Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 78 Kebencian Andin


__ADS_3

Selepas kepergian Damian dengan diantar oleh Mbok Fatma ke teras depan,Lita bangkit untuk pergi ke kamar putrinya.


"Non"Suara Mbok Fatma menghentikan langkah Lita"Ada tamu"


"Siapa Mbok?"


"Aku...Andin"


Lita menautkan kedua alisnya,ia mencoba mengingat.Suara dan nama itu seperti tidak asing.


"Gadis yang labrak kamu di cafenya Damian"Ujar Andin memancing ingatan Lita.


"Oohhh"Barulah Lita mengingatnya "Ada apa datang kesini??dari mana kamu tahu alamat rumahku??"


"Itu semua tidak penting,sekarang aku ingin bicara hal yang jauh lebih penting menurut aku"Andin berdalih dari menjawab pertanyaan Si Tuan Rumah.


Lita diam sesaat kemudian,barulah ia mempersilahkan tamunya untuk duduk.Mbok Fatma dengan cekatan membantu Lita untuk duduk menemui tamunya.Barulah ia masuk ke dapur.


"Katakan apa yang ingin kamu bicarakan padaku"Titah Lita tanpa basa-basi.


"Baiklah,aku pun tak ingin berlama-lama disini"Jawab Andin sengit"Aku ingin tahu,apa alasanmu meminta Damian untuk membantumu?Apa kamu tidak punya alasan tersembunyi?Bukankah kamu sekarang sudah menjadi janda?"


"Sayang sekali aku buta,kalau tidak?sudah aku tampar mulutmu itu"Lita jadi tersulut emosi.


"Seharusnya aku yang marah padamu,bukankah kamu dan Damian sudah memutuskan untuk tidak saling mengganggu?Tapi kenapa kamu datang setelah Damian sudah bisa hidup tenang dan bahagia bersamaku?"


Lita tersenyum sengit"Dasar gadis bodoh,jika dia memang sudah bahagia dengan mu?Tidak mungkin dia akan menyambut tanganku"


"Kau"Andin mengepalkan tangannya.Lita tersenyum mencemooh.


"Aku tidak pernah punya maksud lebih kepada Damian,kami hanya sebatas teman yang sekarang menjadi rekan bisnis.Jadi kamu tidak perlu khawatir akan posisimu.Kecuali kamu menggoyahkan sendiri dengan sikap ke kanak-kanakan mu itu"


"Apa maksudmu?"


"Berubah lah lebih dewasa,jangan mudah ikuti amarah yang belum tentu apa yang kamu pikirkan itu benar.Damian sangat menyukai wanita berpendirian,tidak manja,dan dewasa.Kalau kamu tetap begini sikapmu terhadap orang lain,sampai kiamat pun Damian tidak akan punya perasaan terhadapmu"


"Enak sekali kamu menilai diriku seperti apa??Melihat pun tidak bisa,sok menilai orang"

__ADS_1


"Menilai sifat seseorang tidak perlu mata untuk melihat,tapi hati yang merasakan.Pulanglah aku mau istirahat"Lita bangkit,ia merasa enggan untuk memperpanjang perdebatan.


"Aku belum selesai bicara"Andin bangkit dengan wajah memerah,namun Lita tetap memilih masuk ke dalam dengan bantuan tongkatnya.


Dicuekin begitu,Andin benar-benar tersulut emosi.Ia mengejar Lita lalu menarik bahunya dengan kasar hingga Lita jatuh terjerembab ke lantai.Wanita buta itu meringis kesakitan.Tapi Andin sedikit pun tak kasihan.


"Mangkanya,kalau orang belum selesai bicara jangan main pergi gitu aja"


"Hey"Sebuah suara menggelegar membuat Andin terkesiap pucat.Seorang laki-laki berbadan segak berlari kecil menghampiri Lita dan membantunya untuk bangun.


"Kamu tidak apa-apa?"Tanyanya penuh perhatian.Lita hanya menggeleng.


"Ka-kamu siapa?"Andin dengan gugup bertanya tentang laki-laki yang baru saja datang itu.Terlihat sebuah koper yang sengaja ditinggalkan di sudut pintu.


"Aku yang seharusnya bertanya?Kamu itu siapa?"Laki-laki itu dengan sengit membalas pertanyaan Andin.


"Tolong suruh dia pergi"Pinta Lita kepada laki-laki yang tidak ia ketahui siapa gerangan.Laki-laki itu mengangguk,lalu ia menarik paksa Andin untuk keluar dari rumah itu.Andin berontak,tapi ia kalah kuat.


Setelah mendorong Andin keluar dari rumah,Laki-laki itu tanpa berkata apapun langsung menutup pintu dan menguncinya dari dalam.Andin menghentakkan kakinya beberapa kali karena begitu geram.Ia masih belum puas bicara dengan Lita janda buta itu.


"Awas kamu ya Lit,akan aku buat kamu menyesal karena telah berlaku kasar padaku"Dendam kesumat begitu menyesakkan dadanya.


Michael menghampiri janda sepupunya itu dengan senyum menawannya.Ia membimbing Lita untuk duduk di sofa panjang bersamanya.


"Kamu siapa?"Tanya Lita.


"Kenalkan,namaku Michael Ridwan.Sepupu dari Danur suamimu.Papaku adalah adik dari Mamanya Danur.Aku tinggal di Jerman bersama keluargaku.Pas hari pernikahan kalian kami sekeluarga tidak bisa hadir karena terlalu dadakan"


Lita manggut-manggut menanggapi perkataan lawan bicaranya.


"Maaf aku terlambat datang,karena kesibukanku.Aku diutus oleh Papa kesini untuk mengurus perusahaan besar milik Danur,karena Papa khawatir takut di serobot oleh Om Daniel,Papa tiri Danur"


"Ohh maaf aku tidak tahu tentang akan kedatanganmu,aku sudah memberikan hak Kuasa pemegang kekuasaan atas perusahaan kepada temanku.Baru saja ditandatangani disini"


"Ohya???tidak apa kalau memang itu keputusanmu aku hargai,biar aku membantu memantau saja bagaimana prosesnya"


"Aku jadi nggak enak sama kamu,karena aku meminta orang luar untuk mengurus perusahaan "

__ADS_1


"Tidak apa-apa,jika dia memang kamu percayai lanjutkan.Aku bisa santai sedikit hehehe"Michael nyengir seperti kuda.Lita mengulum senyum tipis.


"Tuan Michael"Seru Mbok Fatma yang baru saja keluar dari dapur.


"Hey Mbok... gimana kabarmu wanita cantik"Michael bangkit lalu menyambut pelukan hangat dari pembantu setia Danur Wenda.


"Baik Tuan...Tuan..Tuan Da-nur"Mbok Fatma menangis dalam pelukan Michael.


"Iya Mbok saya tahu,maaf terlambat datang.Nanti aku akan berziarah ke makam Danur"Dengan penuh kasih Michael mengusap lembut punggung tua itu.


"Iya Tuan,Makam Tuan Muda ada disana"Mbok Fatma menunjukkan letak makam Danur Wenda.Michael mengangguk paham.


"Mbok,tolong siapkan kamar dia yah"Pinta Lita sembari bangkit.


"Iya Non"Mbok Fatma mengambil koper Michael yang tergeletak di sudut pintu.Lalu membawanya ke dalam.


"Kamu mau kemana?mari ku bantu"Michael dengan segera menghampiri Lita yang hendak melangkah.


"Aku bisa sendiri"Risih juga Lita bila mendapat perlakuan yang sangat baik dari orang yang baru ia kenal.


"Jangan sungkan,anggap aku Kakakmu"


"Tapi aku bisa sendiri"Lita tetap menolak.


"Ok"Michael mengangkat kedua tangannya.


Baru dua langkah saja Lita sudah kesandung undakan lantai menuju ruang tengah.


"Benar kata Danur,kamu keras kepala"Ujar Michael sambil berkacak pinggang.Ia menghela nafas disertai gelengan kepala.


"Ah ini sudah biasa,mungkin karena kurang fokus"Lita membela diri,ia berusaha bangkit.Namun tiba-tiba dua tangan kekar terasa menarik tubuhnya lalu menggendongnya.Lita terhenyak kaget,ia berusaha berontak tapi kedua tangan itu begitu kuat memeluknya.


Entah laki-laki itu membawa dia kemana?Tak lama kemudian Lita merasa tubuhnya dibaringkan perlahan.


"Kau istirahatlah,aku mau mandi dulu"Ujar Michael,ia meninggalkan Lita yang masih dalam keadaan terpana.


Meskipun Lita tidak bisa melihat,namun wanita itu bisa menyimpulkan bahwa laki-laki tegap itu sangatlah tampan.Bau tubuhnya wangi sekali.Parfumnya sejenis dengan kepunyaan suaminya.Membuat Lita tersenyum tipis,ia jadi teringat akan Danur Wenda.

__ADS_1


EH KENAPA DENGAN DIRIKU?


__ADS_2