
Sesaat setelah Fandi berganti pakaian. Tak lama Fani dan Fana mendekat.
"Mas harrypotter, kenapa ga mau sampe Clara tau sih?" penasaran.
"Siapa yang kamu maksud. Saya? Sa-ya tidak menyembunyikan. Hanya pekerjaan sampingan. Driver pribadi." lirih Fandi menjawab pertanyaan sahabat Clara.
Fani pun berbisik, Gw enggak yakin. Lo percaya gak Fana? bisik Fani. Lalu duduk mendekat dan mengunyah kacang tanah kala itu. Si kremi menatap dua cewe yang udah bopak karna masih jomblo hingga kini.
"Wooy, bae bae tuh mata. Copot nanti!" lirih Misel.
Fana dan Fani hanya memicik mata dan mulut yang dikesampingkan, sehingga terlihat menyon ke kiri. Mengabaikan teguran Misel dan masih menatap mas Harrypotter serta membuntutinya.
EHEEUUUUM ... "Kalian kenapa mengekor, apa tidak ada hal penting lagi. Jika sudah selesai pulanglah!"
"Yeiiiykh. Mas KC kenapa ngusir sih, kenapa juga ga pakai baju tadi itu terlihat bigboss uwuuuw?" Fandi menghiraukan.
Tak lama Fana mendapat pesan jika ia harus segera pulang, Fani pun ikut pamit. Tiba saja Clara menatap di ujung meja dapur menatap Fandi yang baru pulang.
"Eeeiyh.. yeiiy lihat deh. Mas KC dan Mas mas pindahan dari negri sakura, kini mereka saling menatap!" titah Kean.
Rean dan Misel ikut menatap aksi tatap sorot Fandi dan Franstino.
Tak lama Clara mendekat dan berada ditengah seolah ingin mengehentikan tatapan kejam dan seram itu.
"Ka Fandi, aku ingin katakan jika aku ..."
"Ya. Baiklah Clara ka Fandi akan menepati jika kekasihmu sampai, hubungan status kita berhenti. Kau bersabarlah dan jangan sering ke rumah ini seorang diri ketika aku belum resmi!" menunjuk Franstino.
Fandi segera melewati punggung Clara dan Franstino. Meski kekasih Clara kala itu menepuk pundak Clara dan tersenyum senang. Awalnya ketika Clara menjelaskan ia tak rela, tapi begitu ia tau kejadian yang sebenarnya ia berusaha menunggu dan mengawasi.
Tapi sorot mata Clara berbeda, ia padahal ingin mengatakan perkataan lain. Hal itu di sadari oleh Kremi yang tau akan sikap dan hati Clara.
"Lo tau gak, gw yakin Clara udah jatuh hetong. Pasti tadi dia mau bilang yang sarangheo." bubuh Kean.
"Sotoy aakh, genges deh. Andai Oma M-masih ada yah, kita tiap dateng pasti di suguhin kertas merah berlipat lipat untuk menjaga Clara. Kayaknya kita harus cari sampingan. Setelah lulus apa ada perusahaan yang mau nerima kita?" tanya Rein.
"Bego lo segunung. Gunung tinggi aja enak di liat. Gw liat lo bikin enek deh. Lo pade mikirin apa sih, kita pasti di terima lah kalau ngelamar kerja secara title kelulusan kita loh." sombong Misel.
"Dengan gaya dan tampilan kita seperti ini, apa yakin Mis?"
Misel pun memutar mata dan pamit. Di ikuti oleh Franstino yang mengecup pipi Clara kalau itu.
"Beb, besok aku jemput ya!" Clara hanya menjawab dengan senyuman tipis.
__ADS_1
Fandi yang menatap di bawah balkon. Ia merasa resah dan bingung. Andai saja jika pasangannya mencintainya, sudah pasti ia akan bahagia dan tidak terjerat pernikahan wasiat.
Beberapa puluh menit kemudian, Ketika teman Clara sudah pulang ke alamnya masing masing.
Clara menatap Fandi yang turun dari anak tangga, ia pun menanyakan sesuatu.
"Ka Fandi mau kemana?" diam sejenak melangkah tanpa menjawab.
"Ka Fandi udah Makan?" Kembali diam.
Fandi pun Menarik nafas dan berkata.
"Jaga dirimu Cla, ka Fandi ada urusan. Tunggulah jika kamu sepi hubungi Tino untuk menjemputmu esok!"
Clara pun berlari dan ikut melangkah cepat, ketika Fandi pergi masuk kedalam mobil dan melaju.
"Tunggu Ka, ka Fandi ga bisa seperti ini. Jika Clara salah Clara minta maaf!"
Fandi tetap melangkah namun tetap di cegah oleh Clara. Mereka berdua tanpa melihat tetangga menatap aksi mereka yang saling menahan dan bergunjing dari mulut ketelinga yang lain.
"Ka, sedalam itukah cinta ka Fandi untuk Elvira, andai saja Ka Fandi tau. Clara ga mau kita berpisah, Cla mengagumi dan mungkin ini adalah cinta Clara saat ini, karna sosok kakak Clara merasa nyaman." batin.
Fandi masih mengendarai mobil berjalan pelan, melewati gerbang. Tapi ia manatap spion saat melihat Clara masih berdiri dan mengusap airmatanya. Terlebih menyadari ada kerumunan tetangga yang menatap Clara menangis.
Clara menatap Mobil yang di kendarai mobil Fandi memundurkan mobilnya. Tak lama Fandi meminta Clara masuk dan mereka pergi begitu saja dengan saling diam.
Berada di Pantai.
Clara memajukan langkah dan memberanikan diri untuk bertanya pada Fandi yang masih menatap ombak yang bergerak dengan terpaan air bergelombang.
"Ka, apa sosok Elvira masih melekat di hati ka Fandi?"
"Heuump.. Bukankah kamu menunggu Kekasihmu kembali. Kaka hanya berusaha menepati janji sesuai kertas yang kamu inginkan Cla. Jadi urusan hati kaka masih bingung, Elvira sudah bahagia. Jadi harus berusaha bahagia bukan?"
"Jika Clara tak ingin kita berpisah, apa ka Fandi keberatan. Clara kasihan ka Fandi kesepian nantinya?"
"Haaah .. Cla. Kaka bukan anak manja, tak perlu dikasihani. Ka Fandi masih menunggu seseorang hingga kini, ini adalah tempat dimana seseorang yang sangat berarti untuk ka Fandi berharap hingga kini. Jadi kembalilah jika kamu mencintai kekasihmu!"
Clara kembali menangis, ia salah bicara. Ingin sekali ia mengatakan jika ia menyukai Fandi yang benar setia bukan karna sedih dan kesepian. Jika ia tetap berusaha kembali pada Franstino, bahkan Fandi masih menunggu wanita pirang itu. Ingin ia mengatakan jika hatinya telah terkunci kini. Benar kata ka Gilang, ada hal spesial dari diri Fandi, pantas saja Gilang selalu memintanya untuk menikah real.
"Mengapa sakit, saat perjanjian berakhir. Mengapa sulit untuk mengatakan, mengapa sulit untuk menerima jika status kita berakhir. Tapi sayang rasa rindu itu, senyuman itu bukan untuk Cla." batin.
"Bunda. Fandi sudah menunggu di tempat ini, bagaimana bisa Fandi mengejar cinta. Fandi akan mengakhiri cucu Seiyen sahabat Bunda. Tapi Fandi tak bisa menahannya, Fandi berjanji akan menunggu Bunda dan mengejar kebahagian Fandi sendiri ketika Bunda telah hadir. Sampai kapan Bunda bersembunyi tak menepati janji. Aku terlahir bukan untuk jadi pria pecundang dan ingkar bukan, sesuai keinginan Bunda." batin Fandi masih menatap ombak.
__ADS_1
.
.
.
Di kampus, hari hari terakhir.
"Yeiy kenapa sih Cla, murung aja. Gw liat udah berapa hari wajahmu meredup bagai lebah kehilangan madu?" tanya Kean.
"Tau nih. Padahal kan Yeiy belum di jebol. Kita jadi ga semangat, masa kita makan semua ini makanan full dimeja. Tapi kamu ga makan Cla. Kan kita juga kasihan sama dompet kamu." tambah Misel.
Rein pun berbisik, padahal kedatangan Tino yang selalu membuat kampus ramai. Akan wanita yang menyukainya dan namanya populer akan kekayaan dan kegantengan. Membuat Clara tak lagi melirik, hal itu mereka sadari ketika memergoki Franstino pergi dengan tiga wanita di mall ternama. Hal itu juga membuat mata mereka iba dan selalu menemani Clara kemanapun untuk tidak melihatnya.
"Udah kalian gak akan tau, seminggu ini gw masih menata. Harusnya gw putusin Franstino. Tapi gw ga bisa nahan, kenapa cinta itu sulit. Gw cinta seseorang tapi dia enggak." Clara menutup matanya dan menepuk meja makan.
Misel tersenyum, melirik Kean dan Rein. Lalu ia mengirim pesan suara itu pada Mas KC.
"Gw bilang apa kan, ladang pahala berkah barokah ni. Dapet japukan berentet dari Mas Harrypoter tiap hari ini mah." girang Misel menepuk pundak Kean dan Rein. Masih memegang ponsel dan duduk berjingkatan akan rejeki yang menimpanya sebentar lagi.
"Wadaaauuw. Sakit belo, ga kira kira loh nepuk pundak orang."
Pasalnya Misel bahagia karna kerjaan mereka akan bertambah selain menjaga Clara atas perintah Fandi secara diam - diam.
"Kalian kenapa sih, apa yang bikin kalian girang?" tanya Clara.
Sementara Misel menginjak kaki Kean dan Rein untuk diam. Seolah hanya dia saja yang menjawab pertanyaan Clara.
Wedeeeiuuw. Sakit nyuuks, dasar pria bogel kebawah, Gede tinggi keatas. Lo mirip gurita pake kaos kaki. Sakit ga berdarah, Pekik Kean.
"Lepasiiin kaki lo Miiiiis!" teriak Kean dan Rein menatap Misel.
Clara hanya kebingungan dan menggebrak gelas berisi jus yang penuh itu. Sehingga tatapan Kremi menatap Clara menyeringis dan terdiam pelu sedikit takut.
.
.
.
Fandi : Video apa ini, lagi lagi si Kremi ga penting banget ?
Kremi : Mas KC yang kegantengan naik level, please bantu kita. Buka video itu, semua akan terjawab dan kegelisahan kita tanpa japukan akan berakhir senyum paksa. Iyeee kan Readers, please minta tolong kasih tau Author jangan bikin kita kere terus.
__ADS_1
Author : 🤔🤔🤔 Selanjutnya gw bikin Kremi apa ya, gw harus bikin ni tiga kremi yang songong jadi lebih ancur !!