
Bayangan Clara saat ini adalah suara vas bunga yang jatuh. Ketika Fandi berusaha mendekatinya. Itu adalah hal mustahil, sudah lama Cla mengubur perasaan yang telah hilang. Saat ia mencari keberadaan suaminya, ia selalu merasa sedih tapi kenapa saat ini kembalinya ingatan. Membuat Clara ingin pergi dan tak ingin masa itu masuk kembali. Seberusaha keras, Cla tetap profesional dan bertahan untuk mengambil kepunyaannya yang di ambil oleh Vira.
BERBEDA HAL DENGAN SINTA TEMAN CLARA YANG SETIA DI KANTOR.
"Sinta apa rencana mu hari ini libur, apa kita akan dirumah saja. Atau kamu ingin pergi kesuatu tempat?" tanya kekasih.
"Ver, sebenarnya aku mau ijin ke cafe yang di sharelock Clara. Katanya dia pernah liat seseorang mirip kakaknya. Tapi apa kamu mengijinkan?"
"Tentu saja, kenapa gak."
Dengan suapan daging besar Veri melahap. Sinta menunjukan percakapan group pada teman priamya saat ini. Sekedar meminta bantuan juga, bagaimanapun ia ingin membantu keadaan Clara yang saat ini benar terjun bebas, menghadapi masalahnya.
"Eheeeum!!" deheuman Veri mengelap dengan tisue dan terlihat ada nama pria yang di anggap saingannya.
"Veri. Please kamu tau kamu percaya padaku, Dia hanya akan bertukar pendapat. Jika kamu sebal padanya. Kata pepatah kamu cemburu."
"Aaaakh, benarkah seperti itu. Tidak masuk akal, baiklah aku akan diam dengan tatapan seperti ini saja!"
Sinta yang kini telah nyaman pada sosok Veri, ia kembali di buat tertawa lucu. Tapi yang membuat dirinya rindu, adalah membuat dirinya sedikit pusing dan mual. Hingga di mana ia kembali pergi ke toilet.
"Sin, kamu kemana? Toilet lagi. Kamu serius ga enak badan Sayang?" teriak Veri.
Veri menatap Sinta yang tadi, sedang melahap buah pisang, ingin sekali tak peduli akan perkataan Sinta. Membicarakan group, lalu terkejut karna Sinta selalu merasakan pusing dan mual.
__ADS_1
"Ada apa dengan Sinta?" bingung Veri, mengantar sampai depan pintu saja. Meski tatapan yang lain bingung akan pria yang berdiri seolah siaga menunggu istri yang sedang hamil di rest area toilet.
Clara di sebuah cafe, ia mengirim beberapa email. Ia berharap bisa merebut kembali perusahaan furniture Zss yang kini berada di bawah kepemimpinan Elvira si wanira pirang. Dengan menunggu hasil, ia berharap email itu masih di gunakan ka Gilang untuk membantunya.
Ada penyesalan bagi Clara, karna saat Oma memintanya fokus. Ia masih sering mengabaikan dan banyak main menghamburkan uang bersama teman temannya.
'Astaga, apa kabar dengan Fana, Fani dan ketiga Kremi ku itu?' gumam Clara. Meski mereka menjauh, tapi ia ingin sekali bertemu mereka, tapi saat ini ia tak sanggup untuk menunjukan muka pada teman genk nya itu, yang jelas menghindar di saat ia jatuh.
PROOK .. PROOK.
"Hadeuh, udah mulai drama nya. Lo yakin bakal bisa ngerebutnya Clara?"
Tatapan dan suara itu membuat Clara menoleh, pasalnya Elvira datang dan duduk tepat di meja bangkunya saat ini.
"Owh. Pedas, rupanya kamu sudah berani memanggilku nama. Belum pernah merasakan ini kan?" Plaaaak. Sebuah tamparan balik mengenai wajahnya sendiri.
Clara bisa menahan tangan Elvira yang ingin menamparnya, namun malah mengenai wajahnya sendiri dengan sebelah tangan Clara dengan kilat.
"Kau."
"Elvira Ratuliu. let's be aware now, come on bu Vira. Berkacalah!" ketus Clara.
Ia merapihkan buku dan laptopnya berlalu. Begitu tak sukanya ia di tindas. Kali ini tidak ada Clara yang manja dan cengeng. Ia berusaha memberi tamparan pemanasan bagi Vira yang telah merebut segalanya dan merusak kehidupannya bertahun tahun.
__ADS_1
Elvira kesal, kala Clara si bocah tengik itu berani membuat masalah dan mengancamnya. Dengan menunjukan dirinya untuk berkaca dan sadar diri saat ini, hal itu semakin ia berteriak kesal akan sikap cucu Seiyen yang telah terkubur di tanah busuk.
"Clara, kamu jangan senang. Meski Fandi telah mengetahui, tapi kamu ga bisa berlaku seperti ratu!" bubuh Elvira.
Clara yang masuk kedalam taksi. Ia tak sadar, kala di sebelahnya terlihat seseorang yang ia kenal dan amat lama tak bertemu. Namun suara itu, jelas penumpang lain yang ia pikir taksi ini kosong.
"Hei, girls. Kamu bodoh, kamu membuat kesalahan!"
-- bersambung --
HEIY HEIY. UDAH LAMA JARANG UP GA TENTU, KARNA BANYAK CERITA YANG MUNGKIN OTOR BINGUNG MAU GIMANA NIH ENDINGNYA HAPPY ATAU SAD. JEJAK YA!!
By the way, kisah Clara mau tamat. Author punya cerita baru, yuuk mampir dan masuk rak. Update satu sampai dua bab perhari dan masih hangat loh. Temanya no orang ketiga, yang seru seru dan manis manis aja.
Yuuks melipir. 😉
Karya New : SPLITE MARRIAGE.
Untuk cover pertama, ini dulu aja ya. Author bakal setia Up untuk kisah baru setiap hari. Kemarin menghilang lama, karna Author kehilangan email sandi dan buat cerita di berbeda PF. Jadi terus dukung kisah untuk Halwa Dan Zalwa ya.
Happy Reading All.
__ADS_1