Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 22 Hamil


__ADS_3

Danur keluar dari dalam mobilnya, kemudian ia mengambil langkah memutar untuk membukakan pintu mobil untuk istrinya.Lita mengulas senyum Ia turun dari mobil dengan dibantu uluran tangan suaminya.


Dengan tanpa segan,Lita menggandeng mesra lengan Danur berjalan masuk kedalam Mall.Pamandangan itu dilihat langsung oleh Retno yang tengah membersihkan kaca di bagian depan.


"Aaaaaa romantisnya"Retno menggenggam jari jemarinya sendiri.


"Beruntung banget ya Lita"Nia ikut mengomentari.


"Orang baik pasti beruntung"Sahut Retno.Nia mengangguk setuju dengan ucapan temannya.


__Susi menautkan kedua alisnya melihat heran ke arah Raka yang tengah termenung sendiri.


"Hey"Susi menggebrak meja tepat dihadapan Raka membuat Raka spontan kaget.


"Apa-apaan sih??"


"Pagi-pagi udah ngelamun Bae,kesambet baru tahu rasa kamu"


Raka terlihat tidak senang dengan sikap Susi itu.


"Dipanggil Dokter Mahfud to"Tambah Susi lagi.


"Mau ngapain ??"


"Tanya sendiri sama orangnya "


Raka berpikir sejenak,Apa dia melakukan kesalahan ?? Tapi rasanya tidak!! Dengan kurang semangat Raka bangkit dari duduknya dan pergi memenuhi panggilan Kepala Dokter Rumah sakit itu.

__ADS_1


tok tok tok tok


"Masuk"Jawab dari dalam.


Raka perlahan membuka daun pintu.


"Bapak mencari saya ??"


"Ohya Raka...mari silahkan duduk"


Raka menutup kembali daun pintu dibelakang punggungnya.Dan duduk dengan sopan dihadapan Dokter Mahfud.


"Aku ingin merekomendasikan kamu untuk dipindahkan ke Bandung, karena aku lihat kinerja kamu bagus jadi kamu akan menjadi wakil time ahli bedah disana"


"Wakil time ahli bedah pak??"Raka mengulangi kalimat karena takut ia salah dengar.


"Iya pak saya sangat bersedia"Raka menjawab dengan penuh semangat.


"Baguslah..."


"Kapan saya akan pindah Pak?"Raka merasa tidak sabar.


"Kemungkinan dalam dua bulan lagi "


"Baiklah terimakasih pak"Raka menyalami Kepala Dokter Rumah sakit itu.


"Sama-sama"Dokter Mahfud membalas dengan disertai senyuman.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi dulu pak"


"Silahkan"


Raka keluar dari ruangan Dokter Mahfud dengan senyum lebar tersungging.


"Eh happy sekali nampak"Susi menegur sahabatnya yang kebetulan berpapasan dilorong rumah sakit.


"Aku akan dipindahkan Sus dan dinaikkan jabatan jadi asisten bedah di Bandung"


"Yang bener ??"Susi saja merasa kurang percaya.


"Iya"Raka begitu semangat meyakinkan"Akhirnya aku akan jauh dengan Lita, Mungkin dengan begini aku bisa move on darinya "


"Jadi tadi kamu ngelamun itu mikirin Lita ??"


Raka mengangguk lemah, Hatinya kembali dirundung luka bila mengingat tentang Lita Anggraini.


"Yah semoga aja ini menjadi jalan hidupmu untuk jadi yang lebih baik"Susi menyemangati sahabatnya.Raka mengangguk dengan yakin.


___Alexia menunggu hasil test packnya dengan hati berdebar-debar.Bagaimanapun dia harus menambah keyakinannya bahwa ia tidak hamil dengan menjalani test pack.


Menunggu 20detik terasa sangat lama sekali bagi Alexia.Ia tidak mengalihkan sedikitpun pandangannya dari test pack yang dipegangnya.


Dua garis merah terlihat samar-samar,Tanpa sadar Alexia menjatuhkan test packnya dengan tangan gemetaran.


"Aku hamil"Air mata berjatuhan tanpa dapat ia tahan."Harus kah aku hamil disaat seperti ini ??"Bibir Alexia bergetar memucat.Ia tidak tahu sekarang harus bagaimana ??Apa dia akan melakukan aborsi ??Tapi di kota Paris ini dia tidak kenal dengan siapa-siapa ??Dan tidak mengenal Dokter siapapun ?? Kalau sampai ia bertanya kepada teman-temannya yang sesama model, apakah mereka bisa dipercaya ?? Atau malah menyebarkan berita ini kemana-mana hingga merusak kariernya.

__ADS_1


Tidak tidak tidak!!! rasanya tidak ada jalan lain selain pulang.Dan meminta pertanggung jawaban kepada Danur Wenda.Meskipun dia sendiri belum yakin apa ini anak dari Danur Wenda atau anak om Daniel.Karena tidak mungkin ia meminta pertanggung jawaban dari bandot tua itu.


__ADS_2