
Begitu Pras, Jenny dan Zylva masuk ke dalam rumah. Ibu langsung beranjak dan menarik tangan Pras kembali keluar.
"Ibu mau bicara sebentar sama kamu," kata ibu dengan wajah dan sorot mata yang tajam.
Pras mengangguk mengikuti ibunya. Sementara Jenny dan Zylva melanjutkan langkahnya.
Jenny dan Zylva terkejut melihat tamu yang sedang duduk di ruang tamu. Perempuan yang memiliki paras ayu dengan tubuh yang ideal.
"Apakah dia perempuan yang dipanggil Tante cantik oleh Zylva?" gumam Jenny dalam hatinya.
Zylva yang mengenal baik wanita itu langsung berlari menghampirinya sambil berteriak, " Tante cantik...."
Perempuan itu pun langsung menoleh dan memeluk hangat tubuh mungil Zylva.
"Tante.. Zylva kangen lho sama Tante," ucap Zylva.
"Oh ya, Tante juga kangen sama Zylva," sahut Nadya si Tante cantiknya Zylva.
"Kenapa Tante datang malam-malam kemari?" tanya Zylva dengan polosnya.
"Em, Tante ada perlu sama ayah kamu," terangnya.
"Zylva dan Ayah dari mana? Tante sudah lama lho nungguin nya," imbuh Nadya.
"Oh Zylva dan Ayah baru pulang beli ci...,"
__ADS_1
"Maaf mbak sudah dari tadi ya," ucap Jenny memotong ucapan Zylva.
"Oh iya, lumayan lama juga sih," sahut Nadya.
"Ada perlu dengan Mas Pras?" tanya Jenny sambil tersenyum manis.
"Mas?!" batin Nadya.
"Sayang, karena Ayah dan Tante cantik mau berbicara kamu ke kamar dulu ya?" suruh Jenny kepada Zylva.
"Oke, Ma. Zylva ke kamar dulu ya tente cantik," pamitnya sambil memberi salam. Nadya pun mengangguk.
"Ma?! Apakah Mama?!" batin Nadya kembali.
Setelah Pras dan ibunya selesai berdiskusi, akhirnya Pras menemui Jenny dan Nadya yang masih duduk di ruang tamu.
"Mas, sebelumnya aku minta maaf kalau kehadiranku mengganggu ketenangan di rumah ini. Tapi ada sesuatu yang harus kamu tahu," ucap Nadya terpotong oleh ucapannya Pras.
"Maaf, Nad. Tidak ada lagi yang perlu aku ketahui tentang kamu. Sekarang aku sudah menemukan siapa masa depanku," sela Pras datar.
"Tapi Mas, kamu harus dengerin penjelasan aku dulu," lanjut Nadya.
"Silahkan, aku akan mencoba mendengarkannya," sahut Pras.
"Tapi bisakah kita bicara berdua saja, tanpa ada orang lain?" pinta Nadya sambil melirik ke arah Jenny.
__ADS_1
"Kalau begitu aku ke kamar dulu, Mas," ucap Jenny sembari beranjak dari tempat duduknya. Namun Pras menyambar tangan Jenny.
"Posisi kamu tetap ada di samping aku sampai kapan pun. Jadi duduk lah," titah Pras kepada Jenny.
Jenny kembali tersanjung di buat Pras, namun d sisi lain Jenny juga merasa tidak enak hati dengan Nadya.
Mau tidak mau Nadya menerima keputusan Pras. Dengan berat akhirnya dia mengutarakan maksud hatinya.
"Mas, aku mau kita menikah. Seperti keinginan kita dulu. Aku ingin kamu menjadi imamku," cetus Nadya dengan suara terbata.
"Oh jadi setelah kamu di buang oleh suami kamu, sekarang kamu datang dan mau menikah dengan ku? Kamu punya hati, kan?" tanya Pras.
Nadya terkejut bagaimana Pras bisa tahu tentang pernikahannya yang diam-diam? Sementara Nadya tidak pernah sedikitpun bercerita tentang perkawinan paksa yang ia jalani.
"Tapi Mas, aku menikah karena terpaksa. Demi menyelamatkan perusahaan papaku. Lagian saat itu aku ingin cerita sama kamu. Tapi apa yang aku lihat?! Aku melihat kamu berjalan mesra dengan perempuan yang sedang hamil. Lalu aku mengikuti kamu sampai ke rumah. Dan ternyata perempuan itu juga tinggal bersama kamu," papar Nadya.
"Bagus kalau kamu mengikuti aku, tapi sayangnya kamu tidak memikirkan bagaimana perasaanku saat kamu hilang tiba-tiba tanpa kabar dan aku bertahan bukan untuk waktu yang singkat. Bahkan setelah kamu kembali, tapi kamu seperti menghindar dariku," ucap Pras dengan tatapan yang nanar.
"Maafkan aku, Mas. Tapi aku masih mencintaimu dan akan selalu mencintai kamu," imbuh Nadya.
"Maaf Nad, aku memang pernah memiliki perasaan terhadapmu. Tapi itu sudah berlalu. Dan Insya Allah, sekarang aku yakin bahwa hatiku telah berpindah seluruhnya untuk wanita setia yang sedang duduk tepat di sampingku," ujar Pras sambil menatap dalam manik mata berbinar milik Jenny.
"Tapi, Mas..," sangkal Nadya.
"Sekali lagi aku minta maaf, aku nggak bisa. Jadi lebih baik sekarang kamu pulang, sudah malam," ucap Pras.
__ADS_1
Nadya masih mematung sambil memandangi wajah Pras. Air matanya pun bergulir membasahi kedua pipinya.
Bersambung....