Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Api Unggun Itu!


__ADS_3

Melodi berlari membawa buah kelapa yang menetes. berusaha menahannya agar bisa di minum Suri. Kelapa hampiri habis dari pohonnya. Suri dan Melodi memangkasnya dari atas pohon sebagai stok.


"Ayo bangun!" Melodi meletakan buah kepala itu. Dirinya membantu Suri untuk duduk.


"Argh!" Suri mengerang pelan. Merasakan pusing yang mana membuat matanya tak sanggup untuk terbuka.


"Ini."


Buah kepala Melodi letakkan di bibir Suri. Suri mengecap bibirnya. Mendangah perlahan. Meneguk air kelapa dengan rakus.


Melihat Suri yang sakit membuat Melodi terus menangis.


"Tuhan, sembuhkan, Suri!" Melodi berdoa di saat Suri tengah meneguk air kelapa.


Sontak Suri terdiam. Berhenti memuaskan tenggorokannya ketika mendengar doa Melodi.


Perlahan mata berat Suri terbuka. Menatap Melodi yang masih menangis.


"Kalau nantinya kita keluar dari tempat ini dengan selamat. Kamu mau menjadi sahabatku? " Kata Suri di saat tenaganya mulai habis.


Sembari terisak Melodi mengangguk. Memeluk Suri erat.


"Jangan sakit!" Bisik Melodi dengan suara bergetar


Suri mengangguk dengan tangis yang senyap.


Ternyata kamu memang gadis yang baik, Melodi.


.


Malam kembali datang.


Suri berbaring di dekat api unggun bersama Melodi yang senantiasa menemani.


Tubuh Suri masih panas. Dan tak ada aing untuk mengompresnya. Terpaksa Melodi menggunakan air laut yang asin dan juga memotong sedikit bajunya sebagai pengganti handuk. Ia letakan potongan kain itu ke atas kening Suri.


"Besok kamu pasti sudah sehat kembali." Kata Melodi sembari menekan kain itu.


Suri mengangguk pelan.


"Terimakasih, kamu sudah mau merawat ku." Suri bersuara pelan. pita suaranya hampir habis. Seolah-olah tenaganya di serap tanah!


Melodi tersenyum saja. "Tidurlah, agar besok kamu bisa kembali segar."


Suri mengangguk. Memaksakan dirinya beristirahat. Walaupun terasa sulit. Suri tau Melodi penakut jadi dirinya tidak tega kalau harus membiarkan sang dara bergadang sendirian. Tapi tubuhnya tak kuat kalau harus terjaga.


Untuk itu Suri menarik tangan Melodi memintanya untuk berbaring.


Melodi menurut.


Melodi merebahkan tubuhnya di samping Suri dengan masih menekan kain di atas kening panas Suri.


"Kamu juga harus tidur." Kata Suri.


Melodi mengangguk patuh. Mulai memejamkan mata yang memang sedari tadi sudah berat untuk terjaga.


Keduanya tertidur pulas. Berharap pagi segera datang menghadapi hari yang akan sama.


.


.


Sementara itu. Sky dan Jason baru saja meninggalkan kapal tim SAR.


Mereka berdua berlayar dalam satu Speed boat tanpa bantuan siapapun.


Pesan Mama peramal terus tertanam di benak keduanya.


Tanpa kata Sky membuka botol kaca yang berisikan air. Air pemberian Mama peramal.


'Teteskan air ini setiap jarak seratus meter. Terus sampai kalian tiba di pulau itu. Pandangan lurus ke depan. Jangan sesekali menoleh kebelakang atau kemanapun. Kalau di perjalanan kalian nanti mendengar suara apapun itu jangan dengarkan! Kalian tidak akan menemukan pasangan kalian kalau kalian melanggar aturan. Pasangan kalian ada di pulau itu."


Pesan Mama peramal yang panjang. Sampai-sampai Jason menulisnya untuk berjaga-jaga.


Dalam kesunyian. Speed boat terus melaju. Sky dengan hati-hati menuangkan air suci di sepanjang laut seperti yang di katakan Mama peramal.

__ADS_1


Jason mengemudikan speed boat. Sesekali merasakan bulu kuduknya berdiri tanpa sebab. Kabut benar-benar menghalangi pandangan mereka.


'Sky tolong! Sky, aku di sini."


'Jason! Tolong aku!'


Jason mengerutkan kening ketika suara meminta tolong samar terdengar.


Tapi Jason mengingat ucapan Mama peramal.


Jangan menoleh kearah manapun.


Jason mengangguk seorang diri. Terus acuh dan fokus menjalankan speed boat.


Sky melirik Jason. Dirinya juga mendengar suara itu. Sama halnya dengan Jason, Sky juga acuh dan terus fokus.


Di sepanjang perjalanan. Tak sedikit gangguan yang di suguhkan. Suara rintihan dan minta tolong terus menerus menggoda mereka. Tapi lagi-lagi Kedua sahabat itu acuh. Benar yang di katakan Mama peramal, rintangan untuk bisa mencapai pulau misterius itu amat berat.


Logika mereka bermain.


Bagaimana mungkin ada suara rintihan dan suara orang minta tolong di tengah lautan. Itu jelas bukan manusia melainkan makhluk tak kasat mata. Beruntung Sky dan Jason dapat melawan rasa takut yang luar biasa itu.


Waktu terus berjalan. Malam semakin larut. Pukul 11 malam tepatnya.


Jason menghela napas setelah melirik jam tangannya.


Tuhan, kenapa rasanya lama sekali.


"Jason? hidupkan lampu utama!" Pinta Sky tiba-tiba.


Jason mengangguk di saat dirinya mulai di dera kebingungan.


"Arahkan ke sana!" Sky menunjuk depan laut yang di selimuti kabut tebal.


Lampu utama bercahaya terang terangkat. Menerangi kabut hitam itu.


"Tidak ada apa-apa!" Bisik Jason. Terus mencari objek yang di lindungi kabut hitam itu.


Sky diam. Dirinya menutup mata.


"Tutup matamu!" Pinta Sky.


Keduanya menutup mata. Merasakan hembusan angin dan suara-suara aneh yang terus terngiang dan semakin dekat.


Dalam keadaan mata tertutup. Sky kembali membuka penutup botol kaca.


Sisa air suci ini. Lemparkan di saat hatimu yakin. Kabut akan semakin hitam.


Kata Mama peramal kepada Sky ketika mereka akan naik speed boat.


Tuhan, pertemukan aku dengan mereka. Suri dan Melodi.


Dan Sky mulai memercikan air suci ke depan. Seolah memisahkan kabut hitam itu.


.


Suri menggigil hebat. Bibirnya menjadi sedikit biru gelap.


Matanya terbuka dengan terpaksa. Mencari apa saja yang bisa melindungi tubuhnya.


"Dingin! Dingin!" Rengek Suri. Tak kuat menahan tubuhnya yang bak di simpan di dalam freezer.


Melodi yang tertidur pulas terpaksa harus membuka mata ketika tubuhnya seakan di guncang.


"Astaga, Suri!" Melodi bergegas bangun.


Mendekap tubuh Suri yang menggigil.


"Suri! Tenang ada aku..Hiks...hiks..." Melodi menangis kembali.


"Aku tidak kuat! Aku kedinginan! Melodi! Aku tidak kuat!" Suri merintih hebat. Tubuhnya bergetar tak karuan.


"Aku hangatkan! Aku hangatkan kamu!" Jawab Melodi. Sembari terus merapatkan tubuhnya dengan tubuh Suri.


"Melodi! Aku kedinginan!"

__ADS_1


Hiks...hiks...hiks..." Suri aku mohon bertahan! Hiks..hiks... Tolong!!!"


.


Tolong!!!!


Mata Sky dan Jason terbuka ketika suara minta tolong seperti tadi terdengar. Pandangan mereka tertuju pada sebuah pulau yang kini nampak jelas.


Kabut itu pergi.


Pikir Jason.


"Ayo, Jason! Cepat!"


Jason mengangguk. Segera menghidupkan mesin speed boat dengan kecepatan tinggi.


"Tunggu aku!" Gumam Sky dengan wajah pucat.


Aku yakin itu pasti pulaunya.


Sky yakin dengan keyakinannya ketika melihat pulau itu. Selama ini pulau yang saat ini mereka tuju seakan tak terlihat. Tapi sekarang!


.


Hiks....hiks .." Suri, aku mohon hiks ..hiks..."


Melodi ketakutan. Menangis sejadi-jadinya karena Suri semakin tak terkendali. Tubuhnya terus bergetar hebat.


"Dingin..Dingin.." Suri terus merintih.


"Tolong.. Hiks...hiks... Tolong! Siapapun tolong. Hiks...hiks...Suri aku mohon bertahan!"


.


Speed boat menepi di bibir pantai. Suara teriakan Melodi seakan menjadi penerang mereka.


"Ayo cepat. Jason."


Jason segera turun. Berlari bersama Sky menuju titik suara Melodi.


"Suri!!" Sky berterik.


"Suri!" Gantian Jason yang berteriak.


"Jason, panggil nama Melodi!" Pinta Sky kepada Jason. Seolah mengingatkan apa yang di katakan Mama peramal.


Jason menggigit bibirnya karena tidak ingin melakukan itu. Menyebut nama Melodi adalah tantangan baginya.


Tapi tidak ada pilihan.


Jason mulai mengumpulkan keberanian.


"Melodi!" Teriak Jason.


Nama Suri dan Melodi terus di suarakan.


.


"Tolong! Tolong! Kami di sini!"


Melodi merespon suara Sky dan Jason.


Sedikit tersenyum ketika ada suara yang memanggil namanya dan Suri.


"Suri, Suri. Penyelamat datang! Kita selamat. Kita selamat."


Suri acuh dirinya terus sibuk menggigil.


"Kami di sini! Kami di sini!" Melodi berteriak lagi.


.


"Sky! Itu mereka!" Pikir Jason. Mengarahkan senter kearah api unggun yang berkobar.


Tanpa kata Sky berlari di susul Jason.

__ADS_1


"Suri!" Teriak Sky sembari berlari.


"Sky!" Seru Melodi sumringah. Melihat Sky datang menghampiri.


__ADS_2