Jangan membicarakan aku?" Seru Sky.


Suri menggeleng cepat berteman senyuman manis.


"Tidak!"


Apa dia bisa mendengar suara hatiku! Luar biasa.


Sky tersenyum datar. Terus berjalan bersama menuju kelas masing-masing.


"Masuk cepat dan belajar yang benar!"


Sky mengantarkan Suri sampai ambang pintu kelas. Membuat para mahasiswa dan mahasiswi yang ada di dalam tertarik melihat adegan langka itu.


Suri mengangguk saja.


Dia maunya apa sih? Setelah sakit dia jadi berubah.


Batin Suri tak percaya.


Sky mengacak-acak rambut Suri. Setelahnya berbalik dan berjalan meninggalkan Suri di sana dengan wajah melongo.


"Astaga! Dia benar-benar berubah? Jangan-jangan raganya di tukar, Tuhan!"


Suri asik berbicara sendiri. Terus memperhatikan kepergian Sky.


Sampai tepukan di pundaknya menjalar keras.


Suri meringis karena itu. Segera berbalik dan menatap siapa orang yang sudah memberinya rasa sakit.


"Kau!"


"Hai, Nona Suri Batara! Ups. Kok ga cocok ya! Suri Batara! Ga cocok!"

__ADS_1


"Melodi. Dia itu emang ga cocok menjadi Nyonya Batara." Tambah temannya.


Melodi dan Gengnya berisi di ambang pintu kelas. Menghadang Suri.


"Oh! Jadi namamu Melodi! Nama yang cantik dan indah! Tapi kenapa ya, kok ga cocok sama penampilan dan wajah mu!" Balas Suri. Mengejek Melodi dengan senyuman kecut.


Melodi dan keempat temannya terkejut ketika Suri mengatakan itu.


"Dia berani-


Melodi mengangkat satu tangannya. Sontak temannya diam.


Melodi segera melangkah mendekati Suri. Mengibas rambut panjang Suri dengan sengaja.


Suri hanya diam menerima.


"Aku sudah melihat kalau kamu bernyali besar! Kamu tau siapa aku?"


Suri menyeringai lebar.


"Kalian hanya manusia sampah yang berlindung di ketiak orang tua kalian! Sok berkuasa. Sok cantik dan seksi."


Break...


Suri menarik baju tipis Melodi yang mana memperlihatkan dua gundukan daging miliknya.


"Argh!" Melodi mengerang. Menahan segera bajunya yang kini terkoyak.


Hahah.. Suri tertawa girang.


Melodi dan keempat temannya mengendus kesal.


"Baju mahal ku!" Seru Melodi tak senang.


"Berapa harganya? katakan!" Tantang Suri. Lalu menarik rambut Melodi.


"Aw.." Melodi mengerang.


"Ini akibatnya kalau kamu dan teman-teman plastik mu mempermainkan hidup seseorang. Anggap ini balasan! karena kamu dan geng mu sudah mengurung aku di toilet. Kamu ingat itu?"


Suri berbisik di telinga Melodi. Tersenyum manis sekali lagi.


Melodi ketakutan. Pun ke empat temannya.


Setelahnya Suri melepaskan rambut Melodi yang kini nampak kusut. Menatap satu persatu Melodi dan temannya.


"Minggir! Aku mau lewat!"


Keempat teman Melodi menyingkir segera. Memberi jalan Suri masuk kedalam kelas.


"Bagus Suri. Setidaknya kamu tidak terlihat lemah. Cukup lemah di hadapan Sky saja." Gumam Suri sembari berjalan meninggalkan Melodi.


"Ihhh.... Argh! Gadis itu benar-benar kurang ajar! Awas kamu,."


"Dia tidak takut lagi Melodi! Kita-


"Diam! Aku sedang berpikir."


"Awas kamu yah! Kamu akan menyesal." Seru Melodi bernada ancaman.


"Bajuku!" Melodi menangis melihat baju mahalnya rusak sudah.


"Ayo, kita ganti bajumu."


Di perjalanan menuju ruang ganti. Melodi tak hentinya menggerutu karena kekurangan ajaran Suri. Teman-temannya hanya menjadi pendengar yang tidak mampu mengatakan apa-apa.


Sampai akhirnya Tamara salah satu teman Melodi berbisik.


Wes...wes....


Itu yang di dengar ketiga wanita lainnya.


Melodi tersenyum bahagia. Mengangguk kearah si Tamara.


"Bagus! Itu rencana yang bagus. Kali ini dia tidak akan lolos."


Temannya menarik Tamara. Penasaran dengan apa yang di bisikkannya.


"Rencana apa itu?"


Tamara menjawab.


"Aku hanya berbisik, sebentar lagi kampus kita akan mengadakan tour! Aku dengar, Tuan Diki merencanakan berlayar."


"Sungguh!"


"Tapi apa hubungannya dengan-


"Lola. Nie Ya, Suri akan hanyut di sana! Lihat saja Nanti!" Seru Melodi bernada senang.


"Astaga!"

__ADS_1


Seru keempat temannya tak percaya.


__ADS_2