Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Dunia Sky


__ADS_3

Di tengah pelajaran. Suri celingukan. Melirik kawan-kawannya yang terus saja menatapnya. Dirinya seperti manusia aneh yang ikut berbaur bersama mereka.


Apa mereka masih belum puas juga! atau mereka ingin aku melakukan hal yang mereka suka! Mereka semua aneh! Kalian dan keluarga Sky aneh!


Suri bergumam dalam hati. Memilih acuh dan fokus ke depan tanpa ingin menghiraukan semua mata teman-temannya yang menyebalkan.


"Suri!"


"Iya, Miss!"


"Maju, dan jelaskan kembali materi yang baru Miss katakan."


Suri mengangguk patuh. Berjalan menghampiri Bu dosen dengan percaya diri. Suri gadis yang pintar jadi untuk maju ke depan memenuhi perintah sang dosen bukan perkara sulit.


Teman-teman Suri dan Bu Dosen begitu terpukau mendengar kalimat demi kalimat yang di katakan Suri amat luwes dan cakap. Gerak tangan menggampangkan bagaimana Suri Christabel Jocelyn yang sebenarnya. Dalam diam teman-teman Suri yang memandang Suri rendah setuju! bahwa sang gadis berkacamata adalah gadis baik-baik yang di didik baik pula oleh keluarganya.


"Ternyata dia gadis pintar." Bisik salah satu wanita yang duduk tepat di bangku belakang Suri.


Teman wanitanya mengangguk setuju.


Dia memang pintar, tapi terlalu bodoh untuk bisa menilai bagaimana Keluarga Barata. Mungkin sebentar lagi Sky akan bosan dan membuangnya.


Batin seorang wanita muda yang jelas iri kepada Suri dan kehidupannya. Sebenarnya siapa yang tidak iri dengan hidup Suri saat ini! Bukan hanya masuk kedalam keluarga sekelas Barata, tapi juga begitu mudah menjadi istri seorang Sky Antony Barata. Laki-laki tampan yang begitu sempurna. Di lihat dari sudut manapun Suri bukan pendamping yang sesuai bagi Sky. Sky yang sempurna di sandingkan dengan Suri yang culun, tidak segelas, dan masih banyak lagi perbedaan di antara mereka.


Semua orang, bukan hanya murid di kampus Barata tapi semua penghuni kota mereka tinggal percaya. Kalau pernikahan Sky dan Suri tidak akan langgeng. Hitungan bulan lamanya mereka akan berpindah!


Mendoakan buruk itu nantinya! Memang! Orang-orang mendoakan buruk akan pernikahan mereka.


Setelah kelas selesai Suri memilih duduk menyendiri. Menunggu pelajaran yang masih lama. Untuk itu Suri akan menunggu tanpa ingin keluar kelas. lagi pula dirinya tidak mempunyai teman. Suri pernah punya teman ketika di bangku SMA tapi setelah apa yang terjadi. Mereka semua memilih menjauhi Suri yang malang. Masuknya sang ibu ke rumah sakit jiwa di tambah kebangkrutan sang ayah menambah nilai min Suri di mata teman-temannya kala itu. Jadi sekarang tidak ada tempat untuk mengadu di saat dirinya butuh teman bercerita. Dulu mungkin ada sang Mama. Tapi sekarang Suri menanggung semua seorang diri.


Teman-temannya yang lain asik dengan dunia mereka. Memamerkan bagaimana barang yang mereka kenakan berharga mahal dan limited. Sebagai lagi asik bercengkrama riang di kantin yang mana penampakannya saja bak restoran mewah. Semua yang ada di dalam kampus Barata begitu menakjubkan. Hanya orang dari kalangan atas yang bisa masuk dan menjadi murid di sana. Kampus Barata tidak menyediakan beasiswa. Jadi bisa di tebak kalau anak-anak yang mengenyam pendidikan di sana adalah anak dari pengusaha, politikus, untuk kalangan sedang sebagian ada dari para selebriti.


Suri menghela napas jengah. Meringkuk di atas meja kecilnya. Berusaha menutup mata untuk membuang rasa jenuh. Tiba-tiba Suri ingat Sky sang suami yang tidak lagi di temuinya.


Di rumah mereka memang bisa bertemu bahkan tidur satu ranjang. Tapi di kampus Suri hanya seorang diri. Tidak ada manusia yang mau menemaninya. Para mahasiswi yang lain tidak ada yang mendekat atau sekedar menyapa. entahlah.


"Mereka mungkin takut padaku!" Suri menghela napas lagi.


Mama gimana kabarnya? Suri rindu Ma. Tapi Suri masih belum bisa jenguk mama! Papa sama Mama Nena apa mereka baik-baik saja! Suri apa yang katakan! Mereka jelas baik-baik saja. Mereka juga pasti hidup bahagia.


.


.


Kenyataannya Tuan Chris dan Nyonya Nena masih belum bisa menggunakan uang hasil penjualan sang putri. Keduanya masih bimbang. padahal rentenir dan rumah sakit dimana Nyonya Luna di rawat terus menerus menelepon.


.


.


Di saat Suri mulai menutup mata karena rasa kantuk benar-benar datang melupakan perutnya yang lapar. Teman-temannya yang ada di dalam kelas bergemuruh manakala satu sosok pria lagi tampan berjalan masuk, melewati para mahasiswa dan mahasiswi yang menganga menatapnya.


Sudah satu Minggu lamanya Sky muncul di hadapan para khalayak ramai khususnya di kampus Barata.


"Astaga! Sky masuk ke kelas kita! mimpi apa aku!" Kata salah satu mahasiswi yang mulai oleng. Ketampanan Sky dan tubuh tingginya begitu menyihir mata mereka. Berlebihannya lagi aroma tubuh Sky menyerbu indera penciuman mereka. Seperti iklan pewangi saja..


Mereka terpaku melihat Sky yang berharga. Berjalan penuh karisma. Sky tidak perduli. Dirinya terus berjalan sembari menatap Suri yang terkulai di bangkunya.

__ADS_1


Bruk...bruk... Sky menepuk meja yang ada di dekat Suri. Tapi Suri si tukang tidur enggan mendengar.


Sky menarik napas dalam-dalam. Melihat sesaat kearah teman-teman Suri yang mana menatapnya tanpa berkedip.


"Apa yang kalian lihat? Kalian semua keluar!" Kata Sky lagi berteriak.


Mereka yang mendengar segera berhamburan tidak ingin mendapatkan amukan Sky yang terkenal bengis. Akan tetapi para mahasiswa dan mahasiswi yang keluar lagi-lagi di kejutkan akan dua manusia tampan lainnya.


Daren dan Jason menunggu Sky di luar pintu.


Sedikit informasi. Sky, Daren dan Jason mereka mempunyai kelas sendiri. Ketiganya tidak berbaur bersama mahasiswa dan mahasiswi yang lain. Dari awal Sky tidak ingin berbaur bersama kawan-kawan yang lain. Tuan Diki setuju. Lagipula menyatukan Sky dengan murid yang lain bukan keputusan yang baik. Mengingat Sky tidak bisa sabaran dan berkepribadian ganda! Bisa sangat senang atau sebaliknya. Tabiat buruknya jangan sampai di rasakan mahasiswa yang lain. Cukup para pelayan di mansion saja yang menjadi pelampiasan Sky.


Kembali ke Sky yang saat ini duduk tepat di depan Suri. Si gadis berkacamata yang asik tertidur pulas dengan mulut sedikit menganga.


Sky melipat kedua tangan di depan dada. Menunggu Suri membuka mata. Apa yang di lakukan sama persis seperti di kamar. Sky asik menunggu Suri yang selalu terlambat bangun.


"Bagaimana kalau kamu di siram! Itu pasti akan menggemaskan?" Gumam Sky. Tertawa kecil ketika mengingat bagaimana Suri basah kuyup satu Minggu yang lalu.


Tapi belum juga Sky memanggil seseorang untuk mengambil ember berisikan air. Tubuh Suri bergerak. Suara tawa Sky mengganggu tidur nyenyak Suri.


Sky sedikit terkejut. Dirinya kembali memasang wajah dingin. Menatap sinis Suri yang tengah mengangkat setengah tubuhnya.


"Astaga!" Suri terperanjat. "Ka-kamu ada di sini?" Katanya terbata-bata dan tak percaya.


Suri tersenyum melihat Sky, hanya melihat wajah Sky yang sangar saja Suri sampai bisa tertawa. Tak ada teman membuatnya kesepian.


Sky menunjuk kearah kepala Suri. Di mana rambutnya berantakan dan kacamata yang juga sedikit miring.


Suri mengangguk. Bergegas merapihkan apa yang di tunjuk Sky.


Dari kejauhan tepatnya di ambang pintu. Daren dan Jason diam-diam memperhatikan bagaimana Sky dan Suri berinteraksi. Keduanya begitu asik melihat pasangan suami istri itu. Jelas ini adalah pemandangan yang jarang terjadi atau mungkin untuk yang pertama.


Aku rasa gadis itu biasa saja! Sky bisa nyaman berbicara dengan gadis itu!


Jason bergumam sendiri. Melupakan riuhnya para kaum hawa yang terus tersenyum dan menatap dirinya dan Daren.


Sedangkan Daren tersenyum samar. Melihat kebersamaan Sky dan istrinya, atau tersenyum ketika melihat Suri si gadis berkacamata yang tidak lain adalah istri dari sahabatnya.


Sky berakting cukup baik! Untuk menyakinkan semu orang dan gadis itu.


Daren bergumam seakan mempertanyakan sikap baik Sky dan ucapannya beberapa hari yang lalu tentang Suri.


.


.


"Aku lapar Suri! Ayo makan siang?" Ajak Sky sembari beranjak bangun.


Sebenarnya Suri tidak lapar tapi tidak bisa menolak ajakan Sky, yang sebenarnya juga tidak bisa menerima penolakan.


Keduanya berjalan bersama tanpa bergandengan tangan. Mereka memang suami istri tapi ini area kampus.


"Nanti malam ikut aku keluar."


Untuk pertama kalinya dia mengajak aku keluar! perubahan besar setelah satu Minggu kami keluar istana itu. Apa sekarang kamu benar-benar bisa hidup seperti orang kebanyakan. Bukankah kutukan itu akan menghilangkan kalau kamu menikah!


Suri mengangguk lagi. Merenung ketika Sky mengajaknya keluar untuk yang pertama.

__ADS_1


"Aku lupa! Aku dan kamu kan sudah menikah!"


"Kamu mengatakan apa?" Tanya Sky yang tidak sengaja mendengar gumaman Suri.


"Ah..Itu, aku senang kita bisa bebas dari Mansion." Jawab Suri. Wajahnya nampak memerah karena takut salah bicara.


Sky mengangguk.


Suri menghela napas lega. Keduanya kembali berjalan untuk ke kantin sembari menikmati tatapan mata para mahasiswa dan mahasiswi yang di lewati keduanya.


.


.


Malam harinya...


Sky dan Suri berpamitan kepada Tuan Diki dan Nyonya Rose. Tidak ada larangan atau amukan seperti biasa. Sekarang Sky dapat keluar masuk rumah dengan bebas berdua bersama Suri, tanpa ada rombongan pengawal yang menyebalkan.


Sky memacu mobilnya. Tersenyum penuh kemenangan ketika dapat keluar seorang diri maksudnya bersama Suri yang ada di samping. Ikut tersenyum bahagia karena ini adalah untuk yang pertama bisa keluar di malam hari.


"Sky, kita mau ke mana!" Tanya Suri. Malam itu Suri nampak cantik dengan celana berbahan jeans. Untuk atasan Suri hanya mengenakan kemeja berlengan panjang. Tidak jauh berbeda dengan Sky. Karena Sky mengatakan mereka akan pergi ke suatu tempat yang penuh kejutan.


"Kamu tau? aku suka dengan mobil dan semua yang berhubungan dengan otomotif aku suka."


"Bengkel maksudnya?" Tebak Suri asal.


Sky menggeleng. " Aku suka mobil yang berjalan dengan cepat."


"Oh! aku tau! Balapan?" Katanya antusias.


Sky mengangguk. "Itu dia."


Balapan! Sky benar. Keduanya menuju tepat yang di maksud. Mobil Sky masuk kedalam gerbang yang mana di Depannya terdapat bangunan amat besar. Suri mengerut kening.


"Ini bukannya?"


"Kamu benar, ini Sirkuit."


Yang kebetulan milik Barata Company.


"Kita ke sini? Memang malam-malam begini ada balap mobil?" Tanya Suri begitu polos.


Sky tak menjawab, dirinya malah menyeringai melihat wajah sang istri yang membeku.


Di dalam Sky sudah di sambut riuhnya suara anak muda. Laki-laki dan perempuan berbaju kasual dan penuh gaya berkerumun. Bersorak kegirangan ketika mobil Sky masuk.


Di antara riuhnya para anak muda seumur mereka yang haus kesenangan, ada dua sosok yang tidak asing. Daren dan Jason sudah nangkring di dalam mobil mereka seperti siap memanaskan jalanan berkelok di depan mereka. Beruntunglah mereka tidak akan di tangkap polisi karena mereka berada di tempat di mana balapan kelas dunia di adakan. Adanya Sky semua yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin.


Suri semakin kebingungan ketika masuk dan melihat ternyata sudah banyak orang yang mana Suri mengenal wajah mereka.


Itu kan para mahasiswa dan mahasiswi Barata.


Gumamnya tak percaya.


"Sky, kamu yang mau balapan?" Tanya Suri. Masih menatap luar mobil.


"Iya, aku yang mau balapan! Sekarang kamu keluar dan liat bagaimana aku memanaskan jalanan itu."

__ADS_1


__ADS_2