
para pelayat dan keluarga alm mas budi membacakan ayat2 suci...
sambil menunggu mobil ambulance yg membawa, jenasah mas budi...
di luar, ayah alm mas budi, sibuk mondar mandir, sambil sesekali mengangkat telv dengan wajah yg sangat sedih...
aku hanya bisa menangis menunduk, sambil ikut membacakan surat yasin...
tak lama kemudian...
suara sirinei..
perlahan mulai mendekat...
dan berhenti di depan rumah,yg sedang ramai menunggu kedatangan jenasah...
suara sirinei, yg memekakan telinga, membuyarkan lamunan para pelayat yg sedang berduka...
sehingga para pelayat mengerubuni mobil jenasah yg membawa jenasah mas budi...
tangis keluarga pecah, ketika pertama kali pintu mobil jenasah, terbuka dan memperlihatkan sebuah peti yg di lapisi bendera merah putih....
keluarga mas budi, serasa tidak percaya, ibu adik, serta keluarga mas budi menangis...
ketika peti yg berisi jenasah mas budi di letakan...
lalu ustad danu, membuka bendera dan membuka tutup peti,,
tampaklah orang yg aku cintai..
terbujur kaku, dengan senyum menghiasi wajahnya...
tubuhnya hanya di lapisi kain kapan, karena di rumah sakit jenasah mas budi sudah di urus oleh pihak rumah sakit...
dadaku sesak...
air mata ini, terus mengalir membasahi pipiku...
semua yg ada di ruangan itu, menangis...
om anto, ayah dari mas budi walaupun dia tidak menangis, tetapi air matanya jatuh membasahi pipinya..
__ADS_1
matanya yg memerah, menyimpan kesedihan yg sangat mendalam...
lalu jenasah mas budi, di sholatkan dirumah duka..
setelah selesai di sholatkan, jenasah di tutup kembali...
jenasah mas budi, lalu di masukan kembali ke mobil ambulance..
satu pasukan TNI yg bejumlah15 orang, lengkap dengan senjatanya...
berbaris rapi di depan mobil jenasah..
lalu mereka melepaskan tembakan sebanyak 7 kali, untuk menghormati jasa2 alm mas budi..
setelah pelepasan jenasah selesai..
mobil ambulance bergerak kembali, dan menuju pemakaman taman pahlawan..
mobil ambulance di iringi oleh keluarga mas budi...
aku dan keluarga juga mengikuti iringan mobil ambulance yg mengangkut jenasah mas budi...
sesampai di pemakaman...
upacara pemakaman ala militer menyambut jenasah mas budi..
letusan tembakan berulang kali berbunyi...
peti jenasah mas budi, di tandu oleh 10 prajurid menuju liang lahat..
kami mengikuti dari belakang...
ketika jenasah mas budi di turunkan keliang lahat...
dadaku yg sesak, semakin sesak..
ingin rasanya menjerit..
mataku berkunang kunang..
dan pandanganku mulai gelap..
__ADS_1
akhirnya aku jatuh pingsan di acara pemakan mas budi...
aku di larikan kerumah sakit horas insani...
entah berapa lama aku tak sadarkan diri, sebuah jarum, di lenganku dan selang oksigen di hiungku, untuk membantu pernafasanku...
mama dengan wajah cemas, menjaga di sampingku...
perlahan aku membukakan mataku..
"ma aku dimana???
"kamu di rumah sakit nak...
"ma....
akhirnya aku menangis lagi...
kesedihanku belum bisa aku lupakn,,,
mama memeluku dan ikut menangis...
saat kami berpelukan, seorang dokter datang untuk memeriksaku...
setelah di periksa...
dia tersenyum..
walau dokter itu,memakai hijab, senyumnya sangat manis, di dadanya tertulis dr. irawati.
selamat anda akan menjadi ibu...
a. aa... pa...
bagai di sambar petir, berita yg di sampaikan oleh dokter ira, membuat jantungku seakan berhenti....
"iya..
bayi yg ada di kandungan ibu sudah berumur 1 bulan dua minggu...
dr. ira juga memberi saran kepadaku agar aku banyak istirahat agar janin yg ada di rahimku tetap sehat...
__ADS_1
setelah itu dr.ira pergi tanpa memperdulikan aku dan mama yg diam seribu bahasa....