
Speed boat terus melaju pelan. Menyusuri lautan yang di selimuti kabut hitam sama seperti datang menjemput Suri dan Melodi. Kabut seolah menjadi penghalang mereka.
Mama peramal memberikan dua botol air suci. Masing-masing mempunyai peran. Sekarang Sky menaburkan air suci di setiap perjalanan sembari menahan Suri yang terlelap.
Minuman yang di berikan sudah di campurkan sesuatu.
.
Beberapa jam sebelum keberangkatan.
Jason mengambil dua buah kaleng minuman dari speed boat dan juga botol kecil lainnya.
Sky dan Jason bekerja sama untuk melancarkan aksinya.
Sky mengajak Suri dan Melodi untuk mencari kayu bakar sebagai pengalihan. Supaya Jason dapat bekerja tanpa hambatan.
Tanpa curiga. Suri dan Melodi mangut saja. Menelusuri pulau meninggalkan Jason di rumah perahu karet.
Jason dengan semangat mengocok minuman yang sudah di campurkan obat tidur. Tertawa girang melihat bagaimana idenya berhasil.
"Dengan begini mereka tidak menggangu ku di setiap perjalanan." Seru Jason. Terus menggoyangkan botol kaleng itu.
Setiap guncangan tawa dan jeritan kedua wanita muda itu ikut terhisap kedalam kaleng minuman. Jason tertawa girang dengan imajinasinya.
.
'Tolong! Sky tolong aku.'
__ADS_1
Jason berusaha melirik ke arah Sky yang mana masih sibuk menuangkan air suci. Wajahnya terlihat gelisah lagi ketakutan ketika suara itu terdengar kembali.
"Jangan hiraukan! Jason, jangan hiraukan!" Gumam Jason sembari terus berkonsentrasi.
'Jason. Kau mendengar ku, bukan? Jason.'
Dari arah samping suara lembut Melodi terdengar. Jason yang penasaran siap menoleh tapi Sky segera bertindak dengan cara melemparkan botol kosong bekas air suci.
"Jangan hiraukan!" Seru Sky tanpa menoleh kearah sang sahabat.
'Jason, kamu adalah mata angin yang bisa membawa perahu mu ke mana saja yang kamu mau. Maka dari itu arahkan mata angin mu sebaik mungkin agar kamu bisa pulang membawa pasangan hidupmu.
Jason termenung sejenak mengingat ucapan Mama peramal Kala mereka siap menaiki speed boat.
Arahkan mata angin mu dengan benar.
Jason memantapkan hati dan pikiran. Kembali membuka mata. Mengemudikan speed boat dengan mantap.
Membawa pulang Suri dan Melodi dengan selamat. Adalah janji Jason ketika mereka bersiap-siap. Keterpurukan Sky menjadi penguat hati Jason.
Speed boat terus melaju di barengi dengan suara rintihan dan minta tolong. Tapi tidak membuat Jason dan Sky terpancing.
Keadaan semakin mencekam saja rasanya. Lebih-lebih ketika mereka datang ke pulau. Beruntung Suri dan Melodi terlelap kalau tidak mungkin keadaan akan semakin kacau.
.
.
__ADS_1
Dari ke jauhkan. Para awak kapal dan tim SAR saling tatap manakala Speed boat datang dari dalam gelapnya kabut tebal.
Mama peramal menyunggingkan senyuman lega sembari mengapit kedua tangan di atas udara sebagai tanda ritual keselamatan speed boat yang di kendarai Jason.
Sky menoleh ke arah kapal tim SAR. Melambaikan tangan memberi isyarat.
Tim SAR berhamburan segera meninggalkan Mama peramal di sana.
Jason menjatuhkan bobot tubuhnya di samping Melodi yang masih terlelap.
"Kita berhasil!" Seru Jason. Menahan dinginnya malam dan juga deburan napas.
Sky mengangguk samar.
"Kita berhasil membawa mereka."
Sky melirik Melodi yang tengah di angkat Jason. Setelahnya beralih menatap Suri. Tanpa kata Sky mengecup kening Suri.
"Sekarang kamu aman."
.
Kabar gembira datang. Para awak media mengabarkan bahwa Suri dan Melodi di temukan..
Tuan Chris dan Nyonya Nena berpelukan ketika Tuan Diki memberi kabar ditemukannya sang putri. Pun Papa Melodi. Dirinya segera bersujud di hadapan para pelayan yang mana berada di dekatnya.
.
__ADS_1
.
Satu Minggu kemudian