Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Waktunya Pulang


__ADS_3

Langit semakin gelap. Pukul 7malam tepatnya saat ini.


Jason mulai merapihkan dalam speed boat yang berantakan setelah menjadi tempat istirahat dirinya dan Melodi..


Sky meminta Jason untuk bersiap-siap bersama Melodi. Sedangkan Sky dan Suri beristirahat di dalam rumah perahu karet.


Di dalam rumah perahu karet, tak hentinya Suri menoleh ke luar. Mencuri perhatian di saat Melodi dan Jason membersihkan Speed boat.


Wajahnya terlihat kebingungan saking tak enak atas Melodi dan Jason sedangkan dirinya dan Sky bersantai tanpa membantu.


Sky tertidur di atas pangkuan Suri.


Setelah makan siang keempatnya menghabiskan waktu bersama tanpa mengobrol. Rasanya canggung dan sunyi. Jelas karena sebelumnya mereka tidak akrab.


Untuk itu. Sky mengajak Suri untuk beristirahat meninggalkan Jason dan Melodi. Sampai waktu semakin sore.


.


"Lebih baik kalian membersihkan Speed boat." Sky memberi usul atau perintah tepatnya.


Jason yang memang tak ada kegiatan mengangguk patuh. Sebenarnya Jason ingin mengelilingi sekitaran pulau. Tapi mengingat pulau berhantu jadi Jason mengurungkan niatnya.


Melihat Melodi hanya termenung di dekat api unggun. Jason bersuara.


"Lebih baik bantu aku!"


Melodi melirik sekilas. "Tidak mau!" Ucapnya ketus.


Jason menghela napas jengah. Berdiri di depan Melodi dengan tangan di simpan di dada.


"Aku sudah memasak untuk mu-


"Menghangatkan tepatnya." Pungkas Melodi mengingatkan.


"Dan itu aku yang lakukan!" Tambah Jason lagi mengingatkan juga.


Melodi melirik Jason sinis.


"Kenapa kamu tidak membiarkan aku beristirahat."


"Jangan banyak bicara! Ayo bantu aku." Jason jelas memaksa.


Sebelum Melodi kembali membantah. Suara Sky yang memekik terdengar.


"Kalian berdua berisik. Lakukan saja dan cepat."


"Kau dengar itu?" Tangan Jason mengarah ke rumah perahu karet.


Tak ada pilihan. Melodi dengan wajah di tekuk segera bangkit.


Jason tersenyum penuh kemenangan ketika Melodi mau menuruti perintah walaupun itu perintah Sky.


.


Suri menghela napas berat. Bergantian melirik Sky yang tengah terlelap dan keluar di mana Jason dan Melodi berada..


Aku tidak bisa terus diam di sini. Mereka pasti membutuhkan bantuan.


Tak bisa terus menemani Sky. Suri dengan hati-hati mengangkat kepala Sky. Sebagai gantinya mantel miliki Sky di gunakan alas.


Suri Tersenyum bahagia. Segera keluar dengan perlahan.


.


"Eh, jangan gerak-gerak." Keluh Melodi. Manakala Jason tak bisa diam sehingga speed boat terombang-ambing sampai tubuhnya bergerak tak terkendali.


Jason tak mendengar keluhan Melodi. Dirinya terus membersihkan area dalam speed boat yang berantakan.


Di tengah kesibukan dan adu mulut yang nyata Suri datang.


"Butuh bantuan?"


Jason melirik kedatangan Suri dengan wajah datar. Sedangkan Melodi tersenyum manis menatap Suri lega.


"Ya ayo sini. Naiklah." Ucap Melodi antusias.


Suri mengangguk senang.


Jason memutar bola matanya jengah ketika suara gaduh Suri dan Melodi menggema membuat telinganya menjerit.


Suri sibuk membersihkan dasar speed boat yang kotor. Melodi menyeka setiap kursi yang nampak basah. Sedangkan Jason sibuk merapihkan peralatan di sana.

__ADS_1


Hahahaha... Hahahaha...


"Aku sudah tidak sabar lagi meninggalkan tempat ini!" Seru Melodi bernada tinggi.


Suri mengangguk sembari tertawa girang.


"Ingat ga waktu pertama kita datang ke tempat ini?"


"Iya, iya. Aku sampai ketakutan karena harus tinggal di tempat ini."


Hahahaha. Kembali keduanya tertawa melupakan Jason yang sudah kehabisan tenaga mendengar celotehan kedua wanita muda itu.


"Nanti-


"Argh. Kenapa kalian berisik sekali?" Bentak Jason.


Suri dan Melodi terdiam. Keduanya kompak melirik Jason yang ada di belakang.


"Kenapa? Kamu iri? Huh?" Kata Melodi ketus.


Jason menghela napas lagi. "Kalian-


Suri segera memerai. "Ok, ok. Kami akan diam."


"Suri." Melodi menyenggol tubuh Suri tak terima .


Suri menggelengkan kepala meminta Melodi untuk diam.


Jason kembali menyelesaikan sisa pekerjaan dengan baik.


Sekarang tidak ada lagi suara tawa atau obrolan tidak penting dari keduanya. Jason tersenyum akan hal itu.


Tapi itu tidak bertahan lama.


Hahahaha... Melodi tertawa lagi setelah mendengar bisikan dari Suri.


"Itu lucu sekali?" Seru Melodi sengaja meninggikan nada suaranya.


"Aish." Erang Jason. Tak tahan Jason meninggalkan speed boat dengan wajah datar.


Melihat Jason pergi. Suri dan Melodi tertawa.


Hahahaha...


Suri menjawab. "Dia pasti marah."


"Alah. Biarin aja."


.


.


Jason mendatangi rumah perahu karet. Berjongkok dengan hati-hati. Lalu ia menepuk pundak Sky.


"Sky? Bangun!"


Sky terusik jelas. Dengan malas membuka mata.


"Jason?" Seru Sky datar. Bergerak untuk bangun.


"Di mana Suri?" Tanyanya sambil celingukan mencari Suri.


"Dia ada di luar bersama Melodi."


Sky mengangguk pelan. "Ada apa?" Tanya Sky lagi.


Jason berpikir sejenak. Membuat Sky menatapnya lekat..


"Jason? Ada apa?" Ulang Sky penasaran.


Ragu-ragu Jason bersuara.


"Sky? Aku merasa membawa pulang mereka nanti malam akan sangat berbahaya. Ingat kata Mama peramal."


Sky mengangguk mendengarkan.


Jason melanjutkan. "Mereka pasti akan ketakutan di perjalanan pulang nanti. Rintangan tidak akan jauh berbeda ketika kita datang."


"Lantas apa yang membuat kamu gelisah?" Sky ikut panik. Karena apa yang di katakan Jason ada benarnya juga.


Suara rintihan dan suara minta tolong di tengah lautan pasti terdengar kembali. Mungkin Jason dan Sky bisa tahan tapi bagaimana dengan Suri dan Melodi?

__ADS_1


"Aku ada ide!" Seru Jason percaya diri.


Sky mengerutkan kening. "Apa?"


.


.


Pukul 11 malam mesin Speed boat di hidupkan.


Sky mengandeng Suri untuk masuk naik di susul Melodi yang juga di gandeng Jason.


Ini adalah syarat yang harus di lakukan. Suri mungkin tidak masalah. Tapi Melodi menggerutu karena kesal Jason sudah menggenggam tangannya.


Suri duduk bersama Sky yang terus mendepaknya erat.


Melodi berada di barisan depan di dekat Jason yang siap membawa Speed boat keluar dari pulau.


Diam-diam Melodi melirik pulau. Tersenyum datar manakala tiga belas hari dirinya terdampar di sana.


Selamat tinggal. Terimakasih atas buah kepalanya.


Batin Melodi. Lalu ia menoleh kearah depan. Tidak ingin melihat pulau.


Sama halnya dengan Melodi. Suri juga menatap pulau yang nampak gelap gulita.


Aku mungkin senang bisa tinggal di pulau itu. Tapi rasanya aku tidak ingin kembali ke sana.


Gumam Suri sedikit sedih. Tapi dirinya juga bahagia bisa meninggalkan pulau dalam ke adaan hidup.


"Kalian siap?" Jason bergantian melirik Suri dan Melodi.


Keduanya Mengangguk.


Jason balas mengangguk.


Speed boat di jalankan. Perlahan-lahan meninggalkan pantai kecil itu.


Suri dan Melodi saling tatap sembari memasang senyuman penuh kemenangan.


"Kita bebas! Hore!"


"Hore."


Kegaduhan mulai tercipta. Yang mana membuat Jason dan Sky tersenyum penuh arti.


"Ah. Sebelum kita pergi lebih jauh! Kalian harus meminum air ini."


Tiba-tiba Sky bersuara di tengah suka cita. Tangannya menyodorkan dua buah kaleng minuman yang cukup familiar.


Tanpa ragu. Suri dan Melodi menyambar botol kaleng dari tangan Sky.


Sky dan Jason samar Tersenyum.


Katup minuman kaleng di buka. Yang sebenarnya sudah di buka.


"Ini sudah di buka?" Tanya Suri.


"Iya." Tambah Melodi. Merasa aneh dengan katup yang sudah di buka.


Jason memberi jawaban yang tepat.


"Di dalamnya ada air Mama peramal. Sudah aku campuran."


"Iya, cepat di minum, sebelum air ramuan itu hilang!" Tambah Sky guna menyakinkan Suri dan Melodi.


Suri mengangguk dan juga Melodi.


Tanpa kata keduanya meneguk minuman yang sudah di campurkan sesuatu itu lahap.


Lagi Sky dan Jason tertawa kecil.


Lima menit kemudian..


"Aku pusing!" Suri merasakan kunang-kunang. Penglihatan menjadi kabur.


"Argh.. Aku juga?" Melodi ikut bersuara.


Keduanya menahan kepala yang berat. Sampai akhirnya Suri dan Melodi terkulai tak berdaya.


"Berhasil." Seru Sky puas.

__ADS_1


Jason mengangguk setuju.


"Sekarang kita bisa pulang dengan selamat."


__ADS_2