Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua
Istimewa


__ADS_3

"Zylva sayang, mulai hari ini panggil Tante Jenny dengan sebutan Mama ya, Zylva mau?" pinta Pras lembut pada buah hatinya.


Sejenak Zylva diam dan berpikir sambil memandangi wajah cantik Jenny dengan senyum dan manik mata berbinar.


"Sayang, kok diam? Zylva nggak mau, ya?" sambung Pras sambil membelai lembut pipi anaknya.


"Zylva mau," jawabnya sambil merentangkan kedua tangannya siap memeluk Jenny.


"Bener, Zylva mau terima Tante sebagai Mama Zylva?" tanya Jenny. Zylva pun mengangguk sambil mengeratkan pelukannya.


"Terima kasih ya Tante, sudah mau jadi Mama Zylva. Dan sebentar lagi Zylva akan punya adik," sahut Zylva.


"Alhamdulillah..., ya sudah kalau begitu silahkan dipilih cincin mana yang kamu suka," titah Pras.


Akhirnya Jenny mulai menelisik satu persatu semua cincin yang terpajang di etalase toko perhiasan yang mereka kunjungi saat ini.


Setelah beberapa menit menghabiskan waktu untuk memilih akhirnya Jenny menemukan cincin yang menarik perhatiannya.


Cincin yang berhiaskan batu Ruby berwarna merah menjadi pilihannya. Cincin yang sangat cantik dan manis sekali melingkar di jari manis Jenny.


Sekarang mereka kelihatan sangat berbahagia menikmati kebersamaan mereka.


Seperti sebuah keluarga yang harmonis. Sambil berjalan, Jenny menggandeng tangan Zylva. Sedangkan Pras melingkarkan tangannya di atas pundak Jenny.


"Yah, apa kita juga akan pergi makan?" tanya Zylva.


"Ya iya dong, Zylva mau makan apa?" tanya Pras balik.


"Hmmm, kalau Ma ma..?" tanya Zylva pada Jenny dengan sedikit terbata.

__ADS_1


Sekelebat Jenny melingukkan pandangannya ke Pras. Perasaan sungguh bahagia, ternyata Zylva benar-benar bisa menerimanya sebagai pengganti Mamanya.


"Mama ikut Zylva aja, Zylva mau makan apa tinggal bilang ke Ayah," tukas Jenny lembut.


"Terserah Ayah saja," sahut Zylva manut.


"Hm, oke," ucap Pras.


Akhirnya mereka pergi menuju salah satu restoran yang terbilang mewah di ibukota, yang belum pernah sekalipun di kunjungi Jenny.


"Mas, kamu yakin bawa aku dan Zylva kesini? Bukankah ini terlalu istimewa?" protes Jenny pada Pras saat mereka sampai di halaman depan restoran itu.


"Kenapa aku harus ragu? Bukankah yang aku bawa sekarang adalah orang-orang yang istimewa juga?" tutur Pras tanpa keraguan sedikitpun.


Jenny semakin kagum dan tersanjung dengan jawaban yang diucapkan Pras.


"Ya Allah, sungguh aku sangat bersyukur bertemu dengan pria baik seperti Mas Pras. Sungguh nikmat yang luar biasa yang aku rasakan sekarang. Terima kasih telah mempertemukan kami ya Rabb. Terima kasih telah menerimaku apa adanya," decak kagum Jenny dalam batinnya.


"Jen, Jenny!" panggil Pras.


"Eh i iya, maaf. Saya melamun ya?" ucap Jenny sambil menyeringai.


"Silahkan dipesan makanan yang kamu suka, Zylva juga sayang," titah Pras.


"Zylva ikut Mama atau Ayah saja. Zylva nggak tau pilih yang mana," ucap Zylva jujur.


Ya, karena ini adalah untuk pertama kalinya Zylva makan di restoran yang bisa dibilang restonya orang-orang beruang yang tajirnya melintir tak habis meskipun sampai tujuh turunan.


__ADS_1


Restoran mewah yang menyajikan menu makanan khas Jepang, dan dipadukan dengan makanan Korea.


Meskipun makanan di restoran ini terbilang mahal, namun tidak sedikit pengunjung yang datang berbondong-bondong ke sini. Dengan budget minimalnya sekitar 1,3 juta rupiah untuk dua orang.


Dan menu yang disajikan adalah Pizza Tuna, Seared Halibut, Spring Chicken & Foie Roulade, Wagyu cheek dan Black Forest.


Zylva memilih Pizza Tuna, sedangkan Jenny dan Pras memilih menu yang sama yaitu Spring Chicken & Foie Roulade.


Sebelumnya Pras sudah memesan makanan tersebut. Dan terrnyata Pras benar-benar tahu apa yang menjadi kesukaan anak dan perempuan yang duduk di sebelahnya.


Mereka sangat menikmati hidangan yang disajikan dengan tampilan yang eksklusif. Dan ini akan menjadi sejarah baru dalam hidup Jenny.


"Mas, Thanks for everything. Terima kasih untuk malam yang spesial ini. I can't say anything," racau Jenny lirih.


"Ini memang sudah seharusnya aku lakukan untuk kamu dan Zylva. Kalian sangat berharga buat aku. Jadi teruslah bersamaku, mendampingiku serta menjadi ibu dari anak-anakku," sahut Pras penuh kasih.


Mereka pun kembali setelah menghabiskan makanannya. Tak lupa mereka membawakan pizza sebagai oleh-oleh untuk ibunya Pras yang menunggu di rumah.


Pras melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, menikmati setiap detik perjalanan bersama calon istri dan buah hatinya.


Tibalah mereka di rumah. Saat Pras turun akan membuka pintu gerbang, dia melihat sebuah mobil berwarna merah terparkir apik di halaman rumah. Dan Pras sangat mengenali si empunya mobil tersebut.


"Mau apa dia datang ke sini?" monolog Pras dalam batinnya.


Bersambung...


Happy Reading my beloved reader 😍😍


jgn lupa untuk setia meninggalkan JEJAK ya.

__ADS_1


dan silahkan mampir juga ke karya temen aku 👇👇



__ADS_2