Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua
penyesalan


__ADS_3

mas budi menarik tanganya, dan dia meminta maaf.


melihat wajah mas budi yg merasa bersalah.


kembali aku tersenyum.


aku memeluk mas budi, karena aku sempat marah pada mas budi.


kami berpelukan,untuk menghangatkan suasana yg semakin dingin.


sebuah kecupan, mendarat di bibirku.


awalnya aku mau muntah mencium aroma alkohol yg keluar dari mulut mas budi


tetapi setelah mas budi mendaratkan ciuman


beberapa kali aku terbiasa, dengan aroma alkohol yg keluar dari mulut mas budi.


aku jg membalas ciuman dari mas budi


ciuman cibta yg semakin lama semakin memanas..


entah mengapa malam itu nafsuku mendidih.


aku awalnya marah sama mas budi, akhirnya aku pasrah apa yg di lakukan mas budi.


malam itu, malam sejarah bagiku


malam di mana mas budi merenggut keperawananku.


mungkin akibat pengaruh alkohol yg masih mengusai mas budi.


entah berpa kali malam itu mas budi melakukanya


dan kami sampai lemas dan tertidur.


aku bangun kesiangan


dan aku merasakan perih di selangkanganku


aku hanya bisa menangis.


saat ku lihat, noda darah di sprei tempat tidur yg sudah mulai kering

__ADS_1


mas budi terbangun mendengar tangisku..


walau tangisku sangat pelan keluar dari bibirku..


sebagai prajurit, mas dani di latih mendengar gerakan gerakan yg sensitif...


mas budi terbngun.


ada apa yu? kok menangis.


saat di bangkit dia terkejut, saat kami masih di dalam satu selimut dalam keaadan tak berpakaian.


ayu.


apa yg kita laukukan?


aku tidak menjawab, air mataku masih menetes di pipi, sambil melihat langit langit kamar hotel.


saat mas budi teringat tanpa sadar apa yg telah dia lakukan, mas budi lalu meminta maaf dan bejanji, akan menikahiku setelah tugasnya selesai.


setelah kami mandi, kami pun pulang ke siantar.


dengan sepeda motor kesayangan mas budi.


tidak seperti biasanya.


yg membuat mas budi semakin bersalah.


sesampai di rumahku.


aku masuk, tanpa mengucapkan sepatah katapun buat mas budi, mama yg melihat tingkahku.


hanya bisa menggelengkan kepala.


setelah mas budi pamit, dengan orang tuaku mas budi pun pulang kerrumahnya...


deri jendela aku melihat mas budi pulang dengan wajah yg amat bersalah...


sudah satu minggu, aku tidak mau ketemu mas budi, telvnya jg tidak pernah aku angkat..


sehingga mama bertanya...


"kenapa yu??

__ADS_1


ayu ribut ya sama nak budi???


aku hanya mengelengkan kepala tanpa menjawab sepatah kata pun...


"itu nak budi sudah nunggu dari tadi..


itu lagi ngobrol dengan papamu di depan..


katanya dia mau pamit, karena besok dia mau berangkat...


"apa ma???


tanpa menunggu jawaban dari mama, aku langsung bangkit dari tempat tidurku..


dan belari ke depan untuk menemui mas budi..


mama yg melihatku hanya bisa menggelengkan kepalanya...


saat aku ke depan, aku melihat papa sedang asik mengobrol dengan mas budi, papa begitu bersemangat bercerita tentang pengalamanya saat masih muda dulu...


saat papa melihatku..


papa menghentikan ceritanya...


lalu papa pamit kebelakang, untuk memberi makan hewan peliharaanya...


lalu aku mendekati mas budi...


"mas...


mas jadi pergi...


"iya yu,,,


jadwal keberangkatan kami di percepat, karena konflik di papua semakin memanas...


besok kami harus sudah berngkat..


nanti malam kami akan ke medan dan menginap disana,dan mendapat pengarahan dari komandan..seblum berngkat mas pamit, mas minta maaf dengan ayu...


mas... ..


ayu memeluknya, air matanya menetes..

__ADS_1


walau berat melepaskan kepergian mas budi, aku harus rela demi sumpahnya mengabdi pada negara...


__ADS_2