
Sky segera berlari hingga ia sampai di mana Suri dan Melodi berada.
"Suri, Melodi!" Sky memanggil nama sang istri dan Melodi untuk memastikan. Berdiri di luar perahu karet yang sepertinya di jadikan rumah atau semacamnya.
"Sky! " Panggil Melodi.
Tanpa membuang waktu, Sky masuk ke dalamnya.
"Astaga, Suri!"
Sky tersenyum lega. menarik Suri untuk di dekapannya. Mengecup kening Suri yang dingin itu lama. Mengabaikan Melodi yang ada di sana.
Melodi segera mundur dengan wajah sedih. Tangannya menahan rasa marah ketika Sky malah memberi perhatikan kepada Suri bukan kepada dirinya. Sky bahkan tidak melihat dirinya.
Astaga! Siapa aku.
Batin Melodi.
"Dingin... Dingin." Suri meracau lagi. Matanya masih terpejam padahal tengah berada di dalam dekapan Sky.
"Apa yang terjadi? Kenapa Suri seperti ini?"
Kini Sky menatap Melodi lekat. Meminta sang dara untuk memberinya Jawaban.
"Dia, dia demam."
Setelah mendapat jawaban. Sky kembali menatap Suri yang masih menggigil hebat dengan mata terpejam.
"Suri? Suri buka matamu! Ini aku, aku datang Suri!"
Seperti sihir. Suri membuka mata dengan perlahan. Tersenyum penuh arti ketika melihat wajah tampan Sky yang terakhir kali dirinya ingat, senyum tak menghiasi wajah Sky.
"Kamu datang! Ini kamu? Tapi kamu jahat!" Tanya Suri dengan bibir bergetar. Meracau tentang kejadian dimana anak-anak kampus melemparinya makanan dan itu semua atas perintah Sky.
Sky mengangguk cepat. Kembali mendekap tubuh Suri.
"Syukurlah, aku bisa menemukan kamu, aku minta maaf." Jawab Sky lirih. Menyesal karena sudah meninggalkan kesan tidak baik terhadap Suri.
Penolakan itu membuat Sky gelap mata. berhadap dengan mengerjai Suri. Sky akan puas dan bahagia. Itu benar. Sky senang karena sudah mempermalukan sang istri. Tapi setelah kejadian itu.. Suri menghilang.
Tekad membawa Sky pada Suri. berharap akan membawa pulang dengan selamat dan akan memberinya kebahagiaan.
Melodi tak kuasa melihat bagaimana Sky begitu perhatian kepada Suri. Melodi memalingkan wajah.
Tidak, Melodi kamu sudah berjanji. Kamu harus menjadi orang baik sekarang. Kamu harus melawan perasaan ini.
__ADS_1
"Sky?" Melodi bersuara. Membuat Sky menoleh kearahnya.
Melodi melanjutkan. "Aku takut dia terkena hipotermia.."
Penjelasan singkat Melodi membuat Sky terdiam.
Hipotermia! Di saat cuaca mulai normal! Musim dingin sudah berlalu.
Pikir Sky. Mengingat sekarang musim panas mulai datang menyingkirkan musim dingin.
Terdengar aneh, tapi Sky berusaha meyakini bahwa Suri terkena hipotermia.
"Kamu harus keluar!" Pinta Sky kepada Melodi.
Melodi mengangguk patuh. Dengan lemas mundur dan siap keluar. Tapi tiba-tiba Jason masuk, hampir saja mengenai tubuhnya.
Jason masuk dengan wajah panik sekaligus lega. Melihat Suri dan Melodi ketemu dalam keadaan hidup. Walaupun keadaan kedua wanita muda itu terlihat menyedihkan.
"Suri kenapa? Apa dia sakit?" Tanya Jason. Menatap Suri yang menggigil dalam dekapan Sky.
Spontan Melodi menarik Jason. Keluar untuk meninggalkan Suri dan Sky.
.
"Kenapa kamu menarik ku keluar?" Seru Jason tak senang ketika Melodi menyeretnya keluar tanpa mendapatkan jawaban.
Keduanya berada di bibir pantai. Lima meter dari jarak rumah perahu karet.
"Suri demam, tapi dia menggigil kedinginan. Tubuhnya panas, tapi tadi tubuhnya dingin!"
Jason menatap Melodi datar.
"Mendengar penjelasan darimu membuat aku mual! Kamu terus berputar-putar tak jelas." Jason memberi komentar ketus.
"Dia terkena hipotermia." Lanjut Melodi setelah mendapatkan kritikan dari Jason.
Jason melirik tenda perahu karet yang ada di belakang. Tersenyum datar ketika kata hipotermia Melodi lontarkan.
"Pantas kamu meminta aku keluar."
Melodi mengangguk pelan. Menghela napas berat.
Ternyata Suri benar? Sky memang mulai mencintai istrinya.
Melodi mengingat ucapan Suri beberapa hari lalu.
__ADS_1
"*Kenapa Sky meminta anak-anak melemparkan makanan ke tubuh mu?"
"Sky marah karena aku sudah menolaknya*."
Cuplikan perbincangan itu membuat Melodi semakin iri. Jujur dirinya berharap agar Suri tidak selamat dari pulau misterius itu. Tapi ketika Suri memberi perhatian dan kasih sayang padahal dirinya pernah di perlakukan tidak baik olehnya. Melodi sadar. Sekarang bukan waktunya untuk mengejar cinta yang tak akan pernah sampai.
Melihat diamnya Melodi, Jason berdehem.
"Kamu dan Suri pasti belum makan? Di Speed boat ada makanan."
Jason mulai berjalan. Mengarahkan senter ke depan sebagi penerang menuju speed boat yang nampak sedikit gelap.
Diam-diam Melodi mengikuti Jason. Karena tidak ada alasan baginya untuk diam di sana.
"Jason! Aku ingin sandwich." Kata Melodi sedikit berteriak. Terus berlari mengejar Jason.
.
Di saat Melodi dan Jason berjalan bersama menuju speed boat.
Sky dengan buru-buru membuka kancing baju lusuh Suri.
Tapi Suri menghalangi dengan menarik tangan Sky.
"Apa yang kamu lakukan?" Kata Suri dengan masih menggigil.
Sky berdecak kesal. Tanpa kata menyingkirkan tangan Suri yang lemah.
Suri terus memberi perlawanan di saat kesadarannya mulai menghilang. Tapi Sky acuh.
"Aku sedang sakit! Tapi kamu ingin memperkosa ku!" Kata Suri penuh kemarahan.
Tapi Sky membiarkan Suri berceloteh tentang apa yang sekarang dirinya lakukan.
"Nanti kamu akan berterimakasih kepada ku!"
Setelah selesai menanggalkan pakaian Suri. Kini giliran Sky. Dengan cepat membuka kaosnya. Menampakan tubuh indah nan luar biasa. Potongan roti sobek nampak jelas saja. Suri tersenyum pelan sepertinya Suri berhalusinasi. Bayangan Sky saat ini adalah mimpi atau pangeran gaib yang datang menemani mimpinya. Pikir Suri.
Tanpa ragu Sky menjatuhkan tubuh tanpa sehelai benang itu keatas tubuh polos Suri. Setelahnya menutupi diri dengan mantel dan menyelimuti tubuh polos keduanya.
"Aku hangatkan kamu," Sky berbisik. Setelahnya mengecup bibir Suri yang dingin dan kering.
.
.
__ADS_1
Insyaallah sahur nanti up satu episode lagi.
Selamat berpuasa untuk kita semua umat Islam. Semoga puasa Ramadhan kali ini kita menjadi manusia lebih baik lagi. Sehat-sehat semuanya.