
Rasa bahagia tak dapat lagi disembunyikan oleh wajah tampan Pras. Dia mengemudikan mobilnya sambil mengikuti lirik lagu yang menemaninya sepanjang perjalanannya pulang ke rumah.
Lagu 'Akhirnya ku menemukanmu' by Naff Band berulangkali diputarnya.
Suara Pras nyaring terdengar sampai ke dalam rumah saat ia turun dari mobilnya.
(Lirik)
"...jika nanti ku sanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku, dan jika nanti engkau di sampingku.. jangan pernah letih, tuk mencintaiku.."
Bu Tatik yang sudah lebih dulu pulang memperhatikan Pras dari balik kain jendela yang menghadap ke tempat parkir.
Meskipun ada sedikit rasa penasaran, namun Bu Tatik tidak mau terburu-buru menanyakan pada Pras. Ia hanya ingin terus memperhatikan Pras sampai Pras yang mengatakannya sendiri.
Pras tidak mengetahui jika Ibu dan anaknya sudah pulang ke rumah. Dia mengira hanya Jenny sendirian di rumah. Sambil masuk ke dalam rumah Pras memanggil Jenny dengan suara baritonnya.
"Sayang..! Aku pulang.., kamu dimana? Aku kangen nih," teriak Pras sembari menuangkan air putih ke gelas yg sedang dipegangnya kemudian meneguknya.
karena masih belum mendengar jawaban, Pras kembali berteriak, "Jenny sayang...."
Ketika ia menoleh ke kanan saat akan mengetuk pintu kamar Jenny, dilihatnya seseorang sedang berdiri mematung sambil tersenyum memperhatikannya.
Betapa malunya ia saat Ibu memergokinya berteriak dengan kata sayang. Seketika pula ia merasa ingin menyembunyikan wajah tampannya.
__ADS_1
"Eh, a da Ibu," ucapnya meringis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sejak kapan, berani panggil - panggil sayang ke Jenny. Perasaan tadi pagi juga belum," tanya ibu kepada Pras.
"Ibu suka, kan?" lontar Pras lirih ditelinga Ibunya.
Sambil tersenyum Ibunya berkata, "Jadi beneran nih?" Pras mengangguk dengan senyum sumringah.
"Lalu Jenny?" lanjut Ibu.
"Dia sih..yes," sahut Pras.
"Alhamdulillah..," ucap Ibu sambil mengatupkan kedua tangannya ke atas dan mengusapkan ke wajahnya.
"Siap-siap? Mau kemana?" sergah Bu Tatik.
"Nanti juga ibu akan tahu," pungkas Pras sambil berlalu meninggalkan ibunya.
"Lebih cepat lebih baik Pras," gumam Bu Tatik lirih sambil tersenyum.
Bu Tatik sengaja duduk sambil menonton TV. Ia ingin melihat sendiri bagaimana ekspresi keduanya saat bersama.
setelah lima belas menit mereka berdua berpamitan pada Bu Tatik. Tiba-tiba Zylva keluar dari kamarnya. Membuat Pras dan Ibunya saling berpandangan. Tetapi Jenny langsung mengajak Zylva untuk ikut.
__ADS_1
"Sayang, kamu mau ikut sama Tante?" ajak Jenny.
Namun Pras sepertinya tidak ingin Zylva ikut bersamanya kali ini. Sehingga dari balik punggung Jenny Pras memberi kode agar Zylva menolaknya. Tapi sayangnya Zylva tidak mengerti maksud kode yang diberikan Pras. Akhirnya Zylva mengangguk.
"Ya sudah kalau begitu ambil jaket dan tas Zylva yang bagus, biar keren. Oke sayang, buruan ya, Tante tunggu ya," tandas Jenny sambil melirik ke Pras dari sudut matanya.
Pras hanya bisa pasrah sambil melemparkan senyum terpaksa.
"Batal deh! Jenny.. Jenny.., kok gak peka sih," protes Pras dalam batinnya.
"Memang kalian mau kemana?" tanya ibu beralasan.
"Atau Ibu sekalian aja ikut kita, boleh kan, Mas?" ajak Jenny pada ibunya Pras.
Lagi-lagi Pras tersenyum tipis sambil melebarkan kelopak matanya yang tajam kepada ibunya.
Bu Tatik yang mengerti maksud tatapan anaknya langsung mengerti apa yang diinginkan Pras.
Akhirnya mereka pergi ke sebuah mall besar yang tidak begitu jauh dari rumah.
Mereka berkeliling di beberapa tempat, sampai akhirnya Pras membawa Jenny ke sebuah toko perhiasan.
"Sayang, silahkan kamu pilih. Cincin mana yang kamu suka," bisik Pras di telinga Jenny.
__ADS_1
Jenny hanya memandangi Pras dengan rasa yang mengharu biru dalam hatinya.