Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Mulai Menerima


__ADS_3

Suri membungkuk sebelum dirinya keluar dari ruang kerja Sang Papa mertua. Kakinya sedikit berlari untuk mengejar Sky yang sudah keluar terlebih dahulu.


Tuan Diki menatap kepergian kedua suami istri itu datar.


"Apa yang aku lakukan adalah hal yang baik! Ini juga demi kebaikan mereka." Gumam Tuan Diki. Setelahnya kembali fokus menatap berkas-berkas di atas meja sebagai pengalihan.


.


Suri menutup pintu ruang kerja amat pelan. Berlari lagi mengejar Sky.


"Tunggu, Sky." Teriak Suri tanpa nada tinggi. Akan sangat berlebihan kalau harus meninggikan suara di dalam mansion.


Sky terus berjalan alih-alih berhenti.


Suri mengendus kesal.


Suri terus berlari sampai mereka masuk kedalam kamar.


Di ambang pintu kamar Suri terengah. Melirik tajam Sky yang akan masuk kedalam kamar mandi.


Sore hari tiba. Sky akan mandi dan itu adalah tugas Suri.


Pelayan sudah di larang Suri untuk membantu sang suami bersiap. Memalukan rasanya dan canggung Melihat lekukan inci tubuh Sky di sentuh para pelayan. Suri tak tahan dengan semua itu.


"Sky? Apa kamu baik-baik saja?"


Sky berhenti melangkah. Tangannya yang siap menyentuh pegangan pintu kamar mandi tertahan di atas udara.


"Aku baik-baik saja!" Sky menjawab datar.


Suri menghampiri Sky. Menarik tangannya yang terangkat di udara itu.


Sky berbalik. Kini keduanya saling berhadapan. Tatapan beradu sebentar. Sky memalingkan wajah cepat.


"Aku ingin mandi!" Kata Sky.


Suri mengangguk.


.


Di dalam Bathtub berisikan air hangat Sky merebahkan tubuhnya. Suri menggosok setiap inci tubuh sang suami. Sudah satu Minggu Suri menggantikan peran ketiga pelayan. Terhitung ketika dirinya pulang dari pulau.


Sunyi. Suasana seperti kemarin tak ada lagi. Biasanya Sky akan menggoda Suri untuk melakukan apa yang di katanya. Seperti menggosok bokong. misalnya.


Mengingat itu. Suri tertawa kecil. Sky melirik Suri karena suara tawanya mengalihkan perhatian Sky.


"Kenapa?" Sky bertanya sembari menatap Suri lekat.


Suri menggeleng segera. Kembali fokus membersihkan kaki Sky yang mulus itu.


"Apa kamu tidak terganggu dengan permintaan Papa!"


Deg...


Spon bermandikan busa yang ia gosokan di kaki Sky terhenti. Tangannya kaku terasa. Suri beralih menatap Sky.

__ADS_1


Apa kamu terganggu dengan ucapan Papa?


Batin Suri balik bertanya. Termenung sendiri membiarkan Sky menatapnya.


Keduanya sama-sama terdiam. Hanya mata yang bermain seolah berbicara.


"Suri? Apa namaku masih belum masuk kedalam hatimu?" Ucap Sky lirih. Tatapannya menyiratkan makna mendalam.


"Apa kamu masih tetap akan menolak cintaku?" Lanjut Sky.


Suri meneguk air liurnya cepat. Tenggorokan seakan kering saja.


Gugup. Malu, bahagia. Semua menyatu hingga membuat Suri tak mampu bersuara.


Sky mengangguk pelan melihat Suri diam. Menyimpulkan sendiri kalau namanya masih belum masuk kedalam hatinya.


"Lupakan saja!" Sky kembali memejamkan mata. Mengenakan pikiran atas sikap Suri yang acuh.


Bagi Sky permintaan Tuan Diki sudah sangat membingungkan. Sekarang dirinya berharap Suri mau menerima undangan cintanya. Mungkin dengan begitu hatinya akan lebih tenang. Tapi sepertinya. Sky harus lebih berusaha lagi.


Tapi Suri malah tersenyum. Di susul suara tawa yang renyah.


Sky terjaga kemudian. Menatap Suri lagi ketus.


"Kamu marah?" Suri menggoda Sky.


"Aku bisa saja membunuhmu sekarang juga." Ancaman yang seharusnya membuat Suri takut kini tak berguna lagi.


Suri malah membanting spon. Berdiri membawa wajah berbunga.


Tanpa ragu Suri melepaskan satu persatu pakaiannya. Hingga tak ada satu helai benang di sana.


Sky melongo tak percaya melihat pemandangan di depan matanya.


"Suri?"


Suri mengangguk pelan. Malu-malu masuk kedalam bathub dan mengubur diri di tumpukan busa.


Sky duduk tegak. Perlahan maju untuk menggapai tubuh polos Suri.


Suri menerima setiap sentuhan Sky yang hangat. Tubuhnya bergetar manakala Sky menariknya keatas pangkuan yang menegang itu.


Ah.. Suri mendesah nikmat ketika gesekan di bawah sana menantang nafsunya.


Sky dengan lembut mengecup bibir leher dan buah kenyal Suri. Dua buah kesukaan Sky.


Keduanya memadu kasih di sana. Dan ini adalah untuk pertama kalinya Suri menawarkan diri. Biasanya Sky akan memaksa untuk bisa bercinta.


Sepertinya ucapan Tuan Diki beberapa saat yang lalu tidak di gubris. Sky dan Suri malah bercinta seolah menantang permintaan sang papa.


Lamanya mereka bermain air hangat sampai langit semakin gelap. Aktivitas sensasional itu baru berakhir.


Suri bersandar di atas dada sky. Keduanya masih belum beranjak dari sana. Pergulatan baru saja selesai. Jadi tenaga mereka masih belum pulih.


Sky tersenyum manis pun Suri. Sesekali Sky mengecup pundak Suri yang memerah. Cap kepemilikan bertengger jelas di sana.

__ADS_1


Suri menggeser tubuhnya ke sisi lain. Tapi Sky segera mencegah.


"Sky!" Keluh Suri manja. Kembali berusaha untuk turun dari pangkuan Sky. Jagoan milik Sky terus menegang dan itu membuat Suri takut. Rasa sakit dan linu di area sensitifnya masih terasa. Tapi Sky seolah meminta lebih.


Sky mengerti. Dirinya tersenyum penuh arti ketika Suri terus meminta turun.


"Aku tidak akan meminta lagi!" Cukup. Sky hanya berkata singkat.


Suri terdiam. Apalagi kedua tangan Sky melingkar di atas perutnya.


"Rasanya menyenangkan. Suri," Seru Sky. Kembali mengecup punggung Suri.


Suri menoleh sedikit. "Kenapa?"


"Aku bahagia karena kamu sudah baik padaku."


"Maksudmu. Baik karena barusan?"


Sky mengangguk di belakang tubuh Suri.


"Aku tidak mau kamu menilai kalau aku istri yang tidak baik!"


"Apa itu artinya-


"Aku akan mencoba membuka hati untuk kamu!" Decit Suri malu.


Maksud ku. Aku sudah mencintai mu Sky.


Suri malu kalau harus mengatakan Cinta kepada Sky. Seorang wanita harus bisa menjaga perilaku. Suri akan menunggu Sky mengajaknya ke suatu tempat seperti yang di lakukannya di kapal pesiar.


Semoga kamu mengerti Sky. Kalau sekarang aku sudah mulai nyaman bersama mu.


Suri Tersenyum bahagia tanpa Sky sadari.


"Besok. Kita temui Dokter kandungan. Agar Papa tidak marah." Ucap Suri lembut.


Sky termenung sejenak. Dengan lembut menggeser tubuh Suri dari atas pangkuannya.


Suri menoleh kearah Sky yang kini berdiri.


"Sky? Apa kamu-


"Aku sudah selesai." Desis Sky sedikit ketus. Lalu ia melenggang ke arah shower. Meninggalkan Suri di sana.


"Kenapa dengannya? Apa dia benar-benar ingin anak dariku? Tapi, tapi!"


Suri terdiam sesaat. Asik menatap Sky yang tengah membersihkan diri.


Kenapa sikapnya seperti dia tidak Suka dengan permintaan Papa.


Suri asik bertanya di dalam benaknya. Melupakan Sky yang mana sudah selesai.


.


.

__ADS_1


Keesokan harinya.


__ADS_2