Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Kembalilah...


__ADS_3

Suri segera masuk kedalam kamar Queen setelah melewati para pelayan yang masih sibuk menghabiskan sisa kerja mereka.


Sementara Sky baru saja keluar dari lift. Kakinya perlahan melangkah mendekati kamar Queen yang mana terbuka sedikit. Di pikir Suri pasti baru masuk kedalamnya.


Tok...tok....tok...


Suri baru ingin mendekati ranjang sang putri terpaksa menoleh kearah pintu kamar.


Sky membuka pintu kamar perlahan. Tersenyum canggung ketika Suri menoleh ke arahnya.


"Sky?" Suri nampak salah tingkah lagi, melihat Sky berdiri di ambang pintu dengan tersenyum.


Sky memberanikan diri masuk tanpa di minta Suri. Bukankah ini rumahnya, dan yang tidur di ranjang itu putrinya? Jadi tak ada alasan Sky meminta izin kepada Suri.


"Apa Queen bangun?" ragu-ragu Sky bertanya sembari mendekati Suri yang ada di ambang ranjang.


Suri menggeleng pelan sebagai jawaban..


Sky mengangguk dengan perasaan canggung.


Keduanya terdiam, menatap Queen yang terlelap dalam hangatnya selimut berwarna pink, warna kesukaannya.


Baik Suri dan Sky asik menatap bagaimana putri mereka tidur, terkecoh dengan kecantikan sang putri. Sky sampai lupa tujuannya datang ke kamar Queen. Hal itu membuat Suri bertanya tanpa nada tinggi di sana.


"Apa ada yang ingin kamu katakan Sky?"


Sky segera menoleh kearah Suri yang ada di sampingnya. Kepala Sky mengangguk menandakan ucapan Suri itu benar.


Di balkon kamar Queen, Suri dan Sky duduk menghadap lurus. Tak ada pandangan yang di tunjukan, keduanya asik menatap pemandangan malam dari atas balkon.


Suri bersandar nyaman dengan raut wajah datar. Sedangkan Sky sesekali asik mencuri pandangan. Suri berkata. "Kenapa Sky? Kenapa kamu diam?"


Sky yang terkenal semena-mena kini nampak lain, Pria di sampingnya terlihat bukan Sky, itu yang Suri tangkap. Bertahun lamanya tak bertemu mungkin membuat Sky menjadi pribadi lebih baik.


Dengan santai Sky berkata. "Apa yang saat ini di depan mataku Suri christabel Jocelyn?"


Suri menoleh dengan senyuman tipis. "Ada apa dengan pertanyaan itu?"


"Tidak ada? Aku hanya penasaran saja? Bagaimana kamu pergi tanpa kabar dan sekarang kembali membawa seorang putri cantik." Ada kilauan perasaan tidak nyata di kedua mata Sky.


Jelas Sky mengingat penderita dan penyesalan yang Suri tinggalkan sekian tahun lamanya. Sungguh teganya wanita yang saat ini menatapnya. Tapi bukankah kepergiannya juga karena kesalahannya? Sky menunduk setelahnya merasa malu sudah mengatakan demikian.


"Maaf," ucapnya lemas setelah sadar akan apa yang di ungkapannya.


Tapi Suri malah tersenyum alih-alih marah. Ia mendorong tubuhnya meninggalkan kenyamanan sofa lalu menatap Sky cukup lama.


"Sejujurnya aku lelah dan ingin beristirahat, tapi aku juga ingin menghabiskan waktu dengan mu!"


Sky seperti mendapat angin segar. Kedua bibirnya tertarik memperlihatkan sebuah senyuman kikuk.


"Aku belum selesai! Tapi kamu sudah berpikir demikian!" Suri menghela napas panjang melihat Sky tersenyum. sembari bersandar Suri berkata lagi. "Aku hanya ingin menghabiskan sisa waktu ku di sini bersamamu sebelum aku dan Queen kembali ke kota kami!"


Deg... Senyuman amat kikuk itu menghilang sekejap mata. Wanita yang di cintainya selama ini nampak lain? Egois dan tak ada perasaan iba, lupakan dirinya yang mungkin merasa bersalah, Suri yang tadi pagi di sambutnya berbeda terasa.


Tak ada kata dari Sky, ia hanya mematung dengan tatapan mata kosong.


Suri segera bangkit, menyandarkan tubuhnya ke depan pagar hitam yang menjadi penyanggah balkon. Sky sendiri diam memperhatikan tanpa ingin beranjak bangun.


"Tak ada yang berubah, semua seperti dulu. Tempat ini seperti kamu!" Suri menoleh kearah belakang di mana Sky duduk..


"Kedatangan ku hanya untuk mempertemukan Queen dengan kamu dan Mama Rose, hanya itu. Sejujurnya aku merasa bimbang ketika selebaran tentangku berseliweran di kota ku, Kak Tristan begitu gigih mencari keberadaan ku dan Queen. Tapi aku tak takut. Pengacara dari kenalanku tidak aku iyakan bantuannya. Karena aku tau keluarga mu tidak akan menuntut apapun dariku. Aku tidak berniat hadir dan mengatakan Queen kepada Kak Tristan, tapi Kamu melakukan hal yang sama, mencari keberadaan ku dan Queen! Sungguh Sky aku ketakutan. Rasanya aku ingin mati atau lari lebih jauh lagi membawa Queen. Tapi sampai kapan aku harus berlari?" Suri jeda, ia menyeka air matanya yang tumpah seperti perasaannya yang ia luapkan.


Tidak Suri! Jangan ada lagi air mata. Bukan ini yang kamu inginkan, bukan.

__ADS_1


Suri berusaha kuat, menahan air matanya agar tidak tumpah lagi.


Sky tertunduk diam membuat Suri mendekatinya. Suri menarik tangan Sky yang dingin itu.


"Suri, maafkan aku! Maaf karena aku-


"Tidak Sky! Cukup! Jangan lagi katakan maaf, aku sudah puas meninggalkan kamu dan membawa Queen empat tahun lamanya, aku selalu berusaha mengubur namamu tanpa ingin aku menggalinya lagi. Menata hidup ku yang hancur sudah aku lakukan, begitu juga dengan perasaan ku kepadamu yang selama ini aku pendam."


Kepala Sky yang berat itu terangkat. Menatap Suri lekat Seolah tertarik dengan kalimat 'perasaan ku yang terpendam'


"Tidak mudah bagiku untuk melupakan kamu, itu adalah kebenaran yang harus kamu ketahui. Tapi hidup harus di jalani, aku melihat sekeliling ku dan kenyataan yang ada!" Suri menarik tangannya yang tadi menggenggam tangan Sky..


"Suri? Apa yang kamu katakan? Aku tidak mengerti?" tanya Sky lemas.


Suri menggelengkan kepala sembari tersenyum tipis. "Aku cuma ingin mengatakan, mulai dari sekarang bisakah kita berteman! Itu akan membuatku nyaman."


Tubuh Sky seperti di tindih bongkahan es yang besar, napasnya memburu, jantung dan tubuhnya bergetar hebat. Ajakan Suri membuat dirinya mematung.


Bukan ini yang di inginkan Sky, Sky tak sabaran sampai mengejar Suri berbicara tanpa memberinya ruang. Sekarang yang terjadi, Suri mengajaknya berteman bukannya ingin berdamai dan berakhir dengan kemesraan!


"Berteman?" Sky mengulang kata itu penuh kesedihan.


Suri mengangguk sembari memejamkan mata.


Keduanya diam, tak ada lagi kata yang terdengar. Sky sibuk menata hatinya yang hancur. Sedangkan Suri menenangkan pikiran yang semrawut.


Sky mendapatkan buah dari ketidak sabarannya atas Suri yang baru saja di temui nya, terbersit perasaan menyesal atas apa yang terjadi.


Keadaan mulai canggung kembali, Suri yang sudah tenang bersuara untuk menghilangkan suasana lebih canggung lagi.


"Oh iya, bagaimana kabar Jason, Daren dan Melodi?"


"Tidakkah mereka penting untuk saat ini?" Sky mengingatkan Suri untuk melihat di mana mereka sekarang.


"Sky kemarin lah?" katanya.


Sky segera bangkit. Berjalan menghampiri Suri menatap wanita yang sudah mengajaknya berteman itu dengan mata sayu.


Suri maju perlahan lalu memeluk Sky.


Sky, aku tidak ingin berakhir seperti ini. Tapi aku merasa kita tidak sejalan lagi.


Suri menangis dalam diam. Merasakan kedua tangan Sky melingkar di pinggangnya.


"Suri, aku tidak ingin kita berteman!"


.


"Sky ada?"


Dua pria tampan dengan pakaian kasual dan satu wanita cantik berdiri di depan pintu utama mansion, menghadap satu pelayan yang tengah membungkuk.


"Mari tuan."


Nyonya Rose tengah menikmati santainya bersama Tristan dan Dokter Kamla. Ketiganya menyambut kedatangan ketiga tamu itu.


"Tante." ketiganya menyapa sembari membungkuk.


"Kalian apa kabar?" tanya Tristan.


Jason menjawab. "kami baik Kak."


"Wah, Kakak terlihat lebih tampan sekarang!" Melodi menggoda Tristan begitu bahagia. apalagi kebenaran tentang dirinya yang bisa berjalan kembali tersebar keseluruhan kota.

__ADS_1


Tristan tersenyum manis mendapati pertanyaan itu.


Mereka berbincang tentang banyak hal sampai Sky dan Suri turun bersama.


Mata ketiga sahabat itu melongo tak percaya melihat Suri berdiri di depan mata mereka membawa senyuman yang sudah lama tak terlihat.


Melodi langsung bangkit dan memeluk Suri.


"Suri, kamu jahat! Kamu jahat sekali." Melodi mengoceh dengan perasaan lega. Menumpahkan rasa kesal dan bahagianya kepada Suri yang mana juga terisak.


"Melodi? Aku sangat merindukanmu."


"Rindu apanya, kamu pergi ga ada kabar. Apa itu yang namanya sahabat."


Yang lain hanya tertawa dan berkaca-kaca melihat Suri dan melodi melepas rindu.


"Aku mohon jangan pergi lagi."


Sky bersuara lemah menatap Suri dengan tatapan memelas.


Yang lain mengangguk setuju lalu bergantian menyuarakan.


"Kembalilah Suri."


"Kota ini masih luas untuk mu Suri."


"Biarkan Queen tinggal di kota ini."


Suri menitikkan air mata, menangis melihat semua bersuara menyakinkan dirinya.


"Beri aku waktu untuk berpikir."


.


Dua bulan kemudian....


Sky keluar dari dalam mobil. Tersenyum lebar melihat seseorang yang tengah berjalan dari dalam bandara bersama seorang gadis mungil dan dua wanita paruh baya.


"Daddy!" Teriak si gadis mungil.


Sky merentangkan tangannya untuk menyambut si pemilik suara.


"Queen."


"Queen rindu Daddy."


"Daddy juga sayang."


"Mommy setuju untuk tinggal di kota ini. Daddy," celoteh Queen yang asik bergelantungan di tubuh Sky.


Suri dan kedua Mamanya berdiri di depan Sky..


"Selamat datang Suri." sambut Sky yang di jawab anggukan kecil dari Suri.


'Entah akan seperti apa kedepannya, tapi aku akan mengikuti kata hatiku. Mungkin Sky benar. Kota ini adalah tempat tinggal yang nyaman untuk ku dan Queen. Begitu juga untuk mama Luna dan Mama Nena. Aku akan menata kembali hidup ku di kota ini bersama orang yang aku kasihi? entah bersama Sky atau tidak aku tidak akan lari lagi.'


'Aku sudah berdamai dengan keadaan.'


Suri tersenyum manis dan mengandeng Queen yang juga menarik tangan Sky. Ketiganya berjalan bersama-sama penuh kebahagiaan. Menatap masa depan yang entah seperti apa.


Laksana bulan yang mengitari bumi atau laksana bumi yang mengitari bulan. Keduanya sama-sama saling membutuhkan walaupun keduanya lupa ada matahari dan planet lainnya. Seperti itulah kehidupan, saling membutuhkan dan terhubung.


Suri memutuskan kembali ke kotanya membawa Queen sang putri dan kedua Mamanya, yang pasti dalam bayang-bayang Sang mantan suami, Sky Antoni Barata. Seperti yang Suri ungkapkan. Entah akan seperti apa nanti yang pasti hidup akan selalu berjalan. Berdoa untuk keduanya hidup bahagia membesarkan Queen putri mereka. Kebersamaan keduanya masih menjadi misteri. Hanya Suri dan Sky yang tau. Tapi yang pasti hidup mereka bahagia.

__ADS_1


.........TAMAT.......


__ADS_2