Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Pulau Si Gadis Api


__ADS_3

Di dalam rumah perahu karet.


Perlahan tapi pasti tumpukan mantel itu bergerak. Menimbulkan getaran yang mampu membuat mata terpejam Sky sedikit terusik. Tapi tak sampai mata Sky benar-benar terbuka.


Suri si gadis yang semalam terkena hipotermia kini terlihat lebih baik! Wajahnya tak lagi pucat!


Dengan perasaan sedikit damai Suri membuka mata. Mengerang pelan ketika kepalanya tiba-tiba pusing. Walupun tak terlalu sakit. Melirik kearah samping! Di mana ada satu sosok pria tampan!


'Astaga! Apa ini benar dia?'


Suri menutup mulut saking tak percaya melihat ada sang suami di sampingnya saat ini. Tengah tertidur dengan keadaan tubuh tanpa baju!


Apa ini Sky? Apa, apa benar ini dia.


Suri masih belum sepenuhnya sadar bahwa yang saat ini di tatapnya adalah Sky yang nyata.


Sepertinya Suri berhalusinasi semalam. Tak bisa membedakan mana kejadian yang nyata dan yang tak nyata.


Sebenarnya Suri patut tak percaya. Kemarin dirinya demam. Dan malamnya Sky datang di saat kesadarannya mulai menghilang. Kini pagi datang membawa Sky yang agung!


Tatapannya menunjukkan ketidak percayaan.


Tanpa sadar Suri tersenyum, Merasa lega yang tiada bandingnya.


Kalau ini mimpi aku minta agar dia berubah nyata. Rasanya aku siap menerima cintanya.


Sembari terus bergumam dalam hati. Suri berbaring lagi. Dengan malu-malu memainkan rambut yang menutupi sebagian wajah Sky.


Merasakan geli, Sky membuka mata. Berkedip cepat manakala Suri tengah berada di depan matanya dengan wajah berbunga. Lagi memainkan rambutnya yang berantakan.


Pandangan mereka beradu. Sama-sama menebar senyum merekah menyiratkan makna yang mendalam.


"Pagi." Suara berat Sky memecah keheningan.


Suri mengangguk sebagai jawaban. Masih enggan berkedip takut Sky menghilang. Betah mengelus rambut sang suami tanpa ingin menatap lain arah.


Melihat kelompok mata Suri terus terjaga, Sky dengan hati-hati menggerakkan tangan. Dua jari ia usapkan keatas permukaan kulit mata Suri.


Mata itu terpejam berkat bantuan Sky. Mengeluarkan air mata karena terlalu lama terjaga.


Setelahnya Sky kembali melipat tangannya dan membiarkan Suri terpejam.


Sky tersenyum ceria melihat bagaimana Suri menatapnya dengan mata memerah.


"Kenapa?" Tanya Sky antusias tanpa nada suara.


"Kenapa kamu hanya datang lewat mimpi ku saja! Kenapa kamu membiarkan aku dan Melodi terus berada di tempat ini!" Ucap Suri dengan suara bergetar menahan tangis yang siap tercurah.


Oh... Ternyata dia masih menganggap ini mimpi! Baiklah. Aku ikuti.


Sky tersenyum lagi. Kali ini dirinya ingin mengerjai Suri.


Sky bersuara lagi.


"Mungkin karena kamu tidak memanggil namaku! Jadi aku tidak bisa datang."


Sky mengulum bibirnya karena tak kuasa melihat wajah Suri yang nampak lucu.


"Mungkin! Karena di mimpi pun aku masih sangat membencimu!"


Penjelasan singkat Suri membuat tawa Sky menghilang seketika.


Sky mengendus kesal. Tapi Sky menahan.


"Waktu itu, aku minta maaf!"


"Waktu kamu meminta mereka untuk mempermalukan aku." Timpal Suri dengan bibir mengkerut.


Di dalam mimpi pun aku masih kesal dengan kejadian itu.


Sky mengangguk samar. "Aku hanya marah saja. Kamu sudah menolak cintaku!"


Kembali Sky membawa Suri ke permasalahan tempo hari di mana Sky mengatakan perasaannya.


"Aku ingin kamu merasakan apa yang aku rasakan! Malu, marah, kecewa. Aku merasakan semuanya." Seru Sky datar. Matanya berkeliling di wajah Suri yang kusut seperti rambutnya.


Entah kenapa Suri malah tertawa kecil melihat wajah Sky.


"Di dalam mimpi saja, kamu masih tetap menyebalkan!"


Astaga dia masih belum juga sadar.


Gumam Sky dalam hati.


Tapi biarlah.

__ADS_1


"Kamu mau kan maafin aku! Aku sudah datang jauh-jauh kesini untuk menyelamatkan kamu!" Kata Sky yang sudah siap menyadarkan Suri.


Tapi Suri malah mengangkat satu tangannya. Memukul kepala Sky begitu cepat.


"Aw! Aish..Kau!" Erang Sky. Mengusap-usap kepala yang baru saja di hantam Suri.


Suri bukannya takut. Ia malah tertawa girang melupakan Sky dan tubuhnya yang polos. Sampai-sampai gundukan daging miliknya menyembul membuat Sky terpaku menatap itu asik. Rasa sakit di kepala berganti menjadi suka cita setelah dua gundukan milik Suri terlihat.


Sadar akan hal itu. Suri buru-buru menutupi bagian dadanya. Melirik Sky intens.


"Mesum!" Protes Suri.


Sky tersenyum mesem.


"Di mimpi saja dia masih saja mesum!"


Bagaimana kalau kamu tau semalam aku.


Tiba-tiba Sky termenung.


"Jason!" Seru Sky.


Semalam dirinya tidak melihat sang sahabat dan Melodi atau lebih tepatnya tidak perduli. Melihat wujud Suri sudah membuat Sky lebih fokus memberi kehangatan dari pada mencari Jason dan Melodi. Yang jelas-jelas berada di speed boat.


Suri mengerutkan kening ketika Sky menyebutkan nama Jason.


Mata Suri berkedip cepat. Berkeliling melihat-lihat di mana dirinya berbaring.


Tidak ada yang aneh. Semua nampak normal. Hanya saja tidak ada Melodi di sisinya. Malah kini berganti wujud. Sang suami terlihat nyata.


Bukankah ini mimpi.


"Ini mimpi?" Seru Suri tiba-tiba. Masih melongo dengan dunianya yang rumit.


Sky menggeleng segera. Tapi tiba-tiba kepalanya mengangguk.


"Iya ini mimpi! Kamu masih bermimpi." Sky tersenyum mesem. Buru-buru menarik Suri kedalam pelukan.


"Kamu masih mimpi. Ini mimpi." Kata Sky sembari membelai rambut Suri yang bau dan kusut. Untuk itu Sky mengerutkan wajah karena merasa mual.


Astaga. Dia bau sekali. Kenapa aku baru merasakan aroma tubuhnya.


.


.


Jason menguap, di susul mata yang terbuka malas.


Silau dari matahari menyapa Jason yang tampan.


Spontan melirik ke arah Melodi yang kini hampir berdekatan dengannya.


"Astaga!" Seru Jason terkejut.


Melodi tertidur dengan rambut terkulai ke depan. Mulutnya sedikit terbuka.


"Aish. Sungguh pemandangan yang luar biasa jelek!" Gerutu Jason. Menggerakkan tubuh yang kaku. Mengerang hebat ketika persendian menjerit marah.


Entah di sengaja atau lupa di mana dirinya berada. Jason bergerak asal untuk merilekskan tubuhnya. Speed boat bergoyang tanpa arah membuat Melodi segera membuka mata seperti orang kesurupan.


"Astaga!" Melodi tersadar. Lanjut merapihkan rambut dan air liur yang mengalir dari sumbernya.


Melihat Melodi sibuk menutupi aibnya. Jason tertawa.


Hahahaha!


Melodi melirik Jason curiga.


"Apa?" Tuntut Melodi dengan wajah berani.


Jason menggelengkan kepala sambil terus tertawa.


Melodi mengendus kesal.


"Orang gila!" Gumam Melodi tak senang melihat tingkah aneh Jason.


Dengan wajah di tekuk. Melodi beranjak bangun. Melakukan peregangan di sana. Berjalan Setelahnya. Mengabaikan Jason yang masih asik di sisa tertawanya yang menyebalkan.


"Kenapa dia jadi gila!" Gumam Melodi di sepanjang jalan menuju rumah perahu karet.


Melihat Melodi pergi. Jason mengejar.


"Tunggu!" Seru Jason dari kejauhan.


Melodi acuh. Terus berjalan untuk melihat Suri dan Sky.

__ADS_1


Apa mereka berhubungan? Tidak mungkin bukan? Tidak mungkin Sky melakukan itu. Apalagi Suri bau seperti ku.


Melodi mengendus aroma tubuhnya yang kini wangi.


"Aku wangi!"


"Ih. Ini kan baju Jason." Katanya setelah sadar.


"Melodi." Teriak Jason sampai ia bisa menggapai langkah kaki Melodi.


"Astaga. Lelah sekali." Jason terengah Merasakan napas yang tersengal.


"Pagi-pagi aku sudah harus berolahraga." Tambah Jason yang berceloteh sendirian.


Melodi tak menghiraukan keberadaan Jason yang gaduh.


Jason yang sudah tenang. Melirik alam sekitar pulau. Langit biru muda kombinasi putih tanpa awan yang ikut berbaur.


Pepohonan di sekitar pulau nampak cantik dan mempesona. Angin sepoi-sepoi menambah nilai keanggunan pulau kecil itu.


Tapi sayang. tempat ini bukan tempat untuk berlibur.


Batin Jason tanpa ingin memberi tahu Melodi si penakut.


Kalau dia tau tempat ini menyeramkan. Dia pasti akan merengek minta pulang sekarang..


Jason tertawa kecil ketika mengingat bagaimana semalam Melodi merengek karena ketakutan.


.


"Apa mereka belum bangun?" Tanya Melodi di bibir pantai, lima meter dari rumah perahu karet.


Ingin rasanya Melodi masuk kedalam. Dan melihat Suri, tapi Jason tak memberi izin..


Jason menggeleng. Tanpa ingin melirik perahu karet miring itu.


"Aku ingin tau nama pulau ini." Gumam Jason saking bahagianya bisa melihat pulau seindah ini.


"Pulau ini si gadis Api." Sahut Melodi tanpa melihat Jason.


"Pulau si gadis Api?" Jason mengulang ucapan Melodi. " Siapa yang menamai pulau ini dengan nama yang cukup aneh. " Lanjut Jason penasaran.


Melodi kembali menjawab. "Aku? Aku yang menamai pulau ini dengan nama. Pulau si gadis Api!"


Frrrtttt...Jason menahan tawanya. Tapi gagal.


Hahahaha... Hahahaha...


.


"Suara siapa itu?"


Suri mendangah menatap Sky. Suara tawa dari luar rumah perahu karet terdengar jelas.


"Bukan siapa-siapa. Kamu masih bermimpi."


"Tidak, tidak. Aku sudah tidak-


Kalimat Suri terhenti. Napasnya seakan tercekat karena Sky!


"Aku, aku tidak bermimpi? Ini nyata? Kamu nyata." Ucap Suri yang nampak terkejut. Tangannya bergerak menggerayangi wajah Sky.


Hidung, bibir, sampai rambut semua di lahap tangan Suri. Sky mengerang hebat merasakan sakit akibat cubitan dan rambutnya yang sengaja di jambak.


"Aw... Sakit. "


Suri tertawa girang. " Kamu datang! Sky, kamu datang. Hiks...hiks..."


Sudah dari semalam aku berada di sini.


Keluh batin Sky.


Suri bersorak kegirangan. Mengecup bibir dan semua area wajah Sky saking bahagianya.


"Hore. Aku selamat. Aku selamat."


.


Melodi dan Jason saling tatap ketika suara Suri menggema.


"Jason? Suri?"


Melodi segera berlari karena takut terjadi apa-apa kepada Suri.


Jason ikut mengejar.

__ADS_1


__ADS_2