
Sky menarik diri, mengusap bibirnya dengan tatapan mata tak lepas dari bibir Suri. Menyeringai melihat sang istri diam di saat dirinya dengan lancang mendaratkan kecupan manis itu.
Sepanjang acara pernikahan Sky dan Suri tak saling tetap. Tak berniat dan tak ingin melihat satu sama lain. Proses pemberkatan yang tadi berlangsung keduanya masih saling cuek. Seharusnya setelah mereka sah menjadi pasangan suami istri. Suri dan Sky berciuman sebagai syarat penyatuan mereka. Tapi mereka melewatkan itu. Para tamu dan kedua keluarga tak ada yang bertanya. Mereka tau Suri dan Sky pasti tidak nyaman.
Sekarang aku dan kamu benar-benar suami istri.
Sky membatin. Menatap lekat wajah Suri yang masih asik menutup mata. Padahal kecupan singkat itu sudah berakhir.
"Tes...tes..." Seru Sky. Sedikit mengetuk kening Suri. "Sudah selesai!" Lanjut Sky tanpa tawa di sana. Wajahnya kembali serius dan dingin.
Sontak Suri membuka mata, Mengusap kening yang sakit. Terperanjat ketika sadar wajah dirinya berada tepat di depan wajah tampan Sky. Mata Suri membulat sempurna menyadari kalau tadi bukan mimpi!
Ini nyata! Tadi dia-
Suri mundur, Menyentuh bibirnya tap percaya. Setelahnya berbalik berjalan untuk menghindari Sky.
"Astaga! Suri." Gumamnya marah. Jelas kepada dirinya karena begitu bodoh membiarkan Sky berciuman bibirnya.
Ciuman pertamaku.
"Berhenti!"
Langkah Suri terhenti. Membeku takut padahal dirinya ingin menenangkan pikiran atas apa yang baru saja terjadi.
"Ada a-apa?" Tanya Suri terbata-bata.
Sky melangkah menghampiri, Setiap hentakan kaki, jantung Suri seakan ingin meledak.
Dia mendekat? Astaga.
"Jangan bergerak. Itu adalah perintah pertamaku!" Ucap Sky di balik tubuh Suri.
Suri terheran-heran. Berbalik seketika tapi Sky menghentikannya. Kedua bahu Suri di cengkram untuknya tak berbalik. Sedikit demi sedikit memberi tekanan. Hingga Suri mengerang hebat.
"Aw! Sakit!"
"Aku bilang jangan bergerak!" Kata Sky. Masih mencengkeram kuat kedua pundak Suri.
"Kamu tau siapa aku?" Tanya Sky yang di jawab anggukan kepala kecil dari Suri.
Siapa yang tidak tau dirinya! Seorang Sky Antony Barata.
Sky kembali bertanya. "Apa yang kamu tau tentang ku?" Setiap kata tekanan kuat di berikan. Suri jelas mengerang dalam diam.
"Apa yang ingin kamu tau dulu?" Suri menjawab lantang.
__ADS_1
Sky menyeringai. "Semuanya?"
Suri mengangguk paham lalu memberanikan diri untuk menoleh. Menatap lekat wajah Sky yang datar dan dingin.
"Lepaskan aku! Maka akan aku katakan."
Tak butuh waktu lama. Sky melepaskan cengkraman di kedua pundak Suri.
Suri sedikit sempoyongan. Mengusap kedua bahunya yang mungkin membiru.
"Katakan?" Sky tak ingin membuang waktu.
Kenapa tatapannya seolah menggambarkan kalau dirinya tidak tau dunia luar? Apa dirinya benar-benar di kurung di istana ini ?
Suri menangkap jelas keinginan tahuan Sky tentang dirinya di luar sana. Selama lahir ke dunia Sky tidak pernah bersentuhan dengan dunia luar. Tidak pernah!
"Kami menganggap bahwa kamu adalah mitos! Bagaimana bisa keluarga Barata yang terhormat menyembunyikan putra kedua sebegitu rapat. Dunia luar membicarakan bagaimana kamu hidup dan menjadi manusia yang tidak tau rumitnya dunia luar?" Suri menerangkan dengan jelas. Mengatakan semua yang dirinya tau tentang keluarga Barata terutama Sky.
Sky mendengarkan dengan seksama. Begitu asik melihat Suri bercerita tentangnya. Yang sebenarnya Sky sudah tau.
Kamu dan mereka menganggap aku terisolasi dari dunia luar. Aku tau bagaimana orang-orang membicarakan keluarga Barata.
Batin Sky bergumam. Masih membiarkan Suri berceloteh tentang dirinya.
Di akhir penjelasan Suri bertanya. "Bagaimana kamu kuliah! Aku mendengar kalau kamu juga salah satu mahasiswa di universitas Batara!" Suri terdiam sejenak. Seperti tengah berpikir melupakan raut wajah Sky dan rasa sakit di pundaknya.
Sky menyeringai lagi. Sedikit tertawa kecil ketika melihat wajah polos Suri.
"Ternyata mereka tidak becus menulis artikel tentangku rupanya!" Ucap Sky dengan gelengan kepala. Setelahnya menarik Suri.
Suri terkejut. Beberapa jam bersama Sky jantungnya terus saja berdetak kencang. Bukan karena perasaan lebih akan sang suami. Tapi Sky tidak bisa di tebak.
"Mau kemana? Aku harus berganti baju." Kata Suri yang tengah di seret Sky.
Sky tak menyahut. Dirinya terus sibuk tertawa. Sampai mereka berhenti. Suri terkesima manakala sebuah lemari besar kini perlahan bergeser. "Lemarinya?"
Setelahnya lemari bergeser. Kini Sky membuka pintu yang misterius.
Suri memperhatikan.
"Sky!" Panggil Suri. Tapi Sky malah menatap Suri.
"Kamu akan suka berada di dalam!"
Kamar Sky berukuran besar. Terdapat Lemari dan ranjang nomor satu. Corak dan warna hitam menambah kesan si pemilik kamar. Sky senang dengan kamar yang tak terlalu terang. Tanda-tanda itu terlihat ketika dirinya menginjak usia remaja 17 tahun tepatnya. Keanehan perilaku terjadi ketika usianya bertambah puncaknya 20tahun. Sky menjadi dingin kepada semua keluarga termasuk sang ibu dan ayahnya.
__ADS_1
Sky meminta kepada pelayan untuk mencari arsitek. Kamar besarnya belum terlalu cukup untuk Sky. Jadi ruangan sebelah di sulap menjadi ruangan rahasia! Dan kini Menyatu dengan kamarnya sendiri.
Tuan Diki tak melarang. Karena kalau pun dirinya melarang Sky akan marah. Akibatnya seisi mansion porak poranda akibat ulahnya.
Tuan Diki pernah melarang Sky untuk tidak pergi ke Kampus, alasannya karena takut Sky akan membuat onar. Alhasil semua mansion menjadi pelampiasan Sky.
Sky kecil menghabiskan waktu di istananya. Tk, SD, SMP, dan SMA ia habiskan di rumah saja. Sky habiskan hari-harinya yang membosankan itu seorang diri. Adanya sang Kakak tak banyak membantu selain lumpuh Kakak juga tidak berguna.
Sky bisa pergi ke kampus dengan catatan, dirinya tidak akan satu kelas dengan mahasiswa lain.
Pertanyaan lain! Apakah Sky mempunyai sahabat? Jawabnya Iya. Sky adalah pria tampan yang normal. Walaupun segudang larangan dari sang ayah yang tidak menginginkan dirinya bersentuhan dengan dunia luar Sky tetap membangkang. Dirinya bukan pangeran yang hidup di jaman dulu.
Jelas hidup Sky di penuhi tekanan dan kemanjaan yang luar biasa. akan sangat berdampak buruk bagi hidupnya kelak ketika dewasa dan sekarang sudah terlihat.
.
.
Suri menatap pintu yang tertutup di saat Sky masih menariknya kedalam.
Keduanya di sambut aroma mint dan dinginnya udara kamar. Lampu yang seharusnya bercahaya putih halus ini nampak lain. Merah dan menyeramkan.
"Sky!" Suri jelas ketakutan. Ruangan apa ini? Tanya batin Suri.
Apa dia seorang pembunuh? Apa aku benar-benar menjadi tumbal keluarga Barata!
"Sky! Berhenti? Aku bilang berhenti!" Suri bersuara lantang. Menghempas tangan Sky.
"Siapa kamu sebenarnya? Ruangan apa ini?" Mata Suri berpetualang di tengah rasa takutnya. Yang tertangkap kedua matanya. Ruangan itu tidak ada yang aneh. Persisi layaknya kamar tidur. Ada ranjang dan lemari pakaian. Hanya saja penerangan lampu berwarna merah membuat kamar itu amat menyeramkan.
"Ini kamar khusus yang aku buat untuk istriku kelak!" Sky berbalik. Menatap Suri di kemerahan lampu kamar. "Untuk mu! Suri Batara."
"Aku ga mau?" Suri menggeleng cepat. Kemudian berbalik dan berlari.
Sky gerak cepat menangkap Suri. Memeluknya dari belakang dan menguncinya. Kedua tangan Sky melingkar kuat di perut dan dada Suri.
"Kamu tidak bisa pergi? Malam/ ini kamu adalah milikku!"
"Tidak. Jangan lakukan itu.! Sky!!"
Terlambat! Sky menyeret tubuh Suri keatas ranjang..
Dan..Dan....Dan...!!
"Ah...Ah...Ah..." Suri dan Sky sama-sama merintih nikmat. Merasakan surga dunia yang liar..
__ADS_1
Keperkasaan Sky berhasil meruntuhkan tembok lembut Suri malam itu juga.
Tidak ada yang salah. Mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri. walaupun Sky melakukannya dengan paksa..