Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua
Bersiap Tour Guide


__ADS_3

"Elvira. Kamu di sini sepagi ini?"


"Mas. Kenapa kamu berdua dengan dia. Kamu membuat aku sangat sakit sekali. Kamu lupa siapa dia? benar - benar melupakan janji kamu. Huuuu .. huuuu ... "


"Sudahla Ra. Kamu salah paham, lebih baik kita bersiap! Sriwijaya western company. Setelah semua beres, kita akan Tour sore ini juga!"


"Apa. Pak apa saya tidak salah dengar?" tanya Clara sedikit bingung.


"Kamu ikut juga Clara. Setelah dari sini, kita kerumah dan menunggu kamu merapihkan koper."


Buu .. Bukan begitu pak! Anu ta- tapi saya bukan bagian dalam pekerjaan itu lagi. Bagaimana bisa?! sedikit ragu terbata saat bicara.


Fandi mengingat seragam pink Clara tadi pagi. Ia melirik Elvira yang telah mengubah posisinya menjadi kebersihan.


"Kalau begitu kamu datang sebagai kepala kebersihan!"


"What .. Sayang. Kamu berlebihan, apa kamu ingat dia. Atau kamu lupa semua yang aku katakan. Kalau dia dan keluarga Seiy .. ?"


"Cukup Ra. Aku tak mau bahas lagi. Kita fokus ke kantor ya!" meminta Elvira tenang.


Clara menatap diam. Ia begitu pilu menatap Fandi memegang erat tangan Elvira yang lembut dan sangat intim. Elvira yang ingin menepis, ia mempunyai ide briliant agar Clara menyerah dan menjauh.


"Aaaakh .. baiklah sayang. Aku percaya sama kamu." memeluk Fandi secara tiba - tiba.


Fandi yang ingin menyambut eratan pelukan. Ia menengok dan menatap Clara yang membuang muka di belakang tubuhnya.


"Ra. Sebaiknya jangan seperti ini!" bisiknya.


"Kenapa .. ?" Elvira menoleh ke arah Clara.


"Saya akan cepat berkemas pak!"

__ADS_1


Sementara Elvira tersenyum licik menatap Clara yang masuk dan terlihat mengambil tas murahannya.


Tidak di sangka. Anak manja, sudah tidak berkelas dengan pakaian no branded, apalagi barang barang itu sangat murahan sekali. Kita akan lihat, kamu harus menyerah dan pergi Clara. Bukan Aku, aku butuh Fandi untuk di akui, aku butuh akte lahir jika dia adalah ayahnya. Selain cintaku, aku ga akan biarkan Fandi mengingat kamu Cla!! picik lirikan Elvira.


Clara menatap Elvira yang tersenyum miring padanya. Ia memilih mengabaikan dan mencoba tetap tenang.


"Kenapa mas Fandi ga ingat aku, apa yang membuat mas Fandi melupakan aku. Kenangan aku, padahal aku ikhlas jika mas Fandi berbagi cinta. Sebenarnya, apa yang di lakukan Elvira?" batin Clara.


#Plot Twist Elvira.


"Kamu ga bisa gini terus Ris. Kamu tau aku hamil, lalu kamu benar ga tanggung jawab. Kamu ga mau nikahin aku. Kamu suruh aku gugurin!"


Braaaagh ... suara pecahan vas kecil dalam kamar Elvira. Ia menghubungi Aris yang meminta dirinya di nikahi. Hingga ia pergi kembali bekerja menyibukan diri, tapi tak di sangka Fandi kekasih yang pernah ia ukir di dalam hatinya kembali.Setelah lama ia mencari, tak sengaja ia senyum lepas. Berusaha menumbuhkan hatinya.


Dalam benak Elvira, ia taj peduli jika Fandi telah menikahi cucu keluarga Seiyen, yang ia butuhkan merebut kembali Fandi. Memanipulasi keadaaan agar berpihak padanya.


Terlebih Elvira kesal menatap Clara yang kembali bertatap karna pekerjaaan dan saling bertemu di antara mereka bertiga dengan sama- sama bingung.


Elvira menatap cermin rias. Lalu menatap foto masa lalu dari kotaknya. Ya itu adalah pertunangan mereka yang sangat bahagia, setelah mengantar bunda Fandi. Ia tak bisa memutuskan selain menuruti kata sang papa. Hingga bertemu Aris yang terlihat baik, namun kasar membuat dirinya jengah ingin pergi dari pria pilihan Papa.


Andai saja, saat dahulu hubungan dengan Fandi dan pertunangan tidak batal. Mungkin ia telah bahagia bersama Fandi. Lirih Elvira.


****


DI KANTOR.


"Cla. Kamu beneran turun profesi ya?" tanya Sinta.


"Ia. Mau gimana lagi dong Ta. Aku juga butuh pekerjaan ini. Kamu masih mau berteman kan sama aku yang cuma karyawan kebersihan?" goda Clara.


"Apaaan sih. Udah kaya orang yang milih kasta aja berteman. Tapi nih ye .. gue mau lurusin masalah yang belum kelar itu loh. Jawab jujur ya!"

__ADS_1


"Apaa .. tergantung pertanyaannya Sin. Kamu jadi anceman gini deh. Kaya bokin aja yang curiga ma pacarnya. Hahaaa... " elak tawa Clara.


Eeeietdah ... Serius nih !!


"Ya udah. Apa Sin .. aku dengerin kok."


"Kamu sama Bu Vira ada hubungan apa sih?"


Uhuuuuk ... Uhuuuuk. Clara tersedak, saat mengupas kulit jeruk. Sinta mengambil air dalam botol dan memberikan pada Clara.


"Yeeeh kan. Udah pasti ada sesuatu nih." ketus Sinta berpikir sok imut.


Clara terdiam, akhirnya ia menghela nafas panjang untuk menjawab pertanyaan Sinta. Sinta tipekal bisa jaga rahasia, itu sebabnya Clara senang mempunyai teman kembali.


"Doi kekasih impian mantan suami aku Sin. Tapi entah banyak problem, terlebih pas konflik berat ujian yang aku cerita itu loh! Aku ga tau apa bos kita sementara itu adalah suami aku. Yang jelas dia ga kenal aku." jelasnya.


Sinta melongo. Ia memejamkan mata berkali kali. Hingga ia tak percaya dan mengambil kesimpulan. Karna meski mirip, tapi luka bakar itu seperti berbeda.


"Maksud loh, dia Fandi Assadel. Cla, jawab gue?" terkejut Sinta.


"Cla. Ayo kita cepat udah harus berkumpul. Gue bakal jaga rahasia lo sampai mati Cla. Gue yakin dia suami lo yang ilang ingatannya sebagian berada di wanita sihir itu,m atau jangan jangan dia pura pura lupa gimana?"


"Eeekh. Suuudzon deh kamu Ta!" melipat pouch make up kedalam tas.


"Tapi bisa aja kan Cla."


"Aaaahk.. mulai deh. Ya udah kita cabut sekarang. Dari tadi makan, curhat terus. Yang ada kita ketinggalan bus di kantor."


Sinta tertawa renyah. Lalu Clara menggelengkan kepala ikut tawa bahagia. Namun saat ia menutup pintu, seseorang telah berdiri di depan rumahnya.


"Aaaahyo. Aku kaget .. Cla. Kiraain siapa, kaya hantu aja tiba - tiba muncul!" bisik Sinta pada Clara.

__ADS_1


__ADS_2