
Mata Jason membulat sempurna. Mematung melihat bagaimana Melodi dengan rakus melahap lima potong sandwich yang di bawanya dari kapal.
Seorang gadis cantik yang di kenal mampu membawa nama baik kampus Barata kini nampak di depan matanya dengan menyedihkan.
Diam-diam Jason melirik Setiap inci tubuh Melodi.
Baju lusuh, rambut panjang yang lepek dan tak terurus, kulit sedikit gelap lagi kering. Kuku tangan dan kaki hitam legam tak terawat. Menjijikkan! Di tambah area bibirnya belepotan akibat dari saus sandwich.
"Apa ini Melodi? Si gadis yang selalu di elu-elukan di kampus Batara!" Seru Jason seolah meledeknya.
Selama ini baik Jason dan Melodi tak pernah berbicara sedekat ini. Keduanya hampir tidak pernah juga berpapasan ketika di kampus. Tapi sekarang keduanya duduk berhadapan karena satu alasan.
Mata sipit Melodi segera melirik Jason. Mengirimkan tatapan tak suka dengan apa yang dikatakannya.
Sembari mengunyah Melodi menjawab.
"Apa kamu lupa aku sudah terdampar di pulau ini berapa hari? Hah? Katakan berapa hari?"
Melodi menuntut Jason untuk segera menjawab. Kembali lagi Melodi sibuk mengisi perut laparnya. Melupakan tatapan Jason yang semakin menggila.
"Aku dan Suri makan dan meminum air kelapa tanpa henti. Rasanya sedikit membosankan! Tidak, tidak. Rasanya sangat membosankan." Melodi menjelaskan dengan mulut penuh. Sesekali kepalanya menggeleng cepat. Mungkin mengingat penderitaan selama tiga belas hari terakhir Membuat perutnya sedikit mual. Segera Melodi menyambar air putih dalam kemasan.
Kepala Jason menggeleng tak percaya.
"Aku akan merahasiakan ini dari anak-anak! Kalau sampai mereka tau Melodi yang sempurna bertingkah seperti ini!" Jason menggeleng lagi. "Mereka tidak akan mau lagi melihatmu!"
Melodi mengendus kesal dengan ucapan Jason.
"Aku tidak perduli! Yang penting sekarang aku makan."
"Astaga."
__ADS_1
Jason tak hentinya menggelengkan kepala. Tanpa sadar terus menatap Melodi. Dan tanpa sadar juga bibirnya tertarik. Sayang Melodi tidak dapat melihatnya. sandwich lebih utama dari pada wajah tampan Jason.
.
Selepas makan. Melodi bersandar sembari mengistirahatkan kaki yang terasa pegal. Sesekali kepalanya terkulai akibat rasa kantuk yang berat.
Jason yang ada di depan Melodi berhadapan tepatnya mereka. Mulai meraih ransel miliknya yang memang sengaja di bawa.
Suara yang di hasilkan Jason membuat Melodi mengerutkan dahi di susul mata yang terbuka. Segera setelahnya berdecak kesal. Menghentakkan kaki karena marah.
"Apa yang kamu lakukan? Tidak bisakah kamu diam agar aku bisa tidur." Keluhannya jengkel, Menatap Jason intens yang masih sibuk dengan ranselnya.
"Jason?" Panggil Melodi karena Jason seolah acuh.
Terus saja Jason sibuk dan Melodi senantiasa mengiringi dengan ocehannya.
"Jason, aku ingin tidur-
Melodi terdiam sesaat. Menatap lama baju yang masih berada di tangan Jason lekat. Tanpa kata mengambil baju itu lalu kembali menatapnya.
"Untuk ku?" Kata Melodi. Tak percaya dapat melihat baju selain baju piyama miliknya yang sudah tiga belas hari masih di pakaiannya.
"Aku pinjamkan! Nanti kamu kembalikan. Cepat ganti baju sana! Aku tidak tahan dengan bajumu itu." Jason mengkritik keadaan Melodi yang menyedihkan.
Jason segera berbaring. Atau lebih tepatnya hanya bagian kaki yang berseloroh pada bagian kosong Speed boat. Bersandar sembari menutup mata. Agar Melodi dapat segera berganti baju.
"Awas jangan mengintip." Melodi mulai berbalik. Bersembunyi pada dua buah kursi yang tidak bisa di jangkau mata Jason.
Cih. Jason berdecak tak percaya.
"Tubuhmu kotor begitu! Siapapun tidak akan ada yang mau."
__ADS_1
"Jason, apa kita akan menginap di sini?" Melodi mengalihkan pembicaraan yang pasti akan berujung perselisihan. Masih sibuk berganti baju di sana.
"Apa kamu akan kembali ke sana dan mengganggu, Sky." Timpal Jason memperingati kalau Sky tengah mengobati Suri.
Melodi malah diam. Dengan lesu melirik jauh letak di mana cahaya api unggun berada.
"Bukan begitu! Maksudnya, apa kita tidak pulang malam ini juga!" .
Jason menggeleng. "Besok malam di jam yang sama kamu dan Suri dapat pulang." Kata Jason menjelaskan.
Mendengar penjelasan Jason membuat Melodi bergegas menyelesaikan urusannya. Berlari untuk kembali ke tempatnya di samping Jason.
Jason melirik kedatangan Melodi sebelum ia kembali menutup mata.
Melodi duduk di samping Jason. Menatap sekeliling pantai yang gelap. Tiba-tiba perasaan takut yang selama ini datang kembali.
"Kenapa begitu?" Tanya Melodi pelan.
"Diam saja! Aku mengantuk." Kata Jason datar.
Melodi semakin ketakutan. Spontan menggeser tubuhnya sedikit demi sedikit. Mendekati Jason yang tenang.
"Aku takut!" Rengek Melodi sembari menarik tangan Jason untuk di pegang nya erat.
"Eh? Jangan tarik-tarik!" Seru Jason tak suka.
Tapi Melodi acuh. Terus menarik tangan Jason dan menggenggamnya.
.
.
__ADS_1