Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua
KEMBALI KERJA.


__ADS_3

Clara masih tak habis pikir, lagi lagi Fandi dengan mudahnya membuat dirinya berada dalam buaian masa lalu.


"Kenapa lakukan kaya gini?"


"Kamu sudah cukup dewasa Cla! tidak ada arti bagi kita, selain kembali memadu. Kamu tidak ingat apa saja yang telah kita lalui?"


Clara mengabaikan, tapi tangan Fandi segera meraih Clara. Ia berbisik dan memohon untuk Clara mau menerimannya lagi. Kesalahan dan masa lalu yang telah terjadi Fandi memohon agar Clara melupakannya.


"Percayalah dendam akan membuatmu sangat sakit untuk menemukan kebahagian!"


"Percayalah kebahagianku kali ini bukan ka Fandi lagi. Mengulang adalah jalan tidak baik, aku harap ka Fandi bisa menemukan wanita terbaik dariku. Aku sudah cukup kehilangan bayiku dan segala yang aku miliki. Jadi Clara akan memulai dari nol dengan wajah baru, dan masa depan serta pria baru." senyum Clara melepas tangan Fandi.


Sementara cincin yang digenggam Fandi saat ini. Ia segera mencoba melipat ke saku jasnya. Sudah tiga kali ia mencoba, menatap Gilang dan Arumi tak jauh. Benar saja Clara tak mau memutuskan untuk kembali.


"Sabarlah! jika adik ku tak ingin. Lupakanlah Fand!" pinta Gilang.


"Semoga saja aku bisa mengobati luka Clara. Andai .."


"Semua itu terlalu sakit, jika aku jadi Clara. Aku juga tidak mungkin bersama dengan pria yang telah membuat kekacauan." lirih Arumi dan berlalu lebih dulu masuk kedalam mobil. Sementara dua pria yakni Fandi dan Gilang hanya diam saling menatap penuh arti.


"Susah bro! kalau soal wanita jika sakit. Lukanya itu sangat lama dan sulit dihilangkan. Memaaafkan bukan berarti melupakan." jelas Gilang.


***

__ADS_1


Setelah beberapa dekade. Kamu harus mempunyai banyak intrik Nes!!


"Hadeuh. Trus gue harus lakuin apalagi? Secara kalau gue ke paris selama seminggu. Bisa gak ya? secara Honey gue tau sendiri."


"Nes. Elo itu udah jadi ambas brand terkenal. Sekarang kita bersiap. Besok kita harus mulai pengenalan iklan. Jangan lupa ya, udah teken kontrak loh!"


Ucapan manager membuat Ines terbebani. Ia ingin sekali berkeliling eropa. Sayangnya, jika ia tiba tiba pergi. Ia juga tak ingin jika prianya pulang dan melihat Clara menjadi seperti dirinya. Tapi dunia pekerjaannya juga tak bisa ia tinggali begitu saja.


"Tino. Aku harus bicara padanya. Jika dia belum benar berpisah dengan si benalu. Aku ga tenang. Huuuuuft ..." gumamnya.


Ines pun segera menghubungi seseorang. Dengan intriknya ia segera menjalankan misi Agar Clara semakin menyedihkan.


"Owh. Lo jadi kenal, pantry di sana? Oke, gue ada tugas buat elo. Inget jangan bocor kalau semua tugas dari gue. Oke!" ungkap Ines.


"Ga penting. Gue bayar lo, buat jalanin misi."


Ponsel pun di buang ke matras kasur. Sehingga Ines memikirkan bagaimana Tino semakin membencinya. Ines tak suka jika tino suaminya benar benar jatuh cinta kelak pada benalu kembali.


"Clara. Lo ga tau siapa wanita yang lo hadapin. Sekian lama menahan dendam itu sakit. Hahaaaaa ..." tertawa penuh.


Di berbeda tempat. Fani memberikan sebuah minuman. Ia menyeduh kopi hangat untuk Clara juga.


Sayangnya ia sedang diet tak menggunakan gula. Bertepatan kala itu putri karyawan receptionist ikut berada di pantry.

__ADS_1


"Ciiee. Yang udah mau nyalon nih. Jadi ambil lo Cla?" tanya Fani.


"Soal apa? Owh. Yes, itu mah gue daftarin buat kamu. Secara gue tau kemampuan gue. Gue ikut juga daftar tapi utama kamu. Pffff ..."


Putri terdiam. Entah ia memang iri, karna Fani sangat care pada Clara. Begitupun juga sebaliknya. Sehingga ia menoleh kesamping berharap tak ada yang melihat aksinya.


"Owh, benarkah Cla. Sayangnya aku udah daftarin nama kamu Clara!" senyum terbahak Fani.


Fani! ga lucu tau gak, kita terus aja balas san kaya gini sih. Umpat Clara sebal, sehingga Fani memegang tangan Clara.


"Lo udah mutusin tinggalin Fandi? terus si Tino muncul lo ga abaikan?"


"Tino. Maksudnya Franstino? Hey! dia udah nikah sama seleb kan. Ayolah Fan! ga mungkin dan gue masih mau sendiri." jelas Clara.


Hingga bertepatan Putri datang membawa sesuatu yang membuat Clara dan Fani cekat berdiri.


To Be Continue!!


HAY! MASUK FAVORITE KISAH HANUM YUKS! PERJUANGAN WANITA BODY SHAMING.


Crazy up setiap hari!


__ADS_1


__ADS_2