
Seperti yang di katakan Tamara. Salah satu anggota Geng Batara kalau kampus Barata akan mengadakan tour itu benar adanya.
Semua mahasiswa dan mahasiswi bersorak gembira ketika pengumuman tentang tour mahal itu tersebar. Pengumuman tentangnya di sambut kebahagiaan semua mahasiswa. Tak terkecuali Jason dan Daren.
"Yes! Akhirnya." Daren bersorak di bangkunya.
"Akhirnya, Tuhan!" Seru Jason lagi kalem.
Sky hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat kebahagiaan kedua sahabatnya.
Sky dan Jason sudah berbaikan. Melupakan pergulatan mematikan itu. Itulah mereka. Persahabatan ketiganya terdengar unik. Masalah bagi mereka hanya hiburan yang tak harus di anggap serius. Tapi walaupun begitu Sky masih menyimpan serpihan dendam kepada Jason. Karena Jason sudah berani menggenggam tangan Suri. Apalagi sekarang perasaan aneh mulai tumbuh di hati Sky.
"Hei, Sky! Terimakasih banyak! Aku tau kamu pasti di balik semua ini!" Seru Daren tiba-tiba.
Jason tersenyum sembari mengangkat kedua jempol kearah Sky.
"The best." Tambah Jason.
Sky hanya menganggukkan kepalanya.
Dua Minggu sebelumnya..
Sky kembali menghadap sang ayah. Di ruang kerja Tuan Diki tepat Sky berada.
"Kali ini apa lagi, Sky?" Tanya Tuan Diki santai.
Tuan Diki sudah hapal betul. Kalau Sky datang menghadap dan mengganggu pekerjaannya pasti ada permintaan yang harus di kabulkan.
Sky tersenyum datar. Duduk di hadapan sang ayah yang masih sibuk dengan tumpukan kertas.
"Sebentar lagi kampus-
"Mmm!"
Sky terdiam sesaat. Sepertinya sang ayah sudah tahu apa yang di maksud.
"Sky ingin tour kali ini pergi berlayar! Anggap ini sebagai bulan madu, Sky dan Suri!"
__ADS_1
Tuan Diki mengangkat kepala. Menumpuk kedua tangan di atas map. Mensejajarkan pandangan dengan Sky yang juga menatapnya datar.
"Kapan itu?" Tanya Tuan Diki.
"Tiga Minggu lagi."
Kepala tuan Diki mengangguk pelan.
"Baik, Papa akan kabulkan."
Sky tersenyum dengan tatapan kosong. Merinding ketika kalimat 'Bulan Madu' Terngiang.
Aku harap dia suka. Benar aku harus memenangkan hatinya kali ini! Aku tau dia pasti masih memendam perasaan marah padaku. Karena kemarin aku sudah membuatnya tersiksa.
Batin Sky. Dirinya cengengesan seorang diri. Yang mana membuat Daren dan Jason meliriknya lekat. Saling tatap bingung dengan sikap aneh Sky.
"Dia gila!" Bisik Daren.
Jason mengangguk dengan wajah datar.
Dia bukan gila! Tapi dia sedang jatuh cinta.
Sementara Sky masih melamun tentang Suri.
Suri sendiri masih berkutat di dalam kelas. Pelajaran baru saja selesai. Dosen meninggalkan kelas di susul bubarnya para mahasiswa yang ingin menghirup udara segar setelah otak mereka di peras habis-habisan.
Tapi Suri malah tetap berdiam di bangkunya. Suri melakukan hal yang sama. Cengengesan tanpa sebab seorang diri.
"Akhir-akhir ini, Sky lebih perhatian kepada ku! Mengajakku makan siang bersama. Di rumah pun semua berjalan lancar. Mama, Papa dan Tristan! Em. Maksud ku Kak Tristan. Dia lebih hangat memperlakukan ku. Terasa aneh melihat bagaimana keluarga Barata berubah. Mungkin benar, Sky sudah berubah. Jadi pernikahan ini berhasil?"
Suri bergumam sendiri. Tersenyum lebar ketika dirinya menyakini bahwa dirinya sudah berhasil membuat Sky berubah menjadi manusia lebih baik lagi.
"Yes-
"Suri?" Tiba-tiba suara lembut terdengar.
Suri segera menoleh kearah suara.
__ADS_1
"Astaga!" Suri berdecak kesal. Melihat siapa yang sudah mengganggu kesendiriannya.
"Mau apa lagi? belum puas kemarin aku-
"Suri, aku mau minta maaf? Aku benar-benar udah kapok gangguin kamu."
"Astaga!" Suri terkejut ketika tangannya di genggam. "Melodi!" Kata Suri penuh kebingungan melihat Melodi berlutut dan mengunci tangannya.
"Suri, aku minta maaf! Hiks..hiks...Aku mau jadi teman kamu. Tolong-
Melodi terus memohon dengan tangisan yang nyata. Membuat Suri tertegun di buatnya.
Apa dia benar-benar menyesal! Tidak, wanita seperti dia tidak akan mudah berubah? Kamu harus hati-hati Suri
Batin Suri.
Suri membiarkan Melodi terus mengoceh dan menangis.
"Sudah-sudah. Aku akan memaafkan kamu!" Ucap Suri lembut.
Melodi mendongak. Tersenyum manis menatap Suri.
Segera bangkit dan memeluk Suri.
"Aku tau kamu baik! Terimakasih Suri." Bisik Melodi.
Dia bukan hanya jelek. Dia juga bodoh. Sebegitu percayanya dengan ucapan ku.
Melodi bergumam dalam hati. Meremehkan Suri yang masih dia dekap erat.
Aku tau wanita seperti dirimu, Melodi!
Batin Suri dengan wajah damai dan tak menampakkan kecurigaan.
.
.
__ADS_1
Up sedikit. Karen sistem sedang eror kayanya. Mudah-mudahan ini lolos.