Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua
Masa Lalu


__ADS_3

"Kamu berani muncul? Heuuuh .... Tidak sia - sia juga. Panggil Ardie kesini, Sinta cepat panggil!!" teriaknya.


"Ba- baik bu."


"Jika ada masalah. Bisa di selesaikan di luar kantor. Anda seharusnya menempatkam diri posisi anda. Sejauh apapun saya meninggalkan kota. Saya juga ga ngerti kenapa harus bertemu kembali dengan wanita sihir sepertimu."


Elvira memggebrak meja. Lalu menatap semua karyawan terpana dengan sebagaian mengambil pena yang jatuh.


"Rapat di tunda. Kalian siapkan materi dan beri saya laporan apa pemasukan kita meningkat. Atau... ?"


"Baik Bu... Kami segera akan mengirim laporan dengan cepat!" teriak beberapa karyawan. Lalu bergegas dengan cepat bergantian keluar. Hingga menyisakan ruangan itu hanya ada Clara dan Elvira.


*Cukup Cla. Kamu ga boleh cengeng, ingat saat kamu cengeng. Kamu kehilangan emas dan cintamu yang pergi dengan tragis. Begitu banyak kemewahan, kemanjaan. Detik kamu keluar kembali menghirup udara, ini adalah hal yang harus kamu lewati dengan kuat melawan badai. Apalagi nenek sihir ini, setidaknya kamu bertahan sampai mendapati pekerjaan. Jika tidak bagaimana esok dan seterusnya kamu hidup.


"Kamu berani sekali datang menghampiriku Clara?" tanya Elvira*.


"Cukup singkirkan tanganmu. Aku tidak pernah berniat berurusan denganmu lagi. Tapi takdir, sepertinya harus mengungkap siapa yang sebenarnya teraniaya. Aku yakin semua ini ada kaitannya denganmu kan?"


"Jaga ucapanmu.. Atau aku akan menampar wajahmu Clara!"


Elvira maju melangkah mendekati Clara. Clara yang mencoba elegan berdiri, ia sebenarnya takut akan wanita licik yang berada di hadapanya itu. Saat ia mengangkat tangannya, Clara menutup mata seolah ingin menolak dan mengepal untuk menahan.


"Beraninya kamu.. kembali... "


Cegleeek... Tiba saja pintu terbuka. Ardie datang dan menatap wanita saling berhadapan.


Hal itu membuat Elvira menyumputkan tangannya, tak jadi menampar.


"Bu. Rapat tidak jadi, mengapa saya di panggil!"


"Ardie. Wajahmu belum lakukan operasi. Kenapa?" Elvira menghampiri.


"Bahas ke intinya saja bu. Ada apa?" melirik Clara dan membuang wajah kembali.

__ADS_1


Kenapa dia menatapku seperti itu, apa pak Ardie mengenalku. Rasanya aneh sekali berada di tengah gosip jika mereka ..


Elvira menatap Clara yang berdiri tak nyaman. Ardie menatap lirik dan kembali melirik manager Vira.


"Oooowh.. Soal nona Clara. Saya yang membawanya, maaf atas kelancangan saya bu."


"Ooowh.. begitu. Tapi dia, ya sudahlah.. kamu boleh pergi Ardie!" menyusut menatap Ardie.


Satu lagi, saya tak berniat untuk operasi. Saya rasa wajah seperti ini saya tidak akan di kenali oleh anda yang saya kira menyimpan rahasia di balik gedung itu. Wajah anda dan wajah Nona Clara sangat familiar, tapi mengapa perasaan saya pada anda dan Nona Clara berbeda. Seperti benci dan Rindu, sebenarnya apa Venzo tau aku sebelumnya. Jika ia, mengapa masih menyembunyikannya.


*****


"Pak Ardie ... Pak ... Pak." panggil Clara.


"Aaakh.. Ya. Owh, bu Vira sudah pergi ya. Ada apa Clara?"


"Terimakasih sudah bantu saya pagi ini." senyum Clara. Tapi Ardie pun keluar pamit tanpa satu kata lagi.


"Wajahnya dari samping dan suara serak itu mirip dia .. Tapi mengapa aneh sekali, banyak kemiripan apakah suara dan penampilan benar benar tak bisa di bedakan. Aku merasa harus kuat jika berada dalam perusahaan ini." batin.


.....


Tidak seharusnya aku menyulitkan diri. Hanya Elvira masa lalu suamiku, mengapa aku harus takut? benak Clara terdiam lagi. Ia mengambil tas, untuk bergegas pulang. Harinya yang penat membuat ia harus berurusan dengan wanita pirang. Clara takut saat ini, tapi rasa takutnya di kalahkan dengan rasa takut kehilangan pekerjaannya.


Clara menepi di tengah lorong. Hal itu karna ia ingin mencari taxsi, setelah pesanan online selalu gagal. Ia berjalan harus melewati pintu satu satunya agar cepat menemukan taxsi. Tapi ketika ia melangkah, seseorang telah berdiri dengan santai seolah menunggunya.


"Mencari Taxsi. Jam seperti ini .. ?" tanyanya.


Clara mencoba acuh. Ia masih prasangka jika pria itu tak bicara padanya.


"Diam ditempat. Aku hanya ingin kamu bekerjasama!"


Clara terdiam, lalu menoleh menatap pria itu berjalan mendekatinya. Ia mundur tiga langkah, hingga menepi di satu sisi tembok. Pakaian hitam berbalut blazer panjang dan topi hitam, tak lupa kacamata.

__ADS_1


"Anda mau a- apa?"


Pria itu mencopot satu persatu, di mulai dari kacamata, topi. Dan terakhir penutup mulut. Hingga Clara ingin berteriak namun di tutup oleh tangan kokohnya.


"Diaam .. Katakan, apa hubunganmu dengan Gilang. Hubungan darah kalian, kalian keluarga Seiy yang membuatnya hancur bukan?" tanyanya.


"Pak Ardie. Ma-Maksud anda apa ya Pak?" tanya Clara.


Clara menatap beberapa lembar foto. Mata tajam itu membuat Clara bergetar takut. Tapi ia kalahkan dengan rasa tenang sedikit gugup.


"Anda pasti salah sangka. Tidak ada keluarga kami yang jahat mencelakai orang tersayang. Anda tidak bisa percaya satu pihak. Saya berani bersumpah!"


"Oke .. berikan bukti. Bukti yang kongkrit, jika keluarga Seiy tak terlibat. Hanya saja, aku mencurigai dirimu ketika melihat Cv, yang ku antar.. beruntunglah kamu bekerja dengan cepat."


Clara terdiam, ia menghela nafas saat pria yang membuat ia bisa bekerja telah pergi. Clara masih menatap dengan sedih, ia duduk lemas di bangku kursi taman.


"Kenapa. Kenapa kejadian pahit itu masih saja mengingatkan aku, mengapa aku selalu terluka mengingat itu. Maas .. kamu di atas sana, kamu tak sendirian bukan? Ditemani langit, mengapa aku dan keluarga ku yang tertuduh. Bahkan pria misterius yang tak aku kenal menyalahkanku. Huuuuuu ... mengapa. Jika kamu masih ada, kembalilah seperti dulu. Aku rapuh tanpa kamu Mas!" menangis tersedu.


Elvira menatap tajam dari balik kaca mobil. Lalu meminta supir kembali untuk melangkah tujuan baru. Sementara ia tersenyum di balik ruangan redup ber Ac mobil sedan.


"Aku tidak akan membuat kamu tertawa. Apalagi berbahagia, lihat saja kamu akan melihat orang yang kamu cintai berpihak pada wanita semestinya Clara."


.


.


.


Masih misteri, Yuuuks lanjut lagi gak? Apa yang bakal terjadi ma Clara. Kenapa Fandi ga muncul, si Kremi kemanain Otor, kan jadi ga Lucu tau?


Yuuks.. ikutin kisah Cla, jangan berhenti dan pastikan Favorite ya. Semua pasti akan hadir kalau Readers setia.


~ Happy Reading All ~

__ADS_1


__ADS_2