
"Antar dia ke arena balap sekarang."
"Baik, Tuan."
Panggilan antara si pelayan dan Sky terputus.
Si pelayan segera melangkah untuk menemui Suri yang tengah duduk di ruang keluarga. Menunggu dengan wajah ketus. Apa gerangan dirinya di titah menunggu di ruang keluarga tanpa alasan yang jelas. Mengganggu waktu bersantai nya yang berharga.
"Ini sudah malam, aku ingin ke kamarku!" Seru Suri marah. Menyempit mata ke arah para pelayan yang mengawasi.
Apa yang mereka inginkan dariku! Tuan dan para pelayannya sama saja, aneh.
"Cepat katakan ada apa? Aku ingin tidur-
"Nona Suri!" Si pelayan yang tadi membungkuk kearah Suri.
Mata Suri melototi si pelayan itu tak suka.
"Sekarang apa lagi! Aku ingin tidur! Tidak bisakah kalian membiarkan aku tenang."
"Maaf, Nona. Tuan Sky, meminta anda untuk ke arena balap sekarang."
Kening Suri mengkerut. Tak mengerti dengan apa yang di ucapkan si pelayan.
"Apa Sky ingin aku ikut balapan! Begitu?"
Suri malah tertawa girang, karena terlalu lucu dengan keadaan yang ada.
"Tadi dia mengatakan agar aku tetap di rumah! Sekarang, dia meminta aku datang ke sana. Haha..." Suri terus tertawa tak karuan.
Para pelayan hanya diam menunduk tanpa ingin menghentikan ketidak warasan Suri.
Tapi Si pelayan yang tadi di perintahkan Sky segera mengangguk ke arah pelayan wanita. Meminta mereka untuk menyeret Suri keluar rumah.
Pelayan wanita yang di maksud mengangguk patuh. Berjalan bersama. Segera menarik kedua tangan Suri.
"Ehh....Apa-apaan ini? Lepasin ga?" Suri memberontak.
"Maaf, Nona, ini perintah Tuan Sky." Kata si pelayan.
"Tapi, tapi. Aku belum ganti baju!" Suri menarik diri. Membuat kedua pelayan berhenti. Saling tatap karena merasa apa yang di ucapkan Suri ada benarnya juga.
Tidak mungkin keluar dengan Piyama.
"Benarkan apa kataku? tidak mungkin keluar dengan pakaian seperti ini."
Kedua pelayan segera menyingkirkan tangan mereka.
"Kami akan membantu anda!"
Kepala Suri menggeleng cepat. "Tidak..!!"
Suri berteriak tak suka.
.
.
Sementara itu Di arena balap. Para penonton mulai meninggalkan tempat. Setelah Scurity meminta mereka bubar.
Sky berpesan kepada penjaga untuk mengusir para mahasiswa dan mahasiswi setelah adu balap berakhir. Permintaan Sky seperti sebuah pertanda dirinya akan kalah. Dan itu benar terjadi.
"Aku tidak perduli Sky kalah. Bagi ku dia tetap pemenang!" Kata seorang gadis yang tengah berjalan keluar bersama Gengnya.
Keempat temannya saling tatap.
"Astaga, melodi. Sky tetaplah Sky. Mau seperti apapun kamu memujanya tidak akan berpengaruh. Aku sih ga mau ya punya pacar atau suami seperti SKy. Bisa mati berdiri." Seru teman Melodi. Tertawa girang karena sudah berhasil mengerjai Melodi.
Temannya yang lain ikut tertawa.
Melodi mengendus kesal.
"Stop! it's not funny!" Ucap Melodi tegas.
Keempat temannya berhenti tertawa.
"Seandainya waktu bisa aku putar kembali! Aku ingin meminta Papa untuk mengganti namaku menjadi Suri!"
Keempat temannya melirik Melodi tak percaya.
Bukan rahasia lagi. Melodi memang mengagumi sosok Sky. Di saat wanita lain memilih tak ingin di lihat Sky. Melodi begitu terang-terangan ingin menjadi istri Sky. Tapi sayang itu tak akan pernah terjadi. Namanya bukan Suri seperti yang di cari keluarga Barata.
Ketika mendengar ada Suri lain di kampus. Melodi amat murka dan bersumpah untuk membuat hidup si gadis itu menderita.
Semua mahasiswa dan mahasiswi Barata di hasut nya. Meminta mereka untuk membenci Suri Walaupun sudah menjadi istri Sky yang berharga.
"Kita lihat, sampai kapan Suri itu akan bertahan!" Kata Melodi ketus.
"Seandainya, keluarga Barata mau menerima wanita yang namanya di ganti menjadi nama Suri. Kamu ada peluang!" Salah satu teman Melodi berkata.
Melodi menghela napas jengah. Segera berbalik ke belakang di mana ke empat temannya berdiri.
"Kalau aku bisa, aku juga mau. Tapi Keluarga Sky tidak mau menerima wanita yang dengan sengaja mengganti namanya." Melodi menjadi sedih.
"Oh ayolah. Jangan lagi membahas tentang Sky dan hidupmu. Aku benar-benar sudah sangat lapar." Wanita cantik lainnya bersuara sedikit lirih. Tangannya menahan perut yang terus bersuara.
Mereka yang mendengar itu segera menatap si gadis termasuk Melodi. Berteriak menyuarakan namanya
"Tamara!!"
"Apa? Aku lapar! Apa itu salah?" Tanya Tamara cengengesan.
"Ini bukan waktu yang tepat, Tamara." Ucap temannya memperingati Tamara. Apalagi wajah datar Melodi membuat nyali Tamara menjadi ciut.
"Sorry!"
.
.
Sementara itu.
Sky masih berdiam di dalam mobil. Memejamkan mata sembari bergumam.
__ADS_1
"Bodoh! Bodoh! Bodoh!"
Rasa marah, benar-benar tengah menjalari tubuh dan pikiran Sky. Wajah Suri yang tadi dirinya kecup seolah pergi perlahan.
Tangan Sky kembali memukul kemudi melampiaskan amarahnya yang menggebu.
"Bodoh! Aku benar-benar bodoh!"
"Argh...!!!" Sky mengerang hebat.
Teriakan Sky sampai di telinga Jason dan Daren yang kini berada di dekat mobil Sky. Baik Jason dan Daren sama-sama berdiam di dalam mobil. Tidak ingin keluar dan mendekati Sky.
Mereka tau Sky tengah mengamuk dan mereka tidak ingin menjadi pelampiasan amarah sang sahabat.
Diam-diam Jason melirik mobil Sky yang terus bergerak! Menandakan Sky masih mengamuk.
Daren juga hanya mampu melirik mobil Sky dengan wajah ketakutan.
"Lihat Jason! Lihat sekarang! Sky mengamuk!" Gumam Daren seolah mengutuk kemenangan Jason.
Jason seolah mendengar suara Daren yang mengutuknya.
"Sekali-kali Dia harus merasakan itu! Mungkin kekalahan dia kemarin tidak berarti apa-apa. Tapi tidak dengan sekarang."
Kamu terlalu naif Sky. Sekarang kamu tidak bisa lagi menghindar. Suri istrimu akan datang dan dia pasti akan sangat membencimu. Maaf Sky. Aku hanya ingin kamu sadar. Tidak semua hal bisa kamu dapatkan. Aku mungkin kalah jauh darimu. Tapi kamu tidak bisa melawan takdir Tuhan. Saat ini yang kamu alami adalah takdir Tuhan. Aku harap kamu bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini.
Batin Jason. Masih menunggu didalam mobil. Menunggu Sky tenang dan juga menunggu kedatangan Suri.
"Argh..."
Sky membawa semua umpatan dan cacian atas kekalahannya. Bukan hanya itu, Sky mengutuk karena sudah melibatkan Suri sang istri. Suri pasti di perjalanan. Nanti apa yang akan Sky katakan.
Sky kebingungan. Otaknya tidak bisa berpikir.
Dia pasti akan sangat membenciku.
Sky menjadi tak terkendali. Kemarahannya benar-benar di puncak ubun-ubun.
Dengan perasaan yang kalut Sky keluar dari dalam mobil. Sontak Jason dan Daren yang terus menguasai mobil Sky terkejut.
"Dia keluar." Seru Daren sembari mengunci pintu mobil. Takut Sky datang menghampiri dan memberinya pukulan karena tadi sudah mengaku kalah tanpa putaran.
"Jangan sampai dia kesini! Jangan-jangan." Pinta si tampan Daren yang mana memposisikan diri sebagai pria pengecut!
Daren mungkin di landa ketakutan. Tapi tidak dengan Jason. Dirinya memasang wajah dingin dan siap kalau Sky menghampirinya.
Dan benar saja. Mobil Jason yang di tuju Sky.
Tuk...tuk...tuk.
Sky mengetuk kaca mobil Jason.
"Turun!" Pinta Sky datar.
Jason yang memang sudah siap. Segera membuka pintu mobil.
Sky segera menarik Jason. Mencengkram kuat jaket jeans-nya.
Tubuh Jason, Sky Banting ke depan mobil hitam kesayangan Jason.
Jason dengan santai menjawab.
"Dia bahkan belum datang."
"Aku peringatkan sekali lagi! Jangan menyentuhnya." Sky mengencangkan Cengkeramannya. Membuat Jason sedikit sulit bernapas. Tapi Jason berusaha tenang.
"Kenapa, kamu takut? Bukankah kamu sendiri yang mengatakan akan memberikan Suri kepada siapa saja yang menang! Kamu bahkan tidak mengatakan kepada si pemenang untuk tidak menyentuh tubuhnya." Seru Jason mengingatkan.
"Pokoknya tidak!" Kata Sky lagi.
Daren yang melihat ketegangan di antara kedua sahabatnya segera keluar. Berlari untuk menghentikan Sky.
"Kalau kamu menyentuhnya. Aku pastikan kamu akan mati!" Sky memberi peringatan mutlak.
"Hey, Stop! Kalian berhenti." Daren datang. Berusaha menarik tangan Sky yang melingkar di dada Jason.
"Sky, lepaskan!"
Tapi Sky acuh. Tetap fokus menatap tajam Jason dan mencengkeram kuat bajunya.
"Jason, Lakukan sesuatu." Daren meminta Jason untuk melawan, itu adalah maksudnya.
Tapi Jason malah berkata. "Pergi Daren, ini bukan urusanmu."
"Kalian!" Daren mengumpat.
Di saat ketegangan semakin menggila.
Sorot lampu mobil datang.
Daren segera menutup matanya. Silau akan lampu terang si mobil.
Sky dan Jason sama-sama melirik kedatangan mobil misterius itu.
"Suri!" Seru Sky. Tubuhnya tiba-tiba menjadi lemas.
Sedangkan Jason berusaha tenang. walaupun jantungnya berdetak amat kuat.
Apa aku bisa berduaan bersama Suri dalam satu ruangan?
Gumam batin Jason. Napasnya seakan tercekat karena pintu belakang mobil di buka si supir.
"Mampus!" Gumam Daren yang mana memilih mundur kebelakang tubuh Jason dan Sky. Tidak ingin menyaksikan adegan selanjutnya.
kenapa mereka berkelahi lagi? Apa kali ini Sky kalah? Astaga, Sky..
Batin Suri.
Suri yang kebingungan. Segera keluar mobil setelah si supir memintanya untuk segera turun.
Pemandangan ketika dirinya masuk ke arena balap sudah membuat tubuh Suri lemas. Anggota tubuh terus bergetar karena takut sekaligus bingung.
Dalam perjalanan Suri tak hentinya bertanya kepada pelayan dan si supir. Kenapa Sky meminta dirinya datang di saat malam semakin larut.
__ADS_1
Tapi mereka bak patung. Tak ada satupun yang berbicara.
"Sky!" Panggil Suri. Berjalan pelan menghampiri sang suami dan Jason.
Melihat Suri datang. Sky segera melirik Jason. Menguatkan Cengkeramannya.
"Katakan! Apa yang kamu inginkan? Akan aku kabulkan! Jason, katakan! Cepat?"
Jason menggeleng. " Kamu harus menepati janjimu, Sky!"
"Jason!!" Bentak Sky. Segera mengepalkan tangan dan ia angkat ke udara.
Melihat itu Suri berlari.
"Sky, jangan!"
"Sky. Hentikan?" Daren yang sedari tadi di belakang. Segera menghalau pergerakan Sky yang siap memberi pukulan keras untuk Jason.
Seperti biasa. Suri menarik Sky dengan cara memeluknya dari belakang.
"Sky, cukup! Aku mohon!" Pinta Suri. Menangis setelahnya karena takut Sky akan melukai Jason untuk yang kedua kalinya.
Melihat Sky lengah, Daren segera mendorong tubuh Sky. Menarik Jason.
"Apa kau gila, Jason. Kenapa kamu hanya diam!" Celoteh Daren marah. Karena Jason sama sekali tidak memberi perlawanan.
Jason acuh. Dirinya sibuk merapikan jaketnya yang nampak kusut.
Suri menarik Sky jauh dari Jason.
Dirasa Sky tenang, Suri mulai melepaskan diri. Membalikan tubuh Sky yang hanya diam.
"Apa kamu akan terus seperti ini? Berhenti berkelahi Sky. Bukankah Jason adalah sahabat mu? Tapi kenapa akhir-akhir ini kamu dan dia sering bertengkar." Suri menceramahi Sky yang diam.
"Sky? Apa-
"Suri?" Panggil Sky.
"Apa?"
Tapi Sky kembali diam.
Suri menghela napas berat.
"Sky, aku datang ke sini untuk apa? Kenapa kamu meminta aku datang kesini? Ini tuh dah malam. Aku di seret sama pelayan kamu hanya untuk melihat kamu kalah balapan!" Terang Suri kesal. Marah karena pelayan sudah membuat santainya berantakan.
"Aku kalah Suri!" Ucap Sky lirih.
"Aku bisa melihat itu dari wajah mu!" Sahut Suri sembari menyilang kan kedua tangan di depan dada.
"Terus? Kenapa aku di minta datang ke sini? Ingat ya Sky. Kekalahan kamu sekarang bukan karena aku. Ini sudah takdir kamu untuk kalah. Jadi kamu harus terima."
"Ayo, sekarang kita pulang?" Suri yang baik hati itu segera menarik baju Sky.
Tapi Sky mengibaskan tangan Suri.
"Kenapa? Kamu ga pulang?" Tanya Suri.
Alih-alih menjawab pertanyaan Suri. Sky berteriak memanggil nama.
"Jason!"
Jason mendekat segera..
Suri yang masih di posisinya segera berbalik. Melirik ke datang Jason dan wajah murung Sky.
"Kamu mau pulang bareng, Jason?" Tanya Suri lagi.
Tapi Sky acuh.
Jason kini berada di tengah-tengah keduanya. Berdiri dengan wajah datar.
"Sky?" Suri menjadi kebingungan.
"Malam ini, kamu ikut Jason! Kamu adalah hadiah untuknya!"
"Ha-hadiah?" Ulang Suri.
"Suri. Sky kalah, dan dia sudah berjanji akan memberikan kamu kepada siapa saja yang menang! Aku menang dan aku berhak atas dirimu malam ini?" Jelas Jason lantang.
"Aku hanya tidak ingin ada kesalahpahaman saja." Lanjutnya.
"A-apa?" Tubuh Suri lemas seketika. Hampir terjatuh karena kakinya tak kuat menahan bobot tubuhnya.
"Kau!" Suri menatap Sky dengan mata berair.
"Suri-
Plak....
Satu tamparan keras mendatar di wajah Sky.
"Aku benar-benar tidak mengerti di mana otakmu? Kenapa kamu melakukan ini padaku! Sky, aku, aku salah apa! Sampai kamu melakukan ini?" Hiks....hiks...
Sky segera menarik tangan Suri tapi Suri mengibaskan tangannya.
"Jangan sentuh aku!"
Sky segera berbalik mendorong tubuh Jason.
"Pergi Jason! Dia tidak ingin bersamamu! Aku menarik semua kata-kata ku. Aku akan memberikan apapun kepada mu sebagai gantinya." Kata Sky lantang. Terus mendorong tubuh Jason.
"Aku mau! Aku mau menghabiskan malam ini bersama, Jason."
Tiba-tiba Suri bersuara. Membuat Sky dan Jason menoleh.
"Jason?" Panggil Suri sembari menahan tangis.
"Tolong bawa aku. Kemanapun kamu mau!"
"Suri!" Teriak Sky.
.
__ADS_1
.