Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Menyisakan Kenangan


__ADS_3

"Suri apa kamu baik-baik saja?" Tanya Melodi khawatir dari luar rumah perahu karet. Di belakangnya ada Jason yang menunggu dengan wajah sama khawatirnya.


Menunggu. Sampai suara lantang Sky menjawab.


"Jangan masuk! Jangan masuk!"


Melodi dan Jason kompak mengangguk patuh.


.


Di dalam. Sky dan Suri sibuk dengan urusan masing-masing. Pakaian berhamburan di segala arah.


Suri menggerutu kesal atas apa yang sudah di lakukan Sky.


Seolah paham. Sky bersuara di tengah kesibukannya.


"Aku mengobati mu!" Hanya itu saja yang di katakan Sky berharap Suri akan mengerti.


Tapi Suri malah mengendus kesal. Tanpa kata langsung melenggang pergi meninggalkan Sky yang masih sibuk.


"Mengobati apanya?" Suri mencibir bantuan Sky yang menurutnya konyol.


Tapi ketika kaki siap keluar. Sky berterik manja.


"Bantu aku!" Sky cengengesan.


Suri menoleh segera membawa Tatapan mengintimidasi.


"Tolong." Seru Sky lagi manja.


Suri menghela napas berat. Tak kuasa kalau harus keluar dengan keadaan sang suami tengah mendapatkan masalah dengan pakaiannya.


Suri mengalah. Dirinya balik badan dan kembali berdiri di depan Sky, yang mana satu tangannya menerobos bagian lubang leher.


Sky tersenyum penuh cinta ketika Suri membantunya bersiap.


"Ini yang pertama kamu membantu aku." Seru Sky. Menatap Suri takjub padahal keadaannya membuat siapa saja pasti enggan memuji.


"Mulai sekarang. Belajar memaki baju sendiri!" Jawab Suri ketus. Gerak cepat berjalan keluar.


Sky tersenyum. Cengengesan melihat Suri yang salah tingkah.


"Sepuluh hari aku di kapal. Di sana aku sendirian memaki baju bahkan mandi!"


Sky berbicara seorang diri sembari melenggang keluar rumah perahu karet.


.


.


Sore harinya.


Sky dan Jason duduk di depan api unggun yang berkobar.


Jason menyalakan api unggun alih-alih Suri. Dirinya menggunakan sedikit bahan bakar untuk menghidupkan api.


Sky tengah menunggu makan siang yang di sediakan Jason. Makanan kaleng tengah di hangatkan di dalam Ari yang mendidih. Sky tak melakukan apa-apa..Jason bekerja sendiri dengan ikhlas atau mungkin terpaksa. Karena Sky belum pernah menyentuh peralatan memasak.

__ADS_1


Menurut Sky apa Jason seperti dirinya? Jawabannya adalah Iya! Jason sama halnya dengan Sky Tuan muda yang angkuh.


Sky, Jason dan Daren adalah tiga pria tampan yang di manjakan dengan kemewahan dan uang. Semua yang mereka inginkan akan sangat mudah di dapat.


Tapi Jason dan Daren lebih waras ketimbang Sky. Yang tak bisa apa-apa selain menyiksa orang dan menggauli istrinya!


Kenyataan yang sangat nyeleneh. Di dunia nyata lelaki macam Sky mungkin sudah di caci istri dan keluarganya. Tapi Sky seorang tuan muda. Ingat, putra kedua dari keluarga terkaya nomor dua di dunia.


Tak pantas baginya untuk menyentuh panci atau spatula. Nyonya Rose akan sangat marah jika tau Sky kesusahan seperti saat ini.


Diam-diam Jason melirik ke arah lain.


"Kapan mereka selesai?" Tanya Jason sembari terus memanaskan makanan.


Sky ikut menoleh kearah Suri dan Melodi berada.


Kedua wanita muda itu tengah berjongkok di depan pantai yang di kelilingi bebatuan.


Sky menyunggingkan senyuman. Merasa lucu melihat bagaimana Suri dan Melodi membersihkan diri dengan air laut.


.


"Suri, ini asin!" Rengek Melodi. Menggeleng kuat sembari terus menggosok giginya.


Suri menganggukkan kepalanya tanda setuju. Air asin laut dan pedasnya pasta gigi menari di dalam mulut keduanya.


Nilai plusnya. Kini gigi mereka yang kotor dapat bersih kembali. Tapi sepertinya nanti sehabis keluar dari pulau mereka harus membuat agenda pergi ke Dokter gigi dan spa, untuk mengembalikan kecantikan dan aroma tubuh masing-masing.


Suara erangan terus teringan. Membuat Jason tertawa sampai tak fokus pada makanan.


Melihat Jason tak konsentrasi. Sky berdecak kesal. Inisiatif mencari kerikil yang bertebaran di sekitarnya.


"Aw!" Jason mengerang karena sakit.


"Apa yang kamu lihat?" Seru Sky dari belakang Jason.


"Cepatlah, sebentar lagi mereka datang."


Jason mengendus kesal. kembali fokus menatap panci.


"Setidaknya kamu harus membantu aku." Keluh Jason kepada Sky. Yang asik duduk tanpa berniat membantu.


Sky malah berdasar pada batang pohon kelapa sembari memperhatikan Suri yang tengah tertawa girang bersama Melodi. Mengabaikan ocehan Jason.


.


Di balik bebatuan Suri berganti baju. Sama halnya dengan Jason. Sky juga membawa ransel berisikan baju dan keperluan lain yang akan di gunakan sang istri.


Melodi suka rela menjadi tirai untuk Suri. Mengawasi sekitar dan juga keberadaan Sky dan Jason. Diam-diam, Melodi tersenyum manis menatap Sky yang tengah berdebat dengan Jason.


Kenapa kamu begitu tampan dari jarak sejauh ini.


Melodi memuji dalam hati. Terpesona dengan keindahan Sky yang tampan lagi gagah. Janjinya kepada Suri di lupakan.


Hatiku tak bisa berbohong.


"Ups." Melodi segera menutup mulutnya. Melirik kearah Suri yang masih sibuk berganti baju.

__ADS_1


"Jangan. Jangan, Sekeras apapun kamu berusaha. Dia tidak akan pernah menjadi milikku." Lirih Melodi. Wajahnya lesu nampak tak bersemangat.


"Siapa yang kamu maksud?" Tiba-tiba Suri muncul di hadapan. Sudah berganti baju begitu cepat.


"Sky maksudmu?" Lanjut Suri. Sembari melirik kearah Sky dan Jason.


Melodi gugup. "Karena kamu sudah tau maka aku akan mengangguk!" Melodi mengangguk seperti yang di katakan.


Suri bukannya marah. Dirinya malah tersenyum.


"Kamu ga marah?" Tanya Melodi.


Suri menggeleng segera.


"Kenapa aku harus marah? Walaupun aku istrinya tapi aku juga belum bisa membuka hatiku. Melodi," Suri menepuk pundak Melodi.


"Kamu adalah orang pertama yang mungkin mencintai Sky, sedangkan aku orang baru yang tiba-tiba datang dan menjadi istri Sky. Kamu patut marah padaku. Tapi kamu juga harus ingat. Sekarang aku istrinya Sky, Suka tidak suka aku adalah istrinya. Maafkan aku Melodi. Maaf kamu harus menerima kenyataan ini."


Bibir Melodi menegang. Tangannya mengepal kuat. Bukan marah kepada Suri. Dari awal Melodi membenci keadaan dimana dirinya tidak bisa memiliki Sky. Laki-laki yang begitu di inginkan.


Suri datang dan mati. Melodi bahagia. Tapi itu tak berlangsung lama. Suri christabel Jocelyn datang dan benar-benar menjadi istri Sky bahkan Sky sudah mencintainya.


"Aku tidak keberatan kalau kamu ingin mengatakan apa yang ingin kamu katakan kepada Sky sekarang! Agar kamu lega dan nyaman." Kata Suri penuh kelembutan.


Melodi menatap Suri lekat. Matanya mengelilingi wajah Suri yang masih nampak pucat. Mencari sesuatu di sana.


"Kenapa?" Suri mengerutkan kening sembari tersenyum. Meraba permukaan wajah takutnya ada kotoran.


"Aku sudah tidak lagi menginginkan Sky! Kamu menang!" Seru Melodi tiba-tiba.


Suri mengerutkan kening semakin dalam membuat kerutan di wajah cantiknya..


Melodi mengangguk. Menampakan senyuman manis semanis mungkin.


"Kebaikan kamu membuat aku ingin mengalah, aku merasa ini hanya perasaan yang hanya akan menjadi kenangan! Kenangan, karena aku pernah berjuang untuk, Sky."


Kini Melodi melirik Suri yang ada di hadapannya. Dengan lembut menarik tangan Suri.


"Jangan katakan aku pernah mencintai Sky, Ini rahasia aku dan kamu." Melodi tertawa pelan.


"Sebenarnya, ini juga rahasia aku dan keempat temanku. Biarkan ini menjadi kenangan pahit bagiku. Lebih baik Sky tidak tau. Kalau dia tau aku bisa malu! Dia tidak akan pernah membalas cintaku!"


Mendengar penjelasan Melodi membuat dada Suri sesak.


Aku pernah menolaknya.


Pandangan keduanya kini mengarah ke depan. Di mana Sky dan Jason tengah menyiapkan makanan.


"Jaga Sky, Suri! Dia laki-laki yang sebenarnya lemah."


Suri menoleh kearah Melodi. Ucapan yang di lontarkan semakin membuat dadanya sesak saja..


.


.


"Kenapa kalian lama sekali!" Teriak Jason ketika Suri dan Melodi datang.

__ADS_1


Suri dan Melodi malah tertawa kecil. Berjalan bersama sembari bergandengan tangan.


__ADS_2