
"Jangan tarik-tarik!"
Semua mata melirik ke arah suara gaduh yang di hasilkan Suri. Menatap kedatangannya dengan tatapan kesal. Tak terkecuali Tuan Diki sang mertua.
"Ini Tuan!" Si pelayan melakukan tugasnya lebih dari cukup. Membawa Suri kehadapan keluarga yang masih duduk tenang.
Kepala Tuan Diki mengangguk. Sekaligus meminta si pelayan untuk menyingkir.
Suri berdiri di depan keluarga Barata. Menatap takut wajah mereka yang ada.
Tatapan mereka seperti ingin melahap ku saja. Kenapa semenjak aku masuk ke Kampus itu mereka senang menatapku sebegitu menyeramkan.
Suri membatin berusaha tenang walaupun dirinya jelas ketakutan. Malu-malu melirik area Mansion yang mana, ruang keluarganya saja tiga kali lipat dari ruang keluarga di rumahnya sendiri. Jelas ini menakjubkan.
Ternyata apa yang di katakan orang-orang di luar sana benar, Keluarga Barata adalah keluarga konglomerat lagi terhormat.
"Suri!" Panggil Tuan Diki lembut. Tapi Suri tak menjawab.
Para keluarga saling tatap. Mendapati sang menantu pertama tidak menyahut.
Nyonya Barata berdiri. merangkul Suri yang masih sibuk bergumam. Tanpa ingin menyingkirkan tudung panjang yang masih setia menutupi wajah pucat nya.
Tangan Nyonya Batara menyibak lembut tudung panjang itu. Membuat Suri terperanjat.
Suri tertegun malu. Tersenyum kikuk ketika dirinya dapat melihat semua keluarga Sky.
"Suri Christabel Jocelyn, benar-benar cantik!"
Puji sang ibu mertua. Merapihkan gaun dan tudung panjang menyebalkan itu.
Semua keluarga Barata mengangguk membenarkan. Istri baru Sky memang cantik dan mempesona. Gaun mahal yang di pakai menambah nilai keanggunan si pemilik yang mana diam membisu, ketika para keluarga berbisik tentang dirinya.
Aku tidak nyaman! Kenapa aku bisa berada di tempat menyeramkan ini! Aku ingin pulang.
Suri menjerit dan merenung dalam diam. Berusaha menahan tangis yang siap menyapa.
Mungkin dengan ini Papa akan kembali berjaya, dan mama juga akan sehat lagi. Suri ini takdir mu.
"Selamat datang, Suri Batara!"
Seketika Suri tersadar. Melirik Tuan Diki yang terhormat.
Suri Batara! Namaku Suri Christabel Jocelyn bukan Suri Batara.
"Bawa dia ke kamar, Sky." Titah Nyonya Batara. Mengangguk kearah pelayan yang siap di tempat." Suamimu sudah menunggu." Kata sang ibu mertua. Sedikit mendorong tubuh Suri yang kaku.
__ADS_1
Suri yang malang di seret lagi. Menaiki tangga bersama dua pelayan yang mengapit tubuh kecilnya. Menarik napas dan menelan air liur tak bisa lagi di hitung.
Dirinya tengah di seret kedalam lembah Kematian yang nyata. Sang suami bak iblis itu asik duduk di atas sofa hitam. Menunggu kedatangan Suri sang istri.
Sorot mata Sky menyoroti daun pintu kamar yang mana terdengar suara gaduh dari Suri dan langkah kaki yang menggebu.
"Lepaskan!" Suri memberontak. Berusaha melonggarkan tangan kedua pelayan.
"Jangan melawan, Nona!" Kedua pelayan tak kalah kuat. Terus menarik Suri menaiki tangga sampai mereka berhenti dimana kamar Sky berada.
Salah satu pelayan membuka pintu. Kembali menyeret Suri untuk masuk kedalam kamar.
Suri terpaku. Menatap lekat ke arah Sky yang duduk di tengah kegelapan kamar. Hanya Sedikit sorot lampu kamar yang menjadi penerang di kamar besar itu. Benar-benar menegangkan dan menyeramkan. Seharusnya dirinya bisa melewati malam pertama dengan damai dan penuh kebahagiaan. Tapi Suri bak Daging segar yang di sodorkan kearah Macan yang lapar.
Tubuhnya yang kaku semakin membeku.
Dia menyeramkan!
"Keluar!" Sky bersuara dingin di balik kegelapan kamar.
Kedua pelayan mengangguk. Mereka membungkuk lalu undur diri. Tak lupa menutup pintu sedikit melirik Suri seolah mengatakan. Hadapi Tuan Sky seorang diri.
Suri kelabakan bergerak sambil melirik kepergian kedua pelayan yang sudah menutup pintu.
"Tung-
Suri menoleh. Terpaku di tempatnya tanpa bisa bergerak.
"Aku tidak suka mengulang kalimat yang sama!"
Sky menatap intens sang istri yang masih berdiri kikuk. Terlihat kalau dirinya dalam ketakutan tingkat tinggi.
Sky menyeringai lebar, Masih asik menatap Suri tanpa ingin bertanya lagi.
Suri menelan ludah, Merasakan keringat dingin mulai datang menerjang. Tubuhnya bergerak pelan menghampiri sang suami yang masih betah duduk di kegelapan kamar. Cahaya dari lampu luar benar-benar menambah ketakutan Suri. Padahal tadi ketika mereka melangsungkan pernikahan. Sky tak terlalu menyeramkan walupun dirinya tidak melihat rupa sang suami. Suri sudah tau wajah Sky dari berbagai sumber.
Keluarga Barata bak penguasa di kotanya. Amat terkenal dan populer. Tapi mereka seakan takut berurusan dengan keluarga konglomerat nomor satu di kota besar itu.
Tuan Diki memberi tahu semua orang yang setara dengan keluarga Barata, kalau dirinya mencari istri untuk putra kedua. Tapi dengan catatan harus memenuhi persyaratan yang tercantum.
Sudah mencari ke berbagai sudut kota bahkan negara lain. Tapi nama Suri sulit di cari. Sekalinya menemukan Suri yang di maksud malah memilih mengakhiri hidupnya ketimbang menjadi anggota keluarga Barata yang fenomenal. Merugi kah gadis itu?
Jelas tidak! keputusan yang di ambil adalah hal yang benar. Menjadi istri Sky adalah kesalahan yang fatal. Suri Christabel Jocelyn harus menanggung kesalahan itu. Tumbal menjadi istri seorang Sky benar-benar tidak bisa di elak.
Suri tertatih untuk bisa mendekati Sky. Berdiri canggung di dekat Sky.
__ADS_1
Sky memindai setiap inci tubuh Suri. Menatap lekat semua bagian lekuk tubuh sang istri. Menggeser tubuhnya sedikit. Bangun dari duduknya lalu berjalan menghampiri Suri.
Mengelilingi Suri dengan wajah datar. Sedikit mengendus tubuh yang harum dan menyegarkan bercampur aroma keringat dan ketakutan. Sky tertawa kecil.
Berdiri di belakang tubuh bergetar Suri. Menatapnya lagi sama Datar dan penuh curiga. Mata tajamnya berhenti di mana tudung panjang berwarna putih. Tangan Sky terangkat! Menarik cepat jepitan tudung panjang Suri membuangnya ke sembarang arah.
"Ah..!" Suri berbalik karena terkejut. Sedikit mengibaskan rambutnya yang kini tergerai bebas. Bergantian melirik Sky dan Tudung panjang yang tergeletak di lantai.
Tak ada kata. Keduanya diam. Sorot mata menyiratkan berbagai macam pertanyaan. Suri jelas ketakutan, lidahnya kelu dan takut menatap Sky lama. Akhirnya Suri menunduk di saat tidak ada jarak di antara mereka. Melihat itu Suri mundur untuk menghindari Sky.
Tapi Cengkraman lembut menerjang pinggangnya.
"Mau ke mana?" Sky berbisik tepat di telinga merah Suri. Sky menarik Suri hingga membentur tubuh tingginya sedikit merasakan buah dada sang istri yang mungil.
Kini benar-benar tak ada jarak di antara keduanya. Seliweran angin tak mampu menahan kedekatan mereka.
Suri memberontak. Berusaha terlepas tangan Sky yang melingkar kuat di pinggangnya.
"Lepaskan!"
"Jangan bergerak! Atau aku bisa melahap mu sekarang juga." Balas Sky. Semakin mengunci pergerakan Suri.
Suri terdiam, memberanikan diri menatap manik Sky yang jernih dan tajam. Tak di pungkiri Pesona seorang Sky benar-benar mampu meluluhkan hati wanita manapun..
Sayang sekali ramalan tentang dirinya mematahkan semua kelebihan yang di milikinya.
'Aku mendengar kalau dirinya tidak pernah meninggalkan kediaman Tuan Diki yang terhormat, artikel berseliweran tentang dirinya. Para pencari berita tak ada yang tau dimana putra kedua tinggal. Hanya putra pertama yang sudah muncul di publik. Sky Antony Barata adalah sebuah simbol kemakmuran, kekuatan dan kesejahteraan keluarga Barata sekaligus Aib! Ketika wanita cantik yang bernama sama dengan ku Meninggal. Semua orang membicarakan tentang keluarga Barata. Terlebih kepergian kedua orang tua Suri lain tanpa jejak, menjadi misteri yang masih menjadi buah bibir masyarakat luas.'
Suri membatin akan hal itu. Laki-laki yang tengah di tatapnya bukan manusia sembarangan, kehidupannya penuh misteri dan rahasia.
Pantas semua orang ingin melihatnya. Kami selalu melihat Sky hanya dari berita tanpa tau seperti apa bentuk dan wujud aslinya.. Sekarang dia ada di depan mataku. Dan luar biasanya dia menjadi suamiku! Sky Antony Barata.
"Kau adalah orang pertama yang berani mengabaikan aku, Suri Christabel Jocelyn."
Setelahnya Sky mengecup bibir Suri yang menggoda. Ini adalah pengalaman pertama bagi keduanya.
Suri membulatkan kedua mata. Merasakan daging kenyal yang membentur bibirnya.
Tanpa sadar Suri menutup mata merasakan bibir Sky yang lembut dan memabukkan.
Ternyata dia tidak seperti apa yang orang lain katakan. Dia laki-laki tampan yang baik!
Tidakkah terlalu dini untuk Suri menilai seorang Sky?
__ADS_1