Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Hadiah Yang Kembali


__ADS_3

"Suri!!" Teriak Sky marah.


"Apa?" Suri mengencangkan suaranya. Menunjuk wajah Sky yang siap datang.


"Aku benci kamu, Sky," Serunya, Mengutuk Sky dari Kilauan mata sendunya.


Sky segera menarik Suri. Membawanya pergi dengan memaksa.


"Sky. Lepas!" Suri Mengguncang tangan Sky. Meminta untuknya melepaskan genggaman tangannya.


Sky acuh terus menyeret Suri untuk masuk kedalam mobil.


Jason yang melihat itu segera mengejar.


"Jason!" Teriak Daren. Tak percaya melihat Jason berlari menghampiri Sky dan Suri.


"Astaga!" Daren ikut berlari. Mengejar Jason.


Sky tidak akan membiarkan Suri bersama mu, Jason.


Batin Daren.


"Sky! Lepaskan." Jason secepat kilat menarik tangan Suri.


"Kamu harus menepati janjimu." Kata Jason mengingatkan Sky.


Tangan Sky mengepal marah. Rahangnya mengeras mantap. Gigi-giginya menggertak.


Suri terpaku ketika Jason menggenggam tangannya kuat. Tak percaya Jason seberani itu.


Dengan napas terengah-engah. Sky berbalik. Melirik Jason penuh amarah. Apalagi sang sahabat sudah berani menggenggam tangan Suri istrinya.


"Lepaskan tanganmu!!" Bentak Sky. Segera menarik tangan Suri kembali. Tapi Jason terlebih dahulu menarik Suri kebelakang. Dirinya maju dan menghadang niat Sky.


"Kamu mungkin suaminya. Tapi malam ini dia milik-


"Jason!!" Suara Sky memekik tajam. Berusaha menyingkirkan tubuh Jason. Tangan Sky terus berusaha menarik Suri. Tapi Jason begitu cepat menghalau.


"Sky!" Seru Jason sembari mendorong tubuh Sky sampai tersungkur di aspal.


"Hentikan! Kamu sudah memberikan Suri padaku!" Bentak Jason. Kembali mengingatkan Sky ketika di kampus.


"Aku menantang kalian! Siapa saja yang menang, akan ku memberikan, Suri."


Sky mengepalkan tangan. Merasa marah ketika kalimat yang dirinya katakan menerjang otaknya.


Hiks...hiks... Suri menangis sesegukan di belakang tubuh Jason. Merasa terluka amat sangat ketika tau Sky sudah membuatnya seperti barang yang berhak di miliki siapapun.


Kenapa rasanya sakit sekali! Kenapa dia tega! Selama ini aku rela di perlakukan tak manusiawi. Tapi ini benar-benar keterlaluan.


Suri memaki dalam hati. Bibirnya sulit bersuara selain menangis dan menangis.


Jason yang memang tidak menginginkan Suri sejak awal merasa di landa kebingungan. Niat awal hanya ingin mengalahkan Sky tanpa harus menerima hadiah yang di janjikan Sky. Tapi kini ini berubah arah! Melihat Sky bertingkah tak berdaya membuat Jason puas. Ini adalah untuk yang pertama Sky bertingkah seperti itu.


Lihat dia seperti seorang anak kecil yang kehilangan permennya.


Gumam batin Jason. Bibirnya sedikit tertarik ketika melihat ketidak berdayakan Sky.


Hanya karena wanita dia seperti ini.


Jason melirik Sky seolah menghina. Laki-laki yang brutal dan bengis kini tertunduk lesu di atas aspal seolah tak sanggup untuk bangun.


Sky kebingungan dan tak tau harus berbuat apa. Tangisan Suri membuatnya tertunduk lesu. Penyesalan terus menertawakan dirinya yang nampak menyedihkan itu.


Daren tersenyum dari kejauhan melihat bagaimana Sky yang kasar itu kini tak berdaya.


"Apa Suri benar-benar sudah berhasil menaklukkan hati seorang Sky Antony Barata? I do not believe it." Gumam Daren sembari berdiri di dekat dua temannya dan Suri.


Jason berbalik. Matanya menelusuri wajah Suri yang memerah. Kuatnya tangisan membuat tubuh Suri bergetar hebat. Jason merasa kasian melihat itu. Hatinya yang memang baik semakin tak kuasa menahan rasa kepedulian terhadap Sky dan Suri.


Di tengah kebingungan, Jason bergantian melirik Suri dan Sky yang masih terduduk di aspal tanpa kata atau tindakan.


Jason menghela napas singkat. Kakinya melangkah sebanyak dua langkahan. Menepuk pundak Suri yang bergetar.


Suri terkejut di buatnya. Mendongak menatap Jason.


"Aku akan mempermudah!" Kata Jason. Tersenyum datar. Lalu ia kembali berbalik kearah Sky.


Suri tak mengerti dengan apa yang di maksud Jason.


Apa yang dia katakan?


Tanya Suri dalam hati.


Jason segera menarik baju Sky.


Sky bangkit. matanya beradu dengan mata Jason.


"Ada apa, Sky? Sepertinya kamu ada perasaan terhadap istrimu!" Jason melirik Suri dengan ekor mata.


"Kamu sudah membuat aku terlihat lemah." Seru Sky. Yang di maksud Sky lemah di depan Suri yang masih menangis di belakang tubuh Jason.


"Lawan aku! Maka aku akan menghadiahkan Suri Kepada mu. Itupun kalau kamu menang!"


Tangan Sky mengepal kuat. Marah, dirinya benar-benar di kuasai amarah atas ucapan Jason barusan.


"Kau akan mati!" Seru Sky lantang. Tapi Jason malah tertawa puas.


Hahahaha...


"Bagaimana rasanya? Kamu marah, bukan?"


"Jason, jangan membuat aku semakin marah." Teriak Sky.


Suri yang melihat keduanya akan berkelahi segera menarik Jason alih-alih Sky.


"Hentikan! Kalian berdua menyebalkan! Aku bukan barang yang bisa kalian miliki seenaknya!" Seru Suri marah. Suaranya memekik di tengah tangisan.


Sky dan Jason tertegun melihat kemarahan dan tangisan Suri.


Daren yang ada di sana hanya mampu berdiri tanpa bisa mendekat.


"Aku tidak akan ikut dengan kalian berdua. Terserah! Kalian mau berkelahi sampai matipun aku tidak perduli."


Suri berlari. Meninggalkan Jason dan Sky.


"Suri!" Jason yang merasa bersalah berlari mengejar. Tapi Sky menghadang.


Sky menarik jaket Jason.


"Lawan aku." Sky masih kekeh dengan ucapan Jason, mengabaikan Suri yang kini semakin menjauh.


Yang menang akan mendapatkan Suri.


Batinnya bertekad akan mengalahkan Jason agar bisa mendapatkan Suri kembali. Pantang bagi Sky mengejar Suri di saat statusnya masih menjadi milik Jason walaupun itu hanya satu malam.


Jason mengerang karena ulah Sky.


"Sky, dia pergi!"


Jason berusaha melepaskan tangan Sky dari jaketnya.


"Daren!" Sky berteriak.


Daren menjawab dengan teriakan juga.


"Aku tau!"


Daren segera berlari mengejar Suri.


Sky tersenyum datar. Setelahnya kembali mencengkeram jaket Jason.

__ADS_1


"Kita mulai!" Sky mendorong Jason. Tangan Sky angkat dengan kepalan. Bersiap menyambut Jason.


Tak ada pilihan selain melawan Sky yang memang dirinya inginkan.


Jason maju.


Keduanya saling pukul.


Sky memukul wajah Jason. Dan Jason melawan.


Darah segar mengalir dari sudut bibir mereka. Tapi sama sekali tidak membuat keduanya berhenti saling pukul.


Sky ingin menang agar Suri bisa kembali ke tangannya. Sedangkan Jason ingin menang karena ingin melawan Sky, yang tempo hari sudah membuatnya berakhir di rumah sakit.


Di saat Jason dan Sky berkelahi. Daren terus mengejar Suri.


"Suri, tunggu!" Teriak Daren.


Melihat Daren, Suri semakin berlari. Berteriak agar Daren tidak mengejarnya.


"Pergi, aku tidak ingin melihat kalian bertiga."


"Apa salahku! Aku bahkan tidak terlibat!" Balas Daren.


"Lihat dimana kamu sekarang!" Teriak Suri lagi.


Daren menatap sekeliling dengan terus berlari.


"Tapi aku tidak terlibat, Suri." Daren Kekeh. Melupakan beberapa saat yang lalu dirinya juga ikut memanaskan jalanan beraspal itu.


"Bagiku kalian sama saja."


"Suri, berhenti." Perintah Daren bak angin lalu. Suri terus berlari hingga mencapai mobil yang tadi membawanya.


"Buka pintunya." Suri berteriak ke arah si supir dan pelayan.


Pelayan mengangguk cepat. Tak membuang waktu segera membuka pintu mobil.


Suri meluncur masuk. Tapi tubuhnya yang setengah masuk segera di tarik Daren.


"Tuan mu, yang meminta." Daren melirik kearah Supri dan pelayan. Meminta mereka untuk tidak menghalanginya.


Mendengar nama Sky membuat mereka mengangguk. Dan membiarkan Daren membawa Suri keluar mobil.


"Lepaskan! Daren, lepas!" Pinta Suri. Berusaha menarik balik tangannya.


"Sky, meminta aku untuk menghalangi kamu pergi." Jawab Daren.


"Apa kamu budaknya!" Tanya Suri lagi. Meremehkan Daren lewat tatapan mata.


Daren menggeleng. "Aku temannya, bukan budaknya."


"Lepaskan, Daren! Biarkan aku pergi!" Suri terus berusaha menarik tangannya. Tapi kekuatan Daren lebih unggul.


"Kalau aku membiarkan kamu pergi, sama saja aku menyerahkan nyawa ku sendiri." Kata Daren penuh penekanan.


Suri berdecak kesal, marah karena Daren terus menahannya untuk pergi.


Dari kejauhan Suri dan Daren menyaksikan pergulatan antara Jason dan Sky.


Suri yang sudah muak memalingkan wajah. Tak sudi melihat adegan menegangkan itu. Sedangkan Daren dan kedua pria lainnya intens menatap bagaimana Jason dan Sky saling serang.


Buk...buk...buk...


Pukulan menggema di antara keduanya. Saling serang tanpa ampun. Sky memberi pukulan karena ingin mendapatkan Suri kembali dan juga marah kepada dirinya sendiri. Sedangkan Jason terus melawan karena ingin membalas atas apa yang sudah Sky lakukan padanya.


"Menyerlahlah." Seru Sky dengan napas memburu. Rasa sakit menjalari tubuh keduanya.


Sambil terengah Jason menggelengkan kepala.


"Kali ini aku tidak akan membiarkan kamu menang!"


Sky menyeringai. "Lihat saja."


10 menit sudah berlalu. Dan pergulatan mereka masih berlangsung.


Suri terisak karena Sky dan Jason sama-sama kuat. Tidak ada yang ingin mengalah.


Daren yang melihat kedua sahabatnya masih bergulat diam-diam melepaskan tangan Suri.


Suri mundur dan segera masuk. Mengunci pintu mobil agar tidak ada yang masuk.


"Kenapa, kenapa aku bisa hidup di antara mereka." Hiks...hiks....


Daren yang melihat Suri masuk kedalam mobil berdecak kesal. Segera menatap si supir..


"Jangan sampai kalian membawa Suri. Sky akan membunuh kalian kalau sampai dia melewati gerbang itu." Daren melirik gerbang di depan mereka.


Kedua pria itu mengangguk paham.


Daren ikut mengangguk. Setelahnya berlari untuk menghentikan pertikaian Jason dan Sky.


"Kau menyerah!" Kata Sky yang kini mulai menguasai Jason.


Jason menggeleng cepat, padahal dirinya sudah sangat lemah.


Melihat itu Sky kembali memukul Jason. Wajah dan perut sang sahabat menjadi sasaran Sky.


Sampai Daren Datang!


"Sky, cukup! Dia sudah kalah!" Teriak Daren. Menarik Jason yang mana Sky mengikuti.


"Dia bilang, dia masih ingin melawanku." Sky terus memberi pukulan. Sesekali Daren ikut mengerang akibat salah pukulan tangan Sky.


"Cukup! Sky, Tidak bisakah matamu melihat Jason sudah kalah!"


Sky segera berhenti. Menurunkan kedua tangannya yang memerah.


"Minggir, Daren!" Jason mendorong Daren. Tapi Daren menggeleng.


"Stop Jason. Kamu bisa mati." Seru Daren. Menyeret Jason untuk masuk kedalam mobilnya.


Sky yang masih di kuasai kemarahan. berteriak.


"Aku sudah katakan. Aku akan kembali membawanya." Sky menatap Jason yang sudah masuk kedalam mobil Daren.


Cuh...Sky meludah, mengeluarkan air liur berserta darah segar. Wajah tegasnya menghantar mobil Daren yang melenggang pergi meninggalkan arena balap.


Suri yang ada di dalam mobil menatap kepergian mobil Daren. Menangis lagi karena pasti Jason yang kalah. Apalagi tadi si supir dan pelayan bersorak pelan menyuarakan nama Sky. Suri mendengarnya samar.


"Aku bahkan membenci kalian berdua!"


Gumam Suri. Segera membuka kaca mobil. Melirik kearah Supir.


"Aku ingin pulang! Cepat jalankan mobilnya!" Pinta Suri sedikit ketus.


Si supir menggeleng segera. Membuat Suri berdecak kesal.


"Pak! Saya bilang saya ingin pulang-


"Kamu pulang bersamaku!"


Tiba-tiba suara penuh karisma menggema. Suri memejamkan mata ketika mendengar suara itu. Setelahnya menutup kaca mobil. Tak lupa juga menguncinya kembali.


Tak ada rasa takut lagi. Suri di kuasai kemarahan atas perbuatan Sky.


"Aku benci kamu. Aku benci kamu!" Suri memejamkan mata. Mengutuk Sky yang masih berdiri di luar mobil.


Sky berjalan gontai mendekati kaca mobil. Mengetuknya pelan.


"Suri, buka!"

__ADS_1


"Tuan Sky, anda terluka." Kata si pelayan khawatir melihat wajah dan pakaian Sky. Lebam dan lusuh.


Sky menggeleng pelan tanpa berpaling dari pintu mobil.


"Suri, buka! Ayo kita pulang!" Pinta Sky. Sebenarnya tubuhnya sudah sangat kesakitan. Wajah tampan Sky yang lebam dan berdarah tidak membuatnya mundur.


Tuk...tuk...tuk...


Suri berusaha acuh dan mengabaikan Sky. Mata dan telinga ia tutup menggunakan kedua tangan.


"Pergi, aku tidak ingin melihat kamu." Teriak Suri dari dalam mobil.


Si supir yang tak tega berlari segera untuk membuka pintu mobil yang di kunci dari dalam.


Tapi Sky berkata.


"Diam di tempat mu!"


Kaki si supir seketika kaku. Tangannya siap menekan tombol remote kunci mobil.


Sky menarik napas panjang. Matanya berkeliling seperti mencari sesuatu.


"Baik, kalau itu mau mu!"


Sky melangkah pergi. Sedikit membuat Suri tenang. Suri menghela napas lega.


Di saat suasana sedikit aman Suri berteriak kearah si supir.


"Pak! Antara saya-


Brak....Brak....


Kaca mobil berhamburan mengenai tubuh Suri.


Suri menutup wajahnya.


"Aaaaaa!"


Suri berteriak ketakutan. Pasalnya kaca mobil tengah di rusak seseorang begitu membabi buta.


"Tuan Sky."


Seru si supir dan pelayan tak percaya. Melihat Sky dengan mudah menghancurkan kaca mobil yang mana Suri ada di dalamnya.


"Aku bilang buka pintunya!" Bentak Sky. Terus memukul semua kaca mobil dari segala arah. Serpihan kaca bertabur. Si supir dan pelayan segera menyingkir tidak ingin menghalangi Sky.


Hiks...hiks..."Hentikan, Sky!" Teriak Suri sembari menangis. Ketakutan melihat bagaimana Sky tengah menghancurkan mobil.


"Suri, keluar! Keluar sekarang!"


Tak ada pilihan selain keluar.


"Hentikan Sky! Apa sih mau mu? Katakan!!" Suri memekik. Terus menangis bahkan sebagian tubuhnya berdarah. Karena serpihan kaca mobil mengikis kulit lembutnya.


"Bunuh saja aku! Bunuh aku, Sky! Hiks...hiks....Aku tidak tahan dengan mu, Sky!" Lanjut Suri. Berteriak mengabaikan tatapan kedua bawahan sang suami.


Sky segera membuang benda yang ia jadikan alat untuk menghancurkan kaca mobil.


Berjalan cepat ke arah Suri yang kini berdiri diambang pintu mobil dengan tangisan.


Hap..Sky menarik Suri kedalam pelukan.


"Aku hanya ingin kamu keluar dan pulang bersama ku."


Hiks....hiks..." Kamu monster!" Suri memukul dada Sky...


"Aku tau!"


.


.


Di rumah sakit!


Daren mengantarkan Jason karena luka di tubuh Jason harus segera mendapatkan penanganan.


"Kau bodoh!" Kata Daren. Memaki sang Sahabat yang kini tengah di tangani suster dan satu dokter.


Jason meringis ketika luka di wajahnya tengah di bersihkan. Dokter dan suster tersenyum melihat luka di wajah Jason, membuat Daren Tertawa.


"Dokter, maafkan temanku. Dia gila!"


"Tidak apa-apa Tuan Daren! Laki-laki memang harus merasakan sakit untuk bisa menjadi laki-laki." Kata si dokter seakan menyindir dirinya.


Mendengar itu, Jason tertawa balik.


"Aw.." Jason meringis karena sudah tertawa.


Daren mengendus kesal.


"Laki-laki bodoh yang mau terluka untuk hal yang tidak penting!" Seru Daren yang mana membela dirinya.


"Sesekali harus terlihat bodoh. Apalagi itu untuk seorang wanita!" Lagi Si dokter bersuara.


"Dokter!" Seru Daren tak senang.


Sedangkan Jason termenung.


Aku melawan Sky bukan untuk Suri! Aku hanya ingin membalas apa yang sudah Sky lakukan padaku.


Jason bergumam dalam hati. Merasakan hatinya berkata itu. Tapi entah kenapa akal sehatnya mengatakan lain.


Daren terus menunggu Jason yang tengah di beri penanganan. Sampai akhirnya doktor bersuara.


"Malam ini. Tuan Jason harus di rawat, besok pagi anda bisa pulang!"


Jason mengangguk mendengar kalimat yang sama seperti tempo hari.


Lihat Sky, kamu berhasil membuat aku kembali menginap di rumah sakit. Kamu juga berhasil mendapatkan Suri kembali.


Daren menghela napas jengah.


"Kau senang menginap di rumah sakit, Jason." Ledek Daren. Segera bangkit dari duduknya.


"Rumah sakit bukan tempat yang buruk untuk menginap."


Daren memutar bola matanya jengah.


Bagi Daren kedua sahabatnya sama saja. Sama-sama gila dan tak punya akal.


Beruntung dirinya masih waras dan bisa berpikir jernih.


"Aku pergi!" Daren menepuk pundak Jason.


"Kau tidak ingin menemaniku di sini? Menginap-lah!" Rengek Jason.


"Kau!" Daren menarik napas lagi.


"Ayolah, Daren!"


"Kalau saja orang tuamu tidak pergi ke luar negeri. Aku mana Sudi." .


Jason tersenyum senang. Tapi setelahnya kembali meringis.


Suri, aku tidak bisa menyakiti kamu. Seperti apa yang di lakukan Sky. Tapi mungkin sekarang kamu juga membenciku.


Wajah Jason kembali murung. Membuat Daren menepuk pundak Jason.


"Jangan sedih ada aku!"


Kata Daren menguatkan. Tapi Jason malah mengerutkan wajah. Merasa risih dengan wajah Daren yang terlihat manis.

__ADS_1


"Uee...Jijik Nge!" umpat Jason.


__ADS_2