
Di saat Sky dan Suri menghadap sang kepala keluarga.
Melodi terkurung di dalam kamar. Lebih tepatnya mengurung diri.
Kamar bernuansa putih elegan itu nampak luas lagi bersih. Melodi menjaga begitu detail.
Sekarang. Melodi akan merapihkan kamarnya sendiri tanpa bantuan para pelayan. Kepulangannya dari pulau membuat Melodi menjadi lebih bersyukur. Menyayangi sang ayah dan menjaga kesehatan adalah keutamaan yang akan selalu di ingatnya. Terdampar di pulau bersama Suri kala itu sudah menyadarkannya arti sebuah kehidupan dan kesempatan.
Mungkin Tuhan menyelamatkan aku agar aku menjadi manusia lebih baik lagi.
Setiap matanya terbuka di pagi hari. Melodi selalu merasakan tubuhnya lebih ringan. Batinnya selalu bergumam tentang kebaikan Tuhan yang sudah memberinya kesempatan kedua.
Melodi menjadi lebih tertutup. Keempat temannya jadi jarang bisa berkunjung seperti biasa. Melodi selalu menolak bertemu. Lagi Melodi belum masuk kampus. Jadi Tamara dan kawan-kawan sulit untuk menemui sang kepala geng. Mungkin nanti. Melodi butuh waktu panjang untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Terdengar berlebihan tapi pengaruh dari terdamparnya di pulau sudah merubah Melodi menjadi lebih baik. Semoga saja.
.
Melodi seperti biasa membereskan tempat tidur agar selalu rapih. Rutinitas si pelayan di kamarnya kini di gantikan olehnya.
Tuan Rian, ayah Melodi awalnya kebingungan melihat perubahan sang putri. Tapi setelah satu Minggu berlalu. Dirinya merasa senang karena Melodi berubah kejalan lebih baik.
Tuan Rian juga selalu bertanya. Apa kepala Melodi terbentur sesuatu ketika terdampar di pulau. Tapi hasil pemeriksaan medis baik. Organ dalam tubuhnya normal tidak ada hal yang mesti di khawatirkan.
Melihat wajah bingung sang ayah kala di rumah sakit membuat Melodi tertawa terbahak-bahak
.
"Hahaha ...Papa, papa." Melodi tertawa di depan cermin. Terus menggelengkan kepala ketika bayangan wajah polos sang Papa terus teringat.
Melodi terus mempercantik diri padahal dirinya tidak akan pergi ke luar atau berjalan-jalan seperti sebelumnya. Menghabiskan waktu bersama keempat temannya adalah rutinitas setiap hari Melodi. Tapi sekarang Melodi enggan menemui teman-temannya.
Suri? Bagaimana keadaan kamu sekarang? Apa dia sudah sehat.
Tiba-tiba saja. Melodi termenung di depan cermin. Menatap kosong pantulan wajahnya. Bayangan Suri yang menggigil kala itu masih terbentuk sempurna dalam ingatan.
Diam-diam Melodi melirik ponselnya yang berdekatan dengan satu kertas berisikan dua nama dengan nomor masing-masing.
Jason, Suri.
Kedua nomor milik Jason dan Suri ada di sana.
.
"Suri, kalau nanti kita keluar dari pulau ini dengan selamat. Aku ingin nomor telepon kamu."
Suri melirik Melodi antusias. Tersenyum manis sembari Mengangguk.
"Seandainya di sini ada kertas aku akan langsung-
"Ya, nanti aja." Timpal Melodi segera.
__ADS_1
.
Melodi tersenyum ketika mengingat obrolannya dengan Suri kala masih terjebak di pulau.
Tak membuang waktu. Melodi langsung bergerak mendekati ponselnya. Lama menatap kertas yang ada di atas tangan.
"Menanyakan kabar Suri, bukan hal yang salah."
Jari-jari lentiknya mulai bermain. Tapi tiba-tiba saja. Ponsel itu berbunyi nyaring.
Kening Melodi mengkerut bingung.
Satu buah Nomor telepon tanpa nama terlihat di depan layar ponsel. Tidak asing ketika angka di belakangnya mengalihkan perhatian.
Mata Melodi membulat sempurna menyadari kalau Nomor telepon itu sama dengan.
"Jason?"
.
Jason menunggu dengan sabar panggil darinya di angkat Melodi.
Nomor telepon melodi di dapatnya dari Tamara yang kita tau teman Melodi. Tanpa menaruh curiga Tamara memberikan nomor telepon Melodi kepada Jason.
Jason berdalih meminta nomor telepon Melodi untuk hal penting yang tidak bisa di ketahui Tamara.
Menunggu...
Suara berat Melodi membuat Jason salah tingkah.
"Halo! Jason aku tau ini kamu?" Ulang Melodi di sebrang telpon.
Jason segera bersuara karena sudah ketahuan.
"Ka-kamu tau nomor teleponku dari siapa?" Tanya Jason gugup.
"Dari-
"Tidak penting." Sela Jason cepat.
Melodi menutup mulut saking terkejutnya karena Jason seolah memberikan angin segar.
Apa dia suka padaku? Kenapa sikapnya seperti ini.
"Melodi?"
"Iya! Apa?" Melodi menyahut dengan lembut.
"Jason, apa ada yang ingin kamu katakan?" Tanya Melodi lagi penasaran karena Jason hanya diam di sana.
__ADS_1
Jason menelan ludahnya kasar saking bingungnya.
"Aku, aku!"
"Aku apa? Katakan saja!"
Melodi tak sabaran.
Aku sudah mengubur nama Sky di hatiku. Jason pun tidak buruk. Dia tampan dan juga setara dengan ku. Apa salahnya. Dia juga mengatakan kalau aku ini pasangan hidupnya.
Melodi menghentakkan kaki begitu cepat. Tiba-tiba hatinya beralih ke Jason yang entah sama dengannya.
Cinta tengah berlayar di hati Melodi untuk Jason. Sky terkubur bersama cinta Suri yang juga masih samar.
Kedua wanita muda itu bertingkah aneh setelah pulang dari pulau. Seperti ada sihir yang ikut kedalam kisah cinta mereka.
"Jason?"
"Ah.." Jason tersentak.
"Kamu mau ngomong apa?" Tanya Melodi lagi. Wajahnya sudah memerah karena terlalu senang.
Dari mana aku harus memulai.
Jason panik sendirian. Beruntung dirinya berada di dalam kamar jadi tak ada yang melihat wajahnya.
"Kalau kamu terus diam aku tutup."
"Jangan." Seru Jason cepat.
Melodi menyungsingkan senyum mengembang.
"Ya sudah cepat katakan? Kamu mau ngomong apa?"
Jason menarik napas dalam-dalam.
Melodi menanti dengan tidak sabar.
Dia pasti mau bilang I love you..
Batin Melodi.
"Aku-
"Iya! Aku apa?"
"Aku, aku mau-
"Mau apa Jason? kamu mau bilang Lo-
__ADS_1
"Aku mau kamu mengembalikan bajuku! Itu yang mau aku katakan."