Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua
Karma Tiga Kremi


__ADS_3

Beberapa jam penerbangan. Mereka telah sampai di sebuah villa mewah. Dengan view lautan di hadapan jendela terpampang. Waktu pukul dini hari. Fandi menatap Clara dan mengecup ranum bibirnya.


"Say. Aku ga pandai, apa yang harus aku mulai?" tanya Clara.


"Cukup menikmati. Suamimu akan memulainya, dengan pelan yank!"


Clara memulai menutup mata. Ketika lembut suara ranum Fandi yang menempel. Clara mulai melingkarkan kedua tangannya di leher Fandi. Fandi mulai menelusuri kecupan di ceruk leher Clara dan menelusuri hingga kebawah dan sampai ke titik pusat.


"Say. Aku ga bisa, aku takut."


Lagi lagi Clara menahan. Fandi hanya tersenyum, menatap langit ruangan kamar besar di villa X.


"Yank. Aku akan redupkan lampunya ya?"


"Apa tidak apa. Tapi terlalu gelap redup, Cla ga bisa lihat wajah handsome kamu dong Say?"


Satu lampu dimatikan, Clara hanya bisa menohok menatap seluruh tubuh sang suami membulat. Ia yang masih di balut selimut menutupi tubuhnya, Fandi sudah berada diatas tubuhnya.


Dengan polos mengecup seluruh ranum Clara, suara insan yang sedang menikmati kala itu membuat mereka hanyut terbawa suasana.


*****


"Kau bodoh. Aku ga mau Tau, kalian harus gagalkan. Fandi hanya milikku. Jika kalian tak bisa membawanya, aku pastikan keluarga kalian terancam!"


Dua pengawal, memerintahkan tugas dari seorang nyonya El. Lalu keduanya kembali ke villa dan melaksanakan rencana.


Fandi yang mulai masuk kedalam selimut menatap Clara. Meski sentuhan tangannya sudah menjalar kemana mana, ia masih sibuk memberikan pemanasan.

__ADS_1


Keringat telah mengucur di dahi Clara, tubuh indah maskulin tegap besar, tercetak dan terpapas begitu saja.


BRAAAGGH... PECAHAN KACA PECAH.


"Say. Ada apa?"


"Tunggu disini cinta. Aku akan melihatnya!'


"Say. Jangan lama, aku takut!" senyum Fandi menatap mengecup kening Clara.


"Tenanglah. Kita sudah melakukannya dua kali. Ayankmu ini harus lebih giat menerobos lautan indah kamu yank."


Clara hanya tersipu malu. Ia menaikan selimut dengan nada perih ia sembunyikan. Saat itu satu hal Clara kini merasakan rasanya nafkah batin dari suaminya kini.


"Aku sudah resmi menjadi istri yang sempurna untuk suamiku." batin Clara.


Fandi segera memakai piyama. Baru saja ia akan memulai kembali aksinya. Tapi mendapat sebuah batu dan kertas menyambit. Ia segera menghubungi seseorang untuk menjaga keamanannya kelak.


Tiga Kremi yang di hubungi Fandi saat itu. Ia segera bersiap kalang kabut menuju tujuan yang di sharelock.


"Gengks Tralalalaaa. Gw capek deh ini udah malam menjelang pagi. Alhasil kita ketulah alias karma nyebut Mas KC. Kita semua ni yeee... Kita bertiga asal lo tau, Udah jadi KA..." ucap Kean mengucap sepatah nganga pada Misel.


"KA.. Apaan sih loh mo ngomong aja ribet bener. KA- NCUT." cetus Misel sebal.


"Begoo luh. KACUNG yang bener, otak loh mesum cd cewe mulu. Kaya ada aja cewe yang mau ama monster kepala kecil badan bogem." tambah Rein.


"Udah deh. Yuuk aaakh, kita berdoa semoga kelak kita jadi bos oboos lagi. Dah emang kenapa sih, lagi lagi kita jagain Clara lagi nih pasti. Udah dasarnya anak manja selalu aja. Gw jadi iri, andai gw jadi cucu Oma Seiyen." benak Kean tersenyum miring.

__ADS_1


"Takdir bakal nolak punya cucu kaya lo Kean." cetus Misel.


Alhasil perdebatan unfaedah itu selalu saja membuat berisik penghuni jangkrik, belalang dan tumbuh tumbuhan di sekitarnya.


Tak Lama mereka bertiga saat masuk mobil. Terlintas seorang wanita berambut pirang. Menghadang mereka untuk tak bisa keluar dari gerbang rumah private milik Fandi sebagai kantor dan tempat tinggal.


.


.


.


Curcol Author.


Hai Hai, Makasih untuk kalian yang masih menunggu. Beberapa saat Author minta maaf karna kesehatan setelah vaksin kehabisan ide dan Drop.


Selain itu Author mau nyoba pindah cerita Clara.


"Apa kalian setuju. Jejak koment, Author liat vote dan dukungan dulu buat lanjutin ngetik cerita berlanjut di sini. Soalnya pembaca setia udah mulai berkurang. Author paham, apalah daya. Sekali lagi Author minta maaf Ya. Author minta dukungan poin dan vote serta komennya sebagai tanda terimakasih kalau kalian selalu ikutin kisah Clara beneran. 😉


.


.


.


**Happy Reading All**

__ADS_1


Jejak Lanjut... Koment ... Poin dan Votenya.


Sebagai tanda lanjut atau pindah lapak.


__ADS_2