Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua
HANCUR KEMBALI


__ADS_3

Anjani?? Lirih Ryan yang terkejut. Sehingga membuat Clara terdiam. Lalu bu Ratna yang sadar, segera menghampiri kami dan saling terdiam untuk menjelaskan apa semua ini.


Ryan membawa Anjani ke suatu tempat, selama itu juga Anjani yang sadar akan semuanya. Ryan masih terdiam, dan tak tau jika Clara sedang membuntutinya dari belakang dengan bu Ratna. Setelah tau Ryan membawa ke suatu penthouse.


"Ryan. Nak, kami ikut. Masalah ini harus kita bawa dan selesaikan baik baik. Clara perlu tau siapa Anjani!" ungkap bu Ratna.


DI MEJA MAKAN.


Kulihat Anjani hanya diam saja dan bergelayut manja pada Ryan. Ryan menoleh dan menghardikku, "Kamu makan saja di ruang tamu, biarkan Anjani duduk di sampingku!" titah Ryan yang makin penasaran dengan ekspresiku saat ini, dan dingin menatap Clara.


Sorot matanya yang dingin dan tatapannya yang tajam memusnahkan harapanku untuk duduk di sampingnya. Aku hanya ingin mencari tau, ada apa dengan semua ini.


"Haruskah aku merelakan kursi di samping Ryan untuk wanita bernama Anjani?"


"Kamu cemburu?" senyum Ryan.


Pada saat itu aku menyadari bahwa di mata Ryan aku hanya pelayan, bahkan tak digaji sepeser pun. Pertemanan berujung dendam, entah motif apa yang membuat Ryan kini terus melukaiku. Apa karna kesalahpahaman yang aku buat bersama Fandi.


Aku tidak terima, walaupun semua orang menatapku dengan tidak hormat, namun dengan tegas aku berani membalas perkataannya.


"Kursi yang lain akan aku berikan, tapi tidak dengan kursi di samping pria yang aku cintai kelak." batin Clara mencoba menyindir Anjani.


Aku percaya siapa pun yang mendengarnya pasti paham betul yang sedang kubicarakan. Ini pertama kalinya aku berbicara dengan nada tegas kepada Ryan. Ryan tampaknya kesal, menatapku dingin dan tajam.


Entah dari mana asalnya keberanianku ini untuk bisa berdebat dengannya. Ryan yang dingin tak berperasaan kepada orang lain sekarang ada di hadapanku. Lalu dengan mudah menuduhku selingkuh bersama Fandi, tapi jelas saat ini wanita bernama Anjani?!


Aku mengepalkan tangan, seluruh tubuhku tegang dan gugup.

__ADS_1


"Clara Seiyclar apakah kamu berani melawanku sekarang?" Dengan nada biasa namun diliputi rasa dingin dan menakutkan, menyapu seluruh tubuhku.


Aku mengigit bibir dan menurunkan pandangan ke bawah. Sambil menahan rasa sakit, aku membalasnya, "Aku tidak berani, tapi ini tempatku, setidaknya untuk saat ini rumah ini adalah rumahku yang dulu, sejak kapan Ryan menempati rumah peninggalan Oma Seiyen untukku…."


"Clara, kamu sungguh tidak tahu malu, sudah untung aku membiarkanmu ikut makan malam, kamu justru meributkan tempat duduk, memangnya kamu siapa saat ini, kamu lupa apa yang kamu perbuat?"


"Aku bukan siapa siapamu saat ini, tapi aku mengingat rumah ini punya kenangan baik saat dulu, jadi berhentilah untuk memerintahku Mas! Kamu ingin aku bersikap bukan status istri, dan wanita ini menjadi istrimu malam ini?" unjuk Clara.


Ibu mertua tidak tahan dan meneriakiku di depan semua yang ada di sini. Yakni ibunda Ryan.


Aku melihat ibu mertuaku dan dengan pasrah mengatakan, "Tidak ada yang bilang kepadaku untuk menambah kursi di meja makan, ini kan malam pergantian tahun baru, tiba tiba banyak orang datang, apa maksudnya. Apa kamu tidak bisa berterimakasih Clara?" ucap bu Ratna.


"Bu, aku datang kesini karna mas Ryan suamiku. Apa ibu seorang wanita diam saja, melihat aku seperti ini?" ungkap Clara.


"Masih berani kamu menjawab Clara, lihat caramu seperti ini jelas ibu meminta Ryan kembali pada Anjani. Dia adalah menantu kesayangan ibu sebelum kamu. Mantan Ryan Byakta. Paham kamu?"


Aku hanya diam membisu tak berbicara lagi. Begitu banyak orang di sini makan makanan yang kubuat namun tak ada satu pun yang mau berdiri dan menolongku. Ryan menarikku kedalam lubang kesedihan. Aku mengira Ryan benar mencintaiku, lalu pernikahan macam apa ini. Benak Clara menatap Ryan saat ini.


"Dan kau Clara. Jangan berpura pura baik, aku tidak butuh bantuanmu. Kamu memang tidak seharusnya datang di malam tahun baru ini dan muncul di tengah keluarga ini," ujar Ibu Ratna.


"Cukup Bu. Aku muak dengan perdebatan ini, kalian tidak tau apa yang aku pikirkan!" Ryan menggebrak meja dan pergi meninggalakan Anjani dan ibunya itu.


Sehingga Clara terdiam. Semua masalah ini adalah perbuatan Ryan, tapi dia tetap berpura pura menjadi orang baik.


"Clara, apa kamu masih mau memberontak?” Anjani berdiri, tubuhnya yang tegap seperti ingin memakanku dan mendorongku.


Aku masih berdiri tegap menghadap lurus menatapnya. Sudah cukup bagiku untuk menerima semua ini.

__ADS_1


"Aku tidak seharusnya hadir di malam tahun baru ini …." Timbul rona merah di paras cantiknya, sangat tidak sesuai dengan apa yang diucapkannya.


Ekspresi wajah Ryan di ujung dinding menatapku, sungguh membuatku bingung, aku merasa firasat buruk mulai menghampiri.


"Aku hamil sudah dua bulan dan ini adalah anaknya Ryan Byakta. Cucu keluarga Byakta," tutur Anjani kepada semua orang, ia mengelus perutnya.


"Hamil, lalu hubungan denganku apa Anjani. Apa aku harus percaya dengan semua ini, atau kamu ingin aku merestui kalian menikah?"


Kepalaku serasa ingin meledak, aku sampai tidak bisa berkata kata, tiba tiba oksigen mulai menipis. Karna Ryan begitu tega membuat aku manis di awal, dan hancur berkeping terluka saat ini.


Anjani mendapatkan pelukan hangat dari ibu mertuanya, wajahnya berseri penuh kebahagiaan, sementara Ryan seperti suami yang sedang melindungi istrinya dengan sikap menjijikan.


Aku menyadari sikapnya yang selama ini sangat dingin bisa berubah menjadi sangat lembut. Tapi hanya sebuah perkataan dan videoku dengan Fandi. Ryan begitu berubah dalam sekejap membuat mimpi buruk terjadi.


"Calon suamiku telah memberikan malam tahun baru yang tak terlupakan, dan semua perjamuan ini aku berterimakasih karna kamu membantu menyiapkannya. Aku pikir, kamu akan mengingatnya!" cibir Anjani.


Aku melangkah pergi meninggalkan ruang makan menuju lantai atas. Aku menutup mataku bersikeras menahan air mata. Lalu berbicara pada Anjani. Wanita yang baru aku kenal beberapa saat.


"Jika kamu bahagia, buat jadi pria permanenmu Anjani. Aku tidak berminat kembali pada Ryan Byakta setelah semua ini jelas. Kamu adalah menantu terbaik bu Ratna."


Hal itu membuat kode, pada pelayan Anjani untuk membuka pintu keluar. Sebelum Ryan datang kembali ke meja makan.


Hingga beberapa jam kemudian, Clara dalam perjalanan. Ia tiba dalam sebuah gedung dengan sebuah taksi. Lalu mencoba mencari center pengisian pulsa. Agar ia bisa menghubungi kak Arumi dan Gilang.


Sungguh saat ini ia ingin menyusul ke penang, dan pergi jauh dari nestapa pernikahan keduanya.


Namun, tak sadar seseorang meraih tangannya dan memintanya untuk tidak pergi.

__ADS_1


"Cla. Jangan pergi, tetap di sini!" lirihnya membuat Clara menoleh.


To Be Continue!!


__ADS_2