Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Kabar Dari Hawai


__ADS_3

Bulan madu di mulai.


Suri menikmati pemandangan yang terjadi di depan matanya. Hamparan bunga nan indah terhampar seolah melambai kepadanya.


Sky begitu mesra merangkul Suri. Berjalan mengitari peternakan sapi dan beberapa kandang lainnya.


Tapi ada satu hal yang membuat Suri tak tenang. Di mana Melodi tak ikut serta.


Jason mengajak Melodi ke tempat lain. Sedangkan Daren memilih beristirahat membiarkan kedua sahabatnya menghabiskan waktu bersama pasangan mereka.


Di kamar. Daren merebahkan tubuhnya. Wajah nampak kusut dan lusuh.


"Kalau tau begini aku tidak ikut!" Gumam Daren kesal. Memukul angin yang berhembus di atas tubuhnya.


.


Di saat Daren suntuk sendirian.


Sky dan Suri menaiki kuda yang mana di tuntun para petugas.


Suri yang memang sudah pernah menaiki hewan berkaki empat itu nampak semangat dan antusias. Malah Sky yang terlihat ketakutan.


Melihat Sky yang ketakutan. Suri Diam-diam tertawa cekikikan. Menatap lucu kebelakang.


"Kamu takut?" Suri berteriak.


Sky langsung menggeleng dan merubah mimik wajahnya.


"Ga!" Memberi isyarat berani dengan tersenyum. Tapi itu tidak bertahan lama. Sky langsung merengkut lagi dan itu membuat Suri tertawa girang untuk yang kedua kalinya.


Hahahaha...Suri tertawa dari atas kuda. Tapi tak lama. Rasa mual datang menyerang.


Uee.... Uee...


Aku mual.


Tangan Suri letakan di depan mulut. Menutupi dengan rapat.


"Aku mual! Tapi sekarang! Kemarin kenapa aku ga mual."


Sky sedikit tentang dan kembali fokus dengan rasa takut. Tanpa menyimpan rasa curiga sang istri tengah merasakan mual.


.


Tour dengan kuda selesai dan perjalanan terhenti.

__ADS_1


Sky menggandeng Suri lagi untuk mencapai kamar mereka.


"Aku mau mandi duluan!" Suri siap berjalan menuju kamar mandi. Tapi Sky dengan lembut menarik tengkuk Suri.


"Mau ke mana?" Sky bertanya sembari membelai wajah Suri yang merona.


Suri sudah tau situasi seperti ini. Dirinya hapal betul kalau Sky meminta tubuhnya. Tapi sekarang posisinya lain. Suri mual dan itu akan membuat Sky curiga.


Aku mual sekali! Tapi aku tidak ingin membuat Sky curiga.


"Aku ingin kamu sekarang!" bisik Sky. Perlahan Sky mengecup bibir Suri sampai bagian lain Sky jelajahi.


Suri sekuat tenaga menahan rasa mual. Keberingasan Sky terus di ikuti Suri.


Suara desahann dari Suri semakin membuat Sky bersemangat. Dengan kasar seperti biasa. Sky membuka baju yang membalut tubuh Suri.


Suri menghela napas panjang. Menutup mata merasakan nikmat yang luar biasa di barengi dengan rasa mual yang sama luar biasanya.


Astaga. Aku tidak kuat.


Keadaan semakin panas. Suri terkekang luar biasa. Dirinya yang sudah tidak kuat seketika mendorong tubuh Sky yang tengah di puncak hasrat.


"Kenapa?" Dengan napas tersengal. Sky bertanya. Menatap Suri menuntut jawaban.


Suri menggeleng dengan tangan membungkam mulutnya.


"Huh!" Sky melongo di sana. Mendesah berat manakala hasratnya untuk bercinta pergi di bawa Suri.


.


Malam harinya.


Di meja makan. Sky menyantap hidangan dengan wajah datar. Sesekali melirik Suri yang ada di sampingnya.


Dia makan lahap! Di saat aku menahan hasrat ku.


Seru batin Sky. Terus gusar karena Suri makan lahap tanpa memikirkan dirinya dan jiwa lelakinya.


Di dekat mereka. Ada pasangan lain yang terlihat mesra. Diam-diam saling tatap membawa perasaan berbunga.


Daren sendiri makan dengan malas. Pandangan tertuju ke depan tak ingin melihat kedua pasangan yang mana satu di antaranya masih belum memberi klarifikasi.


"Besok aku pulang!"


Semua mata tertuju kepada Daren.

__ADS_1


"Pulang?" seru Jason tak percaya.


"Kenapa? Apa kamu merasa bosan di sini?" tanya Sky datar..


Daren mengangguk jengah.


Seharusnya kamu tau kenapa aku meminta pulang! Ini bukan berlibur. Tapi kalian berbulan madu namanya.


Batin Daren mengutuk keadaan.


Sky mengangguk tak perduli. Sedangkan Jason terus menatap Daren memberi respon tak suka.


Jangan pulang Daren! Aku baru mendekati Melodi.


Seperti itulah tatap Jason yang sendu.


Kemudian suasana kembali tenang. Kelimanya melanjutkan makan malam dengan keheningan.


Sampai pelayan datang dengan gaduh.


"Tuan!"


Kedatangan dan suara melengking si pelayan mengundang mereka yang tengah asik mengisi perut untuk tidak menolah.


"Ada apa?" tanya Jason yang mana posisinya berdetak dengan si pelayan.


Sky sendiri acuh. Dirinya sibuk mengisi perut alih-alih bersimpati kepada si pelayan.


"Tuan Sky?" panggil si pelayan gugup.


"Apa?" tanya Sky acuh saja.


Semua menunggu dalam keheningan.


"Sepertinya kamu membawa kabar penting?" pikir Daren yang berjiwa detektif. Menganalisis ekspresi wajah si pelayan.


"Itu Tuan! Ada kabar tentang Tuan besar!"


Kenapa mereka?"


Si pelayan menjawab pertanyaan Sky yang datar.


"Tuan besar di larikan ke rumah sakit, Tuan? Beliau serangan jantung?"


"Apa?"

__ADS_1


Kelimanya kompak bertanya kepada si pelayan. Terkejut mendengar kabar yang di bawanya.


__ADS_2