Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua
berita kehamilanku..


__ADS_3

aku bahkan tidak bisa berkata kata apa lagi,,


entah apa yg akan aku perbuat...


baru saja aku mengalami duka yg mendalam, kali ini aku harus medapat kabar yg sangat membuat aku hampir tidak percaya...


apa lagi mama,,


mama mendengar kabar dari dr. ira, bagaikan di sambar petir...


tubuhnya di hempaskan di kursi tunggu, pasien...


seakan jantungnya berhenti untuk sejenak...


lalu dia menatapku...


seakan tidak percaya..


dan membuang pandanganya ke arah jendela rumah sakit...


hati mama, begitu hancur...


melihat anak tunggalnya, harus seperti ini...


"ma...


maafkan ayu ma...


mama tidak menjawab, hatinya begitu terluka...


aku pun mengulangi kembali...


"ma...


maafkan ayu ma...


mama masih saja diam..


entah apa yg di pikirkanya...


sehingga aku, tidak berani lagi, untuk mengganggu lamunan mama..


di keheningan, aku dan mama yg diam seribu bahasa,tiba2 pintu kamar rumah sakit terbuka...


muncul, seseorang laki2 yg sangat ku kenal..


walau di wajahnya terpancar rasa khawatir, tapi senyum yg menghiasi bibirnya tidak pernah ketinggalan bila melihat aku...


"ayu dah siuman???


ini nak, papa bawakan makanan, entar sore ayu dan bisa pulang...

__ADS_1


loh..


kenapa ma, kok menangis???


papa heran, suasana kok hening, dan melihat istrinya diam,di pipinya menetes air mata, ,


gak biasanya,tanya papa terheran heran..


"pa bisa tinggalkan kami sebentar???


lebih baik pa2 ke admitrasi,mengurus biaya rumah sakit hari ini kita pulang...


"tapi ma..


kondisi ayu bagaimana??


mama bukan menjawab, tapi memandang papa dengan sikap dingin...


yg membuat papa terpaksa meninggalkan ruangan itu...


"ayu..


sekarang jawab mama dengan jujur..


suara mama yg biasanya lembut penuh dengan kasih sayang, sekarang berubah menjadi dingin..


yg membuat tubuhku merinding...


suaraku begitu lirih..


"dengan siapa ayu melakukanya..??


"ma...


aku hanya bisa menangis...


"ayu..


jawab kata mama..


kali ini suara mama menjadi tinggi..


yg membuat aku menjadi takut...


"maaf ma..


ayu lakukan dengan almarhum masa budi ma...


jawabanku, membuat mama kembali menghempaskan tubuhnya di kursi tunggu..


mama hanya bisa diam..

__ADS_1


di pipinya kulihat air matanya menetes...


suasana menjadi hening..


tak lama kemudian papa,om dani dan beberapa suster datang kekamarku...


mereka membereskan semua peralatan yg ada di tubuhku...


setelah selesai..


papa dan om dani membantuku untuk berjalan dari rumah sakit ini..


di dalam mobil, mama hanya diam..


sementara aku hanya bisa menangis..


papa dan om dani hanya tidak berani mengganggu..


mungkin kami masih mengalami duka yg mendalam pikirnya...


akhirnya mobil sampai di gerbang rumah kami, mbok iyah pembantu kami membuka gerbang dengan senyum menghiasi wajah polosnya...


setelah kami turun dari mobil, om dani memarkirkan mobil di garasi..


papa yg masih bingung dengan sikap mama yg berubah jadi dingin, hanya diam dan masih menuntun aku kemarku..


malam itu jg, mama dengan sikap tegar mengumpulkan kami di ruang tamu...


papa, om dani dan opa masih bingung apa yg akan di sampaika mama..


sementara aku hanya bisa pasrah..


apapun yg akan di lakukan keluargaku aku hanya bisa pasrah...


"ada apa ini ma...


ada persoalan penting apa ma???


dengan nada bergetar mama mengatakan hal yg di luar perkiraaan papa om dani dan opa..


"ayu hamil...


dengan nada yg begitu dingin...


"apa ma???


"ya ayu hamil pa...


walaupun terlihat dingin, tampak mata mama berkaca kaca, menandakan dia sangat terpukul dengan apa yg ku alami...


"ayu hamil...

__ADS_1


papa histeris, dan menatapku hingga aku menjadi bergidik...


__ADS_2