Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua
MUSIBAH


__ADS_3

"Kamu yakin bakal libatin pria lain, kalau kamu mau nikah sama dia biar Fandi berhenti kejar kamu, Cla?"


"Ya! kan cuma boongan doang, aku udah putusin kalau aku mau pergi dari sini. Teman Cla juga kan. Please! ka Arumi bantu Cla ya!"


Clara mendekatkan wajahnya ke layar ponsel yang masih sedang terhubung dengan kamera. Dia men-zoom wajah pria itu lalu menatapnya dengan menelisik. Dia sebenarnya tak terlalu peduli siapa pria ini, dia hanya butuh gambar pria ini dari jarak jauh agar ia jadikan sebagai pacar imajinasinya yang akan ia sebar ke para mantan mantannya. Hanya saja, dia perlu melihat seberapa tampan pria ini agar dia tak dipermalukan oleh mantan mantannya. Pria ini hanya akan Clara jadikan pacar imajinasi, jadi seenggaknya wajahnya jauh lebih tampan daripada wajah Fandi.


"Tampan." Clara tersenyum sembari menatap wajah pria di layar handphone nya. Namun matanya langsung membelalak horor saat tiba tiba mata pria dalam layar, mengarah padanya dengan tatapan yang super tajam dan mematikan.


Clara mengerjab beberapa kali dan langsung menoleh kedepan, ke arah pria di sana, dan benar saja pria itu memang sedang menatap kearahnya. Tatapannya yang begitu tajam dan penuh peringatan membuat Clara bergidik ngeri dan tanpa sadar malah menjatuhkan handphonenya.


'Crak'


Seketika atensi beralih pada Clara. Dia langsung buru-buru mengambil handphone-nya yang jatuh. Setelah memeriksa tak ada kerusakan pada ponselnya, Clara memilih duduk dan diam saja dengan mengikuti seminar tersebut, meski dia tak berminat sama sekali.


Clara meneguk salivanya. Dia juga menghapus tengkuknya yang terasa panas, seseorang terus saja menatapnya dan itu membuat Clara merasa terintimidasi. Clara kembali menatap pria tadi, yang saat ini sudah duduk di sebuah tempat yang disediakan untuk tamu besar kampus. Clara kembali meneguk salivanya, pria itu menatapnya dan tatapannya masih sama; masih sangat tajam dan penuh peringatan. Clara menjauhkan tatapannya, tapi karena tak merasa tenang lagi lagi Clara menoleh pada pria itu yang saat ini malah menyeringai padanya.


Detik itu juga Clara gelagatan dan semakin takut. Dia lalu memilih keluar dari ruang seminar. Sial, pria itu mengintimidasinya.


Clara kabur ke kantin dan membuka galeri ponselnyanya. Dia mulai menghapus foto foto pria tadi. Dia jadi takut untuk menyebarnya karena tatapan pria itu yang sangat benar benar tajam dan mematikan.


'Ting'


Sebuah notifikasi seketika mengalihkan perhatian Clara. Ada nama mantannya di sana dari sebuah sosial media. Dengan penasaran ia langsung mengklik push tersebut, lalu tak lama layarnya dipenuhi oleh postingan sang mantan. Dalam postingan tersebut terdapat gambar sang mantan dengan seorang perempuan yang sangat cantik dan juga seksi.


’My sweet honey.' Caption dalam postingan sang mantan.

__ADS_1


Sial, Clara merasa kalah saing melihatnya!


Karena tak mau kalah, ia juga memposting poto seseorang di sosial medianya. Itu adalah foto pria tadi yang sudah ia edit sedemikian rupa. Intinya dia mem-post gambar pria tadi dengan memotong kepalanya, hanya memperlihatkan badan pria itu yang dibalut oleh jas mahal. Dalam postingannya, Clara tak lupa memasukkan caption.


'Gantengnya jodoh orang.'


"Ting'


Clara seketika tersenyum manis dan bahagia ketika postingannya telah ter-post. Ah, dia yakin mantannya Fandi yang tadi, akan panas melihat postingannya ini. Cih, Clara mana mau kalah.


Dengan senyam senyum, Clara melahap batagor miliknya sembari terkekeh pelan ketika para mantan nya bermunculan di kolom komentarnya. Namun, senyumannya seketika lenyap saat melihat pria tadi yang ia ambil fotonya dan sekarang malah ia sebar, sedang berjalan ke arah kantin. Clara seketika mengambil buku dalam tas lalu menutupinya ke wajah. Dia lalu berjalan terburu buru, keluar dari kantin. Jantungnya benar benar menggila saat berpapasan dengan pria itu. Jantungnya terasa ingin meledak dan pecah! Belum lagi tubuhnya yang bergetar dan memanas.


"Tunggu!"


'Deg'


'Ah! andai aku tak meninggalkan ka Arumi di toko, kenapa pria haluku untuk kebohongan memanasi Fandi malah membuatku terancam.' batin Clara.


Clara menggigit bibir bawahnya dengan kuat. Dia memejamkan mata ketika mendengar langkah kaki pria itu yang semakin mendekatinya.


"Selamatkan aku, ya Tuhan!" gumamnya dengan pelan sembari mengepalkan tangan dengan kuat.


"Kau ...-"


Sebelum pria itu menyelesaikan kalimatnya, Clara sudah terlebih dahulu beranjak dari sana dengan berlari sekuat tenaga. Sedangkan pria itu, Zayn mengatupkan rahang sembari mengepalkan tangan dengan kuat.

__ADS_1


Dia seketika berlari dan langsung memasuki kerumunan. Seketika tubuhnya lemah dan dia langsung meluruh ke aspal. Ruko yang terbakar itu adalah toko kue miliknya yang di jaga bersama kakak iparnya.


"Tidakkkkk!!" teriaknya sekencang mungkin dan sehisteris mungkin.


"Aaaaa ... tokoku!" jeritnya dengan menangis sekencang mungkin.


"Oalah, Neng! Jadi kamu toh pemilik bodoh ruko ini?"


"Tidak, Pak. Ini murni musibah!" pekik Clara sembari terisak isak.


"Uuuuu ... Toko kueku yang berharga!" tangisnya sembari berguling guling di jalan, kemudian memukul mukul aspal dengan kesal.


Ketika orang sibuk membantu pemadam kebakaran, dia malah menangis ditengah tengah jalan dengan terduduk bagai gelandangan.


Sedangkan seorang pria yang tak jauh dari sana, yang saat ini ada dalam mobil mewahnya seketika menyeringai puas. Itu ulahnya dan dia senang telah memberi kejutan kecil pada gadis nakal itu.


"Bodoh dan konyol," komentarnya untuk Clara yang terus menghentakkan kaki dan memukul aspal sembari menjerit histeris.


Namun tiba tiba, sebuah seringai iblis yang tajam dan mengerikan langsung muncul di bibir pria tampan tersebut.


"Tunggu hadiah selanjutmu, Sweety!"


Sementara Arumi yang melihat adik suaminya itu, ia membangunkan Clara. Lalu mengatakan jika semuanya baik baik saja tak ada korban jiwa.


"Cla! maafkan kakak, tidak bisa menyelamati toko kuemu. Kamu yang sabar, ayo ikut kaka!"

__ADS_1


"Kemana kak?" masih mode menangis, tapi menurut.


To Be Continue!!


__ADS_2