
"Kalau sudah keputusan pimpinan tertinggi mau gimana lagi," racau Pras pada dirinya sendiri.
Hari pun bergulir, merubah waktu yang seolah berlalu begitu cepat. Dokter sudah mengizinkan Jenny untuk kembali pulang ke rumah.
Selama Jenny dirawat di Rumah Sakit, diam-diam Pras mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan new baby born. Membuat Jenny semakin terkesima melihat Pras.
"Welcome back to our home...," sambut Pras sambil membukakan pintu untuk Jenny yang sedang menggendong bayinya.
Ibu dan Zylva yang menunggu di rumah menyambut kepulangan mereka dengan penuh sukacita.
"Selamat datang dedek Adam," sambut Zylva bahagia.
Keceriaan dan kegembiraan selalu tergambar dalam raut wajah cantik imut milik Zylva. Sebuah karunia yang sangat besar dalam hidupnya, meskipun Mama dan adik yang dimilikinya saat ini tidak memiliki hubungan darah sama sekali.
Sepuluh hari setelah Jenny dan bayinya pulang ke rumah kini tiba saatnya untuk membuat acara aqiqah sang bayi.
Namun satu hal yang sangat membuat Jenny bersedih, yaitu nasab bayinya tetap pada pria tidak bertanggung jawab yang telah menyakitinya.
"Andaikan Kamu adalah ayah biologisnya pasti aku sangat bahagia, Mas," gumam Jenny dalam batinnya sambil menatap sedih pada Pras yang tengah menggendong bayinya.
Pras sekelebat menoleh ke samping belakang. Lalu menoleh kembali. Manik matanya menangkap Jenny yang sedang menyeka air matanya yang mengalir di kedua pipinya.
Pras datang menghampiri Jenny lalu menghujani beberapa pertanyaan, "Hei, Sayang Kamu nangis? Ada masalah apa? Coba ceritakan pada Mas."
"Nggak papa, Mas. Ini air mata bahagia. Aku dan Adam merasa sangat beruntung memiliki Kamu. Jadi Aku berharap cinta dan kasih sayang Kamu nggak akan pernah berubah sampai kapanpun," harap Jenny pada pria yang bersedia menjadi bagian dari hidup Jenny.
Tiba-tiba Bu Tatik muncul dari balik punggung Pras.
__ADS_1
"Ibu cari kemana-mana ternyata disini toh. Ayo Ayah dan Mamanya kedepan, ditungguin tamu-tamu tuh," titah Bu Tatik.
Pras dan Jenny pun mengikuti Bu Tatik ke depan menyambut para tamu undangan yang berhadir untuk memberikan doa pada baby Adam.
Para tetangga dan sahabat begitu tampak bersukacita ikut merasakan kebahagiaan sang ahli bait.
Akhirnya resmi sudah nama Adam Vishaka Nugroho melekat pada bayi laki-laki yang ada dalam gendongan Pras setelah pengguntingan rambut yang diiringi do'a-do'a oleh Pak Ustadz.
Pras sengaja menambahkan kata Nugroho pada akhir nama Adam meskipun dia tidak ada hubungan darah dengan Pras. Namun Pras tidak ingin membedakan antara Zylva dan Adam. Karena toh pada akhirnya Pras juga akan menjadi Ayah sambungnya.
Acara pun usai. Semua tamu undangan juga sudah kembali ke rumah mereka masing-masing.
Kasih sayang Bu Tatik kian bertambah besar pada Jenny begitu pula dengan Pras yang hari demi hari memperhatikan bagaimana kesabaran Jenny merawat Adam. Dia juga tidak melupakan Zylva. Dia tetap merawat Zylva seperti biasanya yang ia lakukan dengan penuh kasih sayang.
Kebahagiaan selalu menyertai hari-hari mereka. Sampai tiba saat yang sangat dinantikan oleh Pras.
Masa nifas Jenny telah usai sebulan lalu, akhirnya Pras menanyakan kembali pada Jenny apakah dia masih bersedia menjadi ibu sambung untuk Zylva.
"Sayang, mungkin sudah tiba saatnya untuk kita menghalalkan hubungan kita demi anak-anak. Dan sejujurnya Mas juga udah nggak sabar untuk menjadikan Kamu istri Mas yang sah. Apa Kamu masih bersedia?" tanya Pras lembut dan tulus.
Dengan manik mata yang berbinar Jenny mengangguk pelan sambil menyunggingkan senyum disudut bibir merahnya.
"Insya Allah, Mas. Aku bersedia..," ucap Jenny sembari menggenggam erat tangan Pras.
"Alhamdulillah..., kalau begitu besok kita urus semua yang perlu dipersiapkan. Mas sudah nggak sabar," goda Pras sambil tersenyum genit.
***
__ADS_1
Semua persiapan dilakukan oleh Pras dan Jenny dibantu oleh Bu Tatik dan anggota-anggota Bu Tatik.
Pras dan Jenny sibuk mengurus segala administrasi dan memilih baju yang akan dikenakan saat ijab kabul.
Sementara Bu Tatik menyuruh para anggotanya untuk mempersiapkan konsumsi dan dekorasi.
Jenny tidak ingin acara yang berlebihan meskipun ini adalah pernikahan pertama kali baginya. Ia ingin acara yang sederhana namun berlangsung hikmat.
Sampai tiba waktunya dan semua yang hadir bergembira.
"Saya terima nikah dan kawinnya Jenny Patricia.......," ucap Pras dengan satu kali tarikan napas.
"Bagaimana para saksi?" tanya Tuan Kadi.
"Sah.. sah.. sah...," jawab para saksi.
Alhamdulillah...
Ucap seluruh orang yang ikut menyaksikan acara ijab kabul
Kini resmi sudah Jenny menjadi nyonya rumah Prasetyo Nugroho. Semakin sempurnalah kebahagiaan Pras dan Zylva.
"Selamat ya Ma, Ayah. Akhirnya Zylva punya keluarga yang lengkap. Terima Kasih," ucap Zylva sambil memeluk kedua orangtuanya.
"Selamat ya Pras, Jenny. Ibu harap rumah tangga kalian kekal sampai ke Jannah. Pras, jadilah imam yang baik dan bertanggung jawab untuk keluarga yang kamu pimpin sekarang, Nak. Dan untuk Jenny, jadilah istri yang dan ibu yang baik untuk suami dan anak-anak kalian. Patuh pada Suami. Jadi ibu yang sabar dan penyayang. Semoga bahagia dan selalu dalam keberkahan dan lindungan Allah. Ibu hanya bisa mendoakan kalian, anak-anak Ibu," papar Bu Tatik panjang lebar.
"Terima kasih banyak, Bu," ucap Pras dan Jenny memeluk sang ibunda tercinta.
__ADS_1
Akhirnya kisah mereka berakhir dalam sukacita. Pras, Jenny, Zylva, baby Adam dan Bu Tatik hidup dalam kebahagiaan yang selama ini mereka mimpikan.
----++++++------- E N D --------++++++----