Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua
Amarah Clara


__ADS_3

Clara tau, siapa yang kini di hadapannya. Terlebih ketika dua pria di belakangnya yang pernah membuat hatinya senyum, tertawa tanpa kesedihan. Dia adalah Fandi, dan dua orang sahabat satu genk saat masih kuliah.


"Lo berhak dapatin kebahagian Cla! Mertua kaya gitu buat apa di hormatin. Lagi lagi Lo di tipu sama Ryan dengan tabiat penolong kan?" ungkap Kean.


"Yes! Belum lagi sesama wanita, siapa itu si Anjani. Gue udah berminggu minggu cari tau sisi suami Lo, pas waktu lo nebus apotek. Ga sangka, Anjani itu mantan istri Ryan. Doi udah kumpul ranjang bok! Please Cla. Melek dikit!" bubuh Misel menambah.


"Lo gak tau semuanya juga kan? Mas Kc yang kalian lihat gak seperti yang kalian banggakan. Kembali untuk tersiksa? Kalian juga menghilang kan saat aku ada di zona paling rendah. Rendah serendahnya?" tegas Clara dengan wajah merah.


Mendengar hal itu, Rein dan Misel terdiam. Salahnya kala Oma Seiyen tiada. Ia juga ikut meninggalkan karna sebuah tekanan. Hingga dimana ia langsung menstop perkataan Clara yang sangat emosi dan kesal padanya.


"Cla. Kita berhenti karna Rein menjadi korban. Korban dari kita yang percaya penuh. Rein meninggal karna menununtut Mbak pirang dan Aris yang berusaha menutup toko orangtua kami. Jadi kami .." Misel terdiam akan kesedihan.


Clara hanya menyumbingkan senyuman, lalu mendorong Fandi yang masih meraih tangannya.


"Go! Jangan berusaha mendekati. Aku tidak butuh kalian semua. Karna kesendirian yang aku hadapi saat itu. Maka saat ini juga harus seperti itu!" ungkap Clara dan membentur bahu kedua temannya. Yakni Kean dan Misel. Hal itu juga membuat tangan Fandi terpental untuk segera pergi.


Cla!! Teriak Misel.


Tapi Fandi berusaha untuk tidak mengejarnya! bagi Fandi memang sangat sulit untuk meluluhkan hati Clara yang telah sulit saat ini. Sulit bagi Clara menerima semua dari kehilangan suami, sahabat dan kerabatnya yang sangat ia butuhkan. Yakni Arumi dan Gilang yang mendekam beberapa tahun di penjara demi menggantikan Clara.


Clara masih berlari kecil hingga menepi di sebuah pantai. Lalu ia menoleh kearah samping yang sangat sunyi.


Aaaaaargghkh!! teriak Clara.


Beberapa tahun silam, ia harus depresi karna kehilangan Fandi yang amat ia cintai, bahkan ia harus kehilangan bayinya. Belum lagi skandal Fandi kembali bersama Elvira, perusahaan Oma dianggap menggelapkan dana perusahaan Elvira dan di sita. Hingga saat itu, setelah ia di selamatkan Ryan saat Elvira bertemu di suatu tempat. Ingin membuat Clara mendekam kembali kerumah sakit jiwa. Di halangi oleh keluarga Byakta.

__ADS_1


Kembali menjadi pegawai kebersihan, lalu bertemu dengan sosok pria terbakar mirip mas Fandi. Dan ternyata itu adalah suaminya yang telah menceriakannya selama dirawat di rumah sakit jiwa.


'Ardie, lalu bisa menjadi Fandi. Hahaaaa sungguh pria menjijikan yang tak pernah aku ingin temui, meski dalam hati masih banyak cinta dan berharap bahagia.' senyum tawa Clara dengan tangisan.


'Ryan. Kuanggap kamu pria penolongku, tapi kenapa berbohong. Haah, dasar semua pria semuanya sama saja.'


Clara menghapus tangisan, lalu ia segera berdiri tegak. Pergi dan kembali mencari Taksi. Hal itu pula membuat dirinya tegar, agar dirinya tak lagi terpedaya.


"Tidak ada Arumi kedua, bagiku mertua yang tak menghargai sesama wanita. Harus segera dihentikan. Mas Ryan, kamu tega apa karna aku belum menjadi istri sepenuhnya. Kamu membuat aku dengan perkataan dan sikap seperti ini?" batin.


***


"Gimana dong Mas Kc. Gak berhasil, kita udah cari informasi Anjani. Keluarga Byakta memang memanfaatkan Clara kan? Gimana kalau Ryan punya motif untuk merebut furniture perusahaan Oma Seiy?"


"Bukan itu masalahnya, tetap lindungi Clara dari jauh. Itu adalah tugas kalian! Jangan lelah jika Clara kecewa, memang tidak mudah mengembalikan kertas yang terpotong. Butuh waktu untuk menjadi sempurna agar bekas potongan itu terhapus." jelas Fandi.


"Genges deh! Udah gitu doang tuh. Mas Kc dari dulu jehong gak ilang ilang. Udah nugasin misi, udah nyuruh. Udah cabut duluan sama mobil sportnya." ungkap Kean.


"Hooh! Mana belum dibayar lagi. Hiih, mengsedih ya. Udahlah kita balik ke kostan!" ajak Misel dengan menekan tombol kunci sepeda motor ninjanya.


"Dari dulu ampe jaman sekarang. Kita kost terus? Gak ada apa yang lebih elite dikit. Punya apartemen gitu." gerutu Kean.


"Syukurin aja hidup lo Kean. Masih dikasih nafas, terus masih dikasih pinjem ni motor ninja milik mas Kc. Udah lama kita kemana mana enggak ongkosan angkot." jelas Misel menambah. Alhasil Kean hanya memanyunkan bibirnya.


Sementara Fandi berhenti di sebuah rumah, terlihat seorang pria yang sangat ia kenal. Pria itu tak lain adalah Tino, yah! Franstino mantan php Clara hadir dengan sebuah mobil hitam dan tas kecil hitam dan memberikan Clara sebuah map biru.

__ADS_1


Hingga dimana, Fandi turun dan menatap Clara yang menangis. Ia terjatuh ingin pingsan, cekatan Fandi ingin menolong. Ia lalu terhenti kala Franstino telah membawanya masuk. Saat itu juga, Fandi ingat sebuah kenangan.


Saat itu Fandi segera membawa Clara ke rumah sakit. Sedangkan Franstino yang menatap Clara di gendong, ikut terkejut dan bucket bunga pun jatuh dari tangannya kala itu. Tak lama, ia mengikuti Clara yang masih tak sadar dengan mengendarai mobilnya.


Saat di rumah sakit pun. Fandi mengabarkan Gilang, lalu ia mengurus segala administrasi setelah keluar dari ruangan dokter. Tak lama ia beranjak keruangan dimana Clara ditempatkan ruangan vvip.


Fandi menatap Tino yang memegang tangan Clara dan menciuminya. Ia mengurungkan untuk masuk dan mengepal tangan kala itu.


"Eeeiiiiy. Mas KC cembukur kayaknya yeaah?" tutur Kean.


"Iyes, gue yakin bakal terjadi pertarungan sengit antara Lion dan Tiger." bubuh Rein.


"Gw sih gak yakin, Gimana kita tarohan Si Clara bakal pilih Harrypoter apa Hari hari, Eeekh Haliando syarief mantan pacarnya prilly!"


"Gak pake H kali nyuks, Aliando itu mah." Rein membenarkan.


Fandi melirik dan menatap tiga pria aneh yang sedang berbisik tetangga kala itu.


"Kremi, kalian bisa diam! Jangan keceplosan soal pernikahan saya dengan Clara. Biar Cla yang menjelaskan!"


Fandi pun pergi begitu saja dengan raut kesal, sementara tiga Kremi berdiri dengan gemetar. Pasalnya mereka baru pertama kali melihat wajah dan suara gagah Fandi yang terbilang selalu ayu dan sabar. Tapi saat ini ia melihat dengan suara yang luar biasa, benar saja suara deheuman Fandi terlihat seksi dan pria banget.


Fandi saat ini sadar, pria aneh teman baik Clara yang ia panggil Kremi. Meski kali ini berdua saja Kemi alias Kean dan Misel. Mereka sudah membantunya di saat ingin menaklukan hati Clara lagi.


"Tunggu!" biar saya yang bawa Clara masuk. Ungkap Fandi menghampiri Franstino, namun aksi itu dicegah oleh seseorang.

__ADS_1


"Singkirkan tangan kalian, kalian tau siapa wanita yang kalian rebutkan?" ungkap seorang pria yang tegas.


To Be Continue!!


__ADS_2