
Rasa kagum Pras belum usai, lama ia memandangi wajah polos Jenny tanpa polesan make up.
Wajah itu selalu mengusik ketenangan jiwa yang terlambat menyadari akan hadirnya.
"Kenapa aku begitu bodoh, mengabaikan seseorang yang sangat berharga yang sudah bersamaku sejak lama. Seandainya saja, sejak dulu aku memilikimu. Pasti kamu tidak akan merasakan sesakit yang pernah kamu alami dulu, Jen. Maafkan aku yang terlambat menyayangimu," sesal Pras dalam batinnya.
Pras tersadar dari lamunannya. Ia melirik Fossil yang melingkar di tangan kirinya. Waktu sudah menunjukkan jam untuk makan siang.
Pras segera beranjak dari duduknya, ia tidak ingin Jenny terganggu.
Dia menelisik lemari makan dan tudung saji yang ada di atas meja. Pras tidak menemukan apa-apa di sana.
Kemudian Pras membuka lemari es berukuran jumbo yang terpajang di dapur. Ia melihat bahan yang tersedia lalu mencoba untuk mengolahnya.
Lengan bajunya yang panjang mulai ia gulung sampai ke sikunya, kemudian memulai aksinya.
Pras merasa bernostalgia kembali saat menjadi koki di sebuah rumah makan saat ia remaja dulu.
Ternyata kemampuannya mengingat bumbu dapur dan bagaimana cara pengolahannya masih lekat dalam benaknya.
Aroma yang ditimbulkan dari olahannya sampai ke hidung Jenny. Jenny menggeliat, matanya mengintip jam yang menggantung di dinding.
Jenny tersentak, ia langsung menegakkan badannya sambil merapikan kucir rambut yang menjulur sampai ke pinggang.
Dalam diamnya ia berpikir. Bagaimana bisa TV yang tadi menyala tiba-tiba saja mati saat ia terbangun. Lalu remote TV sudah kembali pada posisinya semula.
Ia masih belum habis pikir tentang hal itu. Jenny kembali melihat jarum jam yang terus berputar. Matanya mengerjap, saat dilihatnya sudah waktunya makan siang, Jenny langsung melesat ke dapur.
Dan yang lebih membuatnya terkejut lagi saat ia melihat seorang Prasetyo masak di dapur dengan pakaian yang dikenakan saat ia berangkat ke kantor tadi pagi.
__ADS_1
"Bukankah pintunya sudah aku kunci rapat. Lalu bagaimana dia bisa masuk? Apakah dia akan sangat marah kepadaku? Duh Jenny, bagaimana bisa kamu tertidur pulas hingga lupa masak untuk makan siang," monolog-monolog dalam batinnya terus bermain.
"Hai, Jen!" sapa Pras sambil meletakkan piring yang berisi olahan tahu jamur saus tiram dan ayam goreng bumbu tiga potong.
Pras tampak begitu piawai tanpa cacat cela. Sementara Jenny masih berdiri mematung sambil memperhatikan Pras.
"Jen..," panggil Pras lembut.
Dengan perasaan bersalah Jenny bertanya lirih, "Bagaimana Mas bisa masuk? Bukankah pintunya sudah saya kunci?"
Pras tertawa geli. "Kenapa? kamu pikir saya bisa menghilang, lalu menyelinap masuk, begitu?"
"Lalu?" lanjut Jenny.
"Sudah, nggak perlu kamu pikirkan bagaimana cara saya masuk ke dalam rumah. Sekarang saya sudah selesai masak. Kerena saya sudah lapar, so.. saya mau makan," ucap Pras sambil tersenyum.
"Mas, maaf ya. Seharusnya saya yang menyiapkan makanannya, ini malah mas yang masak sendiri," sesal Jenny.
"Kalau kamu mau saya memaafkan kamu, sekarang duduk sini. Temani saya makan!" seru Pras.
Jenny hanya bisa pasrah dengan syarat yang diberikan Pras. Meskipun ia merasa sungkan jika hanya berduaan bersama pria yang sejak lama memiliki tempat di hati Jenny.
"Ayo makan! Saya minta kamu temenin saya bukan berarti kamu diam saja. Kamu juga harus makan. Tuh anak dalam perut kamu udah kelaparan," tandas Pras sambil menunjuk perut Jenny.
Jenny menyunggingkan senyum manisnya.
"Nah, makan yang banyak. Dijamin rasanya pasti enak kok," aku Pras dengan bangga.
Jenny mencoba mencicipi masakan Pras. Dan memang diakui Jenny rasanya memang lezat.
__ADS_1
"Hmm, not bad."
Jenny sudah mulai bisa menguasai dirinya yang sedang menyembunyikan debaran jantungnya yang berdegup kencang.
"Mas, maaf ya. Saya tidak sengaja tertidur tadi," ucap Jenny.
"Sudahlah, saya tahu kamu pasti lelah," sahut Pras.
Keduanya kembali diam, rasa kikuk kembali menghampiri.
Namun Pras tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ia langsung mengutarakan isi hatinya.
"Emm, Jen. Boleh saya mengatakan sesuatu?" tanya Pras.
Sambil mengangguk Jenny menjawab, " Tanya soal apa Mas?"
"Seandainya ada seorang pria yang akan memintamu untuk menjadi istrinya, apakah kamu bersedia?" tanya Pras serius.
Seerrrr!
Darah Jenny seakan mengalir sangat kencang.
Bersambung yaa...
Jangan lupa like, komen, rate, vote dan giftnya juga yaa Bebs... 😍😍
Oh iya, Mampir juga ya ke karya temen aku.. jangan lupa untuk meninggalkan JEJAK juga di 👇👇
__ADS_1