Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua
Menculik Clara


__ADS_3

"Lepasin El. Kamu ngapain ada di acara istriku, apa kamu melakukan sesuatu padanya?"


Fandi menatap Elvira. Tak jauh pandangan Fana dan Fani melihat aksi dua sejoli saling beradu mulut.


"Kamu gimana sih Lovely. Aku rindu sama kamu, aku mau kamu nepatin janji kamu yang dulu. Mana Ir AFandi assadel yang mau menikahiku dan menungguku. Tapi kamu malah nuduh aku. Huuuhuuu."


"Cukup El. Jangan pernah menemuiku lagi, aku menyesal pernah berbuat janji dan menunggumu. Pulanglah Aris pasti menunggumu, dia membutuhkanmu!"


"Aku gak mau. Kamu jangan pergi mencari istrimu. Tetaplah bersamaku Lovely!"


Elvira melingkarkan kedua tangannya di pinggang Fandi yang sedang melangkah. Halnitu membuat semua mata tertuju padanya. Ia mencoba melepas, tapi genggaman Elvira benar benar membuat ia bingung dan sulit karna tangannya terlalu keras dan sesak. Jika saja dia pria mungkin sudah ia perlukakan kasar dengan melepasnya.


"Cukup Elvira. Menjauhlah dariku, jangan jatuhkan harga dirimu hanya karna aku. Aku tidak pantas, aku tau kamu mendekat karna ke popularitas saja. Kamu mengetahui yang sebenarnya baru mencariku, disaat aku rapuh. Aku larut dalam sedih karna kamu tak bersedia tinggal, tapi aku tau siapa wanita yang aku cintai tidaklah tulus. Pergilah ada wanita yang kini dan selamanya aku cintai!"


Elvira merasa sedih. Ia melepas eratan kedua tangannya yang melingkar kala itu. Ia meluapkan emosinya didalam hati, ia akan membuat perhitungan pada Clara. Karna telah merebut posisinya kini.


"Clara. Aku ga akan biarkan kamu bahagia bersama Fandi." Ancamnya.


****


"Yeiiy. Ngapain sih di sini? Tau gak, si mas mu itu nyariin dari ujung toilet kampus sampe ujung toilet rumahmu. Tembus lagi?" tanya Rein.


"Lo kenapa Cla. Apa si mbak pirang itu buat kamu nangis ya?" tambah Misel. Gaya mengangkat kolor yang sedikit kedodoran dan menepuk kancing kemeja karna baru saja kejatuhan EE burung.


"Jorok lo Mis. Pake di cium lagi tuh kotoran, cuci tangan sana Eeeikh. Jorjiii banget, udah muka buluk kelakuan jorji lagi!" lirih Rein.


"Udah kalian bertiga jangan debat aja. Aku gak kenapa napa kok. Tadi lagi melamun aja, syok kalau suami gw sebenarnya ..?" Clara terdiam menatap ketika ia melihat seseorang.


Fandi tak jauh memeluk Clara. Lalu mengatakan Kekhawatirannya.


"Kemana saja tadi kamu Yank?"


"Say. Aku disini, maafin aku Ya!"


"Yeeeeilah. Pake Say - Yank Segala. Bala bala deh. Kagak liat apa kita bertiga ngejedog di sini dari tadi."


"HooooH. Berasa gw tokek nempel di dinding liatin dua sejoli kungkung mesra gitu. Yang atu habis nangis, yang satu tiba aj meluk. Kagak sekalian mereka berdua lari larian muter di bawah pohon!"

__ADS_1


"Hahhahhaha. Indie mereee ketehee. Bararahee. Awas bahe hheii. Awas tuh cairan di mulut lo tumpah alias ngiler!" Misel menepuk Rein dan Kean agar menjauh. Meninggalkan Clara dan Fandi yang masih memeluk khawatir dan saling menatap.


"Ayook. Lo masih mau liatin artis holly. Mereka lagi serius, ga usah ganggu. Gak denger tadi Obos kita yang Tuuuh! Melirik Fandi kala itu si Misel. Dia kan bilang kita ada tugas berkas buat besok."


"Iye. Bawel nih Raja Purba. Kita denger kok, nih kita ngekor lo. Udah kaya kaki seribu kan ngekor lo dari belakang Mis?"


CLARA TERSENYUM KECIL SAAT MELIHAT TIGA SAHABATNYA ITU BERADU MULUT. BAHKAN IA LUPA MENGABAIKAN MEREKA KARNA BERTEMU FANDI.


"Ga usah perduliin Kremi. Ada hal penting, kita bahas dirumah ya!" tutur Fandi mengusap pipi tomat Clara.


"Kenapa kamu bohongi aku seperti ini Say?"


"Aku bohong soal identitas. Aku minta maaf, sebenarnya aku ga berniat memulai membukanya. Aku takut Yank. Tapi aku yakin aku bisa melewatinya sama kamu. Kamu akan tau, kalau aku ini seperti apa. Ada banyak hal yang membingungkan setelah Bunda pergi tak kembali. Dengan ini mungkin Bunda akan kembali menemuiku, meski nanti akan ada badai setelah ini."


"Apa rahasiamu dan Bunda Say?" tanya Clara.


"Kita akan menemuinya. Kamu harus tegar Ya. Percaya sama aku, kalau hati kaka saat ini dan selamanya hanya nama kamu Cla. Jangan raguin hati ka Fandi, meninggalkan ka Fandi dalam keadaan apapun!"


"Clara berjanji." Ia menyenderkan kepalanya dibahu Fandi saat menyetir. Mengalungkan kedua tangannya ke pinggang erat Fandi yang gagah.


"Aku hanya bisa berpasrah Say. Berjanji aku mengingingkan selalu, tapi takdir. Semoga pencipta tak berniat memisahkan hati kita kak!"


Fandi berkali kali mengecup pucuk rambut Clara dan memujinya.


"Bukalah kotak di dashboard Yank!"


Clara terdiam, ia membuka perlahan masih sambil mode menatap sang suami yang handsome menyetir dengan pandangan lurus, tersenyum dengan sebuah lesung yang menggoda tanpa kacamata kala itu.


"Kotak apa ini Say?"


"Bukalah." sambil meninggikan bahu, senyum menggoda Clara.


Clara dibuat tersipu malu. Ia menatap sebuah kotak biru panjang. Dan membuka pita itu perlahan, namun ia menutup mata dan mulutnya kala itu.


"Kaka. Bikin malu aja deh." menepuk pundak Fandi.


"Yeah. Mulai kembali manja deh," goda Fandi.

__ADS_1


"Sayang aku. Suami handsome aku, aku tau semua ini. Apa malam ini penerbangan kita ke pulau komodo. Kita ke sini saat ini juga?"


"Heuuumph. Honeymoon sudah hampir setahun. Terimakasih karna sudah mengisi hari hari kaka dan membuat warna hidup ka Fandi berubah Cla."


"Aku semestinya yang berterimakasih. Karna keberadaan ka Fandi. Membuat hidup Clara berarti dan Oma tak salah, Ka Gilang beruntung punya sahabat seperti kaka. Pria yang langka menahan dan setia. Clara yang berdosa sama kaka kewajiban itu tak Cla berikan."


"Almarhum Oma. Pandai menyeleksi ya Cla?"


Clara lagi lagi tersenyum malu kala itu. Hingga menepi di bandara. Clara memeluk Fandi setelah melepas seat belt dibantu Fandi.


"Mmmuuach. Ayoo Yank. Nanti kita terlambat!"


......


Beberapa jam penerbangan. Mereka telah sampai di sebuah villa mewah. Dengan view lautan dihadapan jendela terpampang. Waktu pukul dini hari. Fandi menatap Clara dan mengecup ranum bibirnya.


"Say. Aku ga pandai, apa yang harus aku mulai?" tanya Clara.


"Cukup menikmati. Kaka akan memulainya dengan pelan!"


Clara memulai menutup mata. Ketika lembut suara ranum Fandi yang menempel.Clara mulai melingkarkan kedua tangannya di leher Fandi. Fandi mulai menelusuri kecupan di ceruk leher Clara dan menelusuri hingga kebawah dan sampai ke titik pusat.


......


"Kau bodoh. Aku ga mau Tau, kalian harus gagalkan. Fandi hanya milikku. Jika kalian tak bisa membawanya, aku pastikan keluarga kalian terancam!"


*****


Nah. Siapa tuh yang berniat jahat. Ada yang tau gak?


Sapa Author. Yuuks tinggalin jejak. Lanjut ga Nih?


.


.


.

__ADS_1


Fandi : Di liat dari atas, kok gw deg degkan bakal gagal ni honeymoon Tor ?


Author : Suudzon aja loh Mas KC naik level. 😂😆


__ADS_2