
Di depan rumah ada sebuah mobil terparkir, Danur sangat kenal dengan mobil itu.Ia buru-buru keluar mobil dan langsung nyelonong masuk kedalam.Lita hanya sepintas melihat.
"Ada apa ??"pikirnya.Lita menyusul masuk ke dalam.
"Ngapain datang kesini ?"Ucapan Danur begitu sengit menyapa sang tamu.Lita penasaran siapa tamunya.Lita merasa baru sekarang ini ia melihat laki-laki jangkung itu.
"Apa salahnya aku datang kesini,toh dulu aku juga pernah tinggal disini"Laki-laki itu duduk sambil bersilang kaki.
"Dulu sebelum aku sah jadi pewaris, sekarang kamu sudah tidak punya hak apapun"
"Sombong kamu sekarang ya"
"Tak ada untungnya aku berbaik-baik sama orang sepertimu"
Laki-laki itu tersenyum sengit,ia melirik Lita.
"Hay...kamu istrinya Danur kan??? sini..kita kenalan dulu,aku ayyah tirinya Danur.Namaku Daniel,pasti Danur sudah cerita tentang ku padamu kan"
Lita melihat ke arah suaminya,tanpa menanggapi ucapan Pak Daniel.
__ADS_1
"Tapi bukan cerita yang baik-baik pasti cerita yang buruk-buruk hhhhhhh"gelak tawanya terdengar mengerikan.
"Suamimu itu memang benci banget sama aku, dari dulu sampai sekarang.Meskipun aku sudah memperlakukan ia dengan baik, tetap saja aku ternilai buruk dimatanya "
"Kebaikan mu hanya kepalsuan!!"bentak Danur.
"Itu karena kamu tidak pernah melihat sisi baikku "
"Aku malas berdebat denganmu, cepat pergi dari sini!!"wajah Danur memerah karena menahan amarahnya.
"Aku belum menghabiskan kopiku,kau sudah mengusirku"Pak Daniel menanggapi sikap Danur dengan santai.
"Pa..."tiba-tiba Lita menyapa Pak Daniel ramah.Ia menghampiri sang mertua sambung lalu menyalaminya dengan sopan.
"Nah harusnya begitu dong"Pak Daniel tersenyum penuh kemenangan.Ia terus menggenggam tangan si menantu.Lita pun tak melepaskannya.
"Maafkan Lita ya Pa karena tidak menyambut kedatangan Papa dengan baik, maafkan suamiku juga karena marah-marah sama Papa.maklumin aja ya Pa darah putihnya lagi naik ke ubun-ubun "
Pak Daniel senyam-senyum, sedangkan Danur menggeretakkan gerahamnya.
__ADS_1
"Dan maafkan aku lagi karena kurang ajar sama Papa"Dengan tenang Lita meremas kuat tangan Pak Daniel.Pak Daniel meringis kesakitan,Ia berusaha melepaskan tapi tangan Lita begitu kuat mencengkram.Lah iya,Lita Anggraini adalah atlet pencak silat yang meraih medali emas dalam ajang memecahkan beton 5lapis.
Lita tersenyum lebar seakan-akan tidak terjadi apa-apa.Sedangkan Pak Daniel gelisah kesakitan berusaha lepas tapi tak berdaya.Danur yang tadi jengkel dan gerram dengan sikap istrinya berubah jadi senyam-senyum melihat hal itu.
"Tolong lepaskan tanganku"pinta Pak Daniel karena sudah tidak tahan dengan rasa sakit.
"Eh maaf Pah...aku kekencangan ya"Lita berakting seolah -olah tidak sengaja.Pak Daniel mengibas-ngibas tangannya yang kesakitan.
"Aku pulang dulu"
"Loh kok buru-buru Pah,kan kopinya belum habis"
Pak Daniel tidak menjawab,ia hanya menatap sinis kedua pasutri itu,lalu melangkah pergi.
"Hati-hati dijalan Pah"seru Lita sambil melambaikan tangan.Setelah itu keduanya ketawa ngakak berjamaah.
"Kamu ni ada-ada saja sayang"
Mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Danur, seketika tawa Lita langsung hilang.Raut mukanya langsung berubah jadi dingin dan tanpa kata Lita masuk kedalam.
__ADS_1
Danur dibuat terheran-heran.
"Apa yang salah ??kok tiba-tiba jadi ngambek ??huh dasar sikopat"gerutu Danur