
Seperti biasa,Pagi-pagi Lita akan membawa bayi De jalan-jalan ke taman sambil berjemur.Retno pun bersiap-siap untuk pergi kerja.Ia membuka pintu lebih dulu untuk mengeluarkan sepeda motornya.
"Litaaaaa"Retno berseru lantang membuat Lita cepat-cepat keluar karena merasa sahabatnya sedang butuh pertolongan.
"Ada apa?kenapa?"Lita heran melihat Retno baik-baik saja.Sahabatnya itu mengangkat wajahnya seperti sebuah kode.Lita memalingkan wajahnya.Ternyata ada Danur yang sudah cengar-cengir duduk di kursi depan kos.
"Ngapain disitu?"sungut Lita.
"Nungguin istri"Jawab Danur dengan mimik wajah tanpa dosa.Lita mendengus kesal masuk kedalam.Retno hanya bisa tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Lita mengambil putrinya lalu diletakkan di stroller.Agar memudahkannya membawa De jalan-jalan.Ia juga menyiapkan susu botol untuk De takut haus nantinya.
"Litaaaaaa"
Terdengar suara Retno memanggil lagi,Lita menghela nafas kesal.Ia keluar sambil membawa putrinya."A...."Lita menggantung katanya begitu melihat Damian datang dengan senyuman terukir.
"Bukankah Anda Bosnya istri saya?"Danur lebih dulu menyapa.
"Benar,Saya adalah Bosnya kalau di Cafe.Tapi kalau disini saya adalah temannya"Damian tersenyum penuh makna mengerling kearah Lita.
__ADS_1
Api cemburu berkobar di dada Danur Wenda,ia segera merangkul bahu istrinya sambil tersenyum yang dibuat-buat"Ayo sayang kita jalan,maaf ya Pak Bos kami mau pergi jalan-jalan dulu"Ucap Danur penuh dengan penekanan.
Lita berusaha menyingkirkan tangan Danur dari pundaknya,tapi Danur tetap saja merangkul istrinya.Malah semakin erat saja.
"Oh,kalau begitu boleh dong kalau saya ikut serta.Kasihan Dede nggak ada yang jaga kalau kalian tengah asyik berduaan"Damian tidak mau kehilangan akal.Ia tidak akan membiarkan Lita dan suaminya lepas dari pantauannya.
"Tidak usah repot-repot Pak Bos,Dede anak saya.Saya akan jaga dia bersama dengan Mamanya"
"Kalau mau ikut nggak apa-apa Pak,eh"Lita menutup mulutnya."Mas"
Mata Danur membulat sempurna mendengar cara Lita memanggil Bosnya."Apa tadi kamu bilang?"
"Barusan kamu panggil dia apa?"
"Mas"
"Mas??kamu panggil Bos kamu,Mas?"
"Seperti yang dia bilang,dia Bos ku kalau di tempat kerja.Tapi dia temanku jika diluar tempat kerja"Dengan santai Lita menjelaskan tanpa memikirkan perasaan Danur yang sudah kacau balau.
__ADS_1
"Apa karena dia kamu menggugat cerai aku?"Wajah Danur sudah berubah, senyumannya sudah terkikis oleh rasa cemburu yang membara.
Lita membiarkan pertanyaan Danur menggantung,ia mengunci pintu dibalik tubuhnya.Lalu siap-siap untuk berangkat.
"Aku berangkat kerja dulu ya Lit"Seru Retno kemudian.Lita menjawab dengan anggukan.
"Berangkat dulu Pak"Pamit Retno kepada orang nomor satu ditempat ia bekerja.Danur masih bisa menganggukkan kepalanya ditengah-tengah kemarahannya.
Setelah Retno pergi,Lita mendorong kereta bayi untuk pergi ke Taman.Dengan tanpa rasa sungkan,Damian langsung mendampingi Lita mendorong stroller.
Danur tidak mau kalah dengan cepat ia melangkah menyusul keduanya,Danur menyelipkan diri diantara Lita dan Damian.Lita melengos,Danur tetap saja tak mau mengalah.Dengan dada menegak Danur berjalan diantara istrinya dan Damian.
Sampai di Taman pun Danur berusaha untuk tidak memberikan kesempatan kepada Damian mendekati istrinya.Namun Damian tetap terlihat tenang,apalagi melihat Lita hanya tersenyum kepadanya,tidak sekalipun tersenyum kepada Danur.
Disaat Dede menangis,kedua pria itu berebut untuk menggendong Dede.Sehingga membuat Lita kesal karena anaknya ditarik ulur.Dengan marah Lita mengambil putrinya dan menimangnya sendiri.
"Kamu sih!!ngapain mau ikut-ikutan gendong putriku"Sungut Danur.Damian menghela nafas kesal,ia tidak mood untuk beradu argument.Meskipun yang salah itu Danur sendiri yang kaku saat menggendong bayi De.
Lita menarik strollernya sambil menggendong putrinya dan pergi dari kericuhan dua pria tersebut.Danur menunjuk Damian sebagai amaran agar jangan ikut,sementara dirinya dengan cepat menyusul istrinya yang ngambek.Damian geleng-geleng kepala melihat tingkah kekanakan Danur Wenda.
__ADS_1