
Clara kebingungan. Pasalnya ia bekerja sebagai Eo. Tapi ia terkejut yang memerintahkannya adalah seorang petugas kebersihan dalam catering.
"Kenapa bengong. Ayo sini Cla!"
"Ya. Mas, aku masih bingung. Tapi terimakasih sudah membantu pekerjaan saya. Seolah hari ini sangat mulus meski lelah." ungkap Clara.
"Ya, baiklah.. Hati - hati. Tolong di tutup publish aja!" titah Clara yang masih senyum menatap pria yang notabane bukan dirinya.
"Mbaak ... Mbaak. Kok bengong sih. Ada masalah?!" tanya Ardie.
Clara bingung. Saat intruksi ardie untuk publish dalam sebuah goresan Map. Hingga ia menyadarkan diri dari lamunan pria di depannya.
"Mas Ardie. Apa aku boleh bertanya?"
"Ya. Boleh.. boleh saja mbak. Mau tanya lebih juga tak apa. Tapi kenapa saya merasa tak asing melihat mbak ya.. Saat kemarin mbak ga jijik, saya tersentuh..."
Clara terdiam dan menatap Ardie.
"Ga usah dibahas.. kembali ke topik. Mbak mau tanya apa ya?" tanya balik Ardie.
"Aaakh.. bukan masalah besar sih. Tak apa mas saya jadi lupa tadi... Heuuumh mau nanya apa ya." menunduk kebingungan. Hingga Pria itu tertawa lucu menatap Clara.
Ardie membawa Clara keruangan semestinya ia akan berada dalam pekerjaannya. Dimana pesanan Catering datang, ia akan mengurus segala hal dan memerintahkan agar semua acara berlangsung lancar tanpa hambatan.
"Tapi.. Saya baru. Mengapa harus di percayakan semua pada saya?" tanya Clara.
"Sebenarnya. Masih sedang cuti kepala pengawas Eo lebih tepatnya Bu Manager. Tapi tenang saja, posisi ini pasti mbak Clara cocok." Ardie menatap Clara yang terdiam menatap ruangannya.
"Tenang saja. Jika ada hal penting, saya akan dua puluh empat jam membantu." kembali bicara.
"Terimakasih ya mas. Saya akan pelajari semuanya. Saya tidak akan mengecewakan perusahaan Catering, apalagi mas udah baik."
****
"Elo, beneran ga nemuin mayatnya Fandi kan Ris?" tanya Elvira pada Aris.
"Ga usah banyak ba-c-ouut. Gue udah selesain sama paman Abie, dia juga udah bikin manekin wajah Fandi yang pucat. Buat Alibi klo dia beneran mati. Kalau enggak kaya gitu, semua warisan ga bakal jatuh ketangan gue!"
"Tapi Ris, gimana kalau paman Abie sewaktu waktu ngebocorin rahasia kita?" tanya Elvira.
__ADS_1
Aris dan Elvira saling menatap. Ia lalu melirik senyum miring, lalu pergi meninggalkan Elvira.
"Aries. Kamu mau kemana? Kita belum selesai bahas. Kapan kamu menikahi aku Ris.. Ris.. Aries... ?!" teriak Elvira.
Elvira begitu sedih. Ketika Aries telah berubah dan menyia- nyiakannya. Ia pun kembali pergi dengan penerbangan malam itu juga ke kota Bandung di mana ia masih mengurus banyak pekerjaan.
"Aries. Kamu benar - benar menjengkelkan. Setelah semuanya kamu dapati. Kamu memang tak mengekang aku, tapi kamu mengulur untuk menikahiku. Andai waktu di putar. Aku ingin kembali ke masa lalu bersama Fandi." benak Elvira.
Clara berhasil mengamati dan mempelajari semua pekerjaannya. Setelah ia berkeliling di temani Ardie. Lalu ia membungkuk dan berdiri ketika bos Venzo datang. Pria paruh baya yang melangkah melewati ruangan. Seluruh karyawan harus membungkuk.
"Cla. Ini kamu besok harus ke hotel Zero. Klien meminta acaranya dengan tema konsepnya!" bubuh Sinta.
"Terimakasih Sinta. Mohon bimbingan, jika aku salah ya!"
Sinta tersenyum. Ia belum lama berkenalan. Mereka satu di visi yang mengatur klien datang. Sebelum berkas masuk pada Clara.
"Tenang aja Cla. Aku juga baru beberapa bulan. Kita makan siang bareng mau?" tanya Sinta.
"Ya. Boleh.. Hhhhhuu.. " senyum Clara.
Acara makan siang.
"Kamu tau gimana kepala manager Eo kita Ta?"
"Heuuuh.. ia kamu belum tau dia kaya gimana ya. Pokoknya dia itu kepala manager yang ribet, sumpah banyak celah salahnya. Tapi ya gitu deh, ga bisa banyak nentang. Pokoknya kamu fokus aja, dia pasti bakal kembali dengan suasana menjengkelkan. Banyak karyawan geleng kepala Cla." jelas Sinta.
"Ya.. dia itu namanya. Bu Vira." tambah Sinta.
"Vira..?" tanya Clara.
"Heuuuumph.. kamu kenal. Apa kamu udah tau dari Pak Ardie?" tanya sinta. Tapi Clara menggeleng.
"A-aku belum tau. Cuma namanya ga asing aja sih. Owh.. ia, kenapa pak Ardie ada luka di wajahnya. Terus selalu di tutup perban ya. Aku juga bingung, kenapa kemarin bos menyuruh mas Ardie yang menunjukan semua kegiatan aku.. Kan dia cuma... ?"
"Cuma kepala bersih- bersih... Ya. Kan?" tanya balik Sinta.
Clara mengangguk. Lalu Sinta tertawa dan menyeruput minumannya setelah selesai makan dan mendengarkan Clara banyak mempertanyakan.
Ssssst ... tapi kamu jangan kasih tau lagi atau bocor Ya Cla!! bisik Sinta.
__ADS_1
Clara mengangguk dan tiba saja ia terkejut saat Sinta menceritakan. Tak lama seseorang telah mendeheuum agar mereka bubar.
"Waktu jam makan siang habis. Sinta keruangan saya!"
"Ba-baik Pak bos." Sinta menggeretak gigi ketika bos telah melaju pergi.
"Huuuuftt.. Untung aja masih selamat. Udah Yuuks, kita kembali. Masih banyak waktu.. nanti aku bakal cerita menurut versi aku. Oke.. !"
*****
"Ka Arumi. Gimana soal ka Gilang, kapan kembali lagi?" tanya Clara.
Arumi dan Clara sedang makan malam. Ia pun meneguk air putih dalam gelas hampir habis.
"Kaka gak tau Cla. Maafkan kaka ya, kami semua harus membebankan kamu untuk bekerja. Padahal ka Arumi ga mau kamu bekerja Cla.."
"Ka Arumi. Cla kerja udah harus move on dari keaadaan. Lagi pula, Cla sadar.. harusnya Cla udah bantu ekonomi semua ini dari awal. Kalau enggak, kita gak mungkin kesulitan untuk bayar denda dan hutang kan ka?"
"Ini bukan salah kamu Cla.. " balas Arumi.
Kamu tau gak? Pak Ardie itu luka bakar karna pernah tertinggal di gedung pantry. Truus ia sedikit kehilangan masa lalunya, cuma dia itu care banget. Selalu membenarkan manager Vira kalau dia salah. Dibela deh,.. sayangnya. Tuh Pak Ardie ngebet kali ma nenek sihir, ampe mau aja jadi kacung. Padahal dia aslinya ganteng tau.
"Cla. Kamu kok bengong?" tanya Arumi.
"Haaah.. Cla kayaknya capek. Tadi inget temen cerita jadi sedikit kepikiran... "
"Ya. Udah, istirahat giih.. biar kaka yang rapihin!"
Clara di kamar menatap satu album. Ia melihat postur tubuh Fandi dan kenangan masa - masa ia masih bersama.
Andai aku ga kekanak kanakan. Mungkin kita masih bersama kan Mas? senyum sendu Clara menatap album foto Fandi Assadel.
---bersambung---
Yuuks. Jejak lagi, ada yang bisa menebak nebak kah? Jangan bosen ikutin kisah Clara ya!!
Di usahakan Up tiap hari lagi.
Follow ig : @ny.fadli_
__ADS_1