Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua
Perselisihan


__ADS_3

Clara menatap sebal, lalu ia pergi begitu saja meninggalkan Ketiga sahabatnya itu.


"Cla. Tunggu kita. Ini makanan belum habis nih! Sayang tau bakso beranak ga dihabisin, bisa bisa, nanti Guwee.. beranak duluan. Tungguin bentar napa!"bubuh Kean masih menyuap dengan lahapan sendok lebar seperti Centong.


"Cla. Siapa yang bayar nih, kerupuk goreng belum dibayar 5?" teriak Misel.


PLAAAGH ... Ye elah. Biang Gurita loh bener bener Pea kalau kekenyangan. Kan tadi lo cengingisan ampe injek kaki kita. Apa yang di maksud ladang pahala? Tanya Rein.


Kean dan Rein merapat bagai teri yang mengantri Garem beryodium. Semua agar otaknya semakin encer dan fresh mendapat ide cemerlang.


Kean dan Rein ikut tersenyum menatap Misel.


"Ngerti kan sekarang lo semua?"


"Enggak. Gw bingung. Soalnya lo kasih layar ponsel beritanya kebalik. Itu mah iklan game yang kalah bukaaaa ... pakaian Mis." Teriak Kean ketelinga Misel.


"Haaahahaaah.. Kapan gw punya temen yang lebih beneran dikit. Udah senasib ga punya duit, senasib pula rupa yang ga jauh beda dari kata Ganteng." lirih Rein.


"Eekh .. bukannya mas KC namanya Fandi Assadel. Kok jadi afand ya. lihat ni pesan dari ponsel gw!"


"Mungkin nama samaran driver kali." balas Rein.


"Ga mungkin lah. Kalau dia driver napa selalu nyuruh kita ini itu, diam - diam lagi." Bubuh Misel mengicep mata sebelah, sambil meregangkan lidah karna makanan nyelip di gigi besarnya itu dengan suara khas di mulutnya.


"Nih lidi. Buat ekor makanan yang nyelip di gigi lo Mis. Jorok loh pake telunjuk. Kagak sekalian pake linggis dibelakang pintu tukang bakso!" teriak Rein.


Tak berselang Lama. Seseorang suruhan dan wanita cantik nan seksi datang menemui mereka. Sehingga mata ketiga Kremi bersamaan tak berkedip dan berdiri merasa terpaku.


"Wiidih, bener bener bidadari turun dari langit ini sih." lirih Kean.


"Bukanlah. Bidadari masuk perkantoran lo ga liat pakaiannya baju kantoran. Kalau yang lo ucap, dia ga pake pakaian dongeng. Putih model daster polos gitu." tambah Rein.


"Apaan sih lo pade, lo kira Miss Kutil. Eeekh Miss Kunti. Bidadari pake daster putih polos."


Hingga terjadilah aksi perdebatan membuat wanita cantik menyadarkan.


"Eheeeum ... Maaf. Mas Emas. Kalian sudah ditunggu oleh bos kami. Kalian benar tiga Kremi kan? Eeekh .. Maaaf maksud saya. Kean, Rein, Misel?"


"Eetdah. Cantik tapi bibirnya tajam juga kaya mas Harrypotter." bubuhnya.


Wanita itu meminta maaf, tersenyum dan mempersilahkan masuk kedalam mobil mewah. Hingga Kremi masuk saling berebut ingin berada di dekat wanita cantik itu.


"Lo yakin kan Mis. Kagak salah, gw takut di culik nanti organ kita dijual. Terus kita dibuang jadi makanan ikan beunteerr?"


"Pea. Ikan buntel, Hiu. Model benter ikan bantet sekalipun ga sudi makan daging lo. Modelnya aneh, butek. Ikan juga milih milih kali." Balas Misel.


Sehingga wanita cantik itu terlihat senyum, karna lucu akan perdebatan aksi mereka yang membuat penat kesibukannya menghilang.


.


.


.


"Beb, kamu harus percaya sama aku. Kalau beberapa hari lalu. Aku menjemput wanita pacarnya si Abie, Indra, dan Arya. Mana mungkin aku selingkuh dari kamu beb."


Clara terdiam duduk di taman. Ia telah memutuskan untuk menghindar dari kekasihnya itu. Semakin hari ia semakin tak sejalan, hal ini membuat Clara bingung. Pasalnya Franstino pergaulannya terlalu Extreme, bahkan ia selalu berusaha meminta nya untuk mencoba sesuatu hubungan layaknya pengantin. Hal itu membuat Clara berpikir jernih untuk mengakhiri secara halus.


"Kita Break dulu oke. Aku butuh waktu meyakinkan, entah kenapa aku suka dengan hidupku yang sekarang!"


"Jadi. Kamu menyukai si Om kacamata itu Ya. Jadi kamu yang duluan selingkuh dari aku kan Cla. Kamu berpura pura menikah bohongan. Aslinya kamu memang sudah sedalam itu. Aku ga sangka kamu wanita murahan Cla."

__ADS_1


PlAAGGH ... Tamparan mendarat di pipi.


Cukup Franstino. Aku bukan seperti yang kamu tuduhkan. Kita PUTUS. Jangan pernah muncul di hadapan aku lagi !!


Clara melangkah pergi. Ia berusaha ingin cepat sampai di rumah. Saat itu Fana dan Fani menatap dan mengejar Clara agar tak terjadi sesuatu. Tapi Franstino mengepal dengan kesal dan meninju sebuah pohon besar.


Namun sayang ia kesakitan karna tangannya tertusuk duri tanaman.


"Iyeeh. Jelaslah elo main marah aja. Kena karma itu si Tino, elo mau ninju pohon mangga. Kagak liat disamping pelintiran batang pohon ditanamin pohon kaktus berdiri sama pohon nanas?" Jawab seluruh Daun yang tertawa ria melihat aksi konyol pria sok ganteng, ketika marah mengikuti ala drakor.


Hahahaha ... 😅😆


.


.


.


"Wah, beneran nih Mas KC naik level. Kita bakal dikasih kerjaan kalau udah lulus kerja di sini?" Jawab Kremi bersamaan.


"Bisa Ya. Bisa tidak. Lagi pula saya tidak bisa mengambil keputusan karna saya hanya seorang pesuruh." balas Fandi.


BRAAAGGH .. MINGGIR KALIAN !!


Seorang wanita pirang masuk menerobos ruangan Fandi. Fandi terkejut dan menatap Elvira. Melupakan aksi bengong tiga Kremi yang terkejut bagai ayam tetelo terserang penyakit.


Pasalnya wanita itu pirang dan cantik serta serba berisi dari body yang seperti gitar spanyol dan memakai celana jeans robek, juga baju tanktop dengan gaya Syal di lehernya membuat kesan elegan.


"Kenapa kamu selalu bohong padaku Fandi?"


ElVIRA MENGHAMPIRI TEPAT DIWAJAH FANDI.


"Apa maksudmu El?" tanya Fandi menatapnya.


Fandi menurunkan tatapan, ia tau Elvira sangat keras kepala. Ia menahan agar Elvira membicarakan di luar. Tapi tetap tak mau.


"Semua perusahaan ini milik kamu dan Bunda kan. Kenapa kamu mengubahnya semua atas keluarga Seiyen, kenapa kamu membubuhkan semua atas nama si anak manja Clara itu. Apa yang kamu rencanakan padaku Fandi. Kamu berusaha menjebakku, kamu mengetes kesetiaanku?" tanya Elvira berteriak.


"Weeuuh. Berita hangat nih. Udah jelas kan Mas KC pura pura kacung. Kenapa pria kaya dia berpura pura kismis, padahal kan?" bisik Rein.


"Kismin Belo. Kalau kismis enak buat dimakan!"balas Misel.


Eheuuum ... Kalian pulanglah. Saya akan menemui kalian lagi, tutup telinga kalian. Karna apa yang dibicarakannya hanyalah bualan!!


Tiga Kremi pamit sambil berbisik. Ia menyadari dan membuat kesepakatan agar melindungi Clara dan tetap berada dalam dukungan mas Harrypotter itu. Bukan karna menguntungkan tapi Clara sahabat terbaik atas bentuk balas budi Oma Seiyen yang amat baik pada mereka.


"Clara harus tau nih."


"Belum jelas nyukks. Kita ga da bukti, lupakan tadi kita mau videoin aja ga sempet." bubuh Kean.


Tak lama Kremi melihat Clara yang tiba saja seperti menangis. Ia berusaha menghampiri kantor Fandi di gedung sebelah, namun Kremi mengendap endap menghampiri dan cepat menanyakan setelah mengejar Clara.


"Putri keberuntungan. Yeiiy ngapain di gedung sebelah sini Cla?" tanya Misel.


"Kalian kenapa di sini. Habis dari gedung sebelah, ada apa?"


Yeiiy. Nih Cewe ditanya malah balik nanya. Kita kan habis ketemu suami kamu di kantor sebelah.


Clara pun menanyakan dengan jelas. Pasalnya kantor Gilang dan Fandi berada di sebrang, dan baru saja ia melihat dan mencarinya tak ada diruangan kebesaran.


"Masa istri ga tau. Ga peka nih lo mah Cla disana laki elo. Tadi kita dari sana, belok kanan. Kekiri terus naik deh satu lantai. Liat kaca transparan namanya raungan Meja Hijau!" bubuh Kean.

__ADS_1


"Eekh.. bukan meja Hijau. Lo kira habis kena perkara masalah serius. Kaca Hijau di situ ada tulisan FC ORBITS. Tanya deh situ!"


.


.


.


"Kamu ga bisa seperti ini El. Kamu udah menikah sama Aris. Aku ga bisa menjelaskan tanpa bunda hadir. Lagi pula aku sudah menganggap hubungan kita berakhir!"


"Kenapa Fand. Karna anak manja itu. Aku ga mengijinkan kamu berpaling, aku mau kamu kembali dan memberi pelajaran pada Aris!" ucap Elvira menangis manja.


Elvira tiba saja memeluk menyandarkan kepalanya di dada pundak Fandi. Kemejanya telah basah dengan airmatanya. Meski Fandi Ragu ingin memeluk nya, ia berusaha ingin melepas eratan itu.


Tapi nahas tiba saja Clara membuka pintu dan melihat aksi yang tak ingin ia lihat.


"Clara. Kamu ada di sini?" menohok Fandi.


Clara yang melihat aksi Fandi. Ia kecewa dan menutup matanya. Lalu ia menoleh dan berbalik arah. Ia berlari sehingga terlihat aksi tiga Kremi yang ngos ngosan mengejar Clara.


Pasalnya ia lupa jika tadi ada aksi wanita pirang yang tiba saja datang.


"Jangan mengejarnya. Aku mohon Fandi aku membutuhkanmu!" titah Elvira.


Fandi melepas tangan Elvira. Ia meminta tiga kremi mengantar wanita yang mencegahnya mengejar Clara.


"Pulanglah dengan tiga pria jadi jadian. Sebelum malam, kamu akan aman Elvira!"


"Tapi aku mau kamu yang antar!" Elvira.


"Menarik nafas. Maaf aku ga bisa, kita bertemu lain waktu El!"


"Fandi. Jangan kejar dia, aku mohon padamu!" teriak Elvira.


Kremi kesal, apa maksudnya sebelum malam mengantar wanita pirang akan aman.


"Mas KC. Kita antar pakai apa, terus maksud sebelum malam aman apa maksudnya?" teriak Kean.


Fandi berbalik arah, ia mengasih kunci mobil mewah untuk mengantar Elvira.


"Jika malam kalian berubah bukan. Cepat antar gadis itu, kalau enggak gw seleding idung lo makin penyok!" bubuh Fandi dan berlari pergi.


"Eeeiy. Mas KC Gahar deh. Jadi gemees eiykee." bisik Rein memutar mata, mengigit bibirnya Lalu menatap Misel dan Kean.


Huuuueek. Huuuueeek.


Misel dan Kean menatap seseorang dengan jijik. Njir sejak kapan lo pea ngasih wajah kayak gitu ke kita. Ngeri guwee !!


Misel dan Kean berbalik arah. Melupakan aksi untuk mengantar wanita pirang itu.


"Eeiiikh. Kalian mau kemana, jangan tinggalin doong aaaakh. Ni kunci siapa yang bawa, eikee ga bisa setir mobilnya. Mbak Pirang mau dianter sama aku, tapi mbak yang bawa mobil terus anterin aku dulu ya!" tutur Rein.


.


.


.


Rein : Gw dikerjain Author bawa ni mobil. Huhuuuuu...


Elvira : Sejak kapan lovely gw berhubungan dengan makhluk belum waktunya lahir. Liat nya aja udah merinding. Kabuuuur Aaakh kejar Fandi.

__ADS_1


Author : Kasian Satu Kremi ditinggalin. 😂😂


__ADS_2