
Jam menunjukkan pukul 01.00 Pagi,Lita sudah menyelesaikan pekerjaannya.Ia bersiap pulang,motor maticnya sudah ia keluarkan dari tempat parkir khusus karyawan.
Tiba-tiba sebuah mobil menghadang jalan,Lita menautkan kedua alisnya"Siapa nih?"Pikirnya dalam hati.Kaca mobil bergerak turun,Damian tersenyum.
"Mau aku hantar?"Damian mengerlingkan sebelah matanya.Lita tersenyum lalu menstater sepeda motornya.Satu kali nggak nyala,dua kali sampai lebih lima kali tetap nggak nyala.
"Isy,kenapa mogok pulak ni motor?"Lita mendongkrak dobel sepeda motornya,lalu ia menggunakan cara manual.Tetap nggak nyala.Lita mendengus kesal sedangkan Damian hanya cengengesan.
Lita menyorot tajam wajah Bosnya itu,mau menuduh nggak ada bukti.Padahal kan tadi baik-baik saja nih motor,kok tiba-tiba mogok.
"Ayo naik,nanti aku telfon bengkel yang bisa jemput motormu kesini"Seru Damian.Lita masih menelisik wajah Bosnya itu.Ia merasa sangat curiga dengan Si Bos.Tapi apa yang bisa Lita perbuat.
"Ayo cepat,anakmu sedang menunggu Di Rumah.Dia pasti sangat tidak ingin Mamanya pulang terlambat"Pujukan Damian berhasil,Lita meninggalkan motornya di Parkiran Caffe.Lalu masuk ke dalam mobil,duduk disamping Bosnya.Damian tersenyum penuh arti,ia melajukan mobil Honda Brio nya meninggalkan Caffe.
Suasana di dalam mobil hening,kedua insan itu asyik dengan pikirannya sendiri.Damian sesekali melirik wanita disampingnya yang menatap lurus ke jalanan di pekatnya malam.Ia ingin mengajak lawan jenisnya itu ngobrol,tapi ia seperti kehilangan tema untuk dibicarakan.Sampai akhirnya Lita membuka suara tanpa sedikitpun melihat orang yang diajaknya bicara.
"Gank depan itu belok kanan"
"Oh iya"Damian memutar steering mobilnya mengikuti petunjuk arah yang diberikan Lita.
"Berhenti di depan Rumah yang bercat biru itu"Lita menunjuk sebuah Rumah.
__ADS_1
"Kamu tinggal disitu?"
"Dibelakangnya"Lita tersenyum."Kalau mobil nggak bisa masuk"
Damian mengangguk paham,mereka sudah sampai di tempat yang dituju.Lita bergegas cepat membuka pintu mobil.
"Tidak mau ngajak aku mampir nih?"Damian menawarkan diri.
"Ini sudah malam Bos,tidak baik laki-laki dan perempuan berduaan malam-malam.Bisa jadi fitnah"
"Kalau jadi fitnah,halalin aja biar nggak fitnah"Seloroh Damian.Lita menautkan kedua alisnya.Damian hanya cengengesan.
"Terimakasih Bos"Lita tak ingin berlama-lama dengan laki-laki maskulin itu.
"Emang butuh waktu berapa lama benerin motor saya Bos?"
"Kan tukang bengkelnya nggak tahu alamat disini,pasti diantar ke Cafe "
Lita terdiam,apa yang harus ia lakukan.Tak mungkin dia minta antar Retno,Nanti gimana dengan Dede?
"Besok aku jemput nggak usah banyak mikir"Damian seolah-olah tahu apa yang ada di otak wanita itu.Lita tersenyum lalu melangkah pergi masuk ke Gank kecil.Damian memperhatikan wanita itu sampai lenyap dibalik dinding Rumah yang bercat biru.Ia pun memutar arah pulang ke kediamannya.
__ADS_1
Retno terjaga disaat mendengar bunyi dernyitan kasur spring bed nya.Ia melihat Lita mencium Bayi De yang tengah terlelap.
"Kapan datang?"
"Baru saja"
"Kok aku nggak denger bunyi motormu masuk?"
"Mogok,aku tinggal di tempat kerja "
"Lalu kesini pulang naik apa?"
"Diantar pulang sama Bos"
"Idih baik banget punya Bos"Goda Retno.Lita hanya menanggapi dengan senyuman.
"Ohya kapan jadwal kamu libur?"tanya Retno tiba-tiba.
"Kenapa?
"Aku pengen kita libur bareng,lama nih nggak healing"
__ADS_1
"Emmm boleh juga,sekalian nanti kita ke tempat latihan yah.Aku udah lama nggak latihan.Kaku semua badan karena cuci piring terus "
Retno tertawa renyah,ia mengangguk setuju dengan rencana temannya itu.