
Seperti yang sudah dijanjikan, Pagi-pagi sekali Lita sudah berkutat di dapur.Ia merasa tercabar karena masakan suaminya kemaren sangat enak.
"Masak apa nih??"Danur datang menghampiri.
"Udah duduk aja sana bentar lagi Uda siap kok"
Danur senyam-senyum,Ia merasa hidupnya sangat sempurna sekarang.Ada istri yang masakin dia tiap pagi.Hanya tinggal menunggu waktu untuk punya baby.Tapi gimana mau punya anak kalau Lita selalu bilang belum siap.
Kayaknya Danur harus lebih agresif lagi,dia harus segera punya keturunan.
"Eh disuruh duduk malah Senyum-senyum disitu,kesambet setan ya"Lita berseloroh sambil lalu menghidangkan masakan diatas meja.
"Sayang...."Danur merengek manja
"Benar-benar kesambet nih orang"
Danur tidak perduli ocehan istrinya, malah dengan sengaja memeluk Lita dari belakang.
"Eh apa-apaan ini, lepasin....mbok tolong...eh eh geli tahu"
Danur mempererat pelukannya.
"Eh kamu gila yah... lepasin nggak"
Mbok Fatma yang melihat adegan itu segera ambil langkah untuk pergi.
"Mbok tolong...ihh apa-apaan sih,lepasin woy"Lita memberontak tapi kalah tenaga dengan suaminya.
__ADS_1
"Sayang...aku terharu"Danur berbisik ditelinga istrinya hingga membuat Lita merinding seluruh badan.
"Terharu masak gini ..gila kamu"
"Terharu campur pengen"
"Aduh jangan ngadi-ngadi... lepasin cepat!!!"
"Diamlah 1menit sayang"pinta Danur penuh perasaan.Lita tertegun,entah terhipnotis mantra apa Lita menurut untuk diam sesaat.
Danur memejamkan matanya meresapi kehangatan si empunya tubuh yang direngkuhnya.
"Aku ingin memilikimu seutuhnya...."bisik Danur ditelinga sang istri, hingga membuat Lita jadi ketar-ketir.
Danur mencium pipi dan telinga Lita,Lita menggeliat geli bulu romanya berdiri serentak.
"Tanyakan hatimu... benarkah kau tidak menginginkan diriku? ataukah kau terlalu naif untuk mengakuinya ??"
Lita menatap anak mata suaminya yang begitu dekat, Danur membalas tatapan mata itu dengan penuh cinta.Melihat reaksi istrinya yang diam, dengan lembut Danur memagut bibir mungil Lita.
Cumbuan itu begitu mendayu-dayu dihati Lita, seperti alunan Not lagu yang bersenandung disertai desiran darahnya yang mendidih.Tanpa dapat ditahan,Lita membalas ******* bibir sang suami.Mendapat serangan balasan, Danur makin mengganas hingga tubuh Lita tersandar kebagian sisi dobel top di dapur nya.
"Tuan!!"Suara Lukman membuat Lita segera mendorong tubuh suaminya.Danur kaget setengah mati.Menyadari kesalahannya Lukman segera berundur.
"Ma-maaf Tuan"
"Ada apa??!!"Danur sangat kesal sekali.
__ADS_1
"mmmm a a anu Tuan"
"Cepat katakan ada apa??"
"Sudah hampir jam 7, waktunya berangkat kerja takut nanti malah macet.Saya cuma mau bilang itu,ta tapi karena Tuan sedang....mmmmm sibuk, silahkan diteruskan saja.Kerjanya besok saja"Lukman langsung ambil langkah seribu setelah menyelesaikan kalimatnya tanpa menunggu jawaban dari majikannya, karena ia tahu pasti ia akan kena marah habis-habisan.
Mbok Fatma yang menunggu diruang tamu langsung menarik tangan Lukman saat supir itu keluar dari dalam.
"Aku bilang apa? jangan masuk kok malah mangkal"
"Aku pikir sampean bercanda mbok"
"Ngapain aku bercanda hal-hal begituan "
Lukman menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Piye Iki Mbok... bisa-bisa aku dipecat"
"Yo salahmu sendiri"
Lukman menoleh ke arah pintu.Ia pucat sekali karena takut.
"Aku kabur aja ya mbok"
"Mau kabur kemana ??"Suara itu bukan suara mbok Fatma.Lukman menoleh, ternyata majikannya sudah berdiri dibelakangnya.Lukman langsung pias seketika.Ia menelan ludah dalam-dalam.
"Cepat siapkan Mobil kok malah diam disitu!!"Danur berkata tetap dengan nada sadis.
__ADS_1
"I-i-iya Tuan"Lukman Langsung melompati tangga teras rumah karena terlalu takutnya menghadapi kemarahan tuannya.Mbok Fatma senyum-senyum melihat hal itu.Danur melihat ke arah Mbok Fatma dengan tatapan dingin,Auto Mbok Fatma langsung menutup mulutnya.